
Di dalam kantor CEO, Sehan bersandar di kursi kulitnya yang mewah di belakang meja kayu yang besar. Melihat Kenny kembali dari mengantarkan pakaian untuk Catalina, ia bertanya, "Bagaimana?"
"Dia menerimanya," jawab Kenny.
"Kau yakin?"
"Ya." Kenny mengangguk.
Sehan terkekeh. Menerimanya? Mustahil. Ia cukup yakin gadis itu membuang pakaiannya ke tempat sampah. Gadis yang berani melawannya, tidak takut membuang pakaiannya.
Dan harus ia akui, keberaniannya sungguh mengagumkan.
Tidak ada orang yang terang-terangan berani melawannya. Apalagi dia hanya seorang gadis muda yang usianya baru dua puluhan. Siapapun yang tahu siapa ia, biasanya akan memperlakukannya secara istimewa karena takut menyinggungnya.
Namun gadis itu berbeda.
Gadis itu seperti orang asing yang tidak tahu apapun tentang dirinya. Gadis itu seolah takut karena kekuasaannya tetapi acuh dan berani di satu sisi. Gadis itu seperti ingin melawan dan menjatuhkannya dan tidak menyembunyikan niat buruk itu.
Melihat ekspresi Sehan, Kenny memutar bola matanya. Bosnya ini, apa yang terjadi padanya? Apa bosnya sedang mencibir dirinya sendiri karena tidak percaya diri? Bisakah orang seperti itu kehilangan kepercayaan dirinya? Mustahil. Pasti ada hal lain yang sedang dia pikirkan.
"Lalu, bagaimana perkembangannya?" tanya Sehan.
Mengerti apa maksudnya, Kenny segera menjawab, "Kami sudah mencari informasi tentang penerbangan yang masuk ke London sejak hari Nick pergi. Dan, ya, ada seorang gadis yang terbang dari bandara Anchorage dan dia cukup mencurigakan," Kenny menjelaskan hasil penemuannya. Karena Sehan masih mencurigai kepergian Nick pada saat itu, ia menyelidiki sampai ke detail-detail kecil yang menurut orang mungkin tidak penting. Dan jika tidak ada yang mencurigakan untuk penerbangan ke luar, maka mereka harus mencari tahu penerbangan yang masuk.
Sehan mengerutkan kening. Ia mendengarkan laporan Kenny dengan ekspresi dingin. Tangannya terlipat di dadanya. "Anchorage?"
"Ya, Tuan. Kota di Alaska."
Sehan menyentuh dagu. "Lanjutkan!"
"Foto di paspor dan wajah aslinya cukup berbeda. Namun dia berhasil melewati keamanan dengan sempurna. Pesawatnya mendarat di London dan bersamaan dengan itu, Tatiana bangun dari koma." Kenny melanjutkan.
Sehan menaikan tangan, menghentikan Kenny yang hendak berbicara. Seketika Kenny menutup mulutnya.
Sehan memutar kursinya ke belakang dan pemandangan kota tampak indah dari jendela luas di belakang mejanya. Ia sudah lama tidak menemukan hal semenarik dan semenantang ini. Jadi ia sangat ingin menerima tantangan itu kemudian melewatinya dengan sempurna. Lagipula, semakin rumit sebuah teka-teki, semakin besar pula hadiahnya.
Pertama, gadis itu menjadi pandai berbahasa Rusia begitu bangun dari koma. Padahal, Tatiana hanya tahu bahasa Inggris dan tidak ada data yang menyebutkan bahwa gadis itu pernah belajar bahasa asing apalagi Rusia.
Kedua, sikap dan pembawaannya berbeda seratus delapan puluh derajat dengan gadis itu sebelum koma. Memang ia tidak pernah dekat dengan Tatiana. Namun bukan berarti ia tidak tahu apapun tentang gadis itu.
Sehan tidak percaya orang yang bangun dari koma bisa berubah sebanyak itu. Juga, kalaupun otaknya memang bermasalah atau bahkan mengalami amnesia, dia hanya akan melupakan orang-orang di sekelilingnya. Tidak akan menghilangkan sikap, pembawaan, serta karakter yang melekat dalam dirinya.
Ketiga, Kepergian Nick ke luar negeri beberapa minggu lalu benar-benar penuh misteri. Tidak ada jejak apapun yang bisa di lacak. Semua sangat bersih dan tertata seolah semua sudah direncanakan.
Memang, kekuatan yang Nick miliki tidak bisa diremehkan.
__ADS_1
Meski Nick hanya anak haram, namun statusnya di luar keluarga Durant tidak bisa diremehkan. Pria itu memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak diketahui oleh banyak orang, bahkan keluarganya sendiri.
Keempat, penerbangan dari Anchorage, Alaska.
Semua orang tahu bagaimana sejarah panjang salah satu negara bagian Amerika Serikat yang terletak di Amerika Serikat Barat di ujung barat laut Amerika Utara, Alaska. Di sana, 86,3 persen penduduknya menggunakan bahasa Inggris, 5,2 persen menggunakan bahasa Rusia, 3,4 persen menggunakan bahasa Tagalog, 2,9 persen Spanyol, dan lainnya 2,2 persen.
Seseorang yang tinggal di sana, sangat wajar bisa berbahasa Rusia mengingat bagaimana sejarah Amerika bisa memiliki Alaska. Dan secara kebetulan gadis itu bisa berbahasa Rusia setelah bangun dari koma bersamaan dengan masuknya seorang gadis dari Alaska. Jika dipikir, bukankah garis waktu berbaris terlalu sempurna?
Hanya ada satu kemungkinan, dia bukan Tatiana yang sebenarnya. Tetapi jika bukan, lalu siapa gadis itu?
"Kenny." Sehan memanggil asisten khususnya.
"Ya, Tuan," jawab Kenny.
"Apa benar Tatiana di adopsi dari Newcastle upon Tyne?"
"Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, benar. Dia di adopsi dari sana." Newcastle upon Tyne adalah kota terpadat di Inggris Timur Laut. Dan berdasarkan informasi, keluarga angkat Tatiana mengadopsinya dari salah satu panti asuhan di sana.
"Cari tahu apakah informasi itu dapat dipercaya atau tidak. Juga, gali lebih jauh tentang gadis misterius dari Anchorage." Sehan memberi instruksi. "Kau bisa pergi," tambahnya. Semakin gadis itu melawannya, semakin penasaran pula ia. Siapa sebenarnya wujud asli yang menempati cangkang kosong itu? Dan apa tujuannya?
[Tatina \= Cangkang kosong/manusia yang tidak berguna, menurut Sehan. Maksudnya, siapa sebenarnya yang memakai nama Tatiana untuk mengelabuhi orang]
"Baik." Kenny membungkukkan badan lalu undur diri. Setelah keluar dan menutup pintu, sebuah pertanyaan terdengar dari meja sekretaris.
Sehan memiliki dua sekretaris pribadi dan satu asisten khusus. Dua sekretaris adalah wanita, dan asisten khususnya adalah Kenny. Mereka di gaji dengan bayaran yang tinggi. Namun, semakin tinggi uang yang Sehan keluarkan, semakin banyak dan rumit pekerjaan mereka, dan semakin tinggi pula resikonya.
"Jangan bergosip di sini." Kenny menimpali santai. Kemudian ia duduk di kursinya.
Dua sekretaris tampak kecewa. Perubahan perasaan Sehan adalah yang paling penting untuk mereka. Menyangkut hidup dan mati mereka. Sedikit buruk saja perasaan Sehan, kesalahan kecil yang mereka lakukan bisa menjadi amarah besar dan berdampak pada pemotongan gaji atau bahkan pemecatan. Sesusah itu bekerja untuk orang seperti itu. Haish.
***
Kembali ke kondominium, Catalina mengambil naskahnya dan mulai berlatih hingga sore hari. Ia menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk mempelajari detail seperti ekspresi atau gerakan tubuh yang sesuai untuk menggambarkan perasaan si tokoh. Ia hanya keluar untuk makan, berolahraga sedikit, dan menjawab panggilan alam. Setelah itu ia akan kembali fokus dengan naskahnya.
Saat Nick datang menjemputnya, Catalina sudah bersiap-siap dengan penampilan baru layaknya anak sekolah. Karena peran yang akan ia perankan adalah anak sekolah, maka ia berdandan semirip mungkin dengan mereka.
"Penampilanmu lumayan," ucap Nick sambil mengawasi Catalina dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Apanya yang lumayan? Ini sempurna." Catalina memperbaiki perkataan Nick yang baginya sangat salah sekali. Penampilannya sempurna, oke? Dari bagian mana Nick melihatnya lumayan?
"Dasar tidak tahu malu." Cibir Nick. Ada perbedaan antara percaya diri dan terlalu percaya diri. Dan baginya, Catalina sudah melampauinya.
Catalina mengabaikannya. Ia mengambil tas dan naskahnya lalu melangkah pergi. Nick berjalan di belakangnya lalu mereka berkendara menuju tempat casting.
Setibanya di sana, sudah banyak orang yang datang. Dan kebanyakan dari mereka adalah wajah-wajah yang Catalina kenal melalui dokumen informasi yang Nick berikan. Untungnya ia sudah menghafal semuanya di luar kepala, barangkali beberapa dari mereka datang menyapanya, ingatannya sedikit membantu.
__ADS_1
"Jangan membuat ulah," Nick berbisik tepat di telinga Catalina.
"Kapan aku membuat ulah?" Catalina tidak terima.
Nick menjentikkan jarinya pada dahi Catalina. "Kau masih bertanya?" garamnya. Tidak seperti Tatiana yang patuh dan tidak pernah membangkang, Catalina benar-benar gadis sialan.
"Aduh." Catalina mengusap dahinya. "Sakit, tahu!"
"Kau masih tahu rasa sakit?"
"Kau pikir aku orang mati?"
"Kau sakit jiwa," ujar Nick. "Aku akan mengambil nomor antrian. Ingat untuk tidak membuat ulah dan bersikap senatural mungkin." Dengan begitu, ia melangkah pergi meninggalkan Catalina.
Catalina tidak menjawab. Apa Nick pikir ia anak kecil? Pria busuk itu, aish.
Catalina mengedarkan pandangannya menyapu sekeliling dan tidak berselang lama setelah kepergian Nick, seorang gadis berjalan mendekat menghampirinya. Dari caranya tersenyum, Catalina tahu bahwa dia mungkin datang untuk menyapa. Dan ya, ia sudah mempersiapkan mental untuk menghadapi hal merepotkan seperti ini.
Sesuai dugaan, gadis itu tiba-tiba memeluknya. Catalina yang tidak siap menerima pelukan dari orang asing, mendorong tubuhnya sedikit agar menjauh darinya. "Maaf, aku belum terbiasa," ucapnya.
Gadis itu melonggarkan pelukannya. "Tidak apa-apa, Tatiana," sahutnya. "Lama tidak bertemu, bagaimana keadaanmu? Aku tidak menduga kau koma dan ya, syukurlah kau bangun."
Catalina menyipitkan mata dan meneliti gadis cantik yang berdiri di depannya. Dia adalah Julie, Julie Purman, seorang aktris cantik yang berhasil mencuri perhatian setelah membintangi serial drama romantis sebagai pemeran wanita kedua. Hubungannya dengan Tatiana memang tidak dekat, namun cukup baik. Tetapi kabarnya Julie memiliki hubungan rahasia dengan pria kaya yang kemudian menjadi pendukungnya.
Nick bahkan secara pribadi meminta Tatiana untuk sedikit menjaga jarak darinya. Mengingat betapa naifnya Tatiana, Nick takut gadis itu akan terjerumus dan tidak bisa mengendalikan diri.
Catalina mendengus. Tatiana mungkin memang naif, itu sebabnya Nick sedikit membatasinya. Namun ia tidak, ia berbeda. Ia tidak mudah terpengaruh dan ia cukup pandai menjaga diri. Kecuali jika lawannya adalah Sehan. Ya, pria itu adalah pengecualian.
Ia bertanya-tanya, apa salahnya memiliki kekasih rahasia yang mendukungnya?
Kuno sekali.
Memang kenapa?
Apa salahnya berhubungan dengan pria kaya?
Selama pria itu tidak beristri dan tidak memiliki pasangan, tidak masalah apakah hubungan mereka rahasia atau bukan. Kenapa orang selalu iri dengan kebahagiaan orang lain?
Aish. Sungguh menyebalkan jika hidup hanya dengan mendengarkan apa kata orang.
Selesai meneliti, Catalina segera membalas sapaannya. "Hai, Julie. Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat." Catalina tidak menunjukkan sedikit pun senyum namun suaranya terdengar sedikit ramah. Untuk beberapa alasan, ia berpikir Julie bukan orang yang palsu. Mungkin sama seperti dirinya, lugas dan jujur.
"Baguslah," timpalnya. "Aku pikir kau akan mati." Julie terkekeh di akhir kalimatnya. "Jangan tersinggung, aku hanya mengatakan apa yang aku pikirkan."
Catalina mengulas senyum tipis. Seperti yang ia duga, gadis ini lugas dan jujur. Selalu mengatakan apa yang dipikirkan tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Ia hanya tidak menyangka akan menemukan orang dengan karakter yang sama seperti dirinya.
__ADS_1