
...Telah direvisi!...
...---...
Allard mengadakan rapat penting di markas utama bersama seluruh keluarga Helbert dan para anggota Klan Hellbert yang diwakili oleh setiap pemimpin cabang markas. Rapat besar-besaran pada dasarnya diadakan setiap tahun sekali, tetapi kali ini yang membedakan adalah keluarga Helbert hadir di dalam pertemuan. Pembahasan rapat kali ini membahas tentang penerus Allard di masa yang akan datang, yaitu Allanzel.
“Apa ini karena mother?” Pemimpin markas Swiss angkat bicara. Pasalnya, dari sebelum dan setelahnya, penerus Klan Hellbert akan dididik sedini mungkin dengan keras.
“Tidak ada hubungannya dengan istriku!” ucap Allard tajam, ia berdiri gagah dihadapan semua orang.
“Alasan di balik itu semua, putraku masih kecil untuk mendapatkan didikan keras!”
“Maaf sebelumnya, Father. Bukankah didikan itu sudah ada sebelum Father Fillbert? Dari sana kita semua bisa melihat, pemimpin Klan Hellbert kuat dan tak terkalahkan karena didikan itu.” Ketua markas Jerman angkat bicara.
“Allanzel akan menjadi penerusku. Ada atau pun tidak didikan itu, dia akan menjadi kuat dan tak terkalahkan seiring berjalannya waktu! Putraku masih kecil menerima didikan itu!”
Perdebatan terus berjalan alot, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Para anggota keluarga sebagian besar setuju dengan keputusan Allard. Sedangkan sebagian besar ketua markas tidak setuju, karena didikan itu adalah ketentuan yang akan menjadi bekal untuk penerus Klan Hellbert.
“Ma Father, bagaimana tanggapan Anda?” tanya Jeff pada Fillbert.
“Sebagai seorang kakek, aku setuju. Cucuku masih sangat kecil, dia belum bisa menerima hal keras seperti itu. Aku sangat tahu, dilakukannya didikan itu sebagai pelatihan kekuatan di masa kepemimpinannya, tapi itu bukanlah satu hal yang benar dilakukan kepada anak seusia Allanzel.” Fillbert berucap mewakili Allard yang diam, dia mengerti putranya tidak bisa mengabaikan suara anggotanya.
“Apa kalian bisa mengerti? Didikan itu membuat kami―penerus Klan Hellbert―mempunyai banyak kelemahan dan kesakitan yang tidak bisa kami jelaskan secara terbuka,” sambung Fillbert berwajah datar.
“Pada intinya, Allanzel akan mengikuti didikan itu di saat dia siap!” ucap Katryn yang tiba-tiba memasuki ruang rapat. Pandangan semua orang beralih pada Katryn, tangannya gemetar dipandang oleh puluhan orang dengan tatapan datar.
“Baik, Mother. Bagaimana jika suatu hari tuan muda dalam kondisi bahaya? Dia akan kesulitan dalam melindungi dirinya,” sahut seseorang.
“Selama dia belum bisa menjaga diri, aku sendiri yang akan menjaga putraku!”
balas Katryn tegas.
“Allanzel akan diajarkan bela diri sejak dini. Aku mencoret didikan apa saja yang bisa memperngaruhi mental putraku!” tambah Allard datar.
Perlahan anggota yang tidak setuju menjadi luluh, jalan keluar itu terbaik. Dengan sedikit permintaan, anggota ingin Allanzel didik sebaik mungkin agar bisa seperti penerus sebelumnya, tidak mudah kalah dan kejam pada musuh.
Pada malam hari dilanjutkan dengan acara penyambutan Katryn sebagai Mother of Klan Hellbert. Katryn awalnya tidak mau hadir, tetapi Allard membujuk karena acara ini dikhususkan para anggota untuknya.
Katryn sebenarnya sadar, banyak orang yang menatapnya sinis. Dari mereka secara terang-terang menyindir dan memakinya. Ada juga yang berbisik di depannya seperti, dia tidak pantas dinobatkan sebagai mother, karena dia banyak peraturan yang sudah ada dihilangkan begitu saja, dia tidak memiliki pertahanan apapun selain berlindung di bawah Allard dan masih banyak lagi.
Katryn hanya diam, pura-pura tidak mendengarkan. Salah satu yang tidak menyukainya adalah wanita yang kini tengah berbincang dengannya, yaitu istri dari ketua cabang Romania. Wanita itu begitu pandai menghinanya, kata-katanya membuat Katryn berang.
“Bukan Anda yang menilai pantas atau tidaknya, tetapi suami saya yang berhak menilai pantas atau tidaknya saya sebagai Mother of Klan Hellbert!”
“Megan!” Panggil Caroline. Seketika wajah wanita ini berubah ramah. Katryn memutar bola matanya malas, dasar munafik, batin Katryn.
“Ma Mother...”
Fillbert dan Caroline, sebagai father dan mother sebelumnya, sangat disegani dan dihormati oleh semua orang. Walau keduanya tidak lagi menjabat, para anggota selalu menghormati mereka sebagaimana menghormati pemimpin mereka sekarang.
“Apa yang kau bicara pada menantuku?” Caroline tersenyum ramah.
“Tidak ada, Ma Mother. Hanya mengucapkan selamat,” ucap Megan.
“Penjilat!” Batin Katryn.
“Saya permisi, Mother...” ucap Megan pada Katryn. Kemudian, dia mengangguk sopan pada Caroline.
“Mom, jangan melihatku seperti itu!” ucap Katryn rishi ditatap dengan kerlingan menggoda. Caroline terkekeh.
“Bagaimana wanita itu?” tanya Caroline.
“Bagaimana apanya?”
“Apa dia membuatmu kesal?”
“Jangan tanya, Mom. Wanita itu pandai sekali bersilat lidah!” ucap Katryn kesal.
“Kau tahu cara ampuh untuk membuat wanita seperti itu mati kutu?” ucap Caroline, Katryn mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
“Ancam jabatan suaminya!” bisik Caroline.
“Kau sebagai mother, berhak mengeluarkan mereka dari jabatannya,” ucap Caroline.
“Ide bagus!” ucap Katryn.
“Wait a second!” sambungnya.
Katryn mendekati Megan yang sedang menggandeng lengan suaminya. Katryn tersenyum licik, lihat saja kau Megan, batinnya.
“Mrs. Megan!” sapa Katryn ramah.
“Mother!” balas wanita itu. Suami Megan dan beberapa anggota klan yang berda di sana memberi hormat pada Katryn
Katryn tersenyum sangat ramah. Dari jauh, Caroline memandang Katryn bangga. Sedangkan Allard, menggerutkan dahinya penasaran dengan apa yang akan dilakukan sang istri.
“Mr?” Tanya Katryn pada Suami Megan.
“Cezar, Mother.”
“Boleh aku bertanya sesuatu, Mr Cezar?”
“Silahkan, Mother.” Cezar berucap dengan senyuman sopan.
“Dimana kau bertemu dengan Mrs Megan?”
“Di club, Mother.”
“Lalu, kalian sudah menikah berapa lama?”
“Kurang lebih hampir lima tahun.”
“Oh, begitu. Aku gemas sekali pada si tampan ini, berapa umurnya?” tanya Katryn memegang tangan anak laki-laki di gendongan pengasuhnya.
“Enam tahun, Mother.” Cezar menjawab, masih dengan senyum sopannya. Senyum Katryn semakin megembang, matanya menatap Megan remeh.
“Megan,” ucap Katryn lembut.
“Aku mengenal suamiku, jauh sebelum dia berada di posisi yang sekarang. Dan putra kami hadir di dalam pernikahan yang sah! Seharusnya kau berkaca, sebelum menilai orang,” ucap Katryn tanpa emosi. Megan terdiam menahan malu.
“Senang berkenalan dengan nada, Mr Cezar.” Katryn beralih menatap Cezar.
“Kau orang yang ramah,” puji Katryn.
“Dan satu lagi, ajari istrimu bersikap baik. Atau jabatanmu jatuh pada orang lain!” sambung Katryn dan berlalu dari sana.
Dia hanya memberi pelajaran pada Megan. Ibu mana yang tidak marah jika anaknya dikata-katai, dan Megan membangkitkan kemarahannya. Mengatakan bahwa Allanzel adalah anak dari seorang wanita malam.
Mendudukan dirinya di sofa, seorang pelayan menawarkan minum, Katryn mengambil minum tersebut dan meneguknya sekali tandas. Sepupu Allard, juga Evelyn ikut duduk dan memuji pertunjukannya tadi. Katryn memutar bola matanya dan berkata,
“Tidak ada yang hebat!”
“Itu hebat, Katryna!” Puji Ruldlof.
“Daripada berdebat, bagaimana kita ke lantai dance?” usul Maria bersemangat.
“Setuju!” ucap si kembar dan Evelyn bersamaan.
“Ayo, Sister!” ajak Eve menarik tangannya.
Markas ini menyediakan fasilitas lengkap, jangan heran bila di sini juga tersedia bar dan lantai dansa. Katryn mulai menggerakkan tubuhnya, malam ini dia ingin bebas dan bersenang-senang. Entah sudah berapa sloki dia habiskan, kini Katryna mulai mabuk.
“Astaga, pertama kali aku melihat wanita itu mabuk, terlihat sexy!” komentar Leon seraya terkekeh.
“Kau lihat sepupu kita itu,” ucap Neon melirik pada Allard yang jauh dari mereka.
“Wow, dia mulai tergoda!” komentar Leon lagi.
“Tumben kalian akur?” tanya Ruldlof sedari tadi ikut mendengar perkataan dua bocah ini. Mereka tertawa, kompak sekali.
__ADS_1
“Kau tahu, Keynand marah pada kami.” Beritahu Leon.
“Benarkah si kalem itu marah?” Si kembar menangguk antusias.
“Dia galau akibat Selena yang hilang entah kemana,” ucap Neon.
“Kami memanasinya, dan berakhir dia marah!” sambung Leon tertawa senang.
“Itu alasan kalian akur?” Si kembar mengangguk kompak.
“Dalam sejarah, Keynand tidak pernah marah kami ganggu!” sahut Leon.
Sedangkan Keynand yang duduk bersama mereka hanya menatap kedua adiknya datar. Ia tidak melarang si kembar atau menegurnya, dia tetap tenang meminum segelas wine di hadapannya.
Kemudian Allard, memperhatikan gerakan Katryn yang luwes sekali menari bersama Eve dan Maria. Dia bisa tenang sebab tidak ada yang berani menatap istrinya macam-macam, kecuali sepupunya itu. Allard hapal di luar kepala, si kembar itu sangat suka bergosip seperti mulut perempuan.
Puas menatap sang istri, Allard berjalan menghampiri Katryn. Ketika sampai di depan Katryn ia memeluk sang istri dari belakang. Katryn sedikit tersentak membalikan badannya. Lalu, tersenyum menggoda pada Allard.
“Kau membuat pertunjukan yang hebat, My Wife!” Puji Allard.
Katryn tidak menjawab, ia melingkarkan tangannya di leher Allard. Tubuhnya bergerak seolah mengajak sang suami menari bersamanya. Katryn di luar kendali, dan Allard menyukainya.
“Kau mabuk, Amour...” bisik Allard.
“Tidak..”
“Katakan sesuatu!” perintah Allard.
“Katakan, apa?” Katryn mengerutkan dahinya, bingung.
“Apapun!”
“Kau tampan,” ucap Katryn.
Allard tertawa. Istrinya ini, tidak pernah sekali pun mengatakan dia tampan. Semua orang memuja ketampanannya secara langsung, sedangkan wanitanya ini sulit sekali memujinya tampan.
“Kau pria paling kejam yang pernah ku temui!”
“Earnest?”
“Psikopat gila itu tidak sekejam dirimu!”
“Kau tahu, Allard? Aku cemburu kau membuat album untuknya!” ucap Katryn tidak sadar mengeluarkan kecemburuannya.
“Dia siapa?” Allard tersenyum mendengar ucapan Katryn.
“Selena. Kau milikku, kan? Kau mengatakan, aku adalah milikmu dan kau adalah milikku. Jadi, kau suamiku, kau adalah milikku!” ucap Katryn posesif.
“Itu terdengar posesif, Amour!” komentar Allard lembut.
“Aku tidak peduli!” Ketus Katryn, dan Allard terkekeh.
“Sejak kapan kau mencintaiku?” tanya Allard pensaran.
“Tidak tahu. Semenjak kau pergi, aku selalu merindukanmu!”
“Kau menolakku saat itu, ingat?” Katryn mengangguk.
“Kenapa kau menolakku?”
“Kau yang bodoh! Umurku masih dua belas tahun saat itu, aku mana mengerti cinta!” gerutu Katryn.
Allard menggali jawaban dari Katryn yang tengah mabuk, karena Katryn yang sadar sangat gengsi mengatakan yang sebenarnya. Allard pernah bertanya, dan Katryn berkata ‘Apa itu penting dibahas?’. Sekarang, Allard memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntaskan rasa ingin tahunya!
“Kau mencintai Earnest?” Katryn mengangguk.
“Sampai sekarang?” Katryn menggeleng.
“Dia pernah mengisi manisnya hari-hariku,” jawab Katryn, keningnya ia sandarkan pada dada Allard. Kepalanya terasa berat dan sakit.
__ADS_1
“Apa kau menyesal memasuki duniaku, Amour?” Katryn mengangguk. Seketika Katryn jatuh tak sadarkan diri karena pengaruh alkohol. Allard memanggul sang istri, ia membawa Katryn kembali ke mansion.