Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
31. Pulang ke rumah


__ADS_3

3 hari setelah aman seluruh penduduk dan warga batalyon kembali ke rumah masing - masing termasuk juga Naya dan baby Yara. Dari kejauhan mata Naya memergoki Dinar dan itu membuatnya amat tidak suka.


"Kamu mau ikut warga disitu untuk pulang bersama mereka lagi mas?" Randy yang melihat ke arah Naya langsung mengarahkan pandangan matanya menurut tatapan mata Naya.


"( Bencana type 3 )" batin Randy


"Nggak, aku hanya akan membantu mereka naik ke truk" jawab Randy sambil membaca nama pengungsi yang akan naik ke dalam truknya.


"Oohh..jadi kamu juga akan membantu Dinar? matanya sejak tadi memperhatikanmu" ketus Naya.


"( Bencana type 2 )" Randy membuang napas kasar tapi dia juga tidak marah karena Randy sedang bahagia beberapa hari ini karena ada baby Yara


"Ini tugasku dek, karena warga yang disitu masuk dalam kelompokku" Randy menjelaskan dengan berharap istrinya tidak marah


"Minggir" teriak Naya sambil berjalan sangat pelan menuju mobil menahan sakit "Temui Dinarmu itu" Naya menutup pintu mobil dengan sangat keras hingga orang di sekitarnya menoleh


"****** Bencana type 1. Ledakan basoka akan pindah kerumahku nanti" Randy menepuk dahinya

__ADS_1


----


"Ren..tolong kawal mereka, saya mau membawa mobil untuk turun" Randy akhirnya meminta tolong Reno karena wajah Naya sedang tidak bersahabat


Reno melirik wanita yang duduk di dalam mobil itu, wajahnya sangat masam hingga Reno tersenyum tertahan


"Baiklah lah bang" Reno berlalu meninggalkan mereka


----


"Siap pulang ratu dan inces papa?" Tanya Randy setelah memasuki mobil. Naya hanya melirik sekilas lalu menghadap jendela sambil tersenyum tipis tapi Randy masih dapat melihatnya, ia pun ikut tersenyum.


***


"Abang ya harus menemani istrinya. Itu wajib, kamu khan tau sendiri istrinya baru saja melahirkan. mulai sekarang kamu di larang bertanya tentang bang Randy" Reno sedikit membentak Dinar . " sungguh wanita tak tau malu " batin Reno.


***

__ADS_1


Randy dan Naya sudah tiba di rumah. Randy masuk lebih dulu untuk membersihkan sebentar agar tidak ada debu dan mengganti sprei. Malam tiba, mereka menikmati makan malam seadanya lalu bersiap untuk tidur.


Baby Yara ikut tidur satu ranjang dengan mereka walaupun dia punya box sendiri. Oma dan Opanya repot membeli semua itu karena sangat bahagia akan mendapatkan cucu. Sementara Yara di tidurkan di tengah sebagai penghalang mama dan papanya karena Naya khawatir Randy akan menyentuhnya walaupun sebenarnya tidak mungkin untuk saat ini.


Randy merasakan tubuhnya sangat lelah. 4 hari Randy sibuk dengan masalah bencana juga kelahiran putrinya, dia juga selalu begadang karena harus bergantian jaga dengan rekannya selama di tenda pengungsian. Belum ada 5 menit Randy sudah tertidur pulas karena kepalanya juga terasa pusing.


Tengah malam Naya bangun ke dapur untuk minum setelah menyusui Baby Yara. Saat kembali ke kamar Naya tersandung keset hingga kepalanya terbentur daun pintu. Randy yang mendengarnya segera bangkit dan berlari mencari arah sumber suara. Randy mendapati istrinya sedang terduduk dengan bagian pelipisnya memar.


" Dek..kamu kenapa sayang, ini kenapa sampai jatuh " Randy menggendong Naya ke dalam kamar karena Naya masih merasa sakit dan sulit untuk bangun


"Tersandung keset mas" Naya melihat ekspresi wajah Randy yang datar


Randy mendudukan Naya di ranjang dan memberi salep untuk meringankan memarnya.


"Kamu itu punya suami, aku nggak akan keberatan membantumu bagaimanapun lelahnya aku. tenagaku dan tenagamu berbeda, itu sebabnya ada pria dan wanita. kamu paham?" Salep sudah selesai di oleskan Randy


.

__ADS_1


.


__ADS_2