
Ditemukannya Randy membuat Batalyon menjadi heboh tapi Komandan meminta agar kabar ini di redam demi menjaga semuanya termasuk juga Naya hingga Randy mengingat lagi jati dirinya.
Pihak kepolisian juga telah memberi informasi bahwa Randy di temukan terdampar pada muara dan di akui keluarga Sikin sebagai menantunya karena suami dari Fahira telah meninggal tertembak 7 bulan yang lalu dalam perkelahian hingga membuatnya depresi berat.
Sikin memberi obat terlarang agar Randy bergantung padanya. Saat ini Fahira sedang berada dalam pengawasan pihak kepolisian karena tak lama lagi akan melahirkan anaknya dari Ahmad.
------
Beberapa anggota menjaga Randy di RST. Randy mulai sadar dan membuka matanya. Randy melihat sekeliling seperti tidak asing baginya.
"Bang Randy sudah bangun?" sapa Adi
"Siapa kamu sebenarnya, saya merasa tidak asing disini. Kenapa kamu terus memanggil saya Randy"
"Bang, bagaimana abang sekarang. apa masih pusing?" tanya Reno. Randy merasa kepalanya sangat sakit
"Saya tidak mengenalmu, tapi saya merasa dekat denganmu"
"Abang akan mengingatku nanti. Berjuanglah bang. Ada yang menunggumu!" Reno meyakinkan Randy.
***
Randy memasuki kawasan Batalyon setelah 4 hari menjalani perawatan. Mengingat Randy pengguna narkotika aktif sangat sulit menghilangkan kecanduannya, begitu pula jika tiba tiba bisa saja sakau. dada Randy berdetak kencang memasuki gerbang kesatrian. Terlihat dari ekspresinya. Adi sengaja membawanya berkeliling berharap memory Randy akan kembali. Adi melaju kencang melewati rumah Randy kemudian terus berjalan hingga melewati sosok wanita menggendong bayi laki laki. Itulah Velly.
Mobil berjalan perlahan. pandangan mata Randy tidak lepas melihatnya. Adi membunyikan klakson dan Velly membalasnya dengan senyum. Randy tersentak bersandar pada jok mobil belakang
"Ada apa bang?" tanya Reno yang duduk di sampingnya karena pasti sudah tau jawabannya.
__ADS_1
"Dia siapa Ren? Jantung saya berdebar kencang?" Belum sempat Reno menjawabnya ada sosok perempuan keluar dari dalam rumah dengan perutnya yang besar. Randy menutup matanya dan seketika menitikkan air mata
"Saya nggak kuat melihat dia, wajahnya selalu hadir di mimpi saya. Saya sangat takut melihatnya menangis. Hati saya sakit sekali Ren" Randy meronta dalam mobil, nafasnya begitu sesak. Reno sangat iba merasakan semua ini
"Abang akan tau nanti. Abang harus berusaha mengingat masa lalu abang" jawab Reno
***
Randy kembali sakau tengah malam ini. Reno pamit pada Velly untuk pergi ke barak bujangan sebentar.
Randy terlihat sangat berantakan dan mengamuk membingungkan yang lain. Petugas rumah sakit sudah di hubungi untuk membantu menenangkan Randy.
-----
3 malam berturut turut Reno menjaga Randy yang tengah sakau. Para bujangan ikut panik mengadapinya.
Naya duduk pada bangku beton sambil mengusap perutnya yang mulai mengencang. Naya menarik napas dan membuangnya. Begitu berulang kali. Setelah itu Naya kembali ke rumah Reno. Randy pun bisa melihatnya dengan jelas.
Mengapa wajahmu tak asing bagiku. Mengapa ada rindu menyelimuti hatiku. Mengapa dirimu selalu muncul dalam mimpiku. Apa aku mengenalmu
aaacccgghhhhh
Randy merasa kepalanya tertimpa benda berat, ia mengerang kesakitan.
"Sakit sekali kepalaku.. Siapa kamu?? kenapa hatiku ingin sekali memilikimu??" Randy berteriak teriak hingga ambruk. Teringat saat awal pertemuanya dengan Naya lalu menikah. Mengingat malam pertamanya dengan Naya. Malam malam indah hingga Yara terlahir dengan tangisannya. Kesedihan mereka saat Naya keguguran setelah pulang tugas.. Senyum Naya dan kesedihan Naya bergantain memenuhi ingatannya.
Jhon melihatnya dan menopang Randy yang tak sadarkan diri
__ADS_1
"Sadar bang Randy!!!!!"
***
"Kamu kenapa Nay" tanya Reno yang melihat Naya memegang perutnya setelah selesai mandi
"Gapapa mas, mas sudah mau apel ya?" tanya Naya sambil meringis
"Iya.. kalau kamu ada apa2 bilang pada Velly. Aku akan mengantarmu ke rumah sakit" Reno waswas jika Naya akan melahirkan. Naya hanya tersenyum kecil menyembunyikan rasa sakit. Reno mengalihkan matanya seolah tidak tau yang dirasakan Naya.
------
Reno sudah tiba di barak setelah selesai apel karena para bujangan menghubunginya. Petugas kesehatan juga sudah tiba disana
"Abang sudah sadar" Reno sedikit lega
Randy menggenapkan nyawanya melihat heran sekelilingnya yang banyak orang.
"Aku ingat, ada penyerangan yang menembak bang Lindu. Aku tertembak pada dadaku dan di tusuk. Sesaat aku sadar aku sudah bersama Fahira..." ucap Randy
"Fahira.. Fahira lagi?!?! Abang tidak ingat!!! Naya istrimu menyembunyikan rasa sakitnya di hadapanku. Dia ingin abang menemaninya saat dia melahirkan anakmu. Berbulan bulan dia sulit tidur, merindukan abang. Mama papa stress. Yara kehilangan papanya. Taukah abang Naya berulang kali ingin bunuh diri karena tidak bisa menerima kenyataan abang tidak ditemukan" Reno begitu emosi
"Aku ingat Ren" ucap Randy lirih. Reno menatap mata Randy dengan tajam. Sebulir air mata menetes. Kakak iparnya mampu mengingatnya
"Aku ingat sesaat Naya berlalu pulang ke rumahmu. Aku ingat dia istriku, aku ingat dia sudah memberi Yara padaku dan aku mengingatnya sedang mengandung anakku" Reno merangkul Randy merasa sangat lega.
.
__ADS_1
.