
...Telah direvisi!...
...Selamat membaca! ...
...-----...
Tiba malam hari, Katryn bersiap-siap untuk menghadiri ulang tahun perusahan Helbert. Selena membawa paper bag yang berisi gaun pilihan Allard.
“Itu bukan gaun pilihanmu!”
“Tuan Allard memilihnya sendiri, Nyonya.” Katryn menghela nafas.
“Selena, tolong rambutku dirapikan,” pinta Katryn memberikan sebuah jedai pada Selena.
“Tidak di gerai saja?” Katryn menggeleng.
“Gerah!”
Selena merapikan rambutnya, dan meninggalkan sedikit helaian rambut di depan. Katryn terlihat begitu manis dengan rambut yang seperti itu. Selena memberi sentuhan akhir di wajahnya, yaitu blush on. Katryn hanya tinggal memakai pakaian. Selena memberikan paper bag padanya, dan Katryn memakainya.
Di tengah-tengah acara, Allard merangkul pinggangnya, membawa Katryn berkenalan dengan rekan-rekan bisnisnya. Banyak dari para kliennya menanyakan prihal Tania, Allard hanya menjawab ia sudah bercerai, begitu santainya, bukan? Katryn sampai kesal mendengar jawaban Allard itu.
Tak lama, Allard membawanya duduk di meja yang disediakan untuk keluarga Helbert. Di meja tersebut, Katryn melihat kedua orang tua Allard dan Eve. Katryn melepaskan pelukan Allard di pinggangnya, berjalan dan mendudukan dirinya di samping Eve.
“Katryna!” panggil seorang dari samping meja mereka, sambil melambaikan tangan padanya.
“Aunty Sandra!” panggil Katryn balik, ternyata keluarga Allard yang lainnya juga datang.
Setelah sapa-menyapa dengan keluarga yang lain. Tibalah, acara yang dinantikan banyak orang. Katryn kagum dengan cara perusahaan Helbert menyenangkan karyawannya, setiap ulang tahun perusahaan, para karyawan akan mendapatkan bonus.
Seorang mc mengatakannya, maka dari itu Katryn tahu. Selanjutnya, mc mempersilakan Ceo Helbert Company untuk menaiki panggung. Allard berdiri dan menarik tangannya untuk ikut menaiki panggung. Katryn tentu gugup dan takut, pandangan orang-orang beralih padanya.
Mereka berbisik-bisik, siapa wanita itu? Kenapa Tuan Helbert membawanya? Dan masih banyak bisik-bisik lainnya terdengar. Katryn berdiri di samping Allard, tangannya digenggam oleh Allard. Pria ini mulai memberi kata sambutan.
“Terakhir, saya memperkenalkan seorang wanita yang berdiri di samping saya. Wanita ini adalah istri saya dan sekarang tengah mengandung anak pertama kami,” ucap Allard memandang Katryn. Suara gemuruh tepuk tangan terdengar meriah, Katryn tidak nyaman, hatinya takut.
“Siapa nama gadis itu, Mr Helbert?” tanya Black, pria yang membeli Liana.
“Katryna Helena Helbert.” Setelah memperkenalkan Katryna. Mereka turun dari panggung, dan kembali menduduki kursi.
“Kau yakin sekali mengenalkan dia pada publik!”
“Sudah sepantasnya aku mengenalkan istriku pada publik,” balas Allard datar pada Nyle.
Katryn sadar, jika Allard memperkenalkannya pada publik, akan membuat musuh mengincarnya. Bukan itu saja, tanggung jawab yang besar menjadi Nyonya Helbert akan dia pikul. Katryn pernah mendengar cerita dari ibu mertuanya, menjadi istri dari keluarga Helbert tidaklah mudah dan harus tangguh dalam menghadapi hal buruk di depan sana.
Apalagi jika suaminya adalah pewaris bisnis gelap itu. Otomatis, istri menjadi pemimpin kedua setelah suami, yang mana bisnis itu juga termasuk tanggung jawab sang istri.
Para undangan dan karyawana di persilakan untuk makan atau bisa berdansa, Katryn memilih tetap duduk. Ketika hanya Katryn dan Allard yang duduk di meja tersebut, Tania menghampiri mereka, seketika otaknya mengingat kejadian siang tadi.
“Kau seksi dengan pakaian itu. Sangat pas di tubuhmu!” ucap Tania berkomentar.
__ADS_1
“Ya.”
Katryn memperhatikan tubuh Tania saat berjalan menjauhi mereka setelah menyapa dan memberi komentarnya. Di dalam hati Katryn memuji lekuk tubuh Tania bak gitar Spanyol.
“Dia idamanmu!” celetuk Katryn. Seketika terdengar suara kekehan pria di sebelahnya ini.
“Sampai kau menerima ciumannya!”
“Itu hal biasa!” ucap Allard santai. Katryn panas mendengar jawaban Allard, dia berdiri dari bangku tersebut, dan duduk di pangkuan Allard.
“Hal biasa, kau bilang?!” Katryn berbisik dengan mengalungkan tangannya pada leher Allard.
“Ya, hal biasa.” Katryn tersenyum manis.
“****. Aku benci senyum itu!” umpat Allard.
Katryn mendekatkan wajahnya pada Allard lalu, menjilat bibir Allard perlahan. Tidak sampai di situ, dia dengan sengaja bergerak seduktif di pangkuan sang suami.
“****, Katryna!” umpat Allard pelan.
Ia kehilangan akal akan kelakukan istrinya ini. Allard mengedarkan pandangan pada sekitar, orang-orang di sekitar mereka memperhatikan mereka penasaran. Tak berhenti di situ, Katryn membenamkan wajahnya di ceruk leher Allard, sambil menjilat dan menciumnya lehernya.
“Kau akan menyesal menggodaku di hadapan publik, Amour!”
“Tidak sama sekali!”
Allard kesal dengan jawaban tersebut, dia menarik pelan kepala Katryn dan menciumnya tanpa ampun. Tidak mempedulikan pandangan orang disekitarnya. Allard melepaskan tautan mereka, tapi godaan Katryn di bawah sana tidak berhenti.
“Kau mencium wanita lain lagi, jangan salahkan aku mencium pria lain. Tidak peduli wanita itu lebih dulu menciummu, aku akan tetap mencium pria yang aku mau!” ucap Katryn tersenyum manis.
...***...
Belum sampai dua jam dari pemberitahuan yang Allard umumkan. Nyle memaksa seluruh keluarga mengadakan pertemuan di markas utama, bersama seluruh anggota Klan Hellbert. Tempat itu cukup jauh, harus memasuki hutan-hutan dan membutuhkan waktu dua jam setengah untuk sampai di markas utama.
Allard dan Fillbert menentang hal tersebut, mengusulkan untuk besok diadakannya pertemuan itu. Pertemuan tersebut semacam perkenalan, tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang istri dari pewaris tunggal Klan Hellbert.
“Dad, setelah Katryna melahirkan, silahkan melaksanakan tradisi itu!”ucap Fillbert menolak perintah Nyle.
“Allard secara resmi mengumumkan pada publik, artinya dia harus meresmikan pada anggota Klan Hellbert, itu aturannya!”
“Kita berangkat sekarang!” sambung Nyle tak mau di bantah.
Sebagian keluarga berat mengikuti perintah Nyle. Sekali lagi, Nyle tak mau di bantah. Perintah nya adalah keharusan yang di jalankan, tidak peduli dengan apapun terjadi.
“Tidurlah,” ucap Allard serak di telinganya.
Mereka dalam perjalanan menuju markas utama tersebut. Cuaca di luar sana sangat dingin, Allard memberikan jasnya untuk mengurangi rasa dingin di tubuh Katryn.
“Kau tahu aturan itu, kan?” tanya Katryn.
“Aku tahu!”
__ADS_1
“Kau sengaja?!”selidiknya.
“Bukan sengaja, itu pilihan yang tepat. Mereka sering memintaku mengenalkanmu secara resmi pada mereka.”
“Aku tidak mengerti, mengapa harus diperkenalkan secara resmi?”
“Pada dasarnya, semua keluarga Helbert akan dilindungi dan dijaga oleh anggota Klan Hellbert. Kau pasanganku, peresmian itu dilakukan agar seluruh anggota tahu kau mother mereka. Jika tidak diresmikan, mereka menganggap kau bukanlah pasanganku,” jelas Allard.
“Tidurlah!”
Tengah pagi mereka tiba di markas tersebut. Katryn tertidur, Allard membawa sang istri ke kamar pribadinya. Nyle terus merecokinya untuk membangunkan Katryn agar pertemuan itu di laksanakan saat itu juga.
...***...
Peresmian dilaksanakan ketika Katryn terbangun, Allard memperkenalkan Katryn sebagai istrinya dan *Mother of Klan Hellbert*. Selanjutnya, sebuah tradisi dilaksanakan setelah perkenalan resmi tersebut di sebuah hall luas yang dihadiri seluruh anggota markas utama. Katryn gugup setengah mati, anggota mereka bukan puluhan, tetapi ratusan.
Para anggota sudah berkumpul membentuk U di sana. Jeff, ketua markas ini mengatakan, Sang Mother dipersilakan untuk melaksanakan tradisi yang ada.
“Ikuti saja!” ucap Allard datar. Katryn terkejut dengan perubahan Allard yang secara tiba-tiba. Pria ini, bukan Allard-nya. Katryn ingin menangis, ia memandang Caroline meminta bantuan.
“Mari, Mother. Ikut saya,” ucap Jeff sopan.
Katryn berdiri di sebuah rumput berbentuk bulat melingkar. Dia bingung harus melakukan apa, sedangkan semua keluarga duduk tak jauh darinya. ia meminta pertolongan pada Allard lewat matanya, tapi Allard hanya memandang datar. Jeff, memberikan sebuah senjata berukuran kecil kepadanya.
“Untuk apa?” tanya Katryn gugup, Jeff tersenyum menenangkan.
“Mother hanya perlu menembak ke arah sana!” ucap Jeff menunjuk gambar dalam bentuk orang di hadapan mereka. Katryn ingin menangis sekarang juga. Tak di sangka, Allard menghampirinya dan memeluk tubuhnya dari belakang.
“Rileks. Fokus dengan gambar itu!”
“Lakukan dengan tenang tanpa memikirkan apapun!” bisik Allard seperti perintah.
Setelah Allard melepaskan pelukannya, Katryn memusatkan pikirannya pada gambar di hadapan sana. Sebelum menembak isi pelurunya, Allard memasangkan headphone peredam suara di telinganya. Katryn tersenyum, dia mendapatkan keberaniannya. Shoot, Katryn berhasil menembak isi peluru tersebut, walau meleset ia lega.
“Sekali lagi!” intruksi Jeff. Katryn menekan pelatuknya menggunakan kedua jari telunjuknya, dan kali ini sedikit mengenai gambar di depan sana.
“Good!”
“Persyaratan kedua!” Seseorang membawa seekor kelinci ke hadapannya Katryn, Jeff memberi sebuah pisau padanya.
“Membunuh dia?!” tanya Katryn.
“Ya, Mother.”
Katryn menerima pisau itu dengan tangan gemetaran. Ini lebih menggerikan dari pada menembak. Bayangan saat Earnest memegang pisau, menari di kepalanya. Kelinci itu diikat agar tak melarikan diri. Ini seperti dejavu, Katryn seperti melihat Earnest menusuk sang adik dan Lyiana bersimpuh darah. Tubuh Katryn limbung ke belakang, tidak tahan dengan visual yang terbayang di pikirannya. Allard sigap menahan tubuhh sang istri agar tak terjatuh.
“Aku tidak bisa, Allard. Earnest membunuh adikku dengan pisau. Aku tidak mau melakukannya!!”parau Katryn.
Allard mengetatkan rahangnya, marah. Tepat seperti apa yang dia bayangkan, Katryn mengingat saat kejadian itu. Segera Allard membawanya pergi dari markas utama itu.
“Jordan! Selena!”
__ADS_1
“Ya, Tuan!” ucap mereka serentak.
“Kita pulang!!” Tekan Allard penuh kemarahan. Jordan menyiapkan mobil, Allard menggendong Katryn dan membawanya memasuki mobil.