Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
83. Mencemburui girlband


__ADS_3

Kicau burung di sabtu pagi bersahut sahutan. Reno memilih tidur lagi karena ia sangat ingin bermalas malasan.


Vernan menaiki nakas kecil di sebelah ranjang ayahnya. Dengan ancang ancang seribu bayangan Vernan melompat tepat menghantam dada ayahnya.


bruuuugghh


"Allahuakbaaarr" Reno berteriak berjingkat kaget, wajahnya memercing menahan sakit nyawanya belum utuh.


"Ada apa yah?" Velly yang sedang menggoreng bakwan menghampiri Reno yang kesakitan di atas tempat tidur, Spatula masih berada di tangannya karena terburu kaget mendengar teriakan suaminya.


"Anakmu bun, ayah di tendang nih" Reno berubah manja pada Velly.


"Vernan kenapa nakal sama ayah, nggak boleh gitu" tegur Velly pada anaknya


"Makanya ayah itu bangun, jangan tidur aja. Anaknya khan mau main sama ayahnya" kata Velly melotot.


"Iya.. iya bun.. bangun deh" Reno duduk di tempat tidurnya dengan tidak ikhlas daripada istri tercintanya bertambah marah.


"Bantu jaga anak lah yah, kalau bunda sakit seperti mbak Naya, ayah juga yang repot khan"


"Iyaaaa baweeeell" jawab Reno.


***


Siang hari Reno melihat video di chanel ponselnya. Vernan asyik memainkan truk kesayangannya.


Mata Reno melotot melihat keseksian girlband tersebut. Goyang pinggul, bibir mungil, baju sexy. Reno gelisah di buatnya


"Hedeeeeehh... ayuneee.." gumam Reno tanpa sadar.


Vernan mencuri curi pandang apa yang sedang di lihat oleh ayahnya. Vernan tidak suka papanya tersenyum sendiri dan terkadang sedikit bergoyang goyang mengikuti irama lagu.


"Bundaaaa.. ayah lihat kakak cantik di HP" teriak Vernan kencang. Sontak Reno panik dan ponsel itu terlepas dari tangannya.


"Nggak kok bun" Reno bangkit dan mengambil ponselnya lalu memberi kode pada Vernan untuk diam.

__ADS_1


"Liat apa??" Velly yang tadi sudah berjalan menanggapi ocehan putranya.


"Ayah lihat foto bunda kok" jawab Reno


"Iihh.. nggak bunda, tadi ayah lihat kakak cantik lalu bilang 'ayunee' " oceh Vernan mengikuti


"Jabang bayi.. demen banget bikin ayah tarung sama bunda kak" gumam Reno


"Jadi ayah suka sama gadis macam itu daripada lihat bunda. Apa bunda sudah gendut, tidak sexy lagi" Velly mulai kesal karena semenjak hamil memang Velly sangat sensitif.


"Nggak donk sayang.. bunda paling sexy, paling hot, paling segala galanya" bujuk Reno.


Velly tidak percaya, ia kesal dan memilih pergi ke rumah Randy. Sejak hamil Velly memang rajin mengadu.


-----


"Astaga.. ada apa lagi ini siang bolong Mantili ada disini" Randy melihat mata adiknya sembab.


"Aku kesal sama mas Reno mas, dia menduakan aku" lirih Velly serius


"Kamu tau darimana Beib" tanya Naya lembut


"Vernan aja lihat mbak, mas Reno bahagia sekali lihat wanita itu" Velly meyakinkan


"Duuhh.. jangan bikin situasi deh sayang" Reno tiba tiba muncul sambil menggendong Vernan.


"Jadii???" Randy menatap wajah Reno.


Reno menurunkan Vernan agar bisa bermain dengan Yara dan Zein.


"Apa??" tanya Randy lagi.


"Mas Reno melototin girlband dan memuji para gadis itu sangat cantik mas" kesal Velly.


"Eeehh.. ayah nggak bilang sangat cantik ya, ayah cuma bilang ayuu" protes Reno meluruskan perkataannya yang semakin membuat Velly jengkel.

__ADS_1


Randy menahan tawanya. Naya mengajak Velly masuk ke ruang tengah. Velly masih menatap tajam suaminya.


"Itulah bang, Velly kadang terlalu berlebihan" ucap Reno kesal. Randy tertawa terbahak bahak hingga terdengar suara yang terdengar kesal dari dalam rumah.


"Maaaasss.. kenapa di ponselmu banyak sekali foto dan video girlband juga" Tawa Randy terhenti seketika.


"Ren, lain kali kalau kamu membawa bom, jangan di ledakkan di rumahku" lirih Randy.


"Nggak cintaaaa.. anak kita yang suka buka ponselku" Randy membela diri


"Bereeess" Kode Randy pada Reno karena merasa dirinya selamat.


"Yara nggak buka ma, Papa yang suka lihat kakak yang pakai BH aja ma" Yara berteriak karena tidak mau di kambing hitamkan papanya.


"Hwaduuh Tuhan, habislah aku" ucap Randy nyengir kebingungan.


Naya keluar dari dalam ruang tengah dan menyerahkan ponsel Randy pada pemiliknya.


"Mas itu ya, suka lihat hal aneh. Apa kurang lihat aku di rumah ini. Aku nggak suka mas lihat hal seperti itu, aku benci mas!!"


"Iya sayang.. iya. Maaf mas lupa historynya.. kemarin piket kantor nggak ada hiburan jadi tengah malam mas nonton film action" jawab Randy.


"Jadi gadis itu lebih menghibur?? Ok... mas membuatku kesal. Lihat saja nanti" ancam Naya sambil berlalu pergi. Randy menelan kasar ludahnya sendiri


"Ini nih, kalau istri cemburuan. bahkan girlband pun di cemburui" Randy menggelengkan kepala heran dengan sifat Naya yang kadang membuatnya susah.


Velly berkacak pinggang di pintu ruang tengah.


"Pulang yah.. bunda juga jengkel sama ayah"


"Bang.. bisa nggak aku lebih lama disini, kurasa aku tidak akan selamat dari amukannya di rumah bang! " wajah Reno memelas meminta pertolongan.


"Aku saja belum tentu selamat, gila saja mau menyelamatkanmu" gumam Randy kecil sekali sambil melirik Velly yang sedang cemberut.


.

__ADS_1


.


__ADS_2