Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 7 • RGSA - Keluarga Sampah Yang Legendaris


__ADS_3

Hari berikutnya.


Kabar tentang bangunnya Tatiana dari koma segera menjadi topik utama. Sebagai bintang muda dengan kemampuan akting luar biasa, dia sudah menjadi idola sejak kemunculannya pertama kali di sebuah serial drama historical.


Kecelakaannya yang tiba-tiba membuat publik tercengang. Belum lagi kenyataan bahwa dia koma. Kejadian itu membuat publik terpukul. Namun bangunnya dia setelah dua bulan tidak sadarkan diri, jauh lebih mengejutkan publik.


Pasalnya, orang yang koma, apalagi setelah dua bulan, bisa sadar kembali, merupakan hal yang langka. Dan mereka tidak menduga Tatiana benar-benar bangun dari komanya.


Meski belum ada klarifikasi dari Nick, namun Nick sudah mengkonfirmasi bahwa Tatiana memang sudah sadar. Tentang bagaimana keadaannya, tidak ada yang tahu. Bahkan Dokter pun bungkam atas hal ini.


Dokter yang merawat Tatiana, mereka adalah orang-orang Nick. Bagaimana Nick mengaturnya, mereka akan mematuhinya. Jadi apa yang Nick katakan, itu yang akan mereka dengarkan.


Catalina sendiri cukup terkejut dengan pengaruh serta kekuatan yang Nick miliki. Pria itu, sedikit misterius dan ia yang baru mengenalnya sejak beberapa hari yang lalu, masih tidak dapat memahaminya.


Identitas apa sebenarnya yang Nick miliki?


Kenapa semua tidak sesederhana kelihatannya?


Jika melihat bagaimana karir Tatiana tujuh tahun terakhir, memang terlihat baik dan menanjak. Gadis itu keluar dari agensi dua tahun yang lalu setelah masa kontraknya habis. Tatiana memilih untuk tidak memperbaharui kontrak dan memilih untuk bekerja sendiri tanpa agensi.


Dengan bakat aktingnya yang luar biasa dan Nick sebagai managernya, tidak ada pekerjaan yang gagal mereka tangani. Entah itu iklan, film, serial, reality show, semua berhasil di lakukan dengan sempurna.


Kabarnya, Tatiana menghasilkan banyak uang dan hidup dengan baik selama ini. Namun, benarkah demikian? Jika kehidupannya sebaik itu, tidak mungkin dia berurusan dengan obat-obatan terlarang. Dan yang terpenting, mustahil seseorang menyimpan dendam dan berniat membunuhnya.


Jika Catalina tidak salah menebak, jika Tatiana adalah korban pembunuhan berencana, pelaku yang paling mungkin adalah orang terdekatnya. Namun ada banyak orang yang dekat dengan Tatiana. Mengingat bagaimana karakternya, seharusnya gadis itu memiliki banyak teman. Belum lagi keluarga angkatnya. Ada banyak orang dan Catalina tidak bisa memikirkan apapun.


Saat mendengar langkah kaki mendekat, Catalina segera menoleh. Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Berjalan mendekat adalah seorang perawat wanita yang tersenyum manis kepadanya. Sangat manis. Namun sayangnya, ia bukan Tatiana yang ramah dan bersahabat. Senyum manis perawat ia balas dengan wajah dingin dan sikap acuh.


Dua hari tinggal di ruang rawat inap untuk pemulihan, Catalina sudah terbiasa dengan wajah-wajah para perawat yang menjaganya. Jadi ia merasa tidak perlu berbasa-basi lagi. Lagipula sulit untuk orang seperti dirinya bersikap ramah. Tidak ia marahi saja sudah untung, jadi jangan berharap ia akan beramah-tamah.

__ADS_1


Meski Catalina terang-terangan mengacuhkannya, namun perawat itu masih saja tersenyum. Dan bagi Catalina, itu sangat memuakkan. Mereka tersenyum karena tahu ia Tatiana. Jika mereka tahu ia adalah Catalina, mustahil mereka masih seramah ini. Bisa jadi mereka akan langsung mengusirnya dari rumah sakit.


"Permisi, Nona Tatiana, Tuan Nick ingin berbicara dengan Anda," ucap si perawat sembari menyodorkan ponselnya.


Catalina sudah terbiasa dengan panggilan Tatiana, jadi ia tidak terkejut lagi dengan panggilan itu. Sebaliknya, ia justru merasa sedikit tidak nyaman karena menggunakan nama Tatiana seperti ini.


"Nona?" Perawat memanggil Catalina sekali lagi.


Catalina tersentak. Tanpa membuang waktu lagi ia segera menerima ponselnya. Tidak lupa ia meminta perawat untuk meninggalkannya sendiri sebelum menempelkan ponsel di telinganya. "Halo."


Begitu mendengar suara Catalina, Nick segera buka suara, "Catalina, dengar, orang tua angkat Tatiana akan datang. Mereka mendengar kabar kau sudah bangun dan bersikeras mengunjungimu. Aku.."


"Kenapa kau tidak mencegahnya?" Catalina memotong perkataan Nick dan meraung marah. "Apa kau bodoh?" tambahnya. Belum lengkap rasanya jika tidak mengatakan Nick bodoh. Masalahnya, ia belum selesai mempelajari tentang wajah-wajah orang yang dekat dengan Tatiana.


Ia sudah mempelajari sebagian, belum semuanya. Itu sangat banyak dan ia pusing hanya dengan melihat wajah-wajah mereka. Apalagi harus menghafal kebiasaannya juga. Ia benar-benar bisa gila.


"Apa? Kau bilang aku bodoh? Beraninya kau!" Dibalik panggilan, Nick hampir melempar ponselnya. Sekarang siapa yang lebih galak dari siapa? Ia adalah managernya, oke? Seorang aktris harus menuruti apa kata managernya. Alih-alih menuruti, Catalina justru memarahinya. Gadis sial itu benar-benar tidak tahu diri.


Catalina tercengang sesaat sebelum mengangguk. "Oh, maaf," jawabnya. "Aku tidak bisa merokok, jadi aku sedikit emosional." Ia menggaruk tengkuknya, sedikit merasa bersalah. Reaksinya kali ini mungkin sedikit berlebihan. Dan ia mengakui itu.


"Aku pikir kau bukan emosional, kau gila." Nada suara Nick sedikit melunak. Permintaan maaf itu sedikit meluluhkan hatinya. Namun bukan berarti ia tidak marah. Ia masih marah. Hanya saja tidak sebanyak sebelumnya.


"Terima kasih sudah mengingatkan." Catalina tidak marah meski Nick terang-terangan mengatakan ia gila. Lagipula ia juga merasa sedikit kehilangan kewarasannya, jadi ia tidak akan marah saat seseorang memakinya seperti itu.


"Bagus. Sekarang dengar, aku tidak bisa mencegah mereka datang. Jadi kau harus mempersiapkan diri dengan baik. Maksudku, Jangan banyak bicara. Kau hanya perlu mengangguk, menggeleng, dan berbicara sesedikit mungkin. Ingat, sesedikit mungkin. Jangan mencoba memulai pembicaraan. Jawab singkat jika mereka bertanya. Lalu segera usir mereka dengan alasan kau perlu banyak istirahat. Mengerti!" Nick menjelaskan panjang lebar untuk mencegah keluarga angkat Tatiana mencurigai sesuatu.


Meski hubungan Tatiana dan keluarga angkatnya tidak bisa dibilang dekat, namun Tatiana selalu pulang ke rumah mereka tiap dua minggu sekali. Meski Nick tidak pernah tahu apa yang Tatiana lakukan di sana, namun ia berpikir hubungan mereka tidak seburuk itu.


Dan untuk meminimalisir kecurigaan, lebih baik diam dan tidak banyak bicara. Meski itu sulit untuk Catalina, namun mereka tidak bisa memperburuk keadaan yang sudah sekacau ini.

__ADS_1


"Mm, aku mengerti. Aku akan mempersiapkan diri dan melakukan seperti yang kau katakan," jawab Catalina. Ia tahu menghindar tidak ada gunanya. Satu-satunya cara adalah menghadapinya. Meski jelas tidak mudah, setidaknya ia akan berusaha sebaik mungkin, sampai titik darah penghabisan.


Belum sempat Nick berbicara lagi, pintu sudah terbuka. Kali ini bukan perawat yang tadi mengantarkan ponsel, tetapi beberapa orang asing yang wajahnya cukup familiar.


Catalina pernah melihatnya. Bukan di suatu tempat, tapi di selembar kertas. Lebih tepatnya, di dokumen yang Nick berikan padanya. Berisi foto dan biodata orang-orang yang harus ia ingat dan hafalkan.


Wajah-wajah itu, Catalina sudah cukup mengingatnya. Hanya saja, ia sedikit gugup. Kebohongan ini, seharusnya tidak terlalu mencurigakan. Ia akan bertingkah sealami mungkin. Seperti orang yang bangun dari koma pada umumnya, ia mengalami penurunan fungsi otak dan beberapa bagian di tubuhnya. Jadi ia sedikit linglung dan belum bisa berkomunikasi dengan baik.


"Nick, mereka sudah datang," bisik Catalina sebelum mematikan ponselnya dan menyimpannya di bawah selimut. Kemudian ia menatap ke depan dengan pandangan kosong. Seperti orang yang sudah lama tidak melihat dunia, ia lebih baik bertingkah seperti ini daripada harus menghadapi mereka.


"Tatiana."


Catalina menoleh ketika salah satu dari mereka buka suara. Dia adalah ibu angkat Tatiana. Meski wajah orang yang mengadopsi Tatiana, Catalina tidak mengingatnya lagi. Namun dari perawakannya, wanita itu tampak seperti dia.


"Bagaimana kabarmu?" Yoana mendekat kemudian memeluk Catalina. "Apa kau baik-baik saja?"


Untuk sesaat Catalina tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Dia tahu wanita ini bernama Yoana. Namun bagaimana seharusnya ia bertingkah, ia memutar otak sebentar sebelum mengangguk kecil. "Mm."


Jujur saja, Catalina tidak tahu kehangatan ini hanya pura-pura atau sungguhan. Baginya, ekspresi itu terlalu angkuh untuk menjadi ibu yang baik bagi Tatiana. Dan ia tidak berpikir wanita ini benar-benar baik.


Lagipula tidak ada alasan bagi wanita ini untuk bersikap baik pada Tatiana yang bukan siapa-siapa, yang bukan darah dagingnya.


Pertanyaannya adalah, wanita itu memiliki beberapa anak, lalu kenapa dia harus mengadopsi Tatiana? Juga, kenapa mereka mengambil anak dari luar Eropa? Apa di sini tidak ada panti asuhan? Mustahil. Selalu ada anak terlantar di setiap tempat, tidak masuk akal jika di sini tidak ada panti asuhan.


Pasti ada alasan kenapa mereka mengadopsi Tatiana. Alasan itu yang harus ia cari tahu.


"Mom, jangan menyentuhnya. Apa kau tidak merasa jijik menyentuh orang kampung ini?" Suara angkuh itu datang dari belakang Yoana.


Catalina mengalihkan pandangannya dan menangkap sesosok gadis yang melipat tangannya di dada. Sebelah alisnya terangkat sebelum seringai samar muncul di bibirnya. Oh, jadi ini keluarga bedebah yang legendaris itu? Ia hanya membacanya di novel. Saat melihatnya di dunia nyata, ternyata novel tidak sepenuhnya mengada-ada. Ternyata keluarga angkat Tatiana, berisi sampah-sampah yang sangat menjijikan.

__ADS_1


__ADS_2