Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 54 • RGSA - Bodyguard Untuk Catalina ^^


__ADS_3

Yang datang menjemput dan bertugas mengantar ke bandara adalah orang kepercayaan Nick.


Dia adalah seorang gadis yang mungkin berusia dua puluh lima tahun atau bahkan mungkin kurang dari itu. Dia masih muda dan cantik. Penampilannya yang hanya mengenakan tank top, celana kamuflase, sepatu bot militer, dan rambut yang diikat seadanya di belakang membuat Catalina menyipitkan mata, curiga.


"Ada apa dengan tatapanmu? Kau tidak berkedip saat menatapnya. Apa kau menyukainya? Apa kau menyukai perempuan?" Nick berkata sambil menatap Catalina dengan tatapan mengejek.


"Darimana kau mendapatkan gagasan picik itu? Memang aku tampak menyukai perempuan? Meski aku tidak pernah menjalin hubungan, aku gadis normal, aku menyukai laki-laki, tahu!" Catalina berujar kesal. Pria licik ini, selalu menyimpulkan sesuatu seenaknya sendiri.


"Hei, jika memang tidak, kenapa kau marah? Santai, Bung." Nick menepuk bahu Catalina sebagai cara menghibur.


"Apa aku terlihat marah?"


"Ya, kau sangat marah," jawab Nick. "Lihat, kau seperti akan mengeluarkan lava."


"Dasar kau!" Catalina meninju lengan Nick secara pelan dan memelototinya. "Aku hanya penasaran, apa dia orangmu?" Seketika Catalina merendahkan suaranya untuk menghindari gadis itu mendengarnya.


"Uh huh." Nick mengangguk. "Kenapa?" Karena maksud ucapan Catalina adalah Stacey, ia mengalihkan pandangannya dan menatap Stacey. Namun semakin lama ia memperhatikan, ia merasa tidak ada yang aneh dengan gadis itu.


"Kau yakin dia hanya supir?" Catalina bertanya dengan hati-hati. Daripada supir, gadis itu lebih mirip bodyguard.


"Siapa bilang dia hanya supir?" ujar Nick. "Dia adalah orang yang akan melindungimu mulai dari sekarang. Meski dia wanita, jangan remehkan kemampuannya." Nick menepuk bahu Catalina lagi. "Ayo masuk." Nick masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.


Menatap Nick dengan bingung, Catalina juga masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pria itu. "Kenapa?" tanyanya kemudian.


"Kenapa? Kau sungguh masih bertanya?"


"Memang tidak boleh?" Catalina mengaitkan sabuk pengaman dan mobil segera melaju pergi meninggalkan kondominium menuju bandara.


"Ehm." Nick berdehem. "Aku yakin kau sudah tahu, namun tak apa, aku akan menjelaskannya lagi." Nick menjeda kalimatnya. "Setelah semua yang terjadi, kau yakin dirimu masih aman?" Keluarga Atkinson akan memburu Catalina kemanapun dia pergi. Jika ia tidak memperkuat pengamanannya, keselamatannya bisa terancam. Dan ia tidak ingin itu terjadi.


Meski Catalina sangat menyebalkan, namun semenyebalkan apapun dia, ia tetap akan melindungi dan menjaganya dengan baik.


Catalina memutar bola matanya kemudian mengangkat bahu. "Entahlah, aku tidak yakin. Namun aku cukup yakin mampu melindungi diriku sendiri." Keluarga Atkinson mungkin memiliki banyak cara untuk menangkapnya, namun ia cukup yakin tidak akan ada pembunuhan.


Jika ingin menangkapnya, mereka pasti menginginkan dirinya dalam keadaan hidup. Jadi, mereka tidak akan menggunakan cara ekstrim yang bisa mengancam nyawa. Paling-paling mereka hanya akan memukulinya dan menyeretnya kembali ke rumah sial itu.

__ADS_1


"Kau tidak bisa."


"Aku bisa."


"Aku memang menyukai kepercayaan dirimu, namun aku tidak mau menanggung resiko. Tatiana sudah cukup merepotkan, aku tidak mau direpotkan lagi," tegas Nick.


Perkataan Nick seketika membungkam mulut Catalina. Ingin membalas, namun Nick benar. Tatiana sudah cukup merepotkan. Jika ia mengabaikan perkataannya dan sesuatu yang buruk terjadi padanya, ia pasti akan semakin membebani Nick.


Dengan begitu, Catalina segera menyetujuinya dan tidak berdebat lagi.


Keadaan hening untuk sementara waktu sampai suara Catalina memecah keheningan. "Nick," panggilnya.


"Em?"


"Berapa umurmu?"


"Hampir dua puluh enam tahun. Kenapa?"


Catalina mengusap dagu dan memperhatikan Nick seperti orang cabul. "Kau masih sangat muda."


Catalina terkekeh. "Ya kau benar, aku memang lebih muda beberapa tahun darimu." Meski Nick jauh lebih tua darinya dan beberapa tahun lebih muda dari Sehan, namun Nick tampak jauh lebih dewasa dari Sehan. Mungkin karena dia hidup di jalanan sehingga warna kulitnya menjadi sedikit lebih gelap dan tubuhnya sedikit lebih tinggi.


Penampilannya yang kasual, urakan dan apa adanya membuatnya terlihat seperti gelandangan. Namun meski begitu, dibanding Sehan, Nick jauh lebih menyenangkan. Pria itu ceria dan banyak bicara. Pria itu juga banyak tersenyum dan sedikit konyol.



"Nick."


"Mm?"


"Apa aku boleh tahu, kenapa kau sangat peduli pada Tatiana?" tanya Catalina. Ini adalah hal yang membuatnya sangat penasaran. Atas dasar apa Nick peduli pada Tatiana? Jika alasannya karena hubungan mereka sebagai artis dan manajer, ia tidak akan percaya.


Kesetiaan Nick, jauh melampaui kesetiaan seorang manajer.


"Memang aku tidak boleh peduli padanya?" Bukannya menjawab, Nick justru membalikkan pertanyaannya.

__ADS_1


"Bukannya tidak boleh. Sejujurnya kau terlalu mencurigakan." Catalina tidak menutupi apapun tentang apa yang ia pikirkan. Baginya, Nick benar-benar misterius. "Mm.. apa kau menyukainya?" Catalina menambahkan.


Nick tercengang. Ia menatap Catalina dan detik berikutnya terkekeh. "Aku menyukainya? Jangan bercanda." Nick benar-benar tidak mengerti bagaimana jalan pemikiran Catalina. Dan ia tidak tahu darimana gagasan konyol seperti itu muncul di benaknya.


"Kau terus memanggil namanya saat mabuk," Catalina menimpali. -bab 24-


"Benarkah?" Nick memutar bola matanya, berusaha mengingat-ingat. "Kalaupun memanggil namanya, mungkin bukan dia yang ku maksud." Ia mengalihkan pandangannya dan menatap ke luar jendela. Suaranya semakin dingin seiring kata yang terlontar dan ekspresinya sedikit rumit.


Meski tidak mengerti, Catalina tetap mengangguk. "Baiklah, aku mengerti." Memang, ada banyak nama Tatiana di dunia ini. Mungkin bukan Tatiana saudara kembarnya yang Nick maksud, mungkin dia adalah gadis lain.


Catalina berusaha mengukir pernyataan itu meski sejujurnya ia tidak begitu meyakininya. Namun karena Nick tidak ingin membahasnya, ia tahu kapan waktu yang tepat untuk berhenti mencari tahu tentang kehidupan pribadi orang lain.


***


Catalina tidak tahu jenis manusia macam apa Nick itu.


Pria itu hanya mengantarnya sampai ke bandara kemudian melesat pergi entah kemana. Padahal penerbangannya tinggal tiga puluh menit lagi. Jika dalam tiga puluh menit Nick tidak kembali, sudah pasti ia hanya akan pergi dengan gadis yang Nick bawa.


"Siapa namamu?" tanya Catalina pada gadis yang duduk di sampingnya di kursi tunggu.


"Saya Stacey, Nona."


"Baiklah, Stacey. Bisakah kau tidak memanggilku nona?"


Stacey berpikir sejenak. "Maaf, sepertinya tidak bisa," ucapnya kemudian.


"Tapi, aku merasa sedikit tidak nyaman dengan panggilan itu." Meski merasa tidak nyaman, Catalina cukup tahu diri untuk tidak memaksa. Karena jika tidak dipanggil 'nona', maka ia tahu akan dipanggil Tatiana. Daripada dipanggil dengan nama Tatiana, ia merasa panggilan 'nona' masih jauh lebih baik.


"Maafkan saya, Nona." Stacey meminta maaf sekali lagi.


Catalina menghela nafas panjang. "Tidak perlu meminta maaf, aku mengerti." Semua yang Nick dan Stacey lakukan, ia tahu betul semua untuk kebaikannya. Sangat lucu jika ia terus mengeluhkan sesuatu yang sepele.


Teringat sesuatu, Catalina kembali buka suara, "Kau tahu apa yang terjadi pada Nick? Kenapa dia begitu aneh hari ini?" Dan keanehan itu terjadi sejak perbincangan terakhir kali tentang Tatiana yang lain, Tatiana yang bukan saudara kembarnya. Sejak saat itu tingkah pria itu menjadi aneh sebelum akhirnya dia pergi entah ke mana.


"Bukan saya tidak mau memberitahu, namun saya sendiri juga tidak mengerti." Stacey hanyalah satu dari banyaknya bawahan yang Nick miliki. Dan orang seperti mereka, tidak diizinkan untuk tahu ataupun mencari tahu tentang kehidupan para petinggi organisasi. Jadi, ia benar-benar tidak tahu apapun. Dan kalaupun tahu, ia juga tidak akan memberitahu.

__ADS_1


Catalina mengusap dagu. "Begitu, ya?" Jawaban Stacey membuatnya semakin penasaran. Sebenarnya rahasia apa yang Nick sembunyikan? Bisakah ia mengetahuinya suatu hari nanti?


__ADS_2