
Hari berikutnya.
Getar ponsel di atas meja langsung menyentak Catalina bangun.
Tahu siapa yang menelepon dan apa tujuannya, Catalina segera menerima panggilannya. "Selamat pagi. Ya, aku baru saja bangun. Apa kau akan pergi sekarang? Uh. Ya. Baiklah. Hati-hati, ku harap perjalananmu aman. Mm. Aku juga. Aku juga menyayangimu. Sampai bertemu lagi." Ia menutup panggilan dan memeriksa waktu di ponselnya sebelum memaksa tubuhnya untuk duduk.
Ini baru jam empat pagi.
Langit masih gelap dan ia tidak mungkin bisa tidur lagi setelah terbangun. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya melipat kaki dan menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang sambil menonton acara televisi.
Meski pada akhirnya ia fokus dengan dokumen pemberian Nick dan tidak lagi memperhatikan televisi, namun ia memutuskan untuk tidak mematikan televisinya. Ia merasa televisi bisa menjadi teman sekamarnya mulai sekarang selama berada di sini.
Setelah langit berubah terang, Catalina bangun dan bersiap-siap kemudian pergi ke lokasi syuting dengan Stacey.
Karena syuting untuk kilas balik penjahat wanita ketika masih kecil sudah diambil sejak dua hari yang lalu, sekarang gantian dirinya yang merupakan penjahat remaja untuk memulai aksi balas dendamnya.
Emma adalah nama gadis itu.
Dia adalah gadis yang melihat kematian orang tuanya dan tidak bisa melakukan apapun. Ibu pemeran utama pria adalah pelaku di balik kematian mereka. Dan Catalina bertugas memerankan peran Emma yang mana rasa sakit karena kehilangan mengubahnya menjadi gadis yang kejam dan tidak berperasaan.
Sama seperti bagaimana Catalina berlatih untuk bersikap rasional dan tidak menggunakan perasaan, cara yang sama akan Emma gunakan untuk membalas dendam.
Begitu tiba di lokasi syuting, lokasi sudah ramai.
Kru dan para pemeran sedang bersiap-siap. Karena Julie adalah pemeran utama wanita, gadis itu memiliki ruang ganti pribadi. Sedangkan ia, karena ia hanya pemeran wanita kedua, ia harus berbagi ruangan dengan aktris lain.
Tapi tak apa. Itu bukan masalah besar.
Hanya berbagi tempat, bukan berbagi pria.
Setidaknya ia bisa menanggung beban berbagi ruangan dengan orang lain asal orang itu bersikap sopan kepadanya. Jika tidak, tunggu sampai kepalan tangannya melayang ke wajahnya.
Kedatangan Catalina segera di sambut oleh orang-orang yang tiba lebih awal. Setelah berbasa-basi sebentar, penata rias memilihkan pakaian kemudian mulai merias wajah Catalina. Di sela-sela riasannya, Catalina mendengar perbincangan-perbincangan kecil di sekelilingnya.
"Kau tahu, kabarnya pemeran utama pria akan mulai syuting hari ini," ucap seorang gadis.
"Ya, aku juga mendengarnya," jawab gadis yang lain.
"Katanya dia sangat tampan, itu sebabnya sosoknya di sembunyikan sejak awal."
"Aku jadi penasaran, setampan apa dia."
Catalina mendengar pembicaraan mereka dan tersenyum kecil.
__ADS_1
Kenapa seseorang begitu penasaran dengan kehidupan orang lain?
Pemeran utama pria yang masih di rahasiakan, baik produser atau sutradara pasti memiliki alasan kenapa mereka melakukannya. Seseorang seharusnya tidak begitu penasaran tentang bagaimana orang lain merencanakan sesuatu.
Daripada mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan tidak penting dalam hidupnya, Catalina lebih mengkhawatirkan bagaimana ia akan memulai untuk berakting dengan orang lain. Sesuatu yang.. cukup sulit.
***
"Wah, kau datang?" Fred, pria tua perfeksionis yang menjadi sutradara serial ini adalah seorang penjilat. Ketika melihat pemeran utama pria datang dengan timnya, ia segera menyambutnya dengan antusias.
"Mm." Pria itu mengangguk, tidak menunjukkan sedikit pun ketertarikan. Ia adalah pria tampan berusia dua puluh dua tahun. Pembawaannya cukup baik dan ia juga membangun citra positif di mata publik.
Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tidak menemukan satu hal pun yang istimewa. Di matanya, semua biasa saja. Kecuali seorang gadis yang duduk di kursi dan tampak sibuk dengan naskahnya.
Dari bagaimana dia duduk, juga bagaimana dia tampak fokus dengan naskahnya dan tidak terganggu dengan apapun, pria seperti dirinya, yang sudah dua puluh dua tahun berpengalaman hidup dengan angkuh tanpa memperdulikan gelar, sedikit tertarik untuk memperhatikannya.
Ini bukan kali pertama ia melihat gadis itu.
Dan justru karena bukan pertama ia melihatnya, ia cukup terkejut dengan reaksinya yang tenang, tenang dan tenang.
Tidak seperti bagaimana biasanya gadis itu bersikap ketika melihat dirinya, gadis yang biasanya sok akrab dan manja, tiba-tiba berubah menjadi seseorang yang berbeda.
Tidak hanya tingkah lakunya, tetapi pembawaan dan auranya juga terasa berbeda. Seperti dua orang yang berbeda, perbedaan gadis itu yang dulu dan sekarang sejauh langit dan kerak bumi. Sangat jauh, sampai orang seperti dirinya yang biasanya acuh pun merasakan perbedaannya.
"Apa kau bisa memulai syuting hari ini? Kau baru kembali dari luar negeri, jika kau lelah, kita bisa menunda syuting untuk bagianmu sampai kau siap." Fred berkata sambil menyingkirkan para penggemar yang sudah mengerubungi mereka seperti semut yang mengerubungi gula.
Tidak tahu kapan penggemar gila ini datang.
Namun sosok pemeran utama pria yang misterius, juga kedatangannya yang rahasia, tidak mungkin mereka mengetahuinya. Bahkan syuting serial ini pun di rahasiakan. Jadi, mereka mungkin masyarakat sekitar yang ingin melihat proses syuting namun secara kebetulan melihat aktor utamanya datang.
Fred menghela nafas panjang. Benar-benar merepotkan.
Pria itu mengalihkan pandangannya. "Tidak apa-apa, kita bisa memulai syuting hari ini."
Mereka berjalan menuju lokasi syuting dan mengabaikan para gadis yang berjalan di belakang mengikuti mereka.
Ketika semua orang gaduh karena kedatangan pemeran utama pria, Catalina masih sibuk dengan naskahnya. Duduk dengan tumpukan kertas di tangannya, matanya tampak fokus menatap dialog demi dialog dan tidak terganggu dengan sesuatu yang terjadi di sekitarnya.
Hanya ketika Stacey datang memberikan cemilan, Catalina baru mendongak dan tatapannya tidak sengaja bertemu dengan tatapan seorang pria.
Catalina terpaku.
Tangannya yang sudah terulur untuk mengambil cemilan dari tangan Stacey, berhenti di udara.
__ADS_1
Matanya yang semula santai, membulat penuh keterkejutan. Ekspresi tenangnya perlahan berubah menjadi tercengang dan ia gagal menutup mulutnya yang sedikit terbuka.
Catalina tidak tahu apakah ini mimpi atau bukan.
Antara nyata atau mimpi, ia tidak bisa lagi membedakannya.
Namun, satu hal yang ia tahu, dunia yang ia pikir luas, ternyata tidak seluas yang ia duga. Itu bahkan lebih sempit dari daun Moringa.
Pria yang selama ini hanya bisa ia lihat di media, pria yang ia pikir tidak akan pernah ia temui, tiba-tiba muncul di depannya dengan cara yang tak terduga.
Pria tampan yang wajahnya mirip dengannya..
Ya, benar. Pria itu adalah Lexus. Lexus Geffrey.
Adik kandung Sehan.
Pria yang yang harus ia jauhi, pria yang oleh Sehan tidak boleh ia dekati, pria yang entah memiliki hubungan apa dengan Tatiana, pria yang.. ah sial, mengapa dia ada di sini? Apa yang dia lakukan?
Tunggu!
Mungkinkah..
Tidak. Itu bukan mungkin, itu adalah sesuatu yang sudah pasti, sesuatu yang sudah jelas. Keberadaan pria itu di sini, pasti seperti yang ada di benaknya. Pria itu adalah pemeran utama pria.
Catalina menarik tangannya dan tidak berhasrat untuk memakan cemilan lagi. "Simpan saja," ucapnya. Ia mengalihkan pandangannya dan enggan menatap pria itu lagi.
Catalina benci perasaan seperti ini.
Sesuatu yang tidak ia kuasai, seseorang yang tidak ia kenal, bagaimana ia harus bersikap? Bagaimana ia harus bertingkah? Bagaimana ia harus memperlakukan mereka?
Sialnya, ia justru harus terjebak di tempat sial ini dengan orang-orang sial.
Stacey segera menyimpan makanan ringannya dan mendudukkan diri di samping Catalina. Tanpa mengatakan apapun, ia memperlihatkan ponselnya kepada Catalina untuk menunjukkan pesan teks yang Nick kirim.
[Aku ada urusan, Stacey akan mengurusmu untuk beberapa hari ke depan]
Hanya beberapa kata. Tidak lebih dari sebelas suku kata, namun itu sudah cukup membangkitkan amarah di hati Catalina.
Catalina menghela nafas panjang dan mengangguk. "Aku mengerti," ucapnya. Nick yang menyebalkan, ia tidak mungkin menjadikan Stacey sebagai sasaran.
Hanya karena Stacey adalah orang yang Nick pilih, bukan berarti mereka sama. Dan ia cukup tahu diri untuk tidak melampiaskannya kepada orang lain yang tidak bersalah.
__ADS_1
Stacey menyimpan ponselnya kembali dan tidak bicara lagi.