Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
36. Konflik batin


__ADS_3

Reno duduk di luar barak mengingat kembali kebodohan yang telah ia lakukan


----


Lupakan Dito..dia tidak baik untukmu" Reno menatap wajah Velly yang kedinginan


"Lalu siapa yang baik? Kamu?? Yang benar saja" Velly tertawa renyah


"Aku sungguh - sungguh, dia tidak baik untukmu" Reno menatap lekat wajah Velly. Gadis itu menjadi sangat cantik dengan rambut basah dan air yang menetes


Velly tak menjawab..ia hanya kedinginan, tubuhnya menggigil. Reno melihat sepertinya gubug itu tidak ada orang. Angin mulai semilir berhembus cukup terasa kuat sampai ke tulang. Reno menjadi tidak tega pada gadis di sampingnya itu lalu menggandengnya masuk menghindari udara dingin.


"Mas, disini gelap aku takut" Velly mendekat pada Reno.


"Ada aku, apa kamu masih dingin?" Reno mencoba menggenggam tangan Velly.


"Iya mas, dingin sekali" Tanpa sadar seperti ada dorongan Velly merapatkan tubuh pada Reno dan Reno juga setengah memeluk Velly.


Tubuh mereka semakin mendekat seiring derasnya hujan yang bukannya berhenti malah turun semakin deras.


"Apa pria di dunia ini hanya ada Dito? Reno bersuara serak menahan sesuatu


"Apakah mbak Naya sudah hilang dari hatimu?" Velly juga berucap lirih. Bibir mereka pun menyatu. Tangan Reno menelusuri tiap lekuk tubuh Velly. Velly menghentikan tangan Reno


"Aku bukan wanita seperti itu mas" Velly merasa kesal dengan Reno


"Aku tau..dan aku tidak mau menjadi yang kedua. Lupakan dia..biarkan aku masuk dihatimu" Reno memegang tangan Velly dan akhirnya terjadilah hal itu

__ADS_1


/////


"Masih sakit?" Reno memakai pakaiannya, setengah mengintip wajah Velly yang sembab menahan sakit


"Kamu kasar sekali mas" Velly berucap lirih menahan sakit.


"Maaf.....


Vell..setelah ini aku akan bicara pada bang Randy..dan aku juga akan melamarmu pada orang tuamu. Aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendiri" Reno sudah memantapkan hatinya untuk memilih Velly walaupun mereka baru bertemu. Tapi bukankah Randy dan Naya juga begitu..dan mereka bahagia.


Velly hanya menangis dan mengangguk tidak tau harus bicara apa dengan keadaan ini.


"Lain kali jangan memakai pakaian setipis itu kecuali di depanku. Sebenarnya kamu yang mengundang sendiri bahayamu hingga aku tidak bisa menahan diri"


"Iya mas" Velly yang tadinya sangat centil berubah menjadi penurut di hadapan Reno. Velly menutup wajah dengan telapak tangannya.


/////


"Mas..bisa antar aku?


Ke...dokter kandungan" Tanya Velly takut


"Kamu telat?" Tanya Reno sambil mengecilkan suaranya karena di sebelah Reno ada Randy yang sedang mengetik daftar piket jaga


"Iya mas" Jawab Velly


"Tunggu aku pulang kerja ya!" Reno tersenyum, dengan perasaan yang campur aduk, Di satu sisi dia belum menikah, disisi lain hatinya juga senang akan kehamilan Velly.

__ADS_1


/////


"Bagaimana ini mas, daripada orang tuaku..aku lebih takut pada mas Randy kalau dia tau kehamilanku" Velly menggoyangkan lengan Reno dengan cemas


"Jangan banyak pikiran, tunggu aku kalau mau menemui bang Randy. Aku khan sudah bilang akan tanggung jawab padamu terjadi atau tidaknya kehamilan ini aku akan tetap menikahimu Vell. Kamu menyerahkannya padaku jadi aku akan menjagamu....kamu bagian dari diriku saat ini"


-------


Setelah Reno dan Velly pulang. Randy duduk bersandar pada ranjang. Naya masuk membawakanya segelas teh hangat, nampak kerapuhan seorang Randy. Dibalik profesinya itu tetap pria ini tak dapat menyembunyikan sisi lemahnya.


"Aku takut tak bisa menjaga anakku, karena adikku pun aku tidak bisa menjaganya. Sebelum menikah aku tidak pernah bermain wanita, hal yang pernah kita alami itu juga karena aku di jebak dan aku tidak pernah menikmatinya. Hanya kamu..yang pernah aku sentuh" Randy memeluk istrinya sambil bersandar pada ranjang


"Apa dulu caramu mencintaiku, sama dengan caramu mencintai Alana mas?" tiba tiba ucapan itu terlontar dari mulut Naya


"Apa harus mengungkapkan untuk merasakan cinta?" Randy heran kenapa wanita harus memusingkan seperti ini.


"Kurasa sama halnya seperti wanita, jika sudah satu tubuh..pasti batin mereka akan terikat. Jadi wanita yang pernah kusentuh adalah wanita yang sangat kucintai melebihi apapun di dunia ini"


"Bagaimana dengan lelaki hidung belang?" Naya mulai mencari yang memancing suaminya


"Kenapa kamu harus menggabungkan sisi yang benar dan tidak benar. Sesuatu yang tidak benar..tidak pantas untuk di masukkan dalam kelompok hubungan pria dan wanita sehat"


Randy mulai kesal


Naya merasa sedikit kesal karena jawaban Randy tak memuaskan hatinya. Randy melihat kegelisahan istrinya segera mengajaknya masuk dalam selimut secara perlahan agar tidak membangunkan si kecil Yara.


.

__ADS_1


.


__ADS_2