Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 29. Angry


__ADS_3

...Telah direvisi! ...


...Selamat menikmati! ...


...---...


Make up dan style Katryn malam ini sudah beres. Tinggal menunggu Allard yang tengah membersihkan diri. Pria itu terlambat pulang dari kantor mengurus beberapa pekerjaan. Suara pintu kamar mandi terbuka, Allard keluar dengan handuk yang menutupi area pribadinya.


Dia mengambil satu set pakaiannya di atas tempat tidur yang sudah Katryn letakkan di sana. Tanpa memperdulikan keberadaan Katryn, dia melepas handuk dan mengenakkan pakaiannya di hadapan sang istri. Katryn terbelalak, pria ini benar-benar gila!


“Ada baju yang lebih terbuka? Lebih baik kenakan itu!” sindir Allard terang-terang padanya.


“Ganti!” titahnya.


Sejenak Katryn menatap Allard, lalu meninggalkan Allard untuk mengganti pakiannya. Ketika memilah baju di walk in closet, Allard datang menyenderkan tubuhnya pada sebuah lemari. Dress hitam panjang berlengan sampai siku adalah pilihan Katryn, Allard tidak akan protes!


“Ganti di sini!” perintah Allard menghentikan langkahnya.


“Tahan, Katryna. Semakin kau melawan, semakin buruk pula keadaannya,” batinnya mencoba sabar.


Menahan malu, Katryn membuka resleting dress di tubuhnya dan lolos. Mengambil dress hitam tersebut, tetapi Katryn dikagetkan akan sepasang tangan yang memeluk tubuhnya. Sejak kapan pria ini di belakangnya?


Tubuhnya berjengkit ketika Allard mengelus daerah kewanitaannya dan menekannya kasar. Untuk kesekian kalinya, Katryn tak berkutik dengan sentuhan pria ini. Tangan Katryn memegang tangan Allard di bawah sana, memberi kode agar menghentikannya. Allard menyingkirkan tangan Katryn, menahan kedua tangan Katryn ke belakang tubuhnya.


“Allard, stop...” lirih.


“Kau tahu jelas, Katryna. Aku tidak suka pria lain menyukai apa yang menjadi milikku!” tegas Allard.


“Allard, stop!” pinta Katryn lagi.


“Dan kau masih suka rela berbicara dengan pria itu!” ucap Allard.


“Dia yang memulai,” jawab Katryn tidak terima.


“Aku ingin menghukummu. Tapi, dengan cara lain. Kau akan suka dan menjerit nikmat, kupastikan itu!” ucap Allard penuh janji, lalu melepaskan Katryn.


“Selesaikan pakaianmu. Aku tunggu di bawah!” ucap Allard tajam sebelum meninggalkan Katryn.


Katryn memejamkan mata, tubuhnya trepelosok menyentuh lantai. Dia mencoba mengatur nafas yang masih tak beraturan. Setelah nafasnya normal, Katryn berdiri dan segera mengenakan pakaiannya.


...***...


Sesampai di tempat acara, Allard memeluk pinggang Katryn posesif. Sangat terlihat sekali orang-orang memakai pakaian mewah dari berbagai merek terkenal, tidak lupa perhiasan di setiap tubuh mereka, seperti ingin menunjukkan seberapa banyak harta yang dimiliki mereka.


Katryn amat tidak nyaman berada di tengah acara ini, apalagi dipandang bak sampah. Apa karena pakaian yang Katryn kenakan ini terkesan murah?


“Abaikan mereka,” bisik Allard mengerti.


Allard memperkenalkan Katryn kepada seorang pria tua sebagai Elena. Dipandang dari gaya bicaranya, pria itu terlihat pongah. Matanya jelalatan memandang wanita, seakan yang di pikirannya hanyalah kesenangan.

__ADS_1


Entah apa yang mereka bahas, Katryn tidak paham. Dia memilih bersembunyi di balik tubuh Allard, mengeratkan genggaman mereka.


“Kau yakin wanita ini tidak akan membocorkannya, Mr Helbert?” tanya pria tua itu, Xen .


“Aku yakin!”


“Darimana kau mendapatkan wanita ini? Club?” tanya pria itu di luar pembahasan.


“Bukan urusanmu!” Pria itu tertawa dan berkata pada Katryn,


“Kau pasti wanita mainannya. Tinggal tunggu waktu dia membuangmu seperti wanita lainnya."


Katryn panas mendengar kalimat pria itu. Seperti wanita lainnya? Artinya, Allard sering mendapatkan wanita di club malam, lalu membuangnya begitu saja.


Allard menyudahi percakapannya dengan pria itu. Dia membawa Katryn ke salah satu sofa untuk mereka duduki. Salah seorang pelayan datang dengan senampan wine, Katryn mengambilnya dan meneguknya habis.


Pikiran Katryn kacau. Jika dilihat dari setiap sudut, ada saja wanita yang memandang Allard lapar. Parahnya lagi, wanita-wanita itu menggoda Allard. Tidak munafik, Katryn sama seperti mereka, tertarik pada ketampanan sang cassanova.


“Jika ada yang bertanya, cukup katakan kau kekasihku!” peringat Allard tiba-tiba.


“Hm.”


“Jangan sekali-kali mengatakan kau istriku!”


“Aku sadar diri, kau pasti akan mencampakkanku!” ucap Katryn.


“Tutup mulutmu itu!”erang Allard kesal.


“Ya!” Katryn kehabisan kata-kata, ia pamit ke toilet.


Allard memberi kode lewat mata pada bawahannya agar mengikuti Katryn. Lima menit berlalu, salah satu bawahan memberi informasi bahwa Katryn tengah berbicara dengan pria tua bernama Xen dan seketika ia gelap mata saat mendengar kalimat ‘Mrs Helbert mengatakan pada Mr Xen bahwa beliau adalah istri Anda, Tuan.’


Katryn kembali dengan mata sembab, pasti wanita itu menangis. Namun, Allard tidak peduli, dia menarik Katryn keluar dari pesta itu.


Sesampai di mansion, Allard langsung menarik Katryn menuju kolam renang. Katryn berusaha melepaskan diri, dia panik karena tahu apa yang akan pria ini lakukan.


“Allard, No!”


Allard menghiraukan, dia melempar Katryn hingga Katryn tercebur ke dalam kolam renang. Katryn kaget, ia belum mempersiapkan diri sehingga banyak air yang terminum olehnya. Untungnya ia cepat sigap, lalu berenang ke permukaan.


Suasana di malam hari yang dingin ditambah dengan berada di dalam air, membuat tubuh Katryn menggigil. Allard di sana mengulurkan tangan guna membantu Katryn keluar dari kolam tersebut. Tiba di daratan, Allard menatap tajam Katryn.


“Kau tahu kesalahanmu?” Katryn menggeleng.


Allard menangkup kedua pipi Katryn dan ******* bibir pucat Katryn kasar. Sedikit memberi pelajaran dengan cara menggigit bibir bawah Katryn, yang mengakibatkan bibir Katryn terluka. Katryn berteriak kesakitan.


Allard tidak berhenti sampai di situ, dia merapatkan tubuh mereka dan meremas pinggang Katryn. Tiba-tiba, Allard membopong Katryn memasuki mansion. Beberapa pelayan melihat semua yang dilakukan sang tuan, termasuk Selena. Wanita itu menatap Katryn cemburu karena bisa berdekatan dengan tuannya.


Di kamar mereka, Allard membawa Katryn hingga ke pembatas balkon, mendorong setengah badan Katryn keluar dari pembatas tersebut. Untuk kedua kalinya pria itu menempatkan Katryn pada sebuah bahaya ini. Katryn sangat erat mencengkeram tangan Allard yang menahan tubuhnya, sedikit saja Allard melepas tangannya, dipastikan tubuhnya akan melayang ke bawah sana.

__ADS_1


“Allard, jangan...” lirihnya.


Allard menuruti, tubuh Katryn kini berdiri tegap di hadapan Allard. Rasanya Katryn butuh pegangan untuk menyeimbangkan berat badannya. Allard paham, ia memeluk pinggang Katryn dengan melempar tatapan tajam.


“Katakan kesalahanmu!”perintahnya.


Bibir Katryn kelu, sekaligus ketakutan menyelimuti dirinya. Berhadapan dengan kemarahan Allard amat Katryn takuti, dan ini adalah kedua kalinya Katryn menyaksikan Allard marah besar. Mata yang menajam, rahang mengeras dan wajah kaku menahan kemarahan, amat mampu menguliti tubuhnya.


Allard adalah pria yang tak akan pernah segan memberi pelajaran pada siapa pun yang membuatnya marah. Katryn masih beruntung, Allard tidak membunuhnya detik itu juga.


“Jawab!” teriak Allard tak sabar.


“Aku mengatakan padanya, aku adalah istrimu,” cicitnya.


“Kenapa kau selalu menentangku, Katryna? Kau menggali kuburanmu sendiri!” Katryn menunduk, merasa bersalah.


“Ini terakhir kalinya kau membantahku. Untuk ke depannya, kau harus mengikuti segala perintahku! Termasuk menjauhi bocah sialan itu atau aku sendiri yang akan menjauhi dia dari dunia ini!” ucap Allard mutlak.


“Maaf...” lirih Katryn bersalah.


“Aku tak sengaja mengatakannya, dia mengatakan hal buruk tentangmu.” Katryn mengucapkan sejujurnya pada Allard.


Katryn menceritakan semuanya. Pria yang mereka temui tadi mengatakan bahwa Allard sering memperkosa gadis di bawah umur, lalu mereka berakhir mati tragis. Hal lainnya, pria itu mengatakan Allard suka menjual wanita malam pada rekan bisnisnya. Katryn tidak terima itu, dia marah dan tak sengaja mengucapkan statusnya sebagai istri Allard.


“Apa semua yang ia katakan benar, Allard?” tanya Katryn pelan di tengah kesunyian yang mereka ciptakan.


Allard tak langsung menjawab, matanya menatap wajah sembab Katryn. Bukan tipekal Allard mengkonfirmasi apa yang telah orang katakan tentang dirinya dan Allard pun tidak peduli dengan semua ucapan orang-orang yang ingin menjatuhkannya. Tetapi, hati Allard tersentil hanya karena Katryn menanyakan hal demikian, dari sini sudah jelas, Katryn percaya ucapan tersebut.


“Iya atau tidak, itu bukan urusanmu!” Katryn mengangguk, melepas pelukan Allard dan mundur dua langkah.


“Kau percaya atas perkataan dia!” ucap Allard sinis.


Katryn tak sanggup lagi berhadapan dengan Allard, dia memutuskan melangkahkan kakinya memasuki kamar.


“Aku tidak pernah melakukan apa yang kau percaya, Amour.” Katryn menghentikan langkahnya, ada nada putus asa dalam suara pria itu.


“Bagaimana yang diucapkan pria itu sebelumnya? Kau pernah menghabiskan malam bersama wanita-wanitamu dan menghabisi mereka?” tanya Katryn.


“Ya, pernah. Jauh sebelum kau hadir kembali di hidupku.” Katryn mengangguk dan berniat melangkahkan kakinya.


“Kau membiarkan dia menciummu!” ucap Allard geram, kedua tangannya terkepal erat.


Katryn memejamkan matanya, terbayang kembali kejadian sejam yang lalu. Itu yang membuat Katryn menangis, pria sialan itu menciumnya paksa! Ketika membuka mata, Allard berdiri di hadapannya.


“Aku ingin meminta hakku,” ucap Allard datar.


“Pilih, kau ingin aku yang melakukannya, atau anak buahku?!” Katryn menggeleng.


“Pilih!”

__ADS_1


“Kau memaksaku?”


“Tidak. Aku ingin hakku sebagai suami!”


__ADS_2