Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 102 • RGSA - Berhasil Membuat Kesepakatan


__ADS_3

Ketika Catalina tiba di kondominium, Nick sudah berada di sana.


Duduk di sofa dengan pakaian kasual, pria itu menyimpan ponselnya ketika Catalina duduk di sampingnya. Ia menoleh. "Apa kau bersenang-senang selama dua hari ini?" tanyanya, sedikit mengejek.


"Jangan mengejekku," sahut Catalina. Ia tidak bersenang-senang, oke? Ia hanya menenangkan diri dengan menghindari keramaian. Tinggal di tempat sepi dan meski itu kehidupan yang ia inginkan, namun ia tidak senang sama sekali.


Ada banyak hal di kepalanya dan itu membuatnya sangat tidak senang.


Nick terkekeh. Melihat tato di lengan Catalina, ia bertanya, "Kau memiliki tato?"


Mengikuti arah pandang Nick di lengannya, Catalina mengangguk. "Ya, aku membutuhkan ini." Harus ada perbedaan antara ia dan Tatiana. Entah dari segi fisik atau karakter. Sedangkan tubuh Tatiana bersih, tanpa satu pun tato, jadi ia merasa harus memiliki beberapa tato di tubuhnya untuk menyakinkan banyak orang ketika ia keluar sebagai Catalina suatu hari nanti.


Lagipula ia tidak akan bersembunyi selamanya.


Ketika melakukan pembersihan, ia akan melakukannya sendiri.


Jadi ia merasa memiliki tato adalah pilihan terbaik.


Nick mengerutkan kening. "Kau yakin membutuhkan itu?"


"Kurasa," jawab Catalina.


Nick mengulas senyum tipis. Ia menyentuh lengan Catalina lalu memperhatikan tato itu lekat. "Kau yakin tidak akan menyesal menulis ini di lenganmu?" tanyanya. Bahasa Portugis, tidak tahu apa artinya, namun Nick rasa kalimat itu semacam umpatan atau ujaran kebencian.


Catalina menarik tangannya dari sentuhan Nick lalu memperhatikan tatonya dengan penuh hikmat. "Kau pikir aku sembarangan memasang tato?"


"Memang tidak?"


"Hei, aku memikirkan konsep ini dengan sungguh-sungguh dan Natasya menghabiskan enam puluh menit waktunya untuk mendesain ini. Kau masih berpikir aku asal-asalan membuat tato?" Nada suara Catalina meninggi seiring kata yang terlontar. "Dan, aku membayar tiga kali lipat ditambah lima puluh pounds sebagai uang tip hanya untuk melahirkan kedua anakku ini," Catalina melanjutkan masih dengan nada tinggi untuk menunjukkan keseriusannya. Juga, sebenarnya ia sedikit bangga.


Ia adalah orang yang kuat menerima pukulan namun tidak tahan dengan jarum. Sesuatu yang aneh sekaligus menggelikan. Itu sebabnya ketika melihat Tatto Studio dan ia masuk tanpa ragu, ia yakin membuat beberapa tato adalah keputusan yang tepat.


Nick bertepuk tangan. "Wah, aku terkesan." Namun tepukan tangannya sangat pelan, seolah ia tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh, seolah ia terpaksa melakukannya.

__ADS_1


Catalina kehabisan semua kata-katanya.


Pria ini sungguh menyebalkan.


Ia tidak bohong tentang keseriusannya. Juga, ia benar-benar ingin mengadopsi kedua anak manis ini.


Tidak ingin terjebak dalam pembicaraan yang menipu, Catalina segera mengakhiri percakapan membosankan itu dengan sesuatu yang lebih serius. "Berapa lama waktu bagi Tatiana untuk pulih?"


"Dalam beberapa hari, mungkin bersamaan dengan kesembuhan tato di lenganmu." Nick serius. Selain tampak lebih berisi daripada sebelumnya, Tatiana juga sudah bisa mengeluarkan satu atau dua kata. Itu perkembangan yang cukup baik untuk ukuran orang yang cukup lama terbaring koma.


"Jadi, dalam beberapa hari dia bisa bepergian ke luar negeri?" tanyanya antusias.


"Mm." Nick mengangguk. "Asal ada tenaga medis yang mendampingi."


"Bagus." Catalina mengangguk puas. Ia akan mengirim Tatiana ke luar negeri untuk mencegah gadis itu mengetahui segala yang terjadi andai namanya ikut terseret dalam kasus prostitusi keluarga Atkinson.


Karena gadis itu sangat menjaga reputasinya, jika apa yang selama ini dia jaga rusak, takutnya akan membuatnya tertekan dan menghambat penyembuhannya. Jadi, mengirim Tatiana ke luar negeri adalah pilihan terbaik yang bisa dipilih untuk mencegah hal buruk terjadi.


Kenapa ia menyisakan kondominium?


Sederhana, ia menyukai tempat ini. Sangat menyukainya. Ia tidak ingin orang lain menempati tempat yang memiliki banyak kenangan. Meski kebanyakan kenangan hanya menjadi mimpi buruk, namun tidak apa-apa. Ia sudah terbiasa dengan mimpi buruk.


"Ya. Tidak termasuk kondominium, itu cukup banyak." Nick tidak menyebutkan jumlah pastinya, namun itu bukan jumlah yang sedikit. Tatiana adalah gadis yang hemat. Semua yang gadis itu kenakan mulai dari pakaian hingga aksesoris, di belikan oleh Sugar Daddynya -Trent-, jadi Tatiana memiliki cukup banyak uang untuk di simpan.


Catalina menepuk paha Nick secara tiba-tiba. Bagus jika Tatiana memiliki banyak uang untuk mengakhiri semua ini. Tidak masalah jika suatu hari nanti Tatiana kehilangan semua itu, gadis itu masih memiliki dirinya. Ia akan mengambil alih untuk menafkahinya di masa depan.


Nick terkejut dengan tepukan itu. "Ada apa? Kenapa kau menepuk ku?"


"Begini, kau bisa mengambil semua uang milik Tatiana untuk mengurus segala keperluan. Dari awal sampai akhir, dari nol hingga seratus. Aku ingin kau menyiapkan semuanya. Maksudku, segala keperluan untuk memulai pembersihan." Catalina berkata dengan semangat membara. Ia sangat antusias. Sangat, sangat, sangat.


Seperti yang Nick katakan, uang Tatiana lumayan banyak. Seharusnya semua itu cukup untuk mengangkat tema tentang segala permasalahan lalu menyelesaikannya dengan bersih. Termasuk untuk mengabarkan berita tentang kejahatan Pamela dan keluarga Atkinson, mempertahankan berita tentang mereka di tranding topik, membayar pengacara untuk menuntut mereka, memberikan mereka sedikit pelajaran lalu menjebloskan mereka ke penjara dan membuat mereka mendekam seumur hidup di sana.


Perlu banyak uang untuk merealisasikan tahapan-tahapan itu. Dan tidak masalah menghabiskan uang Tatiana untuk melakukan ini.

__ADS_1


Nick mengangguk tanpa ragu. "Tentu. Itu kesepakatan yang menguntungkan." Nick sudah menghitung sen demi sen uang yang dibutuhkan. Dan ia tidak akan rugi jika menerima tawaran ini.


"Baik-baik saja maka," Catalina menimpali. "Dan aku perlu identitas yang jelas sebagai Catalina," ujarnya. "Catalina yang merupakan mahasiswi sekaligus pemilik usaha yang cukup sukses." Karena nanti ia akan keluar sebagai saudara kembar Tatiana yang cantik, berpendidikan, dan sukses, maka ia perlu menghilangkan masa lalunya di Valdes dan menggantinya dengan identitas yang lebih meyakinkan.


"Itu bukan hal yang sulit," sahut Nick, cepat. Hanya identitas, itu bukan sesuatu yang perlu di khawatirkan.


"Lalu aku juga ingin sebuah rumah sederhana di Homer."


Nick tercengang. "Homer?" Ia tidak asing dengan nama itu. Merupakan kota di Kenai Peninsula Borough di negara bagian Alaska. Jaraknya tiga ratus delapan puluh kilometer di barat daya Anchorage. Ia pernah datang ke sana sekali untuk melakukan misi. Dan tempatnya tidak terlalu buruk. Tetapi ia penasaran, kenapa harus Homer?


"Iya, Homer. Kota kecil di barat daya Anchorage," jelas Catalina. Berpikir bahwa Nick tidak mengetahui tempat itu.


"Aku tahu," sahut Nick. "Yang ingin aku ketahui adalah alasannya. Kenapa harus Homer? Kau datang dari Valdes, kenapa kau tidak kembali ke sana?"


Catalina mengangkat bahu. "Kenapa aku harus kembali ke sana? Aku ingin memulai hidup baru dengan Tatiana. Jadi, aku perlu tempat baru dan suasana yang baru," Catalina menjelaskan dengan gembira. "Memang kenapa jika di sana? Kau khawatir uang Tatiana tidak cukup?" Catalina bertanya dengan curiga.


"Itu salah satu alasannya," jawab Nick. "Alasan yang lain, tidak ada." Ia mengulas senyum tipis. Sebenarnya ini tidak hanya tentang uang, namun biarlah tetap seperti itu.


Catalina mendesis. "Haish, jadi ini tentang uang? Lagi?"


"Dengar, biar aku mengingatkanmu, uang memang tidak maha kuasa, tetapi selama kau punya uang, kau bisa menyelesaikan lebih dari delapan puluh persen permasalahan dalam hidupmu." Begitulah kira-kira teori yang terpatri dalam benak Nick. Teori yang mengantarkannya pada titik ini.


Ekspresi Catalina berubah jelek. "Aku tahu dan kau benar. Tapi perkataan mu sangat menyinggung ku. Kau meremehkanku, kan?"


Nick terkekeh tanpa menjawab.


"Aku tidak semiskin yang kau pikir, tahu! Meski tidak punya banyak namun bukan berarti aku tidak punya." Catalina mendekatkan wajahnya ke telinga Nick. "Hasil merampok dari seorang pria," bisiknya. Untung saja Sehan memberinya banyak uang. Sehingga bisa ia gunakan untuk memulai kehidupan barunya di Homer. Dan untuk pertama kalinya setelah mengetahui kebenarannya, ia tidak membenci Sehan.


Nick menepuk puncak kepala Catalina. "Aku bangga padamu, Nak," ucapnya bangga.


Catalina tertawa. "Terima kasih atas pujiannya. Jadi, selain untuk biaya yang ku katakan di awal, selebihnya aku akan memberikan uang tambahan. Bagaimana?"


"Setuju."

__ADS_1


__ADS_2