Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 71 • RGSA - Menelan Semua Cairan


__ADS_3

Lexus terperanjat.


Apa maksudnya ini? Apakah artinya Sehan membenarkan? Tidak. Jadi benar? Benar bahwa Sehan menyembunyikan seorang gadis? Di sini? Apakah dia kekasihnya? Benarkah dia punya kekasih? Sungguh?


Wah, jika benar, bukankah ini berita paling fenomenal abad ini?


Seorang Sehan, memiliki kekasih?


Dunia pasti berada di ujung kehancuran.


Tetapi, apa maksudnya dengan 'jika tidak ingin mengganggu, pergi saja!'? Kenapa pria itu lugas sekali? Terang-terangan mengatakan bahwa dia akan melakukan sesuatu yang lain jika ia pergi? Mengusirnya secara langsung?


Haish.. pria itu, bisa tidak dia menjadi lebih tidak tahu malu lagi?


Namun siapa peduli? Ia bahkan lebih penasaran dengan gadis itu. Seperti apa dia, apakah dia secantik itu, apakah dia sehebat itu. Ia benar-benar ingin tahu rumus apa yang dia gunakan untuk memecahkan kasus yang begitu rumit seperti Sehan. Ia ingin tahu matra apa yang dia pakai sampai gunung es yang sudah membeku ribuan tahun perlahan mencair.


"Kau masih tidak pergi?" Sehan mengulangi perkataannya. Mengusir secara kasar. Sudah terang-terangan berkata akan melakukan hubungan orang dewasa pun dia masih tidak mengerti. Dasar bocah tengik.


Tidak merasakan pergerakan di bawah meja, Sehan mencengkeram rambut Catalina lalu mendorongnya perlahan, memaksa agar Catalina melanjutkan apa yang belum dia selesaikan.


Di bawah meja, raut wajah Catalina berubah jelek. Pria ini, benar-benar penuh pemaksaan dan suka bermain keras. Baiklah, jika itu yang dia inginkan, ia akan membuatnya merasakan apa yang di sebut hasrat yang tak tertahankan.


Bersamaan dengan tekad yang kuat untuk menaklukkan Sehan, Catalina kembali melanjutkan aktifitas yang tadi terhenti. Gerakan serta gaya yang ia lakukan semakin bagus dan profesional.


Ia memang cukup cepat dalam hal belajar. Bahkan untuk mempelajari sesuatu yang bersifat mesum seperti ini pun ia dapat menguasainya dalam waktu singkat.


Apalagi ia memiliki keinginan yang kuat untuk menaklukkan Sehan dan membuatnya mengeluarkan cairannya dalam beberapa menit. Semakin cepat maka semakin baik.


"Katakan, siapa dia?" Lexus menolak untuk pergi. Sehan adalah pria yang lurus. Hidupnya bersih dan jauh dari skandal. Dia tidak pernah memiliki hubungan dengan seorang gadis. Ini adalah pertama kalinya. Dan mustahil jika berkata ia tidak penasaran.

__ADS_1


Lexus sangat penasaran dengan sosok yang berhasil membuat kakaknya yang ia kira tidak menyukai wanita, bersedia menyelundupkannya ke ruangannya. Ia ingin tahu siapa dia, bagaimana rupanya, apa pekerjaannya, semua tentangnya, ia ingin tahu semuanya.


"Meski kau bertanya, apa kau pikir aku akan memberitahu?" Sehan mencibir. "Bukankah kau terlalu melebih-lebihkan dirimu sendiri?" imbuhnya lagi. Lexus adalah adiknya satu-satunya sekaligus orang yang paling dekat dengannya selain teman-temannya. Bagaimana ia, seperti apa keras kepalanya, Lexus tahu dengan jelas. Bahkan jika Lexus bertanya sampai menangis darah, ia masih tidak akan mengatakan apapun.


"Tidak bisakah kau memberitahu ku?" Lexus sedikit memaksa.


Sehan mengalihkan pandangannya ke luar jendela. "Dia adalah gadis yang istimewa. Jika sudah saatnya tiba, kau akan tahu." Bukan Sehan tidak ingin memberitahu, ia akan memberitahu, tentu saja, tetapi nanti, bukan sekarang. Sekarang bukan waktu yang tepat.


"Kau pelit sekali," Lexus sedikit mengejek. Entah sejak kapan kakaknya menjadi begitu misterius. Namun dia yang seperti ini, ia tidak menyukainya.


"Jadi, bisakah kau tinggalkan aku sekarang?" Meski menggunakan tanda tanya, namun perkataannya lebih seperti menggunakan tanda seru. Kalimat yang seharusnya dikatakan pun bukan itu, tetapi 'enyah'. Kata yang jauh lebih singkat, fleksibel dan jelas.


Lexus menggelengkan kepala. "Tidak. Aku tidak akan pergi sebelum aku tahu siapa gadis itu." Ia gigih dengan keputusannya. Ia ingin tahu. Sangat ingin tahu. Bahkan jika harus menunggu sampai berhari-hari, ia tidak keberatan tetap menunggu di sini.


"Jangan keras kepala."


"Kau yang paling tahu seberapa keras kepalanya aku," ujarnya sambil melipat tangannya di dada. Ia berkata dengan percaya diri seolah Sehan akan menuruti semua perkataannya jika ia mempertahankan sedikit saja kekerasan kepalaannya.


Mengingat betapa sulit menjebak Catalina, Sehan tidak ingin semua perjuangannya sia-sia. Bagaimanapun, Catalina harus menyelesaikannya. Menyelesaikannya sampai akhir baru dia bisa pergi.


"Kalau begitu, lakukan apapun yang kau inginkan." Selesai mengatakan ini, Sehan menyibukkan diri dengan membaca dokumennya. Dokumen yang dikirim dari Rusia ini seharusnya ia diskusikan bersama Catalina. Namun kedatangan Lexus, menghancurkan semua rencananya.


Namun meski begitu, meski sangat ingin menyalahkannya, ia tidak bisa melakukannya. Karena meski rencananya gagal, efek kegagalan itu tidak terlalu buruk.


Berkat kedatangan pria itu, ia jadi bisa merasakan lidah Catalina menjilat adik kecilnya. Jika ada orang yang harus di salahkan, maka orangnya bukan Lexus. Ia justru harus berterima kasih kepada pria itu dengan cara yang benar.


"Baiklah, aku akan menganggap ruangan ini seperti rumahku sendiri," Lexus berkata tanpa malu.


"Lalu, katakan, apa ada sesuatu yang kau inginkan?" tanya Sehan. Suaranya berat dan dalam, kesulitan menahan diri dari kenikmatan yang Catalina berikan. Gerakan gadis itu semakin intens, ia tidak bisa menahannya lagi. Gadis sialan itu benar-benar mampu. Mampu membuatnya hampir melenguh. Tidak. Ia hampir keluar. Ya. Sedikit lagi.

__ADS_1


Lexus terkejut. "Apa maksudmu?" Bukankah Sehan sedang kesal? Kesal karena ia tidak pergi? Kenapa dia begitu baik memberinya hadiah? Bukankah itu sangat mencurigakan?


"Aku benar-benar ingin memberikan hadiah. Tidak ada niat lain," Sehan menyahut seolah bisa membaca isi pikiran Lexus.


Lexus mengangguk. Sehan memang bukan orang yang pelit. Namun untuk saat ini ia tidak membutuhkan apapun. Kecuali..


Tunggu!


Jika ia bisa meminta sesuatu yang ia inginkan, bukankah saat ini ia sangat ingin melihat gadis yang Sehan sembunyikan? Bisakah ia mengajukan permintaan itu?


"Tidak!" Sehan berujar dengan tiba-tiba.


Lexus terperanjat. "Apa?"


"Apa yang kau pikirkan sekarang, jangan berani memikirkannya," kata Sehan, memperjelas maksud ucapannya karena ia tahu keinginan Lexus pasti untuk melihat seperti apa gadisnya.


"Bisakah kau membaca pikiranku?" Lexus bertanya-tanya dan merinding. Bahkan dari pikirannya sendiri, ia masih tidak bisa bersembunyi dari Sehan.


"Katakan keinginan lain," ucap Sehan lagi.


"Kalau kau memaksa, kau bisa memberiku uang," jawab Lexus santai. Karena ia tetap tidak bisa meminta untuk melihat kekasihnya, maka uang pun tidak masalah. Meski ia bukan orang yang kekurangan uang, namun hidup juga perlu uang. Apalagi mengingat betapa banyak pengeluarannya, ia membutuhkan uang yang sangat banyak.


Sehan meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. "Berapa yang kau butuhkan?" tanyanya.


"Tidak banyak, hanya lima puluh ribu dolar."


Sehan menulis angka yang Lexus sebutkan kemudian mengirimkan nominal itu kepada Lexus. Ponsel Lexus berdering karena notifikasi. Dan begitu melihat informasi dana yang masuk, Lexus tersenyum dongkol. "Wah, kau sangat murah hati. Tapi jangan kau pikir uang ini bisa menyuapku."


Bersamaan dengan perkataan yang Lexus lontarkan, nafas Sehan menderu saat Catalina berhasil mengeluarkan benih bayinya. Rasa nikmat dengan sensasi yang luar biasa membakar tubuhnya. Merasakan lidah Catalina masih di sana, ia menduga Catalina menelan semua cairan miliknya.

__ADS_1


Setelah nafasnya sedikit melambat, Sehan menekan tombol di intercom lalu berkata, "Kenny, panggil keamanan dan seret Lexus pergi." Karena ia sudah keluar, tidak ada gunanya mempertahankan pengganggu itu di sini.


__ADS_2