Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
103. Yara dan David ( 2 )


__ADS_3

Yara menunggu David di depan kampus. Tak lama David datang dengan motor. David masih memakai seragam lengkap.


"Kenapa masih pakai seragam dinas mas?" Yara merasa aneh melihat David.


"Hari ini kegiatan penuh dek, ini saja mas baru pulang"


"Ini jam enam sore tapi masih baru saja pulang?" tanya Yara melihat ke arah jam tangan.


"Beginilah seorang prajurit. Banyak yang harus diselesaikan, kamu anak prajurit masa tidak tau" senyum David pada Yara.


"Iya mas, aku tau"


"Ya sudah, ayo naik!!! Mas antar pulang!" Yara menerima helm dari David.


------


"Tidak mampir dulu Vid" tanya Randy.


"Besok saja pak, saya banyak sekali pekerjaan hari ini. Saya pamit pulang dulu pak" pamit David pada Randy setelah mengantar Yara pulang.


"Ya sudah, hati hati di jalan!" pesan Randy


***


"Kenapa lama sekali mas?" tanya Shandri pada David.


"Mas jemput pacar dulu lah, kamu juga datang mendadak" sungut David.


"Aku tinggal dimana mas?"


"Karena kamu datang mendadak ya terpaksa kamu tinggal di orang tua angkatku. Tidak mungkin aku membawamu ke sarang lelaki" ujar David.


"Kalau lakinya ganteng aku mau lah mas"


"Eeehh..omongan macam apa itu" David menarik gas motornya.

__ADS_1


***


Yara pergi ke toko buku di sebelah kampus karena ada bahan yang harus ia kerjakan secepatnya. Angin kencang terasa menusuk kulit.


Dari dalam toko buku tanpa sengaja Yara melihat David saling bertukar minuman dengan seorang gadis. Mereka duduk bersebelahan dan tangan gadis itu selalu melingkar di lengan David.


Yara merasa hatinya sangat sakit, rasa cemburu mencuat begitu saja. Yara mengambil ponselnya lalu menelepon David.


Yara : Hallo..mas dimana??


David : Di Mess sayang. Kamu sudah pulang?


Yara : Belum mas, sebentar lagi.


David : Aku jemput nanti ya, tunggu aku di tempat biasa.


Yara menutup panggilan telepon. Sekarang rasa sakit hati dan cemburu memenuhi rongga perasaan Yara.


Kenapa kamu bohong mas. Siapa dia???


Yara menyeberang jalan ingin melihat seperti apa gadis yang sedang duduk bersama David di cafe itu.


"Mess mu pindah disini mas?"


"Aahh..itu dek..ini.." David kebingungan menjawab.


"Dan ini tugas di Mess?" tunjuk Yara pada Shandri yang masih melingkarkan tangan di lengan David.


"Bukan dek, kamu salah paham sayang. Duduk dulu sini" David menarik tangan Yara tapi tidak melepas tangan Shandri.


Begitu takut Shandri hingga ia sendiri tidak melepas tangannya dari David. Yara menolak tangan David dan keluar dari dalam cafe.


"Kamu pulang naik taxy ke tempat bibi, aku harus mengejar Yara" David menyerahkan dua lembar uang seratus ribu untuk membayar makanan David dan taxy Shandri. David berlari keluar.


Sampai di luar dari arah kanan ada motor yang sangat kencang menabrak Yara di depan mata David.

__ADS_1


braaaakk


"Ya Allah Yara" David menghampiri Yara yang meringis terguling di tengah jalan.


"Mbak nggak apa-apa?" tanya penabrak motor.


"Nggak apa-apa gimana? Ini jalan raya bukan sirkuit. kenapa kencang sekali laju motormu???" bentak David


"Saya akan tanggung semua pak" jawab penabrak motor.


"Keluarkan semua identitasmu!" titah David.


***


"Kok sampai di tabrak begini ada apa?" tanya Randy di klinik tempat David membawa Yara.


"Maaf pak ini salah saya" tunduk David lesu.


"Mas..." Shandri mengikuti David karena takut David akan bertengkar. Shandri meraih lengan David. David merasa tidak enak.


"Aku lari ke jalan karena melihat mas David bersama dia pa" Yara memalingkan wajah.


"Jelaskan ada apa Vid" ucap Randy tenang.


"Yara salah paham pak, Saya juga belum cerita saya membawa Shandri ke cafe dekat kampus Yara" jelas David.


"Siapa Shandri???" tanya Randy.


"Sepupu saya dari Jawa pak, dia ingin liburan di tempat yang jauh seperti ini" David terdengar lesu. Yara menoleh ke arah David.


"Kamu tidak bohong mas?" Yara memastikan.


"Tidak. Aku berkata jujur" jawab David serius.


"Aku salah, maaf membuatmu sampai sakit seperti ini" sesal David.

__ADS_1


.


.


__ADS_2