
...Telah direvisi!...
...---...
Setelah lamaran minggu lalu, Allard memutuskan untuk meresmikan pernikahan mereka setelah Katryn melahirkan. Banyak yang tidak setuju dengan keputusan Allard dikarenakan sang tuan akan mengundang banyak orang, yang mana itu bisa dijadikan musuh sebagai kesempatan menyerang Katryn ataupun keluarga. Tapi, Allard tak peduli dengan asumsi mereka, dia hanya peduli pada kepercayaan Katryn dan itu sudah cukup.
“Allard aku ingin menemui Selena!” Keynand datang tanpa memberitahu.
“Untuk?”
“Membicarakan sesuatu dengan wanita sialan itu!”
“Oke. Jordan mengawasimu, jangan macam-macam, bulan depan kau akan menikah!” peringat Allard.
“Yes, Jerk!” Allard terkekeh.
“Sekarang kau pandai memaki. Itu bagus!” puji Allard santai.
Tak menjawab, Keynand berbalik meninggalkan Allard. Sedangkan Allard sendiri, melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda menyusuri lorong gelap, hingga ia sampai di sebuah jeruji besi.
“Hai, Tyson!” sapa Allard dingin. Pria yang ia sapa, berdecih sinis.
“Bagaimana siksaan yang kau dapat?”
“Menyenangkan!” ketus Tyson.
“Oh, aku senang mendengarnya!” ucap Allard tersenyum senang.
“Bisakah kau melepaskanku? Kau sangat berlebihan! Aku hanya mengambil sebuah pistol, dan kau menyiksaku seperti ini!” ucap Tyson kasar.
“Siapa menyuruhmu mengambilnya? Di markas ini mempunyai aturan, Tyson!” peringatnya.
“Tidak perlu mengingatkanku! Aku tahu!”
“Lalu, untuk apa pistol itu?”
“Membunuh pria jahanam itu!” ucap Tyson berapi-api.
“Tyson, membunuhnya dengan gampang seperti itu, apakah membuatmu lega? Tidak, bukan?”
“Aku benci melihat dia bersenang-senang dengan wanita lain! Sedangkan ibu sekarat karena brengsek itu!”
Tyson adalah salah satu bawahannya yang berada di markas utama. Seseorang yang mempunyai temperan yang tinggi, gegabah, pembangkang dan keras kepala. Segala aturan dilanggar, tidak pernah takut pada Allard, tetapi masih menghargainya.
Pria ini selalu melakukan hal tanpa berpikir panjang, contohnya seperti sekarang. Mencuri sebuah poistol dari gudang penyimpanan, hanya untuk membunuh mantan ayah tirinya. Dan yang paling bodohnya adalah, ia membuang pistol di sekitaran tempat kejadiannya, yang mana mengakibatkan polisi mencari tempat pembuatan senjata mereka.
Mudah saja sebenarnya, ia bisa membereskan semua itu, ini bukan pertama kalinya terjadi. Tapi, dia harus memberi pelajaran pada mereka yang telah membuat masalah, walaupun itu masalah kecil.
“Setelah dia mati, apa yang akan kau lakukan?” tanya Allard.
“Mencari keluarganya, lalu membunuh mereka semua!” ucap Tyson penuh janji.
“Lakukan apapun yang membuatmu senang! Tapi ingat, jangan berlebihan!”
“Satu lagi, berpikir sebelum melakukan tindakan yang membahayakanmu! Terlebih membahayakan markas ini!”
“Kau bisa menyelesaikan dengan mudah, Father!” ucap Tyson gampang.
“Aku malas mengurus hal kecil!”
“Ingat itu, Tyson! Sekali lagi kau melibatkan markas ini, kau berada di ruang hitam!” Tyson tak menjawab, hanya mengangguk. Setelah mengatakan itu, Allard berjalan keluar. Di depan markas, ia menemukan Jordan dan Keynand yang tengah mengobrol.
...***...
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian~
Kandungan Katryn tengah menginjak tujuh bulan, dan kehamilannya ini sangat membuatnya tak berdaya. Tapi, ia tetap menikmati semuanya. walaupun ia lebih sering berada di tempat tidur, Katryn selalu bersyukur dengan apa yang tuhan berikan. Seperti sekarang, rasanya Katryn tak sanggup berdiri terlalu lama. Ingin menangis karena kaki dan pinggangnya sangat sakit.
“Tak perlu berdiri, Amour!” ucap Allard yang baru saja menghampirinya.
Allard meraih pinggang Katryn, menuntunnya untuk duduk di atas sofa ruang tamu. Lalu, ia mengelus perut buncit Katryn. Tak tega melihat Katryn yang kesakitan tiap saat, ditambah Allanzel yang semakin menunjukkan kecemburuannya terhadap perhatian Katryn yang tidak tertuju padanya.
“Dimana, Allanzel?” tanya Katryn.
“Bermain bersama mom,”
“Dia sudah makan?” Allard menggeleng.
“Jangan khawatir, aku akan membujuk!” tenang Allard, Katryn mengela nafas lelah, ia menyandarkan tubuhnya pada Allard.
Tak lama mereka berbincang, Caroline datang bersama Allanzel dengan wajah panik. Langsung saja Caroline mengatakan, Selena yang akan melahirkan.
“Lalu, mengapa kau panik?” tanya Allard santai.
“Allard, dia berada di penjara itu!”
“Tenanglah, Mom. Jordan akan mengurus itu semua!” ucap Allard menenangkan.
“Bagaimana nantinya?”
“Apanya?” tanya Allard balik.
“Setelah anak itu lahir, apa yang akan kita lakukan?” tanaya Caroline.
“Keynand akan melakukan tes dna. Jika benar itu anaknya, dia akan mengurus hak asuk bayi itu.”
“Apa bayi itu akan menjadi anak Kyenand dan Lyla secara negara?”
“Entahlah. Aku takut anak itu akan melakukan hal buruk ketika dewasa nanti.” Ungkap Caroline.
...***...
Selena telah melahirkan seorang anak laki-laki tampan, Allard berada di sana menyaksikan Keynand yang menatap bayi mungil itu lekat. Tanpa melakukan tes dna pun, semua orang tahu bayi itu adalah anak kandung Keynand, mereka sangat mirip.
“Allard, apa kau masih memiliki rasa pada Selena?” tanya Leon.
Allard tak menjawab pertanyaan itu, sangat malas menimpali ucapan si kembar ini. Dan bisa-bisanya, si kembar ini bertanya dihadapan semua keluarga dengan suara lantang. Tidak masalah sebenarnya, tapi ia risih dengan tatapan Marcel dan Fillbert sangat menusuk seperti ingin mengulitinya.
“Al, ikut aku!” ucap Fillbert, lalu berjalan lebih dulu. Sebelum mengikuti sang ayah, Allard menatap tajam si kembar. Jika bukan karna paksaan Katryn, dia tidak akan sudi datang kemari.
“Jawab pertanyaanku dengan jujur, bagaimana perasaanmu terhadap Katryn?” tanya Fillbert dengan suara berat dan tajam.
“Apa aku harus menjawab pertanyaan tidak pentingmu, Dad?”
“Jawab!” Fillbert berkata tegas. Allard menghela nafas, dan menatap Fillbert dengan kesungguhan.
“Tanpa perlu kukatakan pun, dad tau hatiku mengarah pada siapa.” Allard tahu betul, hanya Fillbert dan Caroline yang mempercayainya. Di saat semua orang meragukan kemana hatinya berlabuh, hanya dua orang ini yang paham dan mempercayainya.
“Lalu, bagaimana dengan ucapanmu terhadap Katryn saat itu?”
“Dad. Jujur saja, aku tak ingin menjelaskan apapun padamu atau siapapun!”
“Intinya!” Paksa Fillbert.
“Aku baru menyadari, perlakuanku terhadap Selena diakibatkan rekasi Katryn yang biasa saja dan aku melampiaskannya pada Selena!” Akunya.
“Perlarian?!” Allard mengedikan bahunya.
__ADS_1
“Bersikaplah dewasa, Son!” Allard mengangguk mengerti.
“Ini terakhir kalinya kau bermasalah dengan wanita! Fokus pada istri dan anak-anakmu! Kau bukan pria bebas lagi! Jangan menyakiti dirimu sendiri yang berakhir kau kehilangan mereka yang kau cintai!” ucap Fillbert dan pergi meninggalkan Allard. Setelah kepergian Fillbert, Allard temenung. Setiap orang selalu mengingatkannya dengan makna yang sama.
“Maaf, Tuan. Seseorang telah meretas sistem keamanan perusahaan.” Allard disadarkan oleh perkataan Jordan.
“Apa ada yang hilang?”
“Beberapa berkas pribadi Anda dan nyonya, Tuan.” jawab Jordan. Alisnya berkerut, untuk apa berkas pribadinya dan Katryn dicuri? Sudah pasti seseorang itu itu menginginkannya dan Katryn, bukan perusahaannya.
“Hanya berkas pribadi itu?”
“Benar, Tuan.” Allard segera menuju perusahaannya, dia harus memastikan sesuatu. Setelah sampainya di sana, Allard langsung memasuki ruang sistem keamananan di perusahaannya.
Ia memperhatikan beberapa sudut ruangannya, kakinya melangkah pada sudut ruangan arah barat. Di sana, ia menemukan sebuah kertas sangat kecil dengan satu tulisan huruf ‘F’. Lalu, ia mengedarakan pandangannya lagi, ruang sistem ini bersih dari hal mencurigakan.
Seseorang itu hanya meretas sistem keamanan yang berada di ruangan pribadinya. Yang menjadi pertanyaannya, bagaimana seseorang itu bisa meretas sistem kemanaanya dengan mudah?
“Bagaimana dia bisa masuk keruangan ini?” tanya Allard pada Jordan.
“Kami sedang menyelidikinya, Tuan.”
“Selidiki sampai tuntas. Aku tidak ingin ini terjadi lagi, dan pastikan sistemnya ini ditingkatkan lagi!”
“Baik, Tuan.”
Alard memasuki ruanganya dan duduk di kursi kebanggannya, ia mencari sesuatu di lacinya tapi, tak menemukannya. Jadi, selain berkas pribadinya dan Katryn, pencuri itu mengambil berkas tersebut? batin Allard sinis.
Berkas data diri Katryn yang pernah Allard perintahkan Jordan untuk mencari semua tentang Katryn telah hilang. Dia tak khawatir jika berkas pribadinya dan Katryn yang dicuri, sebab berkas itu hanya berisi data diri yang biasa. Tapi, berkas yang seseorang curi itu sangat penting. Di sana menjelaskan semua tentang Katryn, yang tak banyak orang tahu.
“Sh***!” Allard sangat yakin, seseorang tengah merencanakan sesuatu untuk Katryn. Dengan kasar, Allard membanting apa saja yang berada di mejanya.
...***...
“Mommy!” lirih Allanzel. Allard yang menyaksikan hanya tersenyum sambil membaca buku di tangannya. Setelah aksi cueknya, Allanzel menangis merasa rindu berada di dekat sang ibu.
“Iya, Sayang!” ucap Katryn.
“Mommy!” lirihnya lagi. Katryn tersenyum, lalu mencium pipi tembem Allanzel.
“Mau bobo, hm?” tanya Katryn, Allanzel mengangguk.
Mereka berbaring di atas ranjang, ia menyamping sedangkan kepala Allanzel berada dilengannya, sambil memeluk lehernya. Aksi cuek Allanzel sempat membuat Katryn sedih, tapi Allard memberi pengertian padanya. Wajar jika Allanzel seperti itu, dia hanya ingin mencari perhatian pada Katryn sebab perhatian Katryn berkurang. Kehamilan kembar ini membuat Katryn lebih banyak beristirahat dan juga sangat mudah lelah menemani Allanzel yang aktif.
“Hey, jangan menangis!” ucap Allard yang menghapus air matanya, Katryn menggeleng.
“Aku bahagia, Allanzel mau bermanja dan memelukku seperti ini.” Allard tersenyum.
“Apa nanti dia akan seperti itu lagi?” tanya Katryn khawatir.
“Tidak, Amour.”
“Jangan dipikirkan. Itu wajar, Anzel masih kecil. Lagipula, dia anak pertama dan masih sangat kecil mengerti keadaan ibunya.”
“Terima kasih,” ucap Katryn.
“Untuk?”
“Karenamu, Anzel memelukku.” Mata Katryn terlihat sendu. Allard mengelus lembut rambutnya, dan mencium keningnya.
Diam-diam, Allard memberi pengertian pada Allanzel dengan kata-kata yang mudah dipahami anak seusia Allanzel. Tidak mudah memang, apalagi Allanzel sama sepertinya, keras kepala. Perlahan Allanzel luluh, dan Allard tak menyangka semenyenangkan ini menjadi orangtua.
Banyak yang ia pelajari, sebagai orangtua harus mengerti apapun yang anaknya inginkan. Yang paling terpenting adalah, tidak memaksa dan menggunakan kekerasan terhadap anak. Sebab, Allard tahu bagaimana rasanya dipaksa dan itu hal yang tidak mengenakan.
__ADS_1
Allard punya cara tersendiri mengajarkan Allanzel, tanpa harus melakukan tradisi keluarganya. Katryn pun sangat berperan penting dalam semua ini, dari wanitanya dia belajar bagaimana cara mendidik Allanzel.