Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
59. Pelatih Incaran


__ADS_3

Randy pulang ke rumahnya bersama si kecil Yara. Memang jarak rumah Randy dan Reno tidak begitu jauh. Hanya berjalan kaki saja. Yara memeluk papanya sangat erat. Memang Yara sangat dekat dengan papanya. Wajah tampan dan manis dari papanya menurun ke wajah Yara hampir seluruhnya


-----


Randy menciumi putrinya hingga Yara berteriak geli terkena bulu halus di kumis papanya yang belum sempat di cukur hari ini.


Naya kembali ke kamar dan melihat pemandangan indah itu, ia baru saja memasak masakan sederhana..beberapa hari hanya diam di kasur membuatnya sangat bosan.


"Sini mama, tiduran dulu disini" Randy menarik tangan Naya untuk ikut tiduran di kamar dan bersenda gurau dengan mereka.


"Papa dan Yara main apa? makan dulu ya!" ajak Naya


"Nanti dulu, biar Yara bermain sebentar lagi....


Sayang.. mas mau mengawal mahasiswa untuk acara besok di hutan" Randy memberitahu Naya dengan berat hati karena masih khawatir dengan kondisi Naya.


"Berapa lama mas?" tanya Naya


"Hanya satu minggu saja" jawab Randy sambil mencium pipi Naya.


***


Hari ini para anggota betangkat mengawal mahasiswa di dalam hutan X. Area kegiatan para mahasiswa


-----

__ADS_1


Di dalam truk, para mahasiswa bernyanyi riang. Sepanjang perjalanan ada sepasang mata yang memperhatikan Randy, Reno dan Jhon. Melihatnya penuh kekaguman apalagi sosok yang di lihatnya itu semuanya sedang memakai kacamata dengan topi yang membuatnya semakin nampak gagah dan berwibawa.


Reno tak menyadari ada seseorang yang telah melihatnya dengan tatapan berbeda. Beberapa jam telah berlalu, mereka tiba di lokasi. Hal pertama setelah pengarahan adalah membangun tenda serta dokumentasi sebagai bahan laporan kegiatan kantor


"Pelatih Reno..bisakah pelatih membantu saya?" Seorang gadis mendekati Reno


"Tentu saja..Ayo" Jawab Reno dengan datar sambil mengikuti langkah gadis itu. Reno mengingat gadis itu adalah gadis yang selalu menempel pada Dito.


------


"Begini caranya!!" Reno mengajarkan gadis itu untuk mendirikan tendanya.


"Pasaknya ada disini Siska..bukan di wajah saya" ucap Reno


"Itu ( tunjuk Randy pada dada Siska ), di situ ada nama kamu dengan jelas dan besar" Sahut Randy.


Siska pun menoleh k arah Randy. dia mulai senang lagi dengan pemandangan keduanya


"Eehh.. iya pelatih Randy" Siska menggoyangkan badannya dengan centil dan tersipu malu.


***


Hari ini ada materi melewati kawat duri. Jhon menjabarkan dengan detail peraturan yang akan di jalani. Para mahasiswa melakukan tugasnya dengan baik, satu persatu tanpa halangan yang berarti hingga tiba giliran Siska. Siska datang dengan celana legging yang ketat dengan baju yang press body. Reno yang melihat tidak tahan untuk tidak menegurnya.


"Siska, kamu membaca peraturan yang kemarin di bagikan atau tidak?"

__ADS_1


"Apa ada yang salah pelatih Reno?" Tanya Siska yang masih tidak paham dengan kesalahannya.


"Kamu baca dengan teliti" Wajah sangar Jhon menakuti Siska seketika itu juga. Siska langsung membaca ulang peraturan yang disodorkan Reno.


Secepat kilat Siska berlari masuk ke tempat lokasi kawat duri dan merayap di bawahnya. Randy terperanjat kaget melihat Siska yang merayap dengan baju seketat itu.


"Hey Siska.. kamu tidak mengikuti aturan. Pakaianmu itu sangat berbahaya di pakai di sini" Teguran Randy tidak di indahkan oleh Siska. Saat berada di tengah kegiatan, karena kurang menunduk baju Siska tersangkut kawat dan sobek. Kawan Siska yang lain menertawainya hingga gadis itu menangis.


"Apa yang kalian tertawakan???" Bentakan Randy dengan suara gagahnya membuat suasana hening seketika.


Siska berhasil lolos dari kawat duri itu, ia duduk dan menangis. Mau tidak mau Randy berjongkok dan memberikan pakaiannya untuk menutup baju di punggung Siska yang terkoyak.


"Kamu itu perempuan, kamu sudah dewasa harus bisa jaga dirimu sendiri. Pelatihmu disini, juga teman laki lakimu bisa saja terganggu nalurinya karena kamu. Disini kamu tanggung jawab kami para pelatih. Jangan berbuat yang tidak tidak. Kamu mengerti ???" Randy berkata tegas


Reno dan yang lain tak habis pikir dengan ulah Siska.


"Apa ulat bulu satu itu perlu di awasi bang? sejak awal dia paling menonjol" Tanya Jhon pada Randy dan Reno


"Kamu urus saja, saya tidak mau banyak tau kecuali urusan tanggung jawab diklat" Jawab Randy sambil menghisap rokoknya.


Reno tidak menjawab, ia sedang fokus dengan ponselnya dan sesekali melirik Siska yang membuatnya heran.


.


.

__ADS_1


__ADS_2