Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 82. Indonesia


__ADS_3

...Telah direvis!...


...---...


Tiga minggu kemudian~


“Katryna...” panggil seseorang dari belakang. Katryn berbalik, senyum mengembang bahagia melihat siapa yang memanggilnya.


“Katlyna...”bisiknya.


“Hei, Princess!”sapa Katlyna, kembarannya.


“Hei, Aurora!” balas Katryn. Princess dan Aurora adalah panggilan mereka sejak kecil yang diberikan Thomas dari dongeng favorit mereka.


Lyianna menggendong seorang putri kecil. Sangat mirip sekali dengan Lyianan, dan ... Earnest. Katryn beralih menatap Lyianna dengan tatapan bersalah.


“Katryna, rasa bersalah akan memancing kemarahan dalam dirimu.”


“Salahku mencintai dan menyerahkan harga diriku pada Earnest,” ucap Katlyna pelan seraya tersenyum.


“Lyianna...”lirih Katryn.


“Maaf, aku mengkhinatimu, Princess...”


“Dia berjanji akan membebaskanmu dari penderitaan jika aku menjadi kekasihnya. Aku tanpa berpikir panjang menerima, aku menyukai dia.”


“Aku tidak punya banyak waktu, Princess. Berbahagialah bersamanya, lupakan rasa bersalahmu. Aku menyayangimu, Ma Twins...” Lyianna berjalan mundur dan menghilang di balik cahaya putih.


“Lyianna!!” teriak Katryn.


Katryn terbangun dan langsung terduduk, dia hanya bermimpi. Namun, mimpi itu terasa nyata bagi Katryn. Air mata mengalir deras, Katryn menangis sejadi-jadinya.


“Amour...” bisik Allard. Katryn memeluk Allard, menumpahkan segala kesedihannya. Perlahan, Katryn menceritakan tentang mimpinya.


“Katlyna ingin kau menemuinya,” tanggap Allard.


“Aku ingin menemuinya,” ucap Katryn, sambil segugukan. Sebenarnya, sudah sejak lama sekali Katryn mengatakan ingin mengunjungi kembarannya, tetapi wanitanya ini selalu saja mempunyai alasan.


“Besok, okey.” Katryn mengangguk.


...***...


Mereka telah sampai di Indonesia, Allard tidak lagi menunda, padahal pekerjaannya menumpuk. Allard sengaja meninggalkan pekerjaannya, Katryn pasti akan berubah pikiran seperti sebelum-sebelumnya. Sejak keberangkatan, Katryn murung dan banyak melamun. Kalimat ‘Aku tidak sanggup mengunjungi Lyianna’ berkali-kali terdengar dari bibir sang istri.


Sesampai di pemakaman, Katryn tersenyum samar. Sejak Lyianna dikuburkan, Katryn tidak pernah berkunjung. Hatinya berat menerima kepergian sang kembaran. Namun, detik ini Katryn merasakan ketenangan. Allard benar, Katryn hanya perlu memaafkan diri sendiri dan berkunjung ke makan Katlyna.


Sekarang Katryn baru bisa berkata, dia ikhlas. Dia tidak menyalahkan dirinya atas kematian Lyianna. Katryn sama sekali tidak marah pada Lyianna yang memiliki hubungan di belakangannya.


“Aku pulang, Lyianna. Kuharap kau tenang di alam sana bersama papa, datanglah ke mimpiku lagi, aku merindukanmu...” ucap Katryn pelan.


Katryn meninggalkan tempat peristirahatan Katlyna menuju mobil Allard yang terparkir. Ya, Allard hanya sebentar menyapa Lyianna dan memberi waktu Katryn sendiri.


“Battter, right?” Katryn tersenyum dan mengangguk.


“Terima kasih, Allard...” Allard mengusap pipi Katryn lembut, lalu mengecup bibirnya singkat.


“Baiklah. Aku senang mendengarnya,” ucap Allard.


Sekembalinya mereka, Katryn mengajak Allard menjelajahi makanan pasar. Sedangkan Allanzel dititip pada Alessa dan Mila.


“Kau saja!” tolak Allard.


“Kenapa?”

__ADS_1


“Jorok!”


“Kau harus mencobanya!” paksa Katryn.


Fyi, selama tinggal di Indonesia, Allard selalu memakan buatan chef. Dia dilarang membeli jajanan pasar. Dan itu terbawa sampai sekarang, akan tetapi Katryn akan menjajali nikmatinya makanan ini pada Allard.


“Enak, kan?”


“Tidak!” Katryn mendesah.


“Kenapa susah sekali lidahmu menikmati makanan berminyak?!”


“Kau tahu, dan masih saja memaksa!” ketus Allard, Katryn terkekeh.


“Sebagai tebusan, bagaimana jika kita lembur malam ini?!” ucap Katryn menawar. Allard menyipitkan matanya menatap Katryn yang saat ini cengengesan tidak jelas.


“Di sini?!”


“Pintar sekali kau! Di kamar, bukan di sini, Sayang...” balas Katryn tersenyum menggoda.


“Hilangkan senyumanmu itu, Katryna!” Allard kesal.


“Allard...” Katryn berbisik seduktif.


Allard meninggalkan Katryn, dia masih waras untuk tidak menyerang bibir Katryn di depan publik. Oh, andai saja ini di negaranya, Allard tidak akan peduli. Katryn tertawa senang hingga matanya mengeluarkan air saking senangnya. Sedangkan Jeff menggeleng takjub, seorang Allard dengan mudahnya tergoda hanya karena nada seduktif. Sulit dipecaya!


“Wanita ini magnet untuk father!” Batin Jeff.


Katryn membayar semua tagihan. Lalu, menyusul Allard yang telah memsuki mobil. Ketika dia naik dan menutup pintu mobil, Allard menariknya dan menciumnya tanpa ampun. Katryn tidak terkejut, dia sudah menebak itu. Selanjutnya Allard menekan tombol pembatas antara pengemudi dan penumpang agar Jeff dan Jordan tidak melihat aktivitas mereka.


“Apa mother dan father pernah melakukan ini sebelumnya?” tanya Jeff penasaran pada Jordan.


“Jangan kau tanya, Jeff.”kekeh Jordan.


...***...


“Kemana kau memindahkan Selena?” tanya Katryn setelah makan malam selesai.


“Swiss.”


“Kenapa kau tidak menolak ciuman itu?” Tanya Katryn langsung, lagi.


“Baiklah, kau berniat mengintrogasiku, hm?”


“Ingin menjawab atau tidak?” Allard mengangguk santai.


“Aku kaget.”


“Aku tidak percaya, kau berbohong!”


“Aku menikmati―”


“Biarkan aku menyelesaikan kalimatku!” sergah Allard ketika Katryn ingin memotong ucapannya. Katryn mangangguk, wajahnya berubah kusut.


“Aku katakan aku khilaf, itu alasan klasik,”ucap Allard.


“Dari yang terjadi, aku tahu bagaimana perasaanku terhadapnya,”tambahnya.


“Kau membalas ciumannya?” tanya Katryn hati-hati.


“Aku tidak ingin menyembunyikan ini, bahwa aku sempat menyayanginya.” Katryn paham, Allard membalas ciuman itu.


“Jangan meragukanku!” ucap Allard.

__ADS_1


“Hatiku sepenuhnya milikmu. Selena hanya sebatas adik bagiku,” sambung Allard cepat. Katryn menatap mata Allard intens. Lalu, Katryn mengangguk paham. Mereka bertunangan, dan sayang itu pasti ada walaupun tipis.


“Kau cemburu?” Katryn menggeleng.


“Bukannya kau menginginkan aku hanya untukmu?” Katryn menatap Allard horor, lalu menggeleng kuat.


“Tidak! Aku tidak seposesif itu!” Bantah Katryn keras.


“Ah, ya. Aku percaya sekali, sangat percaya!”


“Aku lebih menyukai kejujuranmu saat mabuk, kau lebih bebas dalam mengeluarkan kata-kata,” ucap Allard jujur. Katryn memutar bola matanya malas, sepertinya hanya Allard yang menyukai istrinya mabuk.


"Kau juga menyukai Selena mabuk?” Allard menatap Katryn dalam, Katryn yang cemburu seperti ini berlipat-lipat lebih menyenangkan.


"Benar?" Tuntut Katryn.


"Kenapa kau bisa membuat hatiku sulit berpindah ke lain hati?" tanya Allard balik, Katryn mengedikan bahunya tidak peduli, kenyataannya dia sedang menahan senyum. Allard terkekeh dengan reaksi Katryn.


"Hanya satu wanita yanga kusukai ketika mabuk. Yaitu, kau!"


"Kau banyak menemukan wanita mabuk. Kuyakin kau menyukainya juga!" ucap Katryn percaya diri.


"Kau salah!"


"Aku sering melukai mereka!" Katryn terbelalak.


"Are you kidding me?"


"Tanyakan pada Jordan." Katryn menatap Allard tak percaya.


"Kau memang manusia teraneh!" Komentar Katryn pedas.


"Yeah, I am..." Katryn tidak lagi membalas ucapan Allard, dia hanya diam menatap Allanzel tertidur.


"Kau sangat sensi hari ini, apa karena Selena?" Tanya Allard, lalu mengelus tangan Katryn.


“Tidak.”


“Jangan berteriak,” ucap Allard, Katryn mengerutkan dahinya bingung, apa maksud suaminya ini? Detik berikutnya, Allard mengendong Katryn ala bridal style.


"Temani aku berenang," bisik Allard.


"Oh, tidak!" Tolak Katryn yang mulai panik saat Allard mendekati kolam renang.


"Allard, ini sudah malam.”


"Salahmu!" ucap Allard pelan.


"Bagaimana bisa ini salahku?" Katryn tidak terima.


"Karena kau membahas hal lain." Oh, baiklah... Katryn jadi menyesal membahas Selena. Allard sudah berkata untuk membahas tentang mereka saja, Katryn malah membahas hal lainnya berkaitan Selena. Salahkan rasa penasarannya yang tinggi!


"Allard, jangan!" Teriak Katryn ketika Allard sudah menginjak tangga pertama.


Kaki dan tangannya semakin melingkar di tubuh Allard. Tidak sampai lima detik, Allard menceburkan dirinya, otomatis Katryn juga ikut tercebur.


"Oh, God. Kau gila! Ini dingin!" gerutu Katryn.


"Seru, bukan?"


"Allard, kau tidak punya perasaan!" ucap Katryn memukul dada Allard. Pria itu menangkap tangan Katryn. Kemudian memeluk tubuh Katryn, dan mencium wajah sang istri bertubi-tubi.


"I love you, Mi Amour!" Allard berbisik di telinganya.

__ADS_1


__ADS_2