
"Bang, maaf saya kembalikan motornya hampir pagi, karena disana hujan. Velly sudah saya antar pulang" Reno mengembalikan motor itu kerumah Randy
Randy menghela napas panjang karena di lihatnya ini sudah pukul setengah tiga pagi "Ya sudah..terima kasih sudah mengantar Velly, pulang dan istirahatlah"
Reno berjalan ke baraknya dengan langkah yang pelan karena tubuhnya juga lelah. Ada apa dengannya, dia kembali teringat Velly.
***
Naya berganti pakaian tidur malam itu. Yara tertidur dengan pulas di atas ranjang. Randy memeluk tubuh Naya dari belakang. Tubuh Naya memang semakin padat dan berisi setelah melahirkan, terkadang membuat Randy sangat gemas saat melihatnya. Usia baby Yara sudah 3 bulan, sudah mulai bisa memiringkan badan
"Sayang..sepertinya sudah agak lama kamu tidak bermanja manja padaku. apa kamu masih belum siap?" Tanya Randy sambil menelusupkan wajah ke leher istrinya sambil meminggirkan rambut Naya yang sepanjang punggung itu
"Aku tidak masalah mas, hanya aku masih sedikit takut saja" raut wajah Naya memelas takut saat suaminya menanyakan hal itu.
"Apakah bisa kita coba? Kalau tidak di coba bagaimana akan tau?" Randy menunggu jawaban dari Naya karena istrinya itu hanya diam saja. "Kalau kamu merasa tidak nyaman atau sakit, kita sudahi saja" lanjut Randy membujuk istrinya. Akhirnya Naya menuruti ajakan suaminya.
Randy memindahkan Yara pada box dengan sangat pelan agar bayi mungilnya yang mulai montok itu tidak terbangun. Dengan langkah mantap..Randy kembali menghampiri istrinya dan memulai yang selama ini di tahannya.
__ADS_1
------
"Mas..sebenarnya aku belum KB" Naya mengingatkan Randy
"Aku bisa mengatasinya, jangan cemas lagi" Jawab Randy cepat sambil mencium sekilas bibir Naya. Randy melanjutkan aksinya sebelum putrinya terbangun.
Si kecil Yara tertidur pulas seakan memberi ruang pada Randy dan Naya untuk melepas rindu hingga Randy tak mengingat lagi janjinya pada Naya
-----
***
"Mas, bisa antar aku?" tanya wanita di seberang sana
"Iya, tunggu aku pulang kerja ya!" Jawab Reno dengan senyum tipisnya. Ada rasa bahagia juga campur aduk yang di rasakannya. Setelah pertemuan mereka waktu itu.. Velly dan Reno saling kontak melalui ponsel.
***
__ADS_1
"Aahh..tumben onty Velly main kesini, ada apa?" tanya Randy pada Velly
"Apa sich mas, masa ketemu ponakan sendiri aja kok pakai tumben" kata Velly sambil mengajak bermain Yara yang sudah mulai mengerti di ajak bercanda.
"Ya tumben aja.., wajahmu pucat sekali, kamu sakit?" tanya Randy pada adiknya
"Iya loh Vell, seperti orang kurang darah. kamu darah rendah" Naya menyambung omongan suaminya
"Aahh..gk kok, kalian ini memang berlebihan. biasa lah wanita. uda aahh aku mau ke kamar mandi" tak sengaja Velly menyenggol tasnya sambil berlalu ke arah belakang
Naya melihat ada sesuatu dari tas itu lalu memungutnya. Di bacanya selembar kertas yang tertulis nama pemiliknya adalah "Velly". Naya sangat terkejut tak tau harus berkata apa. Ternyata adik iparnya itu menyembunyikan rahasia padanya juga kakaknya.
Naya menyerahkan kertas itu pada Randy. Mata Randy membulat membacanya. Adik yang bertingkah manja dan centil depannya, bisa melakukannya.
.
.
__ADS_1