Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 75. About The Death of Thomas


__ADS_3

...Telah direvisi!...


...---...


Katryn tidak sadar Nyle berdiri tepat di belakangnya. Ketika melihat Allanzel yang terletak di kursi bayi, ia merasa seseorang tengah bersidekap dari ujung matanya. Katryn refleks menoleh, ia menemukan Nyle kini menatap Allanzel dalam. Katryn mengendong Allanzel, di sana ia melihat Jeff mengawasi mereka dari pinti masuk taman belakang.


Beberapa kali Nyle memang menghampirinya. Namun, tidak ada sepatah kata yang keluar, dia hanya diam melihat Allanzel dan pergi. Bedanya kali ini, Nyle membuka suara.


“Dia mampu mengeluarkan Allard dari sisi ketenangannya.”


“Jangan menggunakan putraku sebagai ancaman untuk Allard!” ucap Katryn tajam.


“Sepertinya, cucuku banyak menceritakan hal tentangku.” Katryn berdecih malas.


“Aku ingin bercerita tentang sebuah kebaikan,” ucap Nyle.


“Kau bisa menceritakannya pada orang lain!” ucap Katryn terang- terangan menolak.


“Kau orang yang tepat untuk mendengar ini, Katryna.”


“Sebut saja dia Gashi, seorang kepala keluarga yang amat mencintai keluarganya.” Nyle mulai bercerita tanpa persetujuan Katryn.


“Suatu hari, teman Gashi mengajaknya berlibur. Gashi menerima dan pergi berlibur tanpa keluarganya.”


“Di tempat liburan itu, teman Gashi mengatakan dia ingin mengambil sesuatu yang berharga dari Gashi. Gashi yang baik hati itu berpikir bahwa temannya hanyalah bercanda. Dalam kondisi terjepit, Gashi masih tersenyum, tidak ada ketakutan yang tergambar di wajahnya.” Nyle berhenti sejenak.


“Ketika Gashi sekarat, seseorang menolongnya. Teman Gashi yang mengenal seseorang itu berniat menembak pria yang menolong Gashi. Sayangnya, Gashi merelakan tubuhnya tertembak.”


“Seseorang itu tidak menyangka, Gashi sebaik itu untuk menolong dirinya. Dia sadar, bahwa Gashi dan keluarganya adalah lambang kebaikan yang pernah ditemuinya.”


“Apa maksudmu menceritakan itu?” Tanya Katryn, Nyle menghela nafas.


“Yang kuceritakan itu adalah kisah ayahmu,” ucap Nyle pelan.


“Maksudmu?” Katryn menegang di tempat.


“Katryna, aku menceritakan ini agar hatiku tenang. Maukah kau mendengarkan cerita ini sesungguhnya?”


“Aku bersumpah, aku tidak berbohong!” Katryn menatap mata Nyle yang memancarkan kesungguhan. Akhirnya Katryn mengangguk. Sebelum Nyle bercerita, Katryn meminta Jeff membawa Allanzel ke dalam mansion.


“Saat itu...”


Flasback of Thomas~


Thomas pergi keluar negeri guna mengadakan rapat sekaligus berlibur dengan salah satu rekan bisnisnya. Akan tetapi, itu semua adalah jebakan agar Thomas membuka informasi yang ia ketahui tentang keluarga Helbert, terutama Allard. Rekan bisnis Thomas adalah salah satu dari keluarga Haven yang dulu sempat kabur saat Allard membantai habis anak-anak di keluarga mereka.


Pada saat itu, ia menyuruh Thomas menghubungi Allard. Thomas tetap pada pendiriannya, tidak akan menghubungi Allard. Thomas tahu betul mereka menginginkan nyawa Allard. Jika Allard tewas, Thomas yakin putrinya akan kehilangan separuh nyawanya. Allard adalah sumber kebahagian Katryn,.


Thomas babak belur karena tidak membuka mulut. Ketika itu, Nyle datang datang berniat menuntaskan masalah. Keadannya tidak baik, Thomas berada di bawah kuasa mereka. Maka, Nyle memutuskan untuk mengeluarkan Thomas terlebih dahulu.


Satu hal yang tidak diketahui Nyle, mereka tidak berniat membunuh Thomas, tetapi dirinya. Singkatnya, mereka mengeluarkan pistol dan mengarahkannya pada Nyle. Thomas sadar peluru itu akan mengenai Nyle, dengan sebisa mungkin dia berlari melindungi Nyle dan tembakan itu bersarang di dadanya.


Sebelum Thomas meninggal, dia menyampaikan pada Nyle, untuk mengatakan pada Allard selalu menjaga Katryn, princesnya. Kabar tersebar tidak sesuai kejadian, mereka menyebarkan pembunuh Thomas adalah Nyle.

__ADS_1


Flashback End~


“Karenaku pria baik itu meninggal. Allard benar, aku lah pembunuh ayahmu sebenarnya,” ucap Nyle meneteskan air mata. Katryn tertegun, air mata itu jelas sekali sebagai air mata penyesalan.


“Kenapa kau diam? Kenapa tidak mengatakan sejujurnya?” Tanya Katryn menghapus air mata yang menetes sedari awal Nyle menceritakannya.


“Karena yang pantas mengetahui ini adalah kau. Bukan orang lain, ” ucap Nyle.


...***...


Mansion Allard diselimuti kesedihan dan kemarahan. Pagi buta, security menemukan mayat Nyle dibungkus kain hitam. Salah satu security langsung melaporkan penemukan tersebut pada Jordan.


“Siapa yang berani melakukan ini?!” ucap Jordan, dadanya bergemuruh hebat melihat pemandangan pagi ini.


Di sekujur tubuh Nyle terdapat luka dan tepat di dadanya terlihat jelas sebuah tembakan. Dan yang membuat Jordan tak kuasa menahan kemarahan, di dada Nyle terdapat sayatan berbentuk silang.


“Keparat!” umpat Jordan.


“Kami juga menemukan surat ini, Tuan...” ucap security dan menyerah sebuah kertas putih yang memerah karena darah. Jordan memberitahu pada Allard dengan rasa takut. Kemarahan tercetak jelas di wajah Allard.


“Hubungi semua keluarga,” ucap Allard. Lalu, kembali menaiki tangga.


Allard memasuki kamar, Katryn terlihat sedang mengeringkan rambutnya. Tanpa kata, Allard memeluk Katryn dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher sang istri.


“Al, ada apa?” Allard menggeleng. Katryn mengusap rambut Allard, dia tidak bertanya lagi.


“Ke ranjanglah lebih dulu, aku akan menyusul.” Allard mengangguk dan menuruti perkataan Katryn.


Katryn ikut berbaring di atas ranjang, Allard langsung saja menenggelamkan wajahnya pada dada Katryn. Kedua tangannya memeluk pinggang Katryn erat, Katryn tidak protes, dia membiarkan Allard mengeluarkan kegelisahannya. Ya, Katryn paham, Allard saat ini sedang gelisah.


“Nyle telah tiada,” bisik Allard yang masih bisa Katryn dengar.


“Itu tidak mungkin,” ucap Katryn.


“Penjaga menemukan mayat Nyle di depan gerbang.”


Katryn termenung, rasanya sulit dipercaya. Baru dua hari yang lalu Nyle datang melihat Allanzel dan membicarakan kejadian Thomas.


Katryn menceritakan hal itu pada Allard. Sama halnya dengan Katryn, Allard tidak percaya. Katryn percaya di saat Allard mengatakan, Nyle tidak pernah menangis, bahkan ketika Lyla―Istri Nyle― meninggal.


“Bagaimana bisa Nyle tewas?” tanya Katryn tercekat, Allard menggeleng.


Ponsel Allard berdering, Jordan menghubungi bahwasannya semua keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga. Mereka turun ke lantai bawah, sedangkan Allanzel ditinggal bersama Alessa dan Selena.


Ketika memasuki ruang keluarga, suara tangisan diikuti teriak nyaring Cassandra terdengar.


“Ku bunuh kau, Haven!”


Kyle― sang suami― menenangkan Cassandra yang berteriak tidak terima atas kematian Nyle. Suara tangisan memenuhi ruangan ini, Caroline yang menangis di pelukan Fillbert. Para cucu menangis dalam diam seraya menunduk.


“Cassandra, kendalikan dirimu!” seru Fillbert.


“Tidak! Aku tidak terima itu! Haven harus mati!” Cassandra semakin tidak terkendali, Fillbert meraih Cassandra dan memeluk sang adik erat. Katryn tidak sanggup melihat kesedihan ini. Dia mengusap air matanya yang jatuh, ikut bersedih atas kematian Nyle.

__ADS_1


Bagaimana pun, Nyle seperti kakek baginya. Terlepas dari setitik kebenciannya terhadap Nyle. Pria tua itu cukup baik menerima dan menganggapnya sebagai cucu menantu.


“Pemakaman akan dilaksanakan hari ini,” ucap Allard datar.


“Setelah itu, kita bahas masalah ini!” sambung Allard. Katryn menatap mata Allard, tidak ada satu ekspresi pun yang tergambar dari matanya.


Pengantaran jenazah Nyle diiringi oleh tangisan. Semua keluarga hadir menyaksikan pemakaman terakhir. Keluarga Katryn tidak hadir, karena memang kematian Nyle dirahasiakan oleh keluarga. Akan tetapi, mereka yakin Haven telah menyebarkan berita kematian Nyle ke media.


Penguburan Nyle ditempatkan tepat di samping Thomas. Seperti permintaan Nyle terakhir kalinya kepada Fillbert.


Penguburan selesai, mereka segera meninggal peristirahat Nyle dan menuju ke mansion utama. Sesampai di ruang khusus keluarga, tidak ada yang membuka suara. Terlebih Allard yang sedari hanya diam memasang wajah datar.


“Kematian Nyle, pertanda Haven menginginkan perang dengan keluarga ini!” ucap Allard membuka suara.


“Kali ini, jangan ada pertumpahan darah!” peringat Fillbert, Allard menggeleng lambat.


“Biarkan anggota klan yang melakukannya, Al...” pinta Caroline, Allard menggeleng.


“Reval!” Allard memanggil tangan kanan Nyle.


“Iya, Tuan?”


“Kenapa Nyle pergi tanpa penjagaan?” Tanya Allard menusuk.


“Tuan Nyle sendiri yang meminta, Tuan.”


“Dan kau tidak menjaganya diam-diam?” Reval menggeleng.


“Bodoh!” umpat Allard.


“Maaf, Tuan. Beliau meminta kami untuk menjauh, saya sudah mencoba mengikuti tuan diam-diam, tetapi Tuan Nyle tahu.”


“Dua hari yang lalu, dad mendatangiku,” ucap Fillbert menatap satu objek.


“Selain meminta pemakamannya tepat di samping Thomas. Dia mengatakan, ingin menebus kesalahannya pada Katryna dan keluarga. Dad juga sedikit membahas tentang dendam Haven bertahun-tahun lalu,” sambung Fillbert.


“Menurutku, itu petunjuk bagi kita, dad ingin menyerahkan nyawanya pada Heaven!” ucap Mikhael, paman Allard.


“Kejadian ini sama seperti Austin. Kalian ingat?” Mikhael bertanya, mereka mengangguk.


Sangat jelas diingatan mereka, di mana Austin generasi kedua setelah Justin menyerahkan nyawa pada musuh mereka sebagai ganti agar musuh melupakan dendam pada keluarga Helbert.


“Aku tidak yakin dengan keluarga pengkhianat itu!” ucap Allard.


“Aku setuju!” balas Ruldlof mendukung Allard.


“Mengingat, Haven adalah satu musuh yang sangat gila. Ditambah, keluarga itu memiliki obsesi untuk membunuh semua keluarga kita!” ucap Ruldlof lagi.


Ya, Haven sedari dulu sangat membenci keluarga Helbert. Dendam di masa lalu belum pernah padam di antara kedua keluarga mereka. Kematian dibalas kematian, kesakitan dibalas kesakitan dan kehilangan dibalas kehilangan.


Heaven sangat terobsesi dalam melumpuhkan keluarga mereka, tetapi selalu gagal karena kekuatan Helbert lebih besar dibanding keluarga Haven. Bertahun-tahun mereka mengumpulkan kekuatan dan menggunakan cara licik. Seperti mengancam orang terdekat mereka, contohnya Thomas. Dan memanipulasi perusahaan mereka untuk bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan Helbert.


Sekarang yang diincar mereka adalah Allanzel dan Katryn. Jadi, percuma Nyle menyerahkan nyawanya, karena Heaven hanya ingin membunuh orang terkasihnya dan darah dagingnya. Allard memerintahkan Jordan menyelidiki mereka lebih lanjut, dan itu lah hasil yang Jordan dapat.

__ADS_1


__ADS_2