
"Mas serius tidak bohong padaku?" ekspresi ragu Naya membuat Randy terdiam sesaat.
"Tidak ada yang bisa menjamin rasaku tidak ternoda, mataku.. naluriku tidak bisa berbohong untuk hal itu. Tapi aku menjamin, tidak akan ada yang lain selain kamu"
Zein menangis kencang menyentak Randy. Randy mengambil Zein dari gendongan Naya. Randy menatap wajah mungil yang menggeliat kecil membuat Randy selalu terharu
"Kamulah yang papa inginkan sayang. Terima kasih sudah menunggu papa" gumamnya. Randy melirik Naya yang masih bimbang dengan pikirannya.
------
"Bagaimana tentang Fahira bang?" tanya Reno.
"Bagaimana apanya? Tidak ada Fahira dalam hidupku aku dan Naya akan menemuinya dan kamu sebagai saksinya. Tidak akan ada masalah apapun karena memang tidak ada yang terjadi antara aku dan Fahira" ucap Randy dengan yakin.
"Baiklah bang, aku mengerti"
------
Naya selesai memandikan Zein sore itu dan Randy juga baru selesai membenahi beberapa bagian rumah yang rusak karena beberapa bulan di tinggal pemiliknya. Ada getaran dari ponsel Randy. Randy segera mengangkat panggilan itu di hadapan Naya
drrrtt.. drrttt.. ddrrrtt
Begitu berulang kali
"Nak Randy.. Fahira mencarimu dan membutuhkanmu" ucap ibu Fahira
"Saya akan datang, tapi bersama istri saya" jawab Randy
__ADS_1
"Jangan.. Fahira tidak akan bisa menerimanya " tolak ibu Fahira
"Kalau begitu saya tidak akan datang, karena istri saya juga tidak bisa menerimanya"
"Baiklah.. yang penting nak Randy mau datang"
"Hanya jika istri saya sudah pulih. Itupun jika dia mau" Randy memutuskan sambungan telepon secara sepihak
"Sayang.. kalau kamu sudah pulih ayo kita temui Fahira" ajak Randy
"Aku tidak mau mas" tolak Naya
"Kamu harus tau apa yang terjadi, dan aku juga tidak mau ada rahasia di antara kita" bujuk Randy.
Perasaan Naya tidak tenang, resah, ragu, juga kecewa. "Baiklah mas"
------
"Sebenarnya kenapa kamu harus menghindari ku seperti ini"
"Aku tidak menghindarimu mas. Hanya saja aku belum siap kita bertemu dalam keadaan seperti ini" ucap Naya.
"Aku mengerti dek. Makanya aku berharap kamu mau ikut denganku agar kamu tau bahwa tidak terjadi apapun antara aku dan Fahira"
Randy menyentuh tangan Naya, tapi Naya tidak membalas apapun perlakuan Randy. Sakit sekali perasaannya saat ini, tapi menginginkan istrinya kembali padanya itulah yang paling penting.
***
__ADS_1
Dua bulan berlalu. Randy dan Naya masih dalam keadaan yang sama tidak ada yang berubah. Naya tetap dingin dan Randy semakin gusar. Memeluk istrinya saja sangat sulit.
Randy memutuskan untuk segera menemui Fahira. Randy tak ingin menunggu lebih lama lagi. Sikap istrinya membuat batinnya sangat tersiksa.
***
Randy menitipkan anaknya pada Reno dan Velly, juga mama papa berada di rumah Velly. Papa mama ingin memastikan hubungan Randy dan Naya dalam keadaan baik.
Setelah berunding lama akhirnya Naya memutuskan agar Fahira dan ibunya datang ke rumah Randy untuk menyelesaikan masalahnya
-----
Fahira dan ibunya turun dari mobil. Fahira terlihat begitu bahagia sambil menggendong putrinya "Azizah".
"Mana bang Ahmad?" ketus Fahira pada Naya yang membukakan pintu untuk mereka.
"Silahkan masuk dan duduk dulu" Ucap Naya sopan
Fahira menyerahkan Azizah pada ibunya.
"Heh.. perebut suami orang? Kamu sungguh tidak tau malu. Kamu seorang perempuan tapi kelakuanmu sungguh memalukan. Di belakangku kamu menjalin hubungan dengan bang Ahmad" Cecar Fahira pada Naya.
Fahira berlari memeluk Randy yang berjalan menuju ruang tamu.
"Aku rindu abang, kenapa abang memilih wanita ini???" Fahira menangis terisak.
.
__ADS_1
.