
2 Tahun berlalu
Tidak ada lagi perdebatan membicarakan masalah yang telah lalu. Yara mulai bersekolah dan Zein sedang aktif mengacau rumah tangga Naya dan Randy. Kelincahannya sungguh 'mengagumkan' tidak ada bedanya dengan Vernan anak dari Velly dan Reno.
Di kala mamanya sedang ada pertemuan istri anggota dan Randy sudah selesai apel bersama anggota lain, Zein menaiki mesin pemangkas rumput dan membabat habis rumput Batalyon sejauh 10 meter. Zein mengendarai mesin itu bagaikan ia sedang bermain crazy car bersama papanya, untung saja Reno melihat ulah keponakannya.
"Astagfirullah bang, lihat anakmu itu!!" kata Reno sambil berlari menghampiri Zein.
Randy melotot kaget dan ikut berlari menyusul Reno yang sudah menggendong Zein.
"Ren.. habis sudah rumput gajah mini ini di hancurkan Zein" Randy menepuk keningnya dengan perasaan masih dag did dug.
Tak lama pandangan mata Randy mengarah pada sosok pria kecil yang sedang mencabuti tanaman hias kesayangan Ibu Priyadi, Ibu Danyon yang baru.
"Ya Tuhan Ren.. anakmu sedang 'mengusir hama' " pekik Randy berlari menangkap Vernan lalu menggendongnya juga.
"Ya Allah nak, lama lama ayah yang di usir dari Batalyon ini" Reno mengeluh memelas
"Waahh.. waaahh.. anak anak pintar ini putra siapa??" tegur Danyon dengan tersenyum.
"Siap salah" jawab Randy dan Reno serempak
"Sudahlah.. namanya juga bocah. perbaiki saja kerusuhan ulah satria baja hitam dan ultramen Batalyon kita"
"Siap" jawab Randy dan Reno lagi
Danyon tersenyum sambil mencubit lembut pipi kedua jagoan imut itu.
Velly dan Naya berjalan cepat, panik melihat ulah anaknya dan tentu saja kedua ibu itu kesal pada suami mereka sebab kekacauan ini timbul karena kelalaian mereka.
"Mas tadi apel dek" Randy membela diri. Naya melotot tajam. Randy menggaruk rambut cepaknya karena memang merasa bersalah.
__ADS_1
"Iya, tadi kita apel" Reno mengikuti pembelaan Randy
"Apanya?? Mas ngobrol khan sama yang lain sampai lupa Vernan jalan kemana. Mas itu ceroboh. Sangat ceroboh!!!!!!" kesal Velly.
"Maaf bun.. nggak lagi deh" Tampang Reno memelas cemas meminta ampunan dengan jari di angkat tinggi membentuk huruf V.
***
Velly dan Naya sedang mengobrol di ruang tamu rumah Randy, mereka sedang asyik makan rujak buah. Naya lumayan menyukai rujak buatan Velly hingga sulit berhenti untuk mengunyah.
"Aduh mbak, perutku jadi sakit. Aku ke kamar mandi dulu.
Velly menyambar sesuatu dari dalam pouch kecilnya yang selalu ia bawa kemana mana. Naya tidak begitu memperhatikan apa yang di bawa Velly ke dalam kamar mandinya.
Cukup lama akhirnya Velly keluar karena mendengar teriakan Vernan yang berkelahi dengan Zein.
Bergantian, Naya masuk ke kamarnya dan mengambil sesuatu dari lemarinya.
***
"Astagfirullah.." Randy tersentak mengusap wajahnya. Matanya mengulang lagi melihat 'testpack positif' pada rak peralatan mandi di kamar mandinya.
Randy berjalan pelan menuju kamar. Yara yang berlarian menubruk kaki papanya hingga Randy berteriak
"Jangan lari kencang di dalam rumah, nanti jatuh"
Yara yang Zein yang mendengar teriakan papanya langsung menangis kencang.
"Ada apa mas? Kenapa teriak?" Naya meraih anak anaknya dalam pelukannya.
"Ayo main lagi sayang, papa cuma kaget" bujuk Naya. Yara dan Zein kembali ceria bermain.
__ADS_1
"Sini ikut aku" Ajak Randy menggandeng Naya masuk ke kamar.
Randy mengajak Naya duduk di tepi ranjang, setelah beberapa saat Randy pun bertanya
"Sudah berapa lama?"
Naya mengeryitkan dahinya. Naya berpikir tentang kepastian haid Naya yang datang dan pergi di bulan ini.
"6 hari mas" jawab Naya heran dengan pertanyaan Randy yang tidak biasa saja seperti sebelumnya.
"Telat 6 hari??" Randy melotot meninggikan suaranya
"Haidnya mas, bulan ini lama mungkin karena aku lelah. Mas sudah tidak sabar ya? " jawab Naya.
"Bukan itu juga sih. Tapi kamu serius khan dek????"
"Iyaa mas, kenapa sich?" Naya kembali bertanya tanya.
"Kamu nggak lagi hamil khan?" Wajah Randy penuh kecemasan tingkat tinggi.
"Nggak lah mas, Mas khan tau aku pakai kontrasepsi" Randy termenung berpikir keras.
Apa iya aku kebablasan?? Tapi benar Naya pakai kontrasepsi. Ya ampun jangan lagi... aku bisa jantungan kalau Naya harus hamil lagi.
"Terus ini testpack siapa?" tanya Randy ragu sambil memperlihatkan tespack yang di genggamannya sejak tadi dan hampir rusak. Naya pun melihat testpack tersebut, sesaat kemudian Naya dan Randy saling berpandangan
"Velly.. " Jawab mereka kompak.
.
.
__ADS_1