
...Telah direvisi!...
...Selamat membaca! ...
...----...
Sore harinya, Aleysia dan Marcell datang ke mansion mereka. Sang ibu, tampak semakin kurus setelah kepergian sang ayah. Marcell langsung mengikuti Allard berlatih di ruangan bawah tanah. Sedangkan Katryn dan Aleysia, berada di kamar utama. Aleysia menggendong Allanzel yang baru saja selesai mandi.
“Mama menemukan surat ini,” ucap Aleysia sambil mengangkat selembar kertas.
“Surat apa ini, Ma?”
“Dad menulis ini untukmu.” Aleysia menyerahkan surat tersebut, dan Katryn mengambilnya.
“Aku menemukan tiga surat di bawah bantal yang biasa papa tiduri,” ucap Aleysia.
“Surat ini juga ada untuk mama dan Marcell?” Aleysia mengangguk.
Katryn memandang kertas putih yang dilipat rapi tersebut. Dengan jantung berdetak, Katryn membukanya perlahan.
Dear, My Princess Katryna....
Papa menyayangimu melebihi apapun di dunia ini. Sekarang, kau telah menjadi seorang ibu yang hebat. Semoga kelak, Allanzel bisa menjadi seperti dirimu, yang kuat menghadapi kehidupan.
Princess...
Kau pasti bertanya, kenapa aku menulis ini? Entahlah, aku tidak punya jawaban akan itu. Hatiku mengatakan untuk menulis surat ini pada kalian.
Beberapa hari yang lalu, aku bermimpi melihat sebuah peti mati, dan kau tahu siapa berada dalam peti itu? Itu adikmu, Lyiana. Dia mengatakan padaku ‘Papa, aku senang kau menemaniku disini’. Itu seperti tanda bagiku, untuk bersiap menemani Lyiana di alam sana. Dan untukmu princess-ku, jangan katakan pada Aleysia jika aku bermimpi soal itu, dia pasti akan bersedih.
Aku tahu, kau paling bersedih karena kepergianku nantinya. Aku tahu, kau tidak menunjukkan kesedihan di depan orang yang kau sayangi. Tapi, aku tahu, kau menangis di belakang mereka. Seperti dulu, ketika siksaan Earnest padamu dan ketika kau mendengar pertengkaranku dengan ibumu.
Beberapa kali aku melihatmu menangis di malam hari. Kau ingat saat aku menanyakannya padamu, kan? Kau hanya berkata, tidak papa aku rindu teman-temanku. Kau berbohong saat itu.
Hatiku bertanya-tanya, bagaimana kematianku nantinya? Kecelakaan kah? Penyakitkah? Apapun itu, aku ingin kau mengikhlaskan itu semua. Aku akan senang sekali, jika kau berbahagia bersama keluarga kecilmu, Princess.
Arahkan adikmu dalam kebaikan. Dia anak yang manja dan paling sulit mendengarkan perkataan orang lain, tapi dia sangat mendengarkan perkataanmu. Jangan biarkan dia menjadi orang yang jahat.
Katakan pada mantuku, selalu menjaga dan melindungi princess-ku. Jangan pernah menyakiti hatimu dan jangan pernah membuatmu menangis. Katakan padanya juga, dia adalah seorang ayah. Tugasnya adalah sebagai perisai untuk anaknya. Dan terakhir, tugasmu dan Allard adalah mendidik Allanzel agar tidak ada Allard kedua di masa depan.
Princess...
Ketika aku telah tiada dari dunia ini. Tolong jagalah ibumu, dia pasti sangat terpukul oleh kepergianku. Ibumu sangat manja, dan apa yang telah terjadi pada keluarga kita dulu membuatnya ingin meninggalkan kita. Tapi semua itu sebagai pelajaran untuk kami. Ibumu yang manja itu bisa membuktikan, bahwa dia bisa hidup tanpa kekayaan.
Setelah semua kembali, kau tahu ibumu mengatakan apa padaku? Dia berkata, aku rindu berkumpul dengan anak-anakku. Kondisi buruk kita dulu membawa sisi baik yaitu kita bisa menghabiskan waktu lebih lama.
Aku pun merindukan itu. Setidaknya, dulu kita dapat menghabiskan banyak waktu bersama. Sekarang, kau telah menjadi seorang istri dan ibu. Maka, sayangilah keluargamu dan luangkan waktumu lebih banyak untuk keluargamu.
Aku mencintaimu, Princess. Sampai kapan pun itu, aku akan selalu berada di dekatmu...
Tertanda,
__ADS_1
Your father, Thomas.
Katryn memeluk surat itu, surat terakhir dari Thomas. Dia merindukan Thomas, rindu pelukan hangat sang ayah.
“Mama, aku merindukan papa!” Aleysia memeluk Katryn yang menangis tersedu-sedu. Anak dan ibu itu, menangis bersama. Mereka merindukan sosok penjaga bagi keluarga mereka yang selalu menjadi penasihat bagi mereka.
“Katryna. Ada sesuatu yang ingin kami berikan padamu,” ucap Aleysia, setelah melepaskan pelukan mereka.
Aleysia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya. Kemudian, memberikan kotak tersebut pada Katryn.
“Apa ini, Ma?”
“Bukalah.” Katryn membuka kotak tersebut. Di dalam kotak tersebut, terdapat sebuah kunci yang dipita dengan rapi.
“Kunci?” Aleysia tersenyum.
“Kau ingat, Nak? Dulu, kau sangat ingin memilki sebuah galeri berisi lukisan teratai,” ucap Aleysia.
Katryn sangat ingat. Dia meminta itu, sebelum Earnest datang di kehidupannya dulu. Thomas belum mengizinkan itu, karena ingin Katryn fokus untuk sekolah.
“Kalian, ingat?” ucap Katryn sendu.
“Papa yang mengingat itu. Dia selalu berusaha menabung agar bisa memberimu galeri itu,” ucap Aleysia.
“Sebenarnya, kami berencana memberikan galeri itu di saat perayaan pernikahan kami.”
“Terima kasih, Mama...”
Tiga Hari Kemudian~
Malam ini diadakan acara penyambutan dan pengenalan anggota baru keluarga Helbert kepada Klan Hellbert dan rekan-rekan bisnis Allard. Semua berpakaian rapi memakai jas dan gaun. Katryn sendiri tampil dengan gaun putih simpel tertutup.
Marcell dan Aleysia juga ikut dalam acara tersebut. Allard meminta mereka untuk hadir diacara tersebut. Umur Allanzel dua bulan menjadi pusat perhatian semua orang karena ketampanannya. Semua ingin mengendong Allanzel, tetapi takut dengan Allard yang lebih dulu memberi ultimatum.
Evelyn memohon pada Allard untuk bisa menggendong keponakannya. Atas bantuan Katryn, akhirnya dia diiziinkan, dengan catatan, hanya boleh mengendong di hadapan Katryn. Artinya, tidak boleh membawa Allanzel kemana-mana.
Katryn kembali bertemu dengan Adik Javier. Mata tidak pernah bisa berbohong, pandangan Lethisa pada Javier menyiratkan wanita mencintai prianya. Katryn tidak akan ikut campur, dia hanya melihat sebagai penonton. Namun, ada yang mengganjal dari tatapan Javier pada Lethisa.
“Aku akan menemui dad. Kau ikut?” Tanya Javier pada Eve.
“Aku masih ingin bersama keponakan tampanku ini,” ucap Eve dramatis, Javier tersenyum dan mengacak rambut Eve pelan.
“Baiklah. Aku menemuimu nanti,” ucap Javier dan meninggalkan Eve bersama Katryn dan Allard.
Darick menghampiri mereka dengan seorang wanita cantik di sisinya. Katryn tersenyum melihat bagaimana cara Darick memperlakukan wanita itu, sangat manis.
“Baby, ini Katryna. Katryna, kenalkan ini Tisha, tunanganku.”
“Hai, salam kenal...” sapa Katryn menjabat tangan Tisha. Sebaliknya wanita itu memperkenalkan dirinya. Tisha mempunyai kepribadian anggun dan daya tarik kuat.
“Matanya sama sepertimu,” komentar Tisha tersenyum takjub.
__ADS_1
“Tapi, hampir keseluruhan wajahnya mirip Allard,” ucap Katryn.
“Ya. Hanya matanya yang mirip denganmu,” balas Tisha.
Tisha cukup mudah bergaul dengan Katryna, wanita itu sudah banyak mengomentari wanita-wanita disekeliling ruangan, contohnya seorang wanita di sudut ruangan memakai pakaian super sexy dan dandanan tebal. Katryn terkikik pelan mendengar ocehan Tisha, sedangkan Darick hanya menggeleng menatap tunangannya.
Tiba-tiba, Katryn mendengar Selena mual dari arah belakangnya. Secepat kilat ia menoleh pada Selena yang berlari ke arah kamar mandi. Katryn memberi kode pada Aleesa untuk menghampiri Selena. Untung saja Selena tidak menjadi perhatian manusia di meja ini.
“Katryna. Kau lihat wanita di tengah sana?” unjuk Tisha menggunakan dagunya.
“Di sana banyak wanita, Tisha.”
“Oh, ya. Kau benar,” ucap Tisha terkekeh.
“Yang memakai gaun biru, dadanya hampir tumpah.” Katryn melirik sejenak seraya terkekeh.
“Ya. Ada apa dengannya?”
“Dia selingkuhan Mr. Yeoun!” Bisik Tisha.
“Siapa itu?” tanya Katryn tidak tahu siapa Mr Yeoun.
“Salah satu politik keturunan Korea, dia memiliki istri dan anak.”
“Are you seriously, perselingkuhan?”
“Sangat serius!”
“Yakin 100 persen, dia hanya mengincar harta Mr Yeoun!” sambung Tisha berbisik.
“Oh, kalian bergosip dengan sangat serius!” Komentar Eve yang berada di tengah mereka.
“Kau tahu, Tisha itu ratu gosip!” Darick ikut nimbrung. Tisha tidak terima memukul paha Darick.
“Kau lihat, dia juga suka memukulku!”
“Darick. Kau bukan anak kecil!” ucap Tisha geram. Katryn terkekeh geli, pasangan ini sangat lucu.
Acara yang dinantikan tiba, seorang mc mulai membuka acara, dan mengundang beberapa keluarga Helbert ke panggung memberi sambutannya.
“Baiklah, setelah mendengar sambutan dari Grandpa Nyle dan Father Fillbert, saatnya kita mengundang Mr. Allard Helbert untuk naik ke atas panggung!” Suara gemuruh tepuk tangan terdengar menyambut Allard menaiki panggung.
“Katryna, bisakah kau menemaniku di panggung ini?” Katryn menggeleng. Allard memberi tatapan menggoda, menyuruhnya untuk naik. Akhirnya, Katryn naik bersama Allanzel digendongannya. Setelah naik, Allard memeluk pinggangnya dan mencium bibir Katryn sekilas.
“Seperti yang kalian ketahui bersama, aku memiliki seorang putra tampan. Tanpa wanita di sebelahku ini, aku tidak akan mendapatkan itu.”
“Wanita ini, bisa mengimbangi diriku dalam segala hal dan dia adalah milikku untuk selama. Maka, aku memberi Kyle di tengah nama putraku, singkatan dari Katryna Helena.”
“Kyle menandakan buah cintaku bersama istriku. Awal namanya kami beri Allanzel, yang kami harapkan dia selalu ditempatkan dalam kebaikan dan memiliki keberadaan yang kuat.” terang Allard.
“Kami menamai putra kami, Allanzel Kyle Helbert!”
__ADS_1
“Selamat datang, Baby Allanzel Kyle!!” seru orang-orang beramai-ramai.