Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
66. Dalam Tugas


__ADS_3

Randy mengangkat rangsel pada punggungnya. Di ciumnya putri kecilnya yang belum bangun dari tidurnya.


"Bye inces papa" salam sayang Randy untuk putrinya


"Mas pergi ya sayang. jangan pernah sedih, jalani semua dengan ikhlas. Jaga anak kita baik baik. Percayalah tidak ada niatku ingin jauh darimu, Aku sangat sayang kamu sejak pertama melihatmu"


Naya memeluk erat Randy, begitu berat rasanya melepas Randy


"Aku janji mas, akan selalu ingat pesanmu"


Randy mundur dan berbalik pergi tanpa menoleh ke arah Naya lagi. Naya memperhatikan langkah suaminya hingga tak terlihat lagi oleh pandangan mata bersama anggota yang lain dalam embun pagi yang sinarnya saja belum nampak merekah.


***


Pesawat mengangkut pasukan dalam pesawat tersebut. Tidak ada yang tau pasti bagaimana nasib mereka setelah ini. Akankah mereka bisa melihat keluarga lagi atau hanya pesan terakhir dan nama yang akan pulang bersama iringan derai tangis yang terkasih.


------


Pesawat telah mendarat dan pasukan bergegas ke lokasi yang telah di tentukan. Telah terjadi peperangan antar kedua belah pihak yang bertikai. Anak panah melesat, tombak, dan senjata apapun yang mereka punya turut menyerang.


Randy, Reno yang datang segera menggantikan pasukan sebelumnya. Situasi sedang benar dalam keadaan buruk.


Beberapa saat kemudian di lakukan mediasi terkait pertikaian yang terjadi.


------


Malam tiba, para pasukan sudah berada pada camp yang telah di tentukan. Waktunya untuk beristirahat dan bergantian jaga agar keamanan tetap terjaga. Beberapa pos harus di jaga juga bagian perbatasan yang rawan.


Sebagian pasukan yang bersama Randy sudah melakukan ibadah dan makan. Randy ingin sekali melihat wajah putrinya, tapi tidak ada sinyal disana. Wajahnya nampak muram malam itu.


"Kenapa wajah abang masam begitu?" tanya Jhon pada Randy yamg memasukkan selembar kertas yang baru dimasukkan pada saku bajunya.


"Gapapa Jhon, cuma berfikir saja. Pos di kaki gunung itu tidak ada pengamanan apapun selain drum sebagai pembatasnya. Kupikir itu juga rawan karena pasukan tambahan baru di ajukan untuk memperkuat pasukan kita" Jawab Randy

__ADS_1


"Abang benar, kita waspada saja pada keadaan sekitar. Saling menjaga dan melindungi sementara pasukan tambahan belum datang" Reno datang dan menimpali omongan Randy.


"Kenapa ponsel abang?" tanya Reno lagi.


"Aku ingin menghubungi Naya, tapi tidak ada sinyal disini" Randy mulai mendengus kesal.


"Sabar bang, belum sehari aku juga rindu" ucap Reno juga merasakan hal yang sama


"Kita bernyanyi saja lah bang, kapan lagi menjadi bujangan dadakan kalau tidak ada kesempatan seperti ini" ucap Jhon mengeluarkan gitar kecil dari dalam tasnya.


"Niat sekali kamu ini, keadaan genting begini malah ingat gitarmu" tegur Randy


"Mau bagaimana lagi abang, belum ada yang saya rindukan" wajah Jhon berubah memelas


Canda tawa mereka melupakan sejenak ketegangan yang terjadi beberapa waktu tadi.


Para anggota bernyanyi hingga tengah malam. Beberapa anggota yang mendapat tugas berjaga dan patroli pun mengerjakan tugasnya masing masing.


-----


"Kamu cinta pertamaku sekaligus istri pertamaku" batin Randy dalam hati. tangannya mengusap senjata yang saat ini tidak jauh dari dirinya.


"Andai kamu itu Naya istriku, pasti tidurku tidak akan gelisah malam ini" gumam Randy lagi dalam hati.


***


doorr..doorr..doorr


Terdengar suara tembakan yang jauh disana tapi masih terdengar jelas pada telinga para anggota. Semua anggota bersiap menggantung senjata pada pundak mereka.


Untuk beberapa saat terjadi lagi provokasi hingga terjadilah kejadian seperti beberapa hari yang lalu hingga beberapa saat mulai meredam lagi.


-----

__ADS_1


"Pasukan pengganti belum bisa merapat kesini karena situasi belum aman dan warga akan panik jika ada pesawat yang melintas" ucap Danki.


Sesungguhnya berita tersebut sangat mengecewakan tapi konsekuensi pekerjaan terus akan mereka jalani.


***


Total dua bulan mereka jalani di dalam situasi yang setiap saat dapat mengancam nyawa mereka semua. Terkadang bom molotov sampai pada camp mereka, tembakan peringatan tak terduga.


"Malam ini kita jaga di pos kaki gunung Ran!" Bang Lindu memberi kabar pada Randy


"Siapa saja bang" tanya Randy


"Aku, kamu, Jhon, dan Adi" Jawab pak Lindu


"Siap bang"


-------


Pak Lindu, Randy, Jhon dan Adi berjalan sambil patroli ke kaki gunung. Hutan di sana memang begitu lebat. Mereka harus berjalan sambil merasa was was menjaga diri.


***


Naya membuat teh pada gelas kesayangannya. Tak sengaja gelas itu pecah saat air panas mengenai bibir gelas itu. Angin begitu kencang membuat pintu ruang tamu terbuka.


praaaannggg


Bingkai foto kaca milik Randy jatuh dan pecah menjadi dua. Bingkai foto Randy berseragam PDH. Naya melihat dan memungutnya


"Tak ada kabar darimu mas, semoga kamu baik baik saja disana" Naya duduk pada tembok dan menangis melihat foto Randy. Di peluknya foto itu dengan erat tak perduli tangannya yang tergores pecahan kaca


"Aku merindukanmu mas".


.

__ADS_1


.


__ADS_2