Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 74. Allanzel Lost


__ADS_3

...Telah direvisi!...


...---...


Pintu terbuka, Allard masuk dan langsung membaringkan tubuh lelahnya di samping Katryn.


“Hai, ganti bajumu terlebih dahulu,” ucap Katryn lembut sambil menepuk lengannya.


“Hm...”


“Ayolah, kau tidak akan nyaman tidur seperti itu,” bujuk Katryn.


“Aku lelah.”


Katryn mengetahui dari Aleesa, bahwa Allard dipanggil secara tiba-tiba ke markas utama. Karena Allard adalah pemimpin Klan Hellbert, maka ia harus menyelesaikan masalah antara Keynand dan Selena. Ya, permasalahan itu sudah sampai ketelinga para orang tua dan para anggota.


Keynand sebagai anggota keluarga Helbert dan Selena adalah anggota Klan Hellbert harus menaati peraturan yang ada. Aturan di dalam keluarga Helbert lainnya yaitu, tidak boleh menghamili seorang wanita di luar dari pernikahan. Ini bukan pertama kali terjadi, dulu itu sempat terjadi dan yang melanggar menerima hukuman.


Yang tidak masuk akal bagi Katryn adalah, tidak boleh menghamili wanita. Tapi, berbuat seperti yang dilakukan suami-istri di luar pernikahan tidak dilarang. Dan yang baru Katryn ketahui, semua aturan keluarga ini juga berlaku terhadap anggota Klan Hellbert.


“Ayolah, Husband!” ucap Katryn yang membujuk Allard.


“Hm..”


“Setelah itu, aku akan memijitmu!” Tanpa berkata lagi, Allard bangkit dan berjalan ke walk in closet. Tak lama, dia keluar menggunakan celana boxer.


“Kau mandi?” Tanya Katryn, Allard mengangguk. Allard berbaring telungkup di samping Katryn. Wajahnya berhadapan dengan Katryn.


“Your promise, please!” -Janjimu, tolong!- ucap Allard. Katryn mulai memijat pundak Allard. Keenakan, Allard memejamkan matanya.


“Bagaimana tadi?”


“Aleesa, mengatakan padamu?” Tanya Allard.


“Iya.”


“Nyle. Memaksa mereka menikah,” ucap Allard.


“Keynand menolak.”


“Kenapa Keynand menolak? Bukannya pernikahannya dengan Lyla batal?”


“Aku tidak tahu.”


“Apa hukuman jika melanggar hal itu?” tanya Katryn sambil memijit Allard.


“Cambuk, dan hukuman lainnya!”


“Lainnya?”


“Kau banyak bertanya, Mrs Helbert...” desah Allard.


“Aku butuh jawaban, Husband!”


“Sayatan!” ucap Allard malas.

__ADS_1


“Satu pertanyannya lagi!”


“Bisakah kau memijit saja, tanpa bertanya, Amour?!” Allard mendesah lelah, Katryn terkekeh.


“Kenapa itu menjadi aturan di keluarga ini?” tanya Katryn.


“Kau bodoh sekali!” Maki Allard.


“Jeff pernah menceritakan padamu tentang Justin, bukan?”


“Lahir di luar pernikahan?” Tanya Katryn memastikan.


“Hm.”


“Karena Justin tidak ingin keturunananya merasakan hal yang sama seperti dia,” jawab Katryn pelan.


Katryn setuju dengan hal itu, karena memang menjadi anak di luar menikah sungguh berat. Ejekan dan makian didapatkan dari orang sekitar, belum lagi tittle yang tersemat.


“Tapi, bukankah semua sudah selesai? Maksudku, bayi itu sudah tiada. Apa yang harus di permasalahkan?” tanya Katryn lagi.


Allard kesal dengan wanita ini, ia bangkit dan menindih Katryn di bawah kendalinya. Lalu, ia mencium bibir Katryn kasar.


“Kau terlalu banyak bicara!” ucapnya disela ciuman.


“I want you! Now!” bisik Allard di telinga Katryn. Allard semakin melancarkan aksinya, yang semakin membuat Katryn terbakar oleh gairah.


Katryn kesal dengan godaan Allard yang membuatnya tidak berkutik. Dengan seduktif, dia menjilat cuping Allard. Tatapan Allard berkabut, menandakan dia begitu bergairah sekarang. Katryn sangat senang, pria ini memang mudah membuatnya jatuh kedalam gairah. Tapi, dia juga bisa membalikkan itu semua dengan mudah.


...***...


Pasti seseorang menerobos masuk. Pasalnya, Allard mengganti pengaman menggunakan sidik jari, dan hanya sidik jarinya dan Allard yang bisa membuka pintu tersebut. Katryn secepat mungkin berlari ke lantai bawah guna menanyakan kepada pengawal.


“Tidak ada yang memasuki lantai atas, Nyonya.” Penjaga itu berucap takut-takut.


“Siapa mengambil Allanzel?” batin Katryn resah.


“Ada apa, Ryn?” Alessa datang menghampiri dengan wajah bingung.


“Allanzel hilang!” ucap Katryn yang kini berlinang air mata.


Alessa sigap menyuruh pengawal mengecek cctv, sialnya rekaman cctv pada jam tersebut. Alessa mencoba mengembalikan rekaman itu, hasilnya nihil, rekaman tersebut dihapus secara permanen.


“Hubungi Allard sekarang!” perintah Alessa. Kemudian, Alessa membawa Katryn duduk ke ruang tv.


“Anzel sedang demam. Aku khawatir terjadi sesuatu dengannya,” keluh Katryn.


“Tidak akan terjadi apa-apa. Kau harus tenang,” ucap Alessa sereya mengelus pundak Katryn.


Allard datang dua puluh menit kemudian, dia marah besar pada semua penjaga dan menghajar merekas atu per satu.


“Dimana Selena?” tanya Allard dingin.


“Semenjak Anda dan Nyonya Katryn pulang dari rumah sakit kemarin, Selena tidak terlihat, Tuan.” Jordan menjawab.


Allard membuka ponselnya dan melacak keberadaan Selena. Ia geram setelah menemukan di mana keberadaaan Selena.

__ADS_1


“Mansion utama!” ucap Allard.


Mereka tanpa membuang waktu, langsung berangkat menuju mansion utama. Katryn diam selama di perjalanan, kepalanya sakit memikirkan keadaan Allanzel yang sedang demam. Sesampai di mansion utama, mereka turun. Allard berteriak marah memanggil Nyle, aura kemarahannya dirasakan oleh semua orang.


“Nyle, dimana kau? Keluar!!”


“Al, ada apa?” Caroline keludra dari arah dapur, ia kebingungan melihat Allard berteriak dan Katryn menangis dirangkulan Alessa.


“Dimana tua bangka itu?!”


“DIMANA NYLE?!!” Suara Allard menggema.


“Allard! Jangan membentak ibumu!” ucap Fillbert yang berdiri di sebelah Caroline.


“NYLE, KELUAR KAU!!” Teriak Allard membabi buta.


“Aku disini!” ucap Nyle dari arah tangga. Allard berjalan cepat ke arah Nyle. Lalu, menarik dan membanting Nyle ke lantai.


“Dimana putraku?” Allard berteriak di depan wajah Nyle, dan Nyle hanya tersenyum puas.


“Bawah tanah.”


Katryn segera berlari ke ruang bawah tanah. Langkah kakinya melemas kala mendengar tangisan Allanzel yang menggema. Semakin mendekati sura tangisan Allanzel, jantung Katryn bagaikan diremas kuat. Ditambah lagi di depan sana Selena tengah menggendong putranya, dan di sekitar mereka orang-orang sedang bertarung menggunakan benda tajam. Suara tembakan senjata api menambah kacaunya kondisi saat ini.


Yang Katryn pikirkan adalah membawa Allanzel secepatnya dari sini. Maka, ia mengambil alih Allanzel dari gendongan Selena dan berlari menjauhi tempat itu. Allard dan lainnya mengikuti langkah Katryn di belakang.


Tangis Allanzel tak berhenti, Katryn berusaha menenangkan dengan air mata yang mengalir di pipinya. Allard melihat itu semakin kehilangan kesabaran. Tepat di depan semua orang, Allard menodong pistolnya kepada Nyle. Mereka berada di sana terkejut, Fillbert menghalangi Allard untuk tidak melakukan itu.


Allard menatap tajam Nyle, matanya memerah menahan amarah yang selama ini dia simpan. Selama ini, Allard tidak pernah sekali pun menodong pistol pada keluarganya.


“Lihat istri dan putramu, Al. Mereka takut melihatmu seperti ini, pergi dan bawa mereka!” ucap Fillbert tegas.


Allard memandang Allanzel, lalu beralih pada Katryn yang menatapnya sendu. Ia menjatuhkan pistolnya, dan berjalan ke arah Katryn. Allard memeluk dua orang yang sekarang dan selamanya akan menjadi kebahagiannya di dunia ini.


...***...


Katryn tidak lagi pernah meninggalkan Allanzel sendirian. Jika pun iya, dia akan meminta Alessa menemani Allanzel selagi dia tidak ada. Sebenarnya, Allard melarang Selena mendekati Katryn dan Allanzel. Namun, setelah mendengar penjelasan Selena yang mengatakan Nyle memang menyuruhnya tetapi ia tolak, Allard sedikit melonggarkan.


Selain itu Allard menyuruh Aleesa untuk menjadi pengawal pribadi Katryn, dengan imbalan dua kali lipat dari tugas Aleesa sebagai agent rahasia. Dengan tegas Katryn menentang itu, yang benar saja sahabatnya menjadi pengawal pribadinya!


For your information, Alessa bekerja di sebuah agent rahasia yaitu White Agent. Ia ahli dibidang hacker, maka dari itu Allard meminta Alessa bekerja di bawah naungannya. Selagi Alessa tidak memiliki tugas penting di White Agent, Alessa bekerja pada Allard.


Keputusan akhirnya, Alessa sesekali mendampingi Katryn bila pekerjaannya kosong. Namun, Allard meletakkan Jeff menjadi tangan kanan Katryn. Sedangkan pemimpin markas utama dialihkan sementara waktu kepada Beni.


“Bagaimana kabar Keynand?” Tanya Aleesa tanpa beban, Selena tersedak mendengar pertanyaan Aleesa yang tidak disaring.


“Kau tidak punya pertanyaan yang lebih bagus?” Sarkas Selena tidak suka, Aleesa berdecih seraya memasang wajah garang.


“Lebih baik mana, aku bertanya kabar Keynand atau bagaimana rasanya bercinta dengan Keynand?” Tantang Aleesa.


“Kau bertanya tentang itu? baik akan aku jawab,” ucap Selena, mengubah posisi duduknya.


“Lebih puas bermalam dengan Nick!” ucap Selena, Katryn menatap ekspresi wajah Alessa yang berubah merah karena kesal.


“Kau bercinta dengannya?” selidik Alessa, Selena menggeleng.

__ADS_1


Katryn tidak berkomentar apapun dalam pembicaraan kedua manusia ini. Dia hanya menjadi penikmat dari suara mereka. Kedua wanita ini entah mengapa suka beradu mulut, padahal dulu mereka cukup akrab satu sama lain. Bahkan dulu Katryn sempat merasa kesal melihat kedekatan mereka. Alessa pernah berkata, dia tidak suka melihat Selena menatap Allard memuja. Wanita itu seolah menginginkan Allard kembali dalam pelukannya!


__ADS_2