Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil
Chapter 27. First Drunk


__ADS_3

...Telah direvisi! ...


...Selamat membaca dan siap-siap senyum! :D...


...-----...


Tengah malam, di pukul setengah dua, Allard terbangun di atas meja kerja, lehernya terasa sakit karena terlalu lama dalam posisi telungkup. Tubuhnya lelah sekali, sesampai di mansion sore tadi Allard tidak beristirahat sedikit pun.


Memutuskan membersihkan diri terlebih dahulu di kamar mandi yang ada di ruang kerjanya, barulah dia menemui Katryn yang pastinya telah terlelap. Sesampai di kamar, ketika melihat Katryn di atas ranjang, rasa rindu yang tertahan selama sebulan lebih memuncak.


“I miss you, My Wife...” lirihnya mengelus pipi Katryn lembut.


Hatinya gembira bisa menyentuh secara langsung kulit bersih sang istri. Biasanya Allard hanya bisa melihat foto Katryn yang ia bawa di dalam dompetnya. Namun sekarang, ia bisa meraba istrinya dengan bebas.


“Aku kebal dengan kata itu. Apabila kau mengatakannya lagi, maka aku akan menggunakan cara lain untuk membungkam bibir manismu, Amour...”bisik Allard.


Katryn sayu-sayup mendengar kalimat itu, ditambah elusan Allard di seluruh wajahnya membuat Katryn terbangun. Mereka bertatap satu sama lain, Katryn menutupi kekagetannya dengan wajah datar. Sedangkan Allard tersenyum miring, menyadari Katryn memasang sebuah pembatas di antara mereka.


“I am back. Did you miss me?” bisik Allard, lalu mengecup bibir Katryn.


Katryn hanya diam. Allard membiarkan saja, tujuannya adalah beristirahat bersama sang istri dan memeluk tubuh yang dia rindukan ini sepuasnya. Sebenarnya ranjang di sebelah Katryn masih sangat luas, tetapi Allard memilih berbaring di bagian Katryn. Paham maksud Allard ini, Katryn menggeserkan tubuhnya guna memberi ruang untuk Allard.


“Kau sangat pengertian sekali,” puji Allard sebelum menutup matanya.


...***...


Katryn termenung di pinggir balkon kamar dengan segelas wine di tangannya, entah sejak kapan ia suka menyesap minuman ini, yang pasti minuman ini menenangkan pikirannya walau sesaat. Alessa banyak menceritakan masa yang ia lupakan saat remaja, dan jujur saja dia sedikit mengingat setelah mendengar penuturan Alessa. Hal lainnya yang terpikirkan oleh Katryn adalah, Earnest.


Semenjak Earnest hadir, kehidupannya berubah 180 derajat. Pembawaan yang ramah dan tutur kata yang baik, tidak akan ada yang menyangka bahwa Earnest memiliki sisi gelap di dalam dirinya. Earnest menampakkan sisi sebenarnya saat status mereka berubah menjadi sepasang kekasih.


Lalu, Allard datang menyelamatkan. Pria yang katanya pernah memasuki kehidupannya itu kembali dengan mengulurkan tangan. Dua orang yang berbeda, tetapi memiliki sisi gelap yang sama. Katryn secara pribadi lebih


nyaman berada di dekat Allard, mungkin dikarenakan Allard tidak pernah bermain fisik.


Keduanya mengerikan, hidup Katryn benar-benar tidak pernah tenang. Andai bisa menarik mundur waktu, Katryn tidak ingin bertemu keduanya. Namun, sejak awal bertemu Allard, Katryn terjebak akan ketampanannya. Seperti yang Alessa ceritakan, Allard tidak suka berinteraksi dengan siapa pun, dan Katryn sangat suka memaksa untuk bisa dekat.


Ya... Katryn mengingat kenangan kecil itu, Alessa membantu ia mengingat kepingan-kepingan kecil manis. Walau awalnya kebingungan, Katryn sedikit mengingat gambaran masa lalunya. Helaan nafas Katryn terdengar berat, ada rasa di mana ia takut Allard sama kasarnya seperti Earnest. Menyiksa orang lain saja dia mampu, bagaimana dengannya?


Seseorang memeluknya dari belakang, Katryn terlonjak kaget. Tanpa ia sadari sedari tadi Allard memperhatikannya dari balik pintu kaca kamar. Mengetahui Allard memeluknya, tubuh Katryn perlahan rileks.


“Aku baru tahu kau meminum itu,” bisik Allard, Katryn tak menjawab.


Pandangannya mengarah pada tangan Allard yang melingkar di perutnya. Pria itu mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya pada ceruk lehernya. Katryn meneguk wine-nya dalam satu kali tegukan.


“Allard?”


“Oh, sekarang kau tertarik untuk berbicara denganku?” ucap Allard.


“Kenapa kau diam? Kenapa kau tidak menceritakan padaku bahwa kau pernah hadir di masa laluku?” tanya Katryn to the point tidak membalas ucapan Allard.


“Dengan aku menceritakannya, apa kau akan percaya?”

__ADS_1


“Kau akan berpikir aku berbohong,” sambung Allard, Katryn menghela nafas, ada benarnya perkataan Allard.


“Katakan apa yang kau pikirkan,” pinta Allard seraya mencium ceruk lehernya.


“Rumit.”


Allard membalikkan tubuh Katryn agar berhadapan dengannya. Katryn menunduk, dan Allard menahan dagu sang istri hingga mata mereka bertemu. Perlahan Allard mendekat, mencium bibir manis Katryn yang bercampur wine dengan lembut.


“Allard...” lirih Katryn di sela ciuman mereka.


Menghentikan ciumannya, Allard menyatukan kening mereka. Nafas mereka saling menerpa, menikmati sisa kehangatan dari ciuman sebelumnya. Katryn memejamkan matanya, kegelisahan di hatinya musnah hanya karena sebuah ciuman.


“Kau membunuh orang, apa kau melakukan hal demikian padaku?” tanya Katryn setelah menetralkan pernafasannya.


“Selagi kau tidak bermain di belakangku.”


“Di sini aku tidak bermaksud menakutimu. Ingat saja tentang ini, kau bermain-main denganku, maka kau selesai!”ucap Allard memperingati.


“Itu artinya, kau pasti membunuhku?” Katryn memastikan.


“Dengar, Katryna... aku menyayangimu. Aku tidak suka berjauhan denganmu, semisal kau bermain di belakang, yang aku lakukan adalah mengurungmu selamanya bersamaku dan menghabisi pria itu!”


“Kau mengerikan,”komentar Katryn.


“Ya, itulah aku.”


“Aku memintamu berhenti, apa kau melakukannya?” tanya Katryn penuh harap.


“Allard. Aku ingin hidup normal, tanpa kejahatan,”lirih Katryn.


“Maka, mulai hari ini, aku memintamu menerima kehidupanmu yang sekarang bersamaku.”


Allard tidak menunggu jawaban Katryn, dia melanjutkan ciuman mereka lebih intens dari sebelumnya. Katryn kali ini mengikuti kata hatinya, kedua tangannya mengalun di leher Allard, menerima perlakuan manis yang Allard berikan.


“Cukup,” ucap Allard melepas tautan mereka, Katryn memandang Allard protes.


“Kita masih punya banyak waktu, Amour. Bahkan kalau kau mau, aku bisa memberimu lebih dari ini,” ucap Allard menggoda sang istri.


“Tidak peduli!”


“Mari kita membicarakan hal serius,” ujar Allard menarik perhatian Katryn.


“Hal serius apa?”


“Pertama, aku senang kau mulai tidak takut padaku. Kuharap ke depannya, kau tidak lagi takut berhadapan denganku.”


“Kedua, jadilah pribadi seorang Katryn yang dulu. Keadaanmu ini aku tahu sulit untuk mengembalikan kepribadimu, setidaknya tidak perlu menjadi orang lain di hadapanku,”lanjut Allard.


“Terakhir, kesepakatan,”tambahnya.


“Kesepakatan apa?” tanya Katryn terlalu cepat.

__ADS_1


“Aku akan membebaskanmu,” ucap Allard memperhatikan ekspresi Katryn, dia tahu isi kepala istrinya.


“Bebas dalam arti, merenggangkan pergerakanmu. Kau bebas keluar dari mansion, tetapi tetap dalam pengawasan,” sambung Allard. Wajah Katryn lesu, dan Allard tertawa pelan, senang mengerjainya.


“Satu lagi, aku sudah mendaftarkanmu di perguruan tinggi. Minggu depan kau bisa memulai perkuliahanmu.”


“Kapan aku terbebas darimu untuk selamanya?”tanya Katryn asal.


“Tidak pernah. Kau istriku, dan seorang istri sudah sepantasnya berada di samping suaminya untuk selama-lamanya!” tegas Allard, Katryn kehabisan kata-kata dalam membalas pria ini.


“Ngomong-ngomong tentang kesepakatan itu, ada syarat lainnya, bukan?” tanya Katryn lagi merasa kesepakatan yang Allard ucapkan pasti bukan hanya semata kesepakatan tanpa adanya persyaratan.


“Kepintaranmu meningkat 1 persen, itu bagus!” puji Allard, Katryn memutar bola matanya malas.


“Batas waktu kebebasanmu hanya sampai jam 3 sore. Lebih dari itu, jangan harap kau tenang dan tunggu hukumanmu!”


“Ya!”


“Tidak protes?” tanya Allard sedikit heran.


“Malas!” jawab Katryn singkat.


Katryn berbalik mengambil sebotol wine di atas meja dan menuangkannya ke dalam gelas. Ketika akan meminum, Allard lebih dulu mengambil gelas berisi wine tersebut dan meneguk habis. Katryn tak protes, dia menuang kembali untuk dirinya.


“Allard, itu punyaku!” ucap Katryn dikarenakan kedua kalinya Allard meminum miliknya.


“Kau bisa mabuk,” balas Allard.


“Tidak akan!”


“Oke, silakan!” ucap Allard mengalah. Selagi Katryn meminum itu di depannya, tidak masalah. Asal jangan di depan pria lain, Allard tidak akan pernah suka!


“Jangan meminum ini terlalu banyak!” peringat Allard.


“Katakan itu pada dirimu!” ketus Katryn, lalu menyesap minumannya.


Allard menopang sikunya pada pembatas pagar balkon, demikian juga Katryn. Sebuah ide hadir di kepala Allard, yaitu membiarkan Katryn mabuk dan mengorek sedikit informasi. Terdengar licik, tetapi patut untuk dicoba!


Katryn mulai mabuk, Allard menahan tubuh Katryn yang tidak seimbang. Membawa Katryn ke dalam kamar adalah pilihan yang tepat. Allard membaringkan sang istri di atas kasur.


“Katryna...”


“Hm...” jawabnya seraya memejamkan mata.


“Siapa yang kau pilih, aku atau Earnest?”


“Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu kau, Bodoh!”


“Kau mencintaiku?”


“Tentu, aku mencintaimu. Tapi, kau jahat... kau meninggalkanku... aku sendirian...” lirih Katryn melantur.

__ADS_1


__ADS_2