Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
33. Berdebat


__ADS_3

"Abang ini..please bang hari sabtu hari santai. kenapa harus jauh begini sich" batin Reno dalam hati. Reno di minta mengantar Velly ke desa Y. Karena memakan 2 jam perjalanan..Randy tidak membiarkan Velly pergi di antar pria lain. Randy mempercayakan pada Reno.


Kalau saja putrinya tidak demam, pasti Randy sudah mengantarkan Velly.


"Apakah aku juga yang harus menjemput pria yang akan mengantarku??" tanya Velly ketus saat Randy memintanya untuk menjemput Reno ke asrama di telepon tadi


"Jalan ke desa itu dari sini lebih dekat, daripada Reno harus ke rumah papa dulu" Randy tak mau ambil pusing dengan kecerewetan adik perempuannya itu.


Tak lama Reno datang dengan menggunakan jaket yang tebal. Velly melihatnya dengan heran dan mulai mengejek


"Gaya apa itu..disana panas sekali. Apa kamu ingin matang berada disana" Velly tertawa terbahak bahak


"Tapi bajumu yang sangat tipis itu juga tidak akan menyelamatkanmu dari sengatan matahari kalau panas begitu terik" Reno berkata dengan datar.


Naya dan Randy hanya menatap pedebatan mereka dan mengacuhkannya hingga Velly dan Reno hilang dari hadapan mereka.


***


"Dito..maaf aku tidak jadi pergi denganmu, kakakku melarangku"


"Tidak masalah, tenang saja" Dito meninggalkan Velly yang masih bengong di tempatnya.

__ADS_1


Reno memperhatikan Velly, dalam hatinya bertanya tanya apa itu kekasih Velly


"Apa dia pacarmu?"


"Bukan..tapi semoga saja dia menyukaiku. Dia selama ini membantuku, mungkin saja dia sedang menyukaiku" jawab Velly dengan senyum


"Jangan asal suka dengan pria, tidak semua pria berwajah manis" kata Reno mengingatkan


"Bukankah sama denganmu, sok baik ternyata sama saja dengan kakakku..kasar"jawab Velly ketus


"Setidaknya aku tidak mempermainkan wanita" Reno menatap wajah Velly.. "Gadis polos" batin Reno dalam hati.


"Kita bisa santai disini, tidak salahkan aku memilih Velly masuk pada kelompok kita. sekarang mana uang taruhannya" Dito menagih teman temannya


buuuugghh


Reno menghajar dan menonjok mereka, dia tidak terima Velly di manfaatkan oleh teman temannya


"Pria tidak berguna, apa kamu tidak malu dengan rambut gondrongmu itu, kalau kamu masih memanfaatkannya lagi..akan kubuat kepalamu itu menjadi berkonde"


"Hentikan Ren..kenapa kamu memukul Dito" Velly sangat marah pada Reno. Reno menarik tangan Velly dan segera mengajaknya pergi dari lokasi itu. Hujan turun dengan deras.

__ADS_1


Di atas motor Velly hanya diam saja, dia merasa Reno masih marah tapi Reno juga tidak memberhentikan motornya dan terus saja menerjang hujan. Lama kelamaan Velly merasa kedinginan, tangannya memeluk perut Reno dari belakang. Reno menyadari tangan Velly gemetar kedinginan. Dia ingat Velly hanya menggunakan baju yang sangat tipis karena tadi panas seperti tidak ada tanda akan turun hujan.


Reno ingin memberhentikan motor untuk berteduh, tapi dimana? Sepanjang jalan hanya hutan dan pohon jagung. Setelah beberapa saat..matanya melihat ada bangunan tua yang mau ambruk. Reno mengajak Velly berhenti di sana.


Melihat Velly menggigil dan baju Velly basah, Reno membuang napas kasar


"Mengapa wanita tidak bisa memikirkan hal remeh seperti ini. Kemanapun jaket itu penting..mau panas atau tidak"


"Kalau kau mau marah..jangan padaku. Aku hanya mengikuti cuaca tadi"


Reno segera melepas jaketnya. Jaket Reno tidak basah karena menggunakan bahan anti air. Dia segera memakaikannya pada Velly. Sejujurnya Reno juga tidak tahan mendapat pemandangan Indah di hadapannya. Dia mulai tidak tenang..jantungnya berdebar sangat kencang


"Terima kasih" Kata Velly tersenyum sambil menunduk malu


"Lupakan Dito..dia tidak baik untukmu" Reno menatap wajah Velly yang kedinginan


"Lalu siapa yang baik? Kamu?? Yang benar saja" Velly tertawa renyah


.


.

__ADS_1


__ADS_2