Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 84. Selena's Baby


__ADS_3

...Telah direvisi!...


...---...


Sebuah piring terulur di hadapannya, Katryn menatap Allard sesaat dan mengambil piring tersebut. Katryn mengisi piring dengan nasi dan beberapa temannya. Perlu diketahui, Keluarga Helbert memang suka menyantap nasi.


Katryn meletakkan piring tersebut di hadapan Allard, lalu ia mengambil miliknya dan memakan nasinya dengan susah payah. Terlihat Selena sudah menyantap makanannya sejak Katryn duduk di meja ini.


Rasanya Katryn ingin mengamuk, tetapi dia masih ingat Allanzel di sekitar mereka. Katryn diam-diam memejamkan matanya, ia berusaha menteralkan amarahnya.


“Saya selesai. Saya permisi lebih dahulu,” ucap Selena beranjak dari kursinya.


Ada yang aneh ketika Katryn menatap Selena. Tubuh wanita itu semakin berisi dari terakhir Katryn lihat, dan Katryn hanya ingin menuntaskan kepenasarannya pada satu hal.


“Selena! Look at me!” Selena terdiam sejenak, kemudian membalikkan tubuhnya. Apa yang Katryn pikirkan benar, perut Selena membesar di balik baju kebesarannya.


“Kau hamil?” Katryn terpaku dengan perut Selena.


Selena bergerak gelisah di tempat. Ia tidak menjawab dan langsung pergi. Pikiran Katryn semakin menjalar kemana-mana, dia memandang Allard yang memandangnya intens.


“Apa yang aku pikirkan tidak benar, bukan?” tanya Katryn tercekat.


“Itu tidak benar, kan?”


“Jawab aku, Allard!!” Allard bungkam dengan wajah datarnya. Dada Katryn bagaikan dihantam kuat, sesak luar biasa rasanya!


“Allard, kau tahu aku tidak pernah memaafkan jika ada wanita lain di antara kita, kan? Jawab aku jujur, dia anakmu?” tanya Katryn pelan. Allard tetap bungkam.


Tidak dapat menahan sesak di dadanya, Katryn membanting garpu dan melempar piring yang berada di hadapannya. Detik itu pula Katryn berteriak melampiaskan kemarahannya. Sedangkan Allard menggapai Katryn yang membabi buta.


"Dengarkan aku!" ucap Allard.


“Tidak!” Katryn memberontak dipelukkan Allard.


“Katryna, dengarkan aku!” ucap Allard naik satu oktaf.


...***...


Katryn menatap tajam pemandangan di hadapannya. Allard membantu Selena naik dari kolam renang. Romantis sekali, batinnya.


“Mother.”


“Ada apa, Jeff?”


“Mr. Keynand ingin menemui anda.”


“Keynand?” tanya Katryn kaget.


“Yes, Mother.”


“Dimana dia?”


“Ruang tamu, Mother."

__ADS_1


“Baik, aku kesana.”


Katryn menghampiri Keynand, ia menyapa Keynand. Katryn penasaran ada apa Keynand menemuinya. Sejauh mengenal Keynand, Katryn tidak banyak berinteraksi dengan pria datar ini.


“Jadi, apa yang membawamu kemari?”


“Apa benar Allard menghamili Selena?” Pertanyaan macam apa itu? Katryn membenci sifat Keynand satu ini, bertanya tanpa mau berbasa-basi!


“Tidak bisa kau mengode sedikit sebelum bertanya?!” ucap Katryn sarkas. Keynand hanya diam memasang wajah datar.


“Tanyakan langsung pada sepupumu!” ucap Katryn setelah cukup lama berdiam. Dadanya bergejolak kuat menahan amarah.


Keynand mengangguk perlahan, ia menatap Katryn dengan seksama. Ada rasa kecewa di hatinya kepada Allard, dan merasa bodoh dengan perasaannya. Pada kenyataanya, Keynand berharap pada Selena, tetapi Selena berharap pada Allard.


“Kau di sini, Keynand?” sapaan Allard memecahkan keheningan di antara kedua manusia itu.


Allard mendudukkan bokongnya di samping Katryn, tangannya merangkul pundak Katryn yang bersandar pada sofa di belakangnya. Katryn berniat bangkit, tetapi Allard menahan.


“Tanyakan langsung padaku, Sepupu!” ucap Allard datar, Keynand menanggapinya dengan tawa sinis.


“Kau masih mencintai mantan tunanganmu itu, hm?” Keynand berkata santai.


“Iya atau pun tidak, itu bukan urusanmu, Brother!” Allard berkata santai. Katryn menaut tangannya kuat mendengar jawaban Allard.


“Memang bukan urusanku,” balas Keynand santai.


“Ah, sepertinya Katryn akan meninggalkanmu, Brother!” lanjutnya.


“Kuharap, kau cepat meninggalkan pria ini, Katryna...” ucap Keynand terakhir kalinya dan meninggalkan mansion.


“Helbert, lepaskan aku!” Katryn berteriak. Allard terus menarik paksa Katryn, hingga memasukkan Katryn ke dalam mobil. Katryn semakin memberontak, mengedor kaca mobil.


“DIAM!” Allard berteriak pada Katryn, dan seketika Katryn terdiam.


Pertahanan Katryn runtuh, bentakan itu mampu membuat tangisnya pecah. Katryn memukul dadanya yang sesak. Allard dengan cepat mengunci tangan Katryn.


“Kau berhasil, Allard! Kau berhasil!” ucap Katryn lirih. Detik itu juga, Allard membuang pandangannya, tidak sanggup memandang kesedihan sang istri.


Setelah menempuh dua jam, mereka sampai di markas utama. Para anggota menyapa dengan ramah, tetapi Katryn berlalu begitu saja. Langkahnya terburu-buru menaiki tangga menuju kamar. Tahu apa yang akan dilakukan Katryn, Allard berjalan cepat. Ketika Katryn ingin menutup pintu, Allard menahannya.


“Aku tidak mau mendengar apapun!” ucap Katryn terang-terangan menolak.


“Harus!” Allard bersikeras untuk menyelesaikan masalah mereka.


Menyerah, Katryn menjauh dari pintu. Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Allard menggulung lengan kemejanya hingga kesiku, merasa gerah dengan sikap Katryn selama ini.


“Itu bukan bayiku!”tembak Allard langsung.


“Hanya kau yang boleh hamil anakku!” Allard berkata dengan cepat.


“Kau bohong!” bantah Katryn.


“Katryna, kau selalu menyangkalku dan selalu membenarkan apa yang kau lihat!” Allard berucap keras.

__ADS_1


“Lalu, itu anak siapa??!” Katryn bertanya dengan nada yang sama kerasnya. Allard memejamkan matanya, berusaha menahan emosi. Jika mereka sama-sama berteriak, itu akan semakin memancing emosi.


“Tenangkan dirimu, 10 menit lagi aku akan masuk dan menjelaskan semuanya.” Allard langsung keluar. Dia tak kemana-kemana, hanya berdiam di depan pintu mengatur emosinya.


Ini lebih baik, semakin emosinya menang, Allard semakin ingin berbuat kasar. Itu terbukti ketika Katryn berteriak, dia semakin berkeinginan melakukan kekasaran. Namun, sekuat tenaga Allard menahan, bagaimana pun menyakiti Katryn bukanlah satu hal yang menyenangkan untuknya.


Satu hal ini yang membuat bawahan atau anggota Klan Hellbert tidak berani menghadapi Allard yang emosi, hanya Katryn yang berani melakukan itu! Merasa emosinya membaik, Allard masuk dan melihat Katryn duduk di atas ranjang tengah memejamkan matanya.


Ada yang bertanya, kenapa Allard membawa Katryn kesini? Itu karena, Allard tidak tahan dengan sikap Katryn yang semakin hari semakin memancing kemarahannya. Juga, tidak tahan dengan interaksi mereka yang semakin terasa asing. Allard berusaha untuk menjelaskannya, tetapi Katryn selalu menghindar dengan cara berada di dekat Allanzel.


“Aku salah karna tidak mengatakannya ini sejak awal.” Allard membuka suara pertama kali.


“Selalu begitu, kan? Kau tidak pernah mengatakan apa masalahmu dan apa rahasiamu!” balas Katryn sinis, Allard mengangguk membenarkan.


“Dia anak Keynand.” Katryn masih belum percaya.


“Katryna, setelah kembali bertemu denganmu, aku tidak pernah menyentuh wanita mana pun lagi.”


“Kenapa saat itu kau diam?”


“Selena meminta waktu untuk menyembunyikan kebenaran itu.”


“Alasannya?”


“Keynand. Dia takut pada Keynand.”


“Lalu, kenapa harus wanita itu berada di lingkungan kita? Kenapa kau tidak membantah setiap kali orang bertanya?”


Allard berjalan mendekati Katryn dan meraih Katryn ke dalam pelukannya. Ini yang dia inginkan, merengkuh istrinya dan merasakan kenyamanan setiap memeluk tubuh ini.


“Seseorang menggunakan Selena sebagai umpan.” Allard menceritakan bagaimana Selena disekap oleh musuh mereka dalam keadaan hamil ditambah dengan penyiksaan lainnya, itu mengingatkan Allard pada Katryn yang disekap Earnest dulu.


“Dengar, Amour. Aku melindunginya bukan berarti aku peduli, dia tengah mengandung keturunan Helbert. Kau tahu tanggung jawabku untuk melindungi keluarga ini, jadi aku mohon jangan salah paham.”


Semua Allard ceritakan pada Katryn. Termasuk, alasannya melindungi Selena untuk Keynand. Dia tidak ingin menutupi masalah ini, sudah cukup Katryn bersikap cuek dan itu menyebalkan.


“Semua ini sebatas kepedulianmu pada bayi itu dan juga Keynand?” Allard mengangguk yakin.


“Kenapa harus kau sembunyikan itu dariku?”


“Rencananya aku akan memberitahu setelah semua membaik. Awalnya Selena berada di markas ini, tetapi Keynand membawa Selena dan meninggalkannya di negara musuh.” Katryn memejamkan matanya, berarti Allard sudah berbulan-bulan melindungi Selena. Pikirnya.


“Jangan berpikir macam-macam.” Peringat Allard.


“Jordan yang turun tangan langsung!”


“Kenapa kau begitu perhatian terhadapnya? Menurutku, kau juga peduli padanya, Al.” Allard diam.


“Oke, kau katakan kau tidak mencintainya. Tapi, jangan membohongiku dengan kata kau tidak peduli.”ucap Katryn.


“Satu lagi, ungkap kebenaran ini pada Keynand. Bukan hakmu ikut menyembunyikannya, Al!”tambahnya.


“Aku tidak ingin campur urusan mereka. Tapi, kau masuk ke dalam itu dan akan menjadi masalah baru nantinya,”peringat Katryn.

__ADS_1


“Aku juga tidak peduli dengan perhatian yang kau berikan padanya. Tapi satu hal yang harus kau ingat baik-baik, sekali kau beri perhatian padanya. Maka, jangan harap aku mau bertahan disampingmu, ” ungkap Katryn terakhir kali dan memutuskan keluar.


Allard paham dengan semua perkataanya Katryn. Istrinya ingin ia mengakhiri semua dan mengatakan kebenaran pada semua orang. Dari kalimat Katryn, Allard dapat melihat sebesar apa kekecawaan sang istri terhadapnya.


__ADS_2