Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 13. Your Heart, know me


__ADS_3

...Telah direvisi!...


...Happy reading!...


...***...


Karyn terlena akan ciuman lembut yang Allard berikan. Tubuhnya melemas karena tak kuat menerima ciuman itu.


“Kau selalu sama,” bisik Allard intim.


“Aku ingin pulang!” bisiknya menetralkan nafasnya yang memburu.


Allard masih memeluk pinggang rampingnya, wajah mereka amat sangat dekat, sehingga mereka sama-sama dapat merasakan hembusan nafas lawannya.


“Tuan Allard, aku ingin pulang!” ucap Katryn sedikit lebih keras, menurutnya Allard tidak mendengar ucapannya.


“Ini rumahmu, Amour!”


“Tidak, ini bukan rumahku. Aku ingin menemui keluargaku, dan aku tidak mengenalmu!” ucap Katryn mundur tiga langkah, tersadar bahwa keintiman yang baru saja terjadi adalah kesalahan.


Raut wajah Allard berubah datar, seringai di bibirnya amat mengerikan. Bulu kuduk Katryn meremang melihat perubahan Allard yang drastis.


“Kau mengenalku, bahkan aku mengenal semua tentangmu. Kau paling menyukai teratai dan biola, kau menyukai mata biruku, kau Katryna, kau tinggal di kompleks mewah bersama keluargamu. Tapi, kehidupanmu berubah ketika bertemu dengan psikopat itu! Aku tahu semua tentang masa lalumu dan yang ada pada dirimu!” ucapnya tegas.


“Tidak mungkin!”


“Apa kau ingin aku menyebutkan tentang dirimu lagi?” tantang Allard.


“Kau tidak tahu tentangku!” teriak Katryn.


“Kau bersahabat baik dengan Alessa, kalian suka menghabiskan waktu bersama. Kau gadis yang ceria, berani, ramah pada siapa pun dan lagi karena pria itu semua sikapmu berubah menjadi penakut!”


“Kau ingin mendengarnya lagi?” sambung Allard dan Katryn menggeleng. Tak lagi membantah ucapan Allard, semuanya benar.


“Dari mana kau bisa mengetahui semua itu?” tanya Katryn serius, pasalnya tidak ada yang mengetahui sedetail itu tentang kehidupannya.


“Mudah saja,” balasnya ringan. Lalu, tanpa ada persetujuan Katryn, pria itu menariknya memasuki mansion.


“Kau ingin membawaku kemana? Aku ingin pulang!” teriaknya.


“Kau akan tinggal bersamaku,” ucap Allard sambil terus berjalan.


“Kenapa? Kau tidak bisa melakukan itu!” Allard tak menjawab, ia membuka pintu dan mendudukkan sang gadis di atas sofa yang berada di ruang kerjanya.


“Karena kau milikku, dan aku adalah milikmu!” ucap Allard menjawab pertanyaan Katryn sebelumnya.


Ada apa dengan Katryn? Dalam hati ia menerima ucapan Allard, tak ada bantahan di dalam dirinya dengan apa yang Allard ucapkan barusan.

__ADS_1


Allard tersenyum tipis, senang tak ada penolakan dari bibir manis itu. Dia berjalan ke arah rak di belakang Katryn, lalu mengambil beberapa buku novel dan memberikannya pada Katryn.


“Tuan Allard, jika Anda ingin bekerja, lebih baik saya di taman saja!” ucap Katryn tak enak hati.


“Diam di sini!” perintahnya.


Katryn jadi kebingungan, kenapa dirinya seakan patuh? Bukankah dia tengah disandera? Tunggu, jika disandera tidak mungkin dia berperilaku manis. Apakah wajar bila ia nyaman berada di dekat Allard?


“Siapa sebenarnya pria itu?” batinnya penasaran.


...***...


Mungkin terlalu mudah bagi Katryn menerima keadaan, tetapi dia tidak dapat menolak setiap perlakuan Allard. Aneh memang, Katryn mengakuinya. Katryn merasa begitu dekat ketika bersama pria itu, nyaman dan senang berada di dekatnya.


“Apa yang kau lakukan di sini?” Katryn menoleh dan menemukan Allard berdiri di sampingnya.


“Melihat ini,” ucap Katryn menunjuk teratai di kolam sana.


“Kau tidak bosan?” Katryn menggeleng.


“Aku ingin pulang,” ucap Katryn.


“Pulang, kalau kau bisa!”


Helaan nafasnya terdengar, teringat kemarin dia mencoba pergi dari mansion ini, tapi gagal. Bukan berarti dia menerima keadaan ini sepenuhnya, Katryn sadar dia tidak bisa menerima keadaan secepat ini. Cukup dulu dia dan kebodohannya menerima Earnest dalam hidupnya dengan keputusan cepat.


“Sebenarnya, apa yang Anda inginkan?”


“Katryna, apa benar-benar kau melupakanku?” Nada Allard terdengar datar dan sendu?


Katryn menghadap Allard, ada banyak sekali pertanyaan di kepalanya. Tetapi, dia tidak dapat mengeluarkan semua pertanyaan tersebut.


“Aku tidak mengerti, mengapa kau berkata demikian. Kau mengenalku, tapi aku tidak mengenalmu,” ucap Katryn hati-hati.


“Hatimu mengenalku,” ucap Allard sambil menyentuh di mana letak hatinya.


Jantung Katryn berdetak hebat, ini yang ia tak mengerti, mengapa sentuhan Allard begitu mempengaruhi tubuhnya. Allard tersenyum, jantung itu masih berdetak sama.


“See *Lihat*. Dia mengingatku!” Katryn memejamkan matanya, merasakan detakan itu ketika bersentuhan dengan Allard. Ketika Allard memeluknya, Katryn berusaha melepaskannya.


“Kau menikmati sentuhanku, hm...”


“Kenapa kau kelepasan, Katryna!” makinya pada dirinya.


“Tuan Allard, lepaskan aku!” pintanya yang tidak dikabulkan Allard.


“Jangan biarkan pria lain melukaimu lagi, aku tidak suka!” ucap Allard serius, kemarahannya mengudara setiap kali melihat luka-luka di tubuh sang gadis.

__ADS_1


Luka di pipi Katryn masih berbekas, luka lainnya pun telah Allard lihat dan tahu jelas bagaimana psikopat itu melakukan kegilaannya.


Tiba-tiba, Katryn menangis. Terharu mendengar perkataan Allard, pria ini mengkhawatirkannya.


“Mulai besok, akan ada dokter yang merawat lukamu.”


“Tidak perlu, aku terbiasa dengan luka ini.”


“Harus!” Allard tak suka dibantah.


“Jadilah Katryna yang dulu, tidak perlu menjadi apa yang diinginkan orang lain!” pinta Allard lembut.


“Dia memintamu menjadi wanita yang dia inginkan, bukan?” Katryn lagi-lagi terkejut, itu adalah hal yang tidak diketahui orang lain.


Ya, Earnest sangat suka meminta Katryn menjadi wanita yang pria itu inginkan. Earnest suka wanita berambut pendek, dan Katryn harus melakukannya. Earnest tidak suka bila dia menjadi ramah, melarang Katryn bergaul pada siapa pun, bahkan berjenis kelamin perempuan sekali pun.


“Kenapa kau peduli padaku?” tanya Katryn.


“Kau wanitaku,” balas Allard datar.


“Kenapa aku?”


“Tanya pada dirimu!”


Katryn mendekat ke arah kolam, tidak lagi melanjutkan percakapan mereka. Tangannya meraih satu bunga teratai berwarna putih yang kuncup dan mengambilnya. Ia memasukkan teratai itu pada vas bunga bening berisi air. Ia tersenyum, dan senyum itu menular pada Allard.


“Tuan Allard, bisakah Anda melepaskannya?” protes Katryn ketika pria itu kembali memeluknya, bedanya Allard memeluk dari belakang.


“Diam, atau aku lenyapkan teratai itu!” ancamnya.


Katryn mendesah, tidak rela teratai itu dilenyapkan. Baiklah, biarkan pria itu memeluknya. Namun, sentuhan ini tidak baik bagi jantungnya. Tubuhnya seakan menginginkan hal lebih, Katryn benar-benar gila!


“Tuan, maaf mengganggu. Selena ingin menemui Anda,” ucap Jordan di antara keheningan.


“Selena?” batin Katryn bertanya.


“Aku akan menemuinya,” ucap Allard yang sebenarnya kesal diganggu, tetapi tertutupi oleh wajah datarnya.


“Bukankah kau akan menemuinya?” tanya Katryn heran sebab Allard masih bertahan pada posisinya memeluk tubuhnya.


“Nanti.”


Lima menit berlalu, akhirnya Allard menemui wanita bernama Selena itu. Ada yang aneh pada dirinya, dia tidak suka Allard menemui wanita itu.


“Selena? Wanita seksi itukah? Apa hubungan apa mereka?” tanyanya pelan. Katryn segera melenyapkan pemikiran gilanya.


Ia mengambil vas itu dan berjalan ke arah dapur. Di sana Mila menyiapkan makan malam bersama pelayan lainnya.

__ADS_1


“Nona, ada sesuatu yang ingin Anda makan?” Katryn menggeleng sambil menjawab,


“Tidak, Leni. Aku hanya ingin melihatmu!” Dia ingin ikut memasak, tetapi takut menghancurkan menu yang telah Mila siapkan.


__ADS_2