
...Telah direvisi!...
...Selamat membaca! ...
...---...
"Allard.” Katryn memanggil sang suami yang sedang fokus pada ponselnya.
“Hm.” Sejenak Katryn terdiam menahan pernyataan yang akan ia ungkap.
“Apabila kau keberatan menceritakan kejadian selama lima tahun itu, aku mengerti, kau pasti mengalami hal menyakitkan dalam lima tahun itu.”
“Setidaknya, katakan kau belum mau menceritakannya,” ucap Katryn, lalu tidur membelakangi Allard.
“Tidak ada yang istimewa di tahun-tahun itu. Apa yang ingin kau dengar? Masa laluku buruk!”
“Artinya kau tidak akan menceritakannya padaku?” tanyanya masih membelakangi Allard.
“Jika aku menceritakannya, apa kau menerima masa laluku?” Katryn berbalik menghadap Allard.
“Aku terima seperti kau menerima masa laluku,” ucap Katryn.
Allard menghela nafas kasar, menceritakan kehidupannya selama lima tahun belakangan ini, sama saja membuka lembaran lama. Allard berat menceritakan masa lalunya yang penuh dengan melenyapkan nyawa manusia. Dia takut berterus terang dan pada akhirnya Katryn meninggalkannya.
“Baiklah. Ini adalah masa laluku,” ucap Allard menatap retina Katryn yang menunggunya untuk bercerita.
-Flashback on five years ago-
Tahun pertama ke pindahannya di negara Itali, Allard dilatih keras oleh Nyle tiada ampun setiap hari. Selain itu, ia diharuskan belajar berbisnis, baik itu bisnis perusahaan atau pun bisnis gelap. Yang pasti Allard tidak punya waktu bersenang-senang, waktunya dihabiskan untuk berlatih dan belajar. Nyle amat terobsesi menjadikan cucunya seorang pria yang tidak terkalahkan.
Di tahun itu pula, Allard tidak begitu saja menuruti keinginana Nyle. Setiap berlatih ia berpura-pura tidak pandai, dan setiap diajari dia berpura-pura bodoh. Nyle tahu Allard sengaja, akan tetapi dua bulan berlalu, Nyle kesal dan mengasingkan Allard seorang diri.
Setiap hari pula Nyle menyuruh para bawahan memukulnya, Allard sama sekali tidak membalas. Allard remaja saat itu hanyalah ingin kehidupan bebas seperti remaja pada umumnya, tidak ada kekangan, tidak ada ada peraturan, tidak ada tanggung jawab untuk meneruskan kerajaan mereka.
__ADS_1
Ditahun kedua, sama seperti tahun sebelumnya. Namun, Nyle lebih ketat mengasah sisi gelap di dalam dirinya. Di pertengahan tahun itu, Nyle mulai mengancam Allard agar melaksanakan segala tugas yang ia berikan, membunuh musuh. Sebenarnya, membunuh bukanlah pertama kali bagi seorang Allard, sejak kecil dia memiliki obsesi membedah hewan-hewan kecil.
Tahun kedua ini, tepatnya akhir tahun adalah tahun paling mengerikan dalam hidupnya. Di mana yang paling menyayanginya mati terbunuh oleh sahabat baik Nyle, hal ini yang membulatkan tekad Allard untuk membalas dendam. Allard kehilangan grandma-nya, grandma yang selalu menentang keinginanan Nyle untuk tidak menjadikannya penerus Klan Hellbert.
Dendam itu terbayarkan, Allard membantai habis keluarga itu tanpa ampun. Nyle melihat kobaran api di mata sang cucu, memanfaatkan hal itu, Nyle semakin menyodorkan hal-hal lainnya.
Di tahun ketiga, Allard akhirnya memberontak. Dia tidak suka semua kehidupannya diatur. Allard melarikan diri dari keluarga Helbert. Tidak semudah itu sebenarnya, Nyle mengetahui niatnya. Saat itu, Nyle menyuruhnya untuk melakukan hal yang paling gila dalam hidupnya.
“Kau bisa pergi. Dengan satu syarat, kau harus membunuh anak-anak dari keluarga Blade dan keluarga Haven!” Ucap Nyle tegas.
“Mereka tidak bersalah apapun!”
“Mereka bersalah, karena telah lahir dari keluarga itu!” ucap Nyle santai.
“Baik, akan ku lakukan!” Allard tak peduli dengan rasa ibunya. Di ruangan saat itu, Caroline memohon untuk membatalkan niatnya.
“Fillbert, tolong hentikan dia!” ucap Caroline memohon, ketika Allard telah meninggalkan mansion.
“Dia tidak akan tega membunuh anak-anak itu, itu hanya sebuah ancaman!” tutur Nyle. Caroline cemas, ada keinginan besar yang dia lihat dari mata putanya untuk melepaskan diri dari semua aturan keluarga ini.
Emosi Allard terpancing, ia memberontak. Sedikit pun ia tidak peduli bahwa sang kakek akan menemukannya, dia melarikan diri ke sebuah pendesaan kecil yang terletak di Spanyol. Nyle sangat mudah menemukannya, di hari itu juga Allard dipaksa pulang dengan Caroline sebagai umpan. Allard benar-benar membenci Nyle!
Allard mendatangi mansion Helbert. Ruang tamu ricuh, Caroline dipegang oleh tangan kanan Nyle dengan Nyle yang menodong pistol ke kepala ibu-nya. Emosi Allard memuncah melihat itu. Fillbert juga dalam keadaan yang sama seperti Caroline, bedanya Fillbert babak belur.
“Baji*gan! Lepaskan Ibuku!” bentak Allard berteriak marah. Allard menghampiri ibunya, tapi tubuhnya ditahan oleh pengawal lain.
“Kau lihat baik-baik ini, Helbert! Siapapun yang menjadi penerus Klan Hellbert, tidak dapat menolak!”
“Aku tidak peduli dengan itu!” balas Allard berteriak. Nyle tersenyum mendengar ucapannya. Lalu, Nyle mengarahkan tubuhnya pada Filbert dan menembak paha Filbert.
“Fillbert!!” Caroline histeris.
“Kau lihat, Helbert!? Aku juga bisa menembak ibu tersayangmu!”
__ADS_1
“Apa maumu, Tua Bangka?!”
“Teruskan Klan Hellbert!”
“Menjadi penerus Klan Hellbert harus berusia 25 tahun!” ucap Allard.
“Ya. Pengecualian untukmu!” Semakin Allard menolak, semakin Nyle menodongkan pistol ke arah ibu dan ayahnya. Allard tidak punya pilihan, dia menyetujui itu.
Tidak berselang lama, Allard diangkat menjadi pemimpin Klan Hellbert di umur 21 tahun, usia yang sangat muda sekali. Sesudah pengangkatannya pun, Allard tetap dilatih setiap hari dengan pelatihan yang semakin hari semakin berat.
Tidak butuh lama setelah Klan Hellbert ditangannya, organisasi hitam ini disegani dan ditakuti. Allard terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam, tidak segan-segan menyakiti lawannya. Lima bulan kemudian, Allard membentuk sebuah organisasi pembunuh bayaran di bawah naungan Klan Hellbert. Banyak yang memakai jasa mereka dengan bayaran mahal.
Berjalan waktu, Allard menerima kedudukannya dan menjalankan Klan Hellbert sepenuh hati. Sebenarnya sejak kecil Allard tidak buta dengan dunia Mafia. Sejak kecil Nyle sering menyodorkan hal berbau senjata dan darah. Terkadang, Nyle sengaja membawa Allard bertransaksi.
Banyak yang terjadi di dalam hidupnya selama lima tahun belakangan ini. Masa lalu itulah yang membentuk dirinya seperti sekarang. Allard berani menghadapi todongan pistol, peluru menembus kulitnya, bahkan maut yang hampir mendatanginya.
-Flasback End-
Setelah bercerita, Allard terdiam menatap Katryn. Reaksi Katryn mematung tidak berani menatap matanya, entah apa yang Katryn pikirkan. Sedangkan Katryn sendiri termenung memikirkan anak-anak tidak berdosa itu mati di tangan Allard.
“Berapa anak terbunuh?”
“Enam.”
“Berumur?”
“Tiga, empat, enam, dan delapan tahun.” Katryn menunduk, tangannya terus mengelus perut buncitnya, ia tidak dapat membayangkan jika nanti anak-anaknya berada diposisi demikian.
Allard mengingat kembali wajah anak-anak itu, penuh ketakutan dan memohon ampun padanya. Sebenarnya, ada penyesalan setelah dia melakukan itu. Juga, tidak ada hasil yang ia dapatkan.
“Itu alasan kenapa reaksiku berbeda setelah mendengarmu hamil. Aku takut apa yang aku lakukan terjadi pada anak-anakku.”
Katryn bungkam, batinya bergejolak. Allard menghela nafas, dadanya sesak melihat Katryn menolak masa lalu. Allard meletakkan ponselnya di atas nakas, kemudian membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Reaksi yang Katryn perlihatkan, disimpulkan olehnya sebagai penolakan.
__ADS_1
Bertahun-tahun berlalu setelah pembunuhan itu, Allard mencoba berdamai. Dia sering mengunjungi makam anak-anak itu tanpa sepengetahuan siapapun. Setelah menikah, dia tidak pernah lagi mengunjungi makam anak tidak berdosa itu.
...***...