Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 51. Earland Side


__ADS_3

...Telah direvisi!...


...Selamat membaca! ...


...-----...


Pada saat Earnest mendekatinya, Katryn tidak tahu apabila pria itu sudah memiliki istri di umurnya yang sangat muda. Earnest lihai menyembunyikan pernikahannya dari semua orang, Katryn tidak mengerti mengapa pria itu menikah di usia muda.


Perlakuan manisnya, kepeduliannya, kebaikannya, dan keromantisannya menutupi segala perlakuan Earnest sebenarnya. Katryn jatuh cinta pada sisi baik Earnest yang tidak pernah dia dapatkan lagi setelah Allard pergi.


“Maaf, aku pernah mencintai suamimu,” lirihnya. Shian terus menangis tersedu-sedu, bibirnya kelu untuk menjawab ucapan Katryn.


“Ka―t―ry―na...” ucap Shian terputus-putus memaksa diri.


“Dia menjebakmu, jangan meminta maaf padaku,” ucap Shian melirik Earnest.


“Seharusnya aku yang meminta maaf padamu karena mencelakai suamimu,” sambung Shian menyesal.


Katryn menatap Allard lekat, Allard membalas. Ia tahu sang istri gemetaran menatap Earnest, ada sesuatu yang ingin wanitanya katakan.


“Lihat dia dengan keberanian. Hilangkan ketakutan itu,” bisik Allard menuntunnya untuk berani.


Katryn membelakangi Earnest, menetralkan pernafasannya. Genggaman tangan mereka amat membantu Katryn mengendalikan diri dan juga otaknya mengulang kembali perkataan Allard barusan. Katryn kembali berbalik, netranya dengan berani menatap Earnest, rupanya pria itu telah memperhatikan Katryn sedari tadi.


Semua kejadian di masa lalu terekam jelas dibenaknya. Earnest menghancurkan kehidupannya dan juga keluarganya. Rasa penyesalan mengenal pria ini pasti ada, Katryn sering bertanya-tanya mengapa dia mengenal pria kejam ini.


“Kau berhasil menghancurkan keluargaku. Sekarang, apa kau senang?” Earnest menatapnya remeh.


“Kau masih sama seperti dulu, Baby Cat. Selalu mencari perlindungan pada orang lain!” ucap Earnest terkekeh.


“Itu bukan urusanmu, B*ngsat!”


“Wow. Pertama kalinya kau mengumpat padaku!” ucap Earnest takjub.


“Jangan bertele-tele, Earnest! Apa sebenarnya tujuanmu menghancurkanku?” Katryn berucap emosi, kakinya selangkah maju.


Allard memeluk seraya mengelus pinggang Katryn menangkan. Ia tidak ikut campur kali ini, biarkan Katryn menuntaskan teka-teki di dalam pikirannya.


“Aku terobsesi denganmu!”ucap pria itu.


“Terobsesi untuk menyakitimu!” Katryn tak paham dengan ucapan pria ini.


“Kau bersenang-senang di luar sana. Sedangkan dia, dia menelan kekecewaan terhadapmu!” Sambung Earnest dengan nada tinggi.


“Dia? Dia siapa?”


“Earland!” Earnest semakin berteriak.


“Kau membunuh adikku!”tambahnya.


Katryn mematung, bayangan seorang remaja menari dibenaknya. Earland, remaja ramah yang menyukainya dulu. Apakah dia yang Earnest maksud? Earlando Ford? Katryn menatap Earnest, nama belakang mereka sama!


Di masa lalu, Katryn mengenal seorang pria bernama Earlando Ford. Katryn terkejut dengan pemikirannya.


“Ya, itu nama adikku!”


“Kau ingat sekarang, Katryna? Pria yang kau tolak cintanya!?”


“Aku menolaknya dengan baik-baik, “ bantah Katryn.


“Kau menolaknya tiga kali!” teriak Earnest.


Ingatannya terlempar ke masa itu, Earland gencar mendekatinya dan kedua kalinya dia mengatakan perasaanya dengan sangat jujur. Katryn menolak, karena ia menunggu seseorang dan alasannya lainnya adalah, ia tidak ingin membuat Earland berharap banyak padanya.


On Flashback - Earland side~


Gadis itu sangat manis, dia adalah sahabatku, Katryna Helena Vinson. Dari banyaknya gadis mendekatiku, aku hanya tertarik pada ketulusan gadis itu. Awal yang aku kira adalah perasaan layaknya sahabat, menjadi boomerang untuk diriku, aku mencintai gadis manis itu.


Memberanikan diri mengatakannya langsung pada gadis itu, dia menolak karena menunggu seseorang laki-laki. Aku tidak tahu siapa laki-laki itu, gadis itu hanya mengatakan ‘Aku menyayangi pria itu’. Aku memutuskan untuk menghilangkan perasaan ini, dengan cara memacari gadis lain, mendengar itu, gadis itu sangat bahagia, tapi tidak denganku.

__ADS_1


Bulan demi bulan berlalu, aku sulit menerima keadaan ini. Jadi, aku memutuskan kembali mengatakannya pada gadis itu, aku meminta kesempatan kedua... dan dia kembali menolak.


“Aku masih menunggu dia. Aku mohon jangan berharap padaku, aku sahabatmu...” ucap gadis itu dengan air mata mengenang di matanya.


Aku berusaha keras menghilangkan perasaan terkutuk ini. Aku mengenal seorang dokter, menanyakan obat apa yang dapat menghilangkan ingatan. Awalnya dia curiga dengan pertanyaanku, akhirnya dia memberitahu. Saat itu juga, aku membeli obat itu dan meminumnya setiap hari. Ingatanku melemah, tapi ingatanku pada gadis itu tidak melemah sedikitpun.


Perasaan itu semakin berkembang tanpa bisa kucegah sedikitpun. Sebulan mengomsumsi obat itu, aku putus asa tak bisa melupakan gadis itu. Ketiga kalinya aku memutuskan mengatakan perasaanku dengan sedikit paksaan.


“Earland, terima kasih atas cinta yang kau berikan. Tapi, maaf... aku tidak bisa, mengertilah...” Kalimat itu begitu tulus terdengar, tetapi aku memohon padanya. Dia memintaku mencari wanita lain, aku sudah mencoba berkali-kali dan itu tidak berhasil.


Frustasi dengan diriku sendiri yang tidak dapat melupakannya. Aku membeli sebuah apartemen, setiap malam, aku menggoreskan tanganku hingga mengeluarkan darah. Dari darah itu, aku mengukir nama gadis itu di setiap dinding apartemen ini. Akhir dari itu semua, aku membunuh diriku sendiri. karena, dengan cara ini, aku bisa melupakan gadis bernama Katryna Helena Vinson.


Flasback end~


Katryn berdebar mendengar cerita Earnest, ia menggeleng tidak percaya bahwa Earland meminum obat penghilang ingatan berakhir bunuh diri.


“Earland menggores tubuhnya karena frustasi terhadap penolakanmu, dan aku melakukan itu padamu. Aku memberi obat yang sama agar kau melupakan pria itu,” ucap Earnest melirik Allard.


“Kenapa kau tidak membunuhku saja?” tanya Katryn berderai air mata.


“Benci dan cinta adalah persamaan yang sangat tipis.” Katryn menyetujui perkataan Earnest di dalam hati.


“Mengapa kau membunuh Katylna?” Earnest terdiam sebentar. Lalu, tersenyum jahat dan tertawa terbahak-bahak.


“Aku puas dengannya, aku puas!”


Allard memberi arahan pada Jordan untuk menutup mulut pria itu. Ruangan senyap, tak ada lagi tawa Earnest yang membahana. Selena memberi sebotol air pada Allard, dan pria itu menerimanya.


“Minum lah,” ucap Allard, memberi minum tersebut, Katryn menerimanya dan menghabiskan setengah dari botol minuman.


“Duduk,” titah Allard. Katryn menuruti, perlahan ia duduk seraya menggenggam kedua tangannya.


“Masih sanggup?” bisik Allard tepat di telinga kanannya. Katryn mengangguk.


“Jika tidak kita selesaikan sampai di sini.”


Jordan kembali membuka penutup mulut Earnest setelah diperintah Allard.


“Pemandangan yang romantis,” komentar Earnest.


“Tidak butuh komentarmu!” Ketus Katryn.


“Apa maksud perkataanmu tadi?!”


“Katryn-ku belajar banyak dari suamimu,” komentar Earnest lagi.


“Ford! Cukup komentarmu!” ucap Allard tajam.


“Lyana, gadis yang anggun.” Kenang Earnest menatap lantai di bawahnya.


“Adikmu itu mampu membuatku tergila-gila,” ucap Earnest lalu tertawa membahana.


“Kau membunuhnya!”pekik Katryn.


“Kita seimbang, bukan? Adikku mati dan adikmu juga mati!”


Katryn kembali teringat saat tragedi itu. Dengan tidak manusiawinya, Earnest membunuh Katlyna di depan matanya.


“Aku membunuhnya ... saat dia hamil anakku!”


“Kau baj*ngan, Ford!!!” Teriak Katryn penuh emosi, sampai dia berdiri dari kursi tersebut, Earnest tertawa senang melihat reaksi Katryn.


“Hanya dia yang bisa membuatku bereaksi, aku bercinta dengan adikmu berkali-kali, dia memuaskan, sangat!” ucap Earnest kembali tertawa.


Katryn hilang kendali, ia menyerang Earnest, tetapi Allard sangat cepat meraih tubuh Katryn yang memberontak dalam pelukannya.


“Sayang sekali, aku tidak bisa merasakan tubuh adik kesayangamu!”


“Baj*ngan kau, Ford!! Br*ngsek! Kau gila! Kau membunuh adikku!” Katryn terus berteriak emosi. Suasana tidak kondusif, Allard membawa Katryn keluar dari ruangan ini.

__ADS_1


“Jordan, kita pulang sekarang!” ucap Allard.


“Lepaskan aku! Aku ingin membunuhnya!”


“Katryna, ingat kau sedang hamil!” Allard sedikit membentaknya.


Mendengar bentakan itu, Katryn terdiam. Ia menatap Allard sendu, nafasnya sesak mengetahui fakta bahwa sang adik hamil dan Earnest sendiri yang membunuhnya.


“Tenangkan pikiranmu,” ucap Allard.


“Dia membunuh adikku. Katlyna hamil, dia hamil anak Earnest!”


“Kenapa dia membunuh Katlyna? Itu darah kandungnya! Aku benci, aku benci fakta itu!”


“Aku lelah. Aku ingin bersama Katlyna, aku ingin bersama adikku!”facau Katryn terus menerus


“Cukup, Katryna. Kendalikan dirimu,” ucap Allard memeluk sang istri.


“Allard...” lirih Katryn hingga lelah tertidur. Allard memperbaiku posisi Katryn agar nyaman, ia menyandarkan kepala Katryn pada bahunya.


“Jordan, ke rumah sakit!”


“Baik, Tuan.”


Berjam-jam terlewat, mereka sampai di rumah sakit. Allard menggendong Katyn, dan membawanya untuk memeriksa kandungan. Dokter mengatakan, kandungannya baik-baik saja. Hanya saja, Katryn harus lebih banyak beristirahat dan tak banyak pikiran. Ketika di periksa pun, Katryn masih betah tertidur.


Sampai di mansion, Nyle tahu apa yang mereka lakukan beberapa jam yang lalu.


“Letakan Katryn di tempat tidur, dan temui aku!” Ucap Nyle yang sudah menunggu di kamar mereka, lalu Nyle keluar dari kamar tersebut.


Allard dengan mudah menebak, Nyle mengetahui semuanya. Setelah membaringkan Katryn, Allard menyelimuti Katryn. Mengelus perutnya dan mencium kening Katryn.


...***...


“Istrimu sedang hamil, dan kau membawanya kesana?! Apa kau tak punya otak?” amuk Nyle.


Kening Allard berkerut, apakah ini kakeknya atau bukan? Sejak kapan Nyle peduli. Biasanya Nyle tidak pernah peduli dengan hal itu.


“Dan kau Selena! Kau tidak melarangnya sama sekali?!”geram Nyle.


“Maaf, Grandpa.”


“Kau, Jordan?!” Jordan juga mengatakan kata yang sama seperti Selena.


“Kalian semua bodoh!”


“Katryn sendiri yang keras kepala ingin ikut. Lagipula, ia ikut, untuk menyelesaikan semua masalahnya,” ucap Allard. Nyle tidak menerima semua perkataan Allard, dia memberi satu bogem mentah di pipi sang cucu.


“Selena, Jordan keluar!” Keduanya keluar sesegera mungkin. Baiklah, sekarang cukup menegangkan, Nyle pasti mengintrogasinya masalah sebelumnya.


“Kau banyak melanggar peraturan keluarga ini, Helbert!” ucap Nyle dingin.


“Keluarga ini, mempunyai aturan yang kolot!” Nyle memukul kaca di hadapannya dengan tongkat yang dia pegang, hingga kaca-kaca berhamburan.


“Kau bagian keluarga ini, Helbert!” Amarah sang kakek.


“Sebagai keluarga Helbert, kau harus mematuhi peraturan itu!” Allard memasang wajah datar, tak takut dengan amukan sang kakek.


“Aku melakukan itu, karena melindungi istriku!”


“Demi istri, huh? Apa berhasil? Yang kulihat kau mengumpankan istrimu!” remeh Nyle.


“Pertama, kau mempermainkan pernikahan. Kedua, kau menikah dengan Katryn tanpa adanya persetujuan dariku. Ketiga, kau mengadakan pernikahan besar-besaran demi wanita itu.” Allard diam, malas menjawab.


“Dua hari lagi, keluarga besar akan datang membahas masalah itu!” Allard mengangguk.


Di mata keluarganya, Allard tetap salah. Aturan keluarga itu, sudah mendarah daging di dalam keluarga ini. Sebenarnya, ini adalahh masalah yang sangat kecil. Tapi, keluarganya saja yang membesarkan masalah ini.


...***...

__ADS_1


__ADS_2