Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 69 • RGSA - Gunakan Mulutmu! ^^


__ADS_3

Sosok yang berdiri di pintu adalah seorang pria tampan yang berusia kurang lebih dua puluh dua tahun. Mengenakan pakaian kasual, pria itu terlihat jauh lebih muda dari usianya. Tubuhnya tidak terlalu tinggi namun cukup untuk ukuran seorang pria.


Setelah bangun dari keterkejutannya, Kenny membungkukkan sedikit badannya. "Tuan muda, Anda datang?" Ia sengaja bertanya dengan suara keras. "Kenapa tiba-tiba Anda datang tanpa memberitahu saya?" Ia juga sengaja tidak menyingkir dari hadapannya untuk menunda pria itu sedikit lebih lama.


Benar. Dia adalah Lexus. Lexus Geffrey. Adik kandung Sehan. Pria yang sedang ia halangi. Mengingat betapa rumit kehidupan yang Catalina jalani sekarang, Kenny cukup yakin baik Catalina ataupun bosnya tidak ingin memperkeruh keadaan dengan mengekspos hubungan mereka.


Apalagi, Lexus tidak mengetahui tentang pertunangan antara Sehan dan Tatiana. Meski gadis di dalam bukan Tatiana, setidaknya Lexus mengenalnya sebagai Tatiana.



Melihat Kenny berdiri di depannya dan tidak menyingkir, Lexus mengerutkan kening. "Aku ingin menemui kakakku, memang tidak boleh?" tanyanya. Suaranya dingin, terdengar kejam dan tidak manusiawi. Ia tidak tahu kenapa Kenny menghalanginya dan terkesan ingin mengusirnya. Apa ada sesuatu yang disembunyikan kakaknya di dalam sana?


"Tentu saja Anda bisa datang kapan pun Anda mau. Namun jika Anda mengatakannya, saya akan menjemput Anda secara pribadi." Meski mendapat perlakukan tidak sopan dari Lexus, namun Kenny tahu pria itu tidak seburuk itu. Dia hanya marah karena ia menghalangi jalannya.


"Lalu kenapa kau tidak menyingkir? Apa kakakku tidak ada di dalam?" Lexus menatap Kenny dengan curiga. Perilaku Kenny saja sudah mencurigakan, ditambah bagaimana dia begitu gigih mencegahnya masuk, pasti ada sesuatu yang terjadi di dalam.


"Bagaimana syuting Anda? Saya dengar Anda melakukan pengambilan gambar di Newcastle upon Tyne. Anda datang jauh-jauh dari luar negeri untuk mengerjakan serial itu." Mengabaikan pertanyaan Lexus, Kenny mengalihkan pembicaraan dengan sangat cepat.


"Jangan mengalihkan pembicaraan. Katakan, apa kakakku ada di dalam atau tidak?" Lexus bukan orang yang suka membuang waktu. Ia baru saja kembali dengan penerbangannya lalu pulang sebentar dan bergegas ke sini. Jika Kenny terus menghalanginya, orang seperti dirinya juga bisa kehilangan kesabaran.


Sementara itu di dalam ruangan, ketika Catalina mendengar keributan di luar dan suara Kenny yang seperti sengaja berkata dengan suara keras, ia segera tahu apa yang terjadi.


Siapa yang Kenny halangi, siapa tuan muda yang Kenny maksud, tidak mungkin ia tidak tahu.


Tuan muda keluarga Geffrey hanya dua. Sehan dan Lexus. Karena Sehan berada di sini bersamanya, maka tuan muda yang berada di luar pasti adalah Lexus.


Catalina menoleh, menatap Sehan. "Sepertinya adikmu datang, bagaimana ini?" tanyanya sedikit panik. Ia tidak menyangka orang yang ingin Lexus temui adalah Sehan. -bab 64- Tahu begitu, ia tidak akan datang ke sini hari ini.


Sehan mengangguk. "Sepertinya begitu." Daripada Catalina, Sehan tampak jauh lebih tenang. Kenny, pria itu sangat bisa di andalkan. Ia tahu dia akan mencegah Lexus untuk masuk tidak peduli bagaimana caranya.

__ADS_1


Saat merasakan tubuh gadisnya menegang, Sehan menjepit dagunya lalu mencium bibirnya perlahan sebagai cara untuk menenangkan. "Sekarang, apa yang akan kau lakukan? Apa kau ingin menemuinya?" Apapun keputusan yang akan Catalina ambil, apakah dia ingin menunjukkan hubungan mereka kepada Lexus atau tidak, ia akan menghargai apapun keputusannya.


"Apa dia tidak mengetahui tentang pertunangan kita?" tanya Catalina. Maksudnya, pertunangan antara Sehan dan Tatiana. Jawaban Sehan akan memudahkannya membuat pilihan.


"Tidak," jawab Sehan.


Catalina diam selama beberapa saat. Sudah ia duga Lexus memang tidak tahu tentang pertunangan itu. Karena sudah seperti itu, maka ia akan memilih jalan yang sedari awal sepertinya memang sudah ditakdirkan seperti itu.


Catalina berkata, "Kalau begitu, aku tidak akan menemuinya," ucapnya. Karena Lexus tidak tahu, maka biarkan saja seperti itu. "Dimana aku bisa bersembunyi?"


"Mm.." Sehan memutar bola matanya, berpura-pura berpikir.


"Jangan terlalu lama berpikir, Sehan," desak catalina. "Lexus akan tahu." Ia semakin panik. Ia tidak tahu kenapa Sehan masih begitu tenang padahal bencana sudah ada di depan mata.


"Aku harus memikirkannya baik-baik. Aku tidak ingin kau bersembunyi di toilet," sahut Sehan, terdengar sangat meyakinkan.


"Apakah tidak ada ruang pribadi di ruanganmu? Bukankah ruangan CEO biasanya seperti itu?" tanya Catalina lagi. Ia cukup yakin ada semacam ruang istirahat yang berisi ranjang dan kamar mandi di ruangan Sehan.


"Jangan terlalu banyak menonton drama. Mana ada ruangan seperti itu?" ujar Sehan. Perkataannya begitu meyakinkan hingga Catalina mempercayainya tanpa sedikit pun meragukannya. Tanpa Catalina sadari, bahwa ia sedang membohonginya.


Ruangan pribadi di ruang CEO?


Tempat seperti itu jelas ada di ruangannya.


Namun ia tidak ingin melepaskan Catalina kali ini. Karena gadis itu terobsesi dengan hubungan intim yang mendebarkan, maka ia akan membantunya mewujudkan keinginan itu. Sesuatu yang sepuluh kali lebih mendebarkan.


Catalina merenung untuk sesaat. "Jika tidak ada ruangan seperti itu, lalu aku harus bersembunyi dimana?"


"Jika kau mau, kau bisa bersembunyi di bawah meja." Sehan merekomendasikan solusi ini dengan cepat. Ujung matanya menunjuk kolong meja dan raut wajahnya berusaha mempengaruhi Catalina agar gadis itu terpengaruh dan dengan sukarela bersedia bersembunyi di sana.

__ADS_1


Catalina terperdaya. Ia mengangguk sebelum turun dari pangkuan Sehan dan bersembunyi di bawah meja. Untung saja meja kerja Sehan cukup besar dan kolong mejanya juga tidak terlalu buruk untuk bersembunyi. Hanya saja, kenapa Sehan membuka kakinya seperti itu? Memperlihatkan sesuatu yang tampak menonjol di balik celana.


Apa Sehan sengaja?


Tunggu!


Pria itu, tidak mungkin berniat melakukan sesuatu yang aneh di depan adiknya, bukan? Dia tidak mungkin memintanya, ehm.. melakukan adegan dewasa di sini, kan?


Tidak mungkin. Sehan bukan orang seperti itu.


Tidak. Sehan orang seperti itu. Dia jelas berniat memintanya untuk memuaskannya di sini dengan cara yang, uhuk uhuk.. sedikit mesum.


Merasa tertipu dan masuk ke mulut serigala, Catalina ingin keluar namun Sehan lebih dulu mendorong kursinya menjadi lebih dekat dengan meja. Membuatnya sepenuhnya terjebak dan tidak bisa keluar lagi.


Setelah berhasil menjebak Catalina dengan muslihatnya, Sehan membuka kaitan celananya lalu menurunkan resletingnya. Memperlihatkan miliknya yang sudah berdiri tegak dan siap masuk ke lubang buaya.


Melihat pemandangan yang tidak asing di depannya, Catalina tercengang. Si sialan ini, sebenarnya apa yang dia lakukan? Kenapa dia menunjukkan benda keras itu kepadanya?


Catalina menggertakan gigi dan dengan marah menepuk paha Sehan. "Apa yang kau lakukan? Masukkan kembali milikmu sekarang juga!" Catalina setengah meraung. Namun meski masuk ke kategori meraung, raungannya tergolong sangat rendah. Berkali-kali lebih rendah dari raungannya yang biasanya.


Sehan membungkukkan tubuhnya dan melihat harimau betina yang tampak marah sedang mengaum dan menunjukkan cakarnya kepadanya. Bukannya takut, Sehan menyeringai. "Lakukan sesuatu untuk mengurangi kebosananmu atau aku akan membuat Lexus tahu bahwa kau berada di sini!" Sehan setengah mengancam. Tidak. Ia sepenuhnya mengancam. Mengancam dengan wajah tampannya dengan cara yang menggoda.


Catalina tercengang. Mengurangi kebosanan? Apanya yang mengurangi kebosanannya? Sehan hanya ingin ia melakukan sesuatu untuk adik kecilnya dengan kedok mengurangi kebosanannya.


Menyadari bahwa itu adalah niatnya sejak awal, Catalina berkata, "Kau curang sekali! Bagaimana mungkin kau melakukan tindakan tidak bermoral ini kepadaku? Kau menipuku!" Ia membalas perkataannya tanpa takut.


Sehan mengedipkan sebelah matanya dengan genit. "Lakukan saja, oke? Atau kau lebih suka Lexus tahu?" Sehan kembali menggunakan ancaman yang sama untuk memaksa gadis itu.


Tidak bisa menanggung beban diketahui oleh Lexus, Catalina merengut. Melihat milik Sehan yang panjang, berurat, dan besar sangat dekat dengan wajahnya, ia menelan ludah dengan susah payah. "Lalu, kau ingin aku menggunakan tanganku?" Jika hanya menggunakan tangan, baik-baik saja maka. Ia memang belum pernah melakukannya, namun bukan berarti ia tidak bisa melakukannya.

__ADS_1


"Gunakan mulutmu!" Selesai mengatakan itu, Sehan segera memanggil Kenny dan sepenuhnya mengabaikan Catalina. Namun meski begitu, ia sudah sangat siap di puaskan oleh Catalina dengan sensasi yang mendebarkan.


Di bawah meja, Catalina kehabisan semua kata-katanya. Menggunakan mulut? Sialan. Apa pria ini kehilangan otaknya? Kenapa dia begitu mesum dan menyebalkan?!!!


__ADS_2