
"Lain kali jangan sampai begini lagi dek?"
"Mas nampak lelah sekali, aku nggak tega untuk membangunkanmu mas" Naya memercingkan wajah saat Randy mengobati lukanya.
"Iya aku sangat lelah, tapi aku tau kamu masih sakit"
Naya tersenyum melihat suaminya. memang cinta itu tumbuh karena telah terbiasa. Seorang tentara yang terbiasa dengan kekerasan..menjadi sangat lembut jika sudah menyangkut orang terkasih. Yaa.. Naya merasakan cinta suaminya yang begitu dalam.
***
Sore itu rumah Randy ramai karena kedatangan orang tua Randy. Mereka sangat khawatir atas berita bencana yang sempat terjadi. Velly juga saat ini sedang menyelesaikan laporan terakhir KKN di luar kota. Di usianya yang sangat muda.. Velly sudah pandai berbisnis dan ikut percepatan sekolah, sehingga di usia 21 tahun dia hampir menyelesaikan kuliahnya.
Mereka bergantian menggendong Baby Yara. Baby yang di tunggu kehadirannya tak di sangka harus lahir dengan situasi yang penuh drama. Randy yang baru pulang kerja juga ikut bergabung bersama mereka.
"Bagaimana kuliahmu.. Jangan sengaja membuat banyak kegiatan di luar rumah, cuaca sedang tidak baik" Randy mengingatkan adiknya yang jauh lebih keras kepala dan perasa daripada Naya istrinya
__ADS_1
"Iya mas..iihh, mas ini..2 minggu lagi aku akan ke desa Y untuk mengambil data terakhirku meneliti ladang. Jalannya sangat jelek mas, aku akan membawa motor trillku kesana" Velly membayangkan dengan senang bisa pergi dengan motornya
"Tidak.. ada ada saja kamu ini. kamu tidak boleh pergi sendiri.. bahaya. Aku antar kalau mau kesana"Jawab Randy dengan marah
"Yaa.. Aku pergi dengan teman priaku mas, tenang saja.. aman" Velly masih saja berbicara dengan muka masam
"Apalagi teman pria, jangan macam - macam kamu Vell!" Nada Randy mulai marah. Papa Mama dan Naya hanya bisa menggelengkan kepala melihat perdebatan kedua kakak beradik itu. Velly menjadi kesal dan beranjak dari sofa menghampiri Naya dan berbisik
"Mbak..punya pembalut nggak? aku lagi dapet nih"
"Untung saja mbak aku masih punya persediaan.. Pantas saja uring uringan begitu naik turun" kata Naya sambil menyerahkan pembalutnya. Velly hanya nyengir saja mendengar kakak iparnya berbicara lalu meninggalkannya ke kamar mandi.
Orang tua Randy masih membujuknya karena Randy masih merasa kepikiran tentang adiknya yang akan berangkat KKN di antar teman prianya.
"Nanti biar aku yang bujuk Velly mas, supaya dia mau di antar mas ke desa Y" Naya menepuk bahu Randy ikut membujuk suaminya yang masih terdiam
__ADS_1
***
Baby Yara baru saja mendapat imunisasi dan dia rewel sepanjang hari. Menurut posyandu imunisasi pertama tidak membuat demam tapi kenyataannya Baby Yara malah demam. Randy yang sedang menggendong putrinya juga menjadi sangat gelisah karena besok pagi akan mengantar Velly ke desa Y.
"Mas pergi saja besok. aku nggak masalah, bukankah mas malam sudah pulang" Naya meyakinkan suaminya
"Tapi Yara sedang demam sayang, aku tidak bisa meninggalkanmu dan Yara di saat seperti ini" Randy mulai ragu
"Kalau Velly tidak ada yang mengantar, apa kamu siap mas kalau dia di antar teman prianya" tanya Naya meledek suaminya
"Cckk... Dia itu membuatku pusing saja. Kalau bukan adikku satu satunya pasti sudah kubiarkan dia" Randy mengomel lalu seperti mendapat ide..
"Hallo..besok pagi tolong aku ya!!!" Randy menelepon seseorang di seberang sana.
.
__ADS_1
.