Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
73. Antara kamu dan Aku


__ADS_3

Dokter terus mengusahakan agar Naya bisa di selamatkan. Perawat meminta agar Randy keluar sementara agar dokter konsentrasi dengan pekerjaannya. Langkahnya begitu tak bertenaga.


"Bagaimana Naya" tanya Reno


"Mas.. kenapa wajahmu seperti itu, anakmu sudah lahir khan mas?" imbuh Velly


"Naya tidak sadar" Hanya kata itu yang terlontar dari mulut Randy lalu duduk tertunduk menggenggam tangannya sendiri. Pikiran kalut berputar menguasai hati Randy.


"Naya pasti kuat bang"


Setengah jam kemudian seorang bidan membawa bayi ke hadapan Randy dengan tersenyum.


"Ini putra pak Randy" Randy menerimanya. Sungguh benar dugaannya, anaknya laki laki. Randy sungguh terharu mencium pipi bayi mungilnya. Sesaat kemudian Randy mengadzani putranya. Reno dan Velly melihat anak Randy yang wajahnya seperti cerminan Randy karena begitu miripnya. Bidan pun membawa anak Randy masuk ke dalam


------


Papa dan mama yang tiba bersama Yara sangat terkejut melihat Randy ada disana bahkan Yara tidak mau melepaskan pelukan papanya sedangkan mama hampir pingsan karena terlalu bahagia.


"Mama senang sekali melihat kamu kembali lagi nak!" ucap mama


"Randy juga bahagia bisa berkumpul lagi ma" jawab Randy sambil menggendong Yara. Tiba tiba terdengar beberapa keributan ibu Fahira dari dalam sana. Ibu Fahira keluar dan berlutut di hadapan Randy dan memeluk kakinya.


"Nak Ahmad.." Ucapnya


"Saya Randy, bukan Ahmad" Randy menegaskan sambil menyerahkan Yara pada mamanya


"Baiklah nak Randy, maafkan ibu. Tolong bantu Fahira satu kali ini saja. Anaknya dengan Ahmad sudah lahir.. dia tidak sanggup dan hampir mati di dalam sana karena terus memikirkan Ahmad. Lagipula kalian suami istri dalam ingatannya" Ibu Fahira terus menangis. Randy melepaskan tangan ibu Fahira.

__ADS_1


"Saya tidak mau. Istri saya baru saja melahirkan anak kedua saya dan istri sah saya juga hampir mati karena saya. Saya tidak ingin ada masalah dalam rumah tangga saya. Saya harap ibu mengerti" tegas Randy


Seorang bidan menyuruh ibu Fahira masuk untuk melihat bayi perempuan yang menggeliat lemah.


"Bayinya belum di adzani, Siapa yang akan mengadzani?" tanya Bidan


"Pak Randy.. sudah bisa masuk ya. Bu Naya akan di pindahkan ke ruang perawatan kalau sudah sadar nanti" lanjut bu Bidan.


Semua yang ada di sana masuk melihat keadaan Naya. Naya masih belum sadar juga di ruangan bersama Fahira.


Randy melihat bayi Fahira masih menangis. Randy datang dan menggendongnya lalu mengadzaninya. Dalam hati Randy begitu tidak tega melihat bayi mungil itu karena semasa bersama Fahira memang Randy sering mengusap dan mencium perut Fahira dan mendoakannya seakan itu anak kandungnya.


"Bang, kamu bahagia khan meskipun anakmu perempuan?" Fahira tidak mau menerima penolakan Randy beberapa waktu yang lalu. Randy menatap Fahira sambil menggendong bayi itu.


"Setelah ini kamu harus berusaha sadar Fa, aku bukan suamimu. Antara kamu dan aku tidak ada hubungan apapun" Sontak Fahira berteriak histeris. Randy meletakkan bayi Fahira pada boxnya dan berjalan menghampiri Fahira.


Randy memeluk Fahira dan mencium keningnya. Randy menggenggam tangan Fahira bermaksud menguatkannya. Naya begitu terluka melihatnya


"Aku lakukan semua tanpa sadar Fa, Maafkan aku, Kamu cepatlah sadar dan mengingat semuanya" Randy bingung harus mengatakan apa.


Dokter yang tadi sibuk segera memeriksa Fahira.


"Ibu Fahira ini depresi pak Randy, jadi agar tidak terjadi penolakan pada bayinya karena baby blues.. pasien harus di buat setenang dan senyaman mungkin. Apalagi ada sebagian memory hilang karena depresi. Seperti bapak beberapa waktu yang lalu sempat hilang ingatan sebagian"


------


Keluarga Randy sibuk berdebat. Randy tidak ingin terus ada Fahira yang seperti ini. Randy dan Velly pun tidak ingin terjadi sesuatu pada Naya karena hal ini.

__ADS_1


"Ibu mohon nak Randy sampai Fahira sembuh saja jadilah suaminya. Setelah itu terserah mau kamu apakan Fahira ini. Ibu tau nak Randy mencintainya juga. Karena kalian sebagai 'suami istri' " Ibu Fahira pasrah.


"Apa yang terjadi mas?" Tanya Naya yang membuat seisi ruangan menjadi panik


"Kamu sudah sadar sayang?" Tanya Randy begitu bahagia dalam harunya, tapi posisi Randy masih setengah memeluk dan menggenggam tangan Fahira membuatnya tersentak sendiri. Randy melepaskan pelukan dan genggamannya, tapi Fahira tidak mau


"Jangan ganggu suamiku, Jangan ganggu bang Ahmad" Fahira berkata tajam pada Naya.


Naya mengalihkan pandangannya, tidak berkata apapun karena hatinya sudah terlanjur sangat terluka. Randy melepaskan paksa tangan dan pelukan Fahira dan berjalan ke arah Naya.


"Kalau kamu melangkah pada wanita itu, aku akan bunuh diri bersama anakmu" Teriak Fahira mengancam Randy.


"Saya tidak punya tanggung jawab terhadap kamu Fahira, Itu terserah padamu.. itu adalah hidupmu. Tapi seorang ibu tidak akan pernah melukai anaknya"


"Sus, tolong pindahkan istri saya dari sini" ucap Randy lalu menutup tirai agar Fahira tidak melihatnya lagi.


Randy menyentuh tangan Naya tapi Naya menolak tangan Randy seperti kebiasaannya jika sedang marah pada Randy. Fahira terus mengamuk hingga dokter menyuntikan obat penenang.


Mama Randy syok melihat kekacauan ini, mereka semua bingung dan bertanya tanya apakah Randy benar menjadi punya hubungan khusus selama Randy tidak ingat apapun. Mama papa pamit pulang membawa Yara untuk menenangkan diri. Hanya ada Reno dan Velly di ruangan itu.


"Mas tau kamu meragukanku saat ini sayang, Maaf banyak pil pahit yang harus kamu terima karena menjadi istriku"


"Apa yang terjadi?" Naya mengulang pertanyaannya. Randy ragu untuk bicara hingga Ibu Fahira menjawab dengan suara melengking membuat darah Randy mendidih.


"Fahira ini hanya tau Pak Randy adalah suaminya karena dia depresi. Kamu memiliki keluarga yang sayang padamu, ada suami yang sayang padamu dan dua anakmu. Ibu ingin kamu pinjamkan suamimu setidaknya sampai Fahira sembuh".


.

__ADS_1


.


__ADS_2