Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 74 • RGSA - Kucing Liar ^^


__ADS_3

Melihat Catalina tampak dalam suasana hati yang buruk, Sehan menutup dokumennya. Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju gadis itu. Kemudian ia memeluknya dari belakang. Dagunya ia letakkan di bahunya dan ia berkata, "Aku tidak percaya kau memakainya."


Catalina tersentak. Merasakan tubuh Sehan menempel padanya juga suaranya yang dalam, ia menegang selama beberapa saat sebelum menyahut, "Apa?"


Sehan meraih tangan kiri Catalina lalu menyentuh cincin di jari tengahnya. Ini adalah cincin pemberiannya dan itu sangat cantik terpasang di jarinya.


"Oh, cincin?" tanya Catalina kemudian.


Sehan mengangguk. "Mm."


"Aku tidak mungkin membuangnya, kan?" Catalina bergumam. Siapa yang tega membuang harta karun? Jika Sehan mencampakannya suatu hari nanti dan ia jatuh miskin, ia masih bisa menjualnya untuk bertahan hidup. Itu lah yang ia pikirkan. Kemungkinan jangka panjang.


"Kau membuat pilihan yang tepat," Sehan menimpali.


Sedang sibuk berbincang, suara ketukan di pintu menghentikan keromantisan mereka. Tidak lama kemudian, suara Kenny terdengar. "Tuan, sudah waktunya untuk pergi," ujarnya.


Sehan melepaskan pelukannya dan mengulurkan sikunya. "Ayo kita pergi."


Catalina menerima siku Sehan lalu mengangguk.


Mereka berdua turun ke bawah dan Kenny segera membukakan pintu mobil. "Terima kasih," ucap Catalina sebelum masuk ke dalam. Di susul oleh Sehan yang dalam sekejap sudah duduk di sampingnya.


Kenny masuk dan duduk di balik kemudi sebelum mengemudikan mobilnya menuju tempat dimana pesta di langsungkan.


Sepanjang perjalanan, Catalina tenggelam dalam pikirannya.


Sebagai orang miskin yang tidak pernah bergaul dalam lingkup dunia orang kaya, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan di pesta amal. Bertanya pada Sehan, tentu saja ia bisa melakukannya. Namun itu akan membuat Sehan curiga.


Bagaimanapun Tatiana adalah seorang artis. Mustahil gadis seperti dia tidak tahu pesta amal.


Sehan pun mungkin berpikir ia sudah terbiasa menghadiri pesta jadi bukan hal yang sulit untuknya. Namun kenyataannya ia bukan Tatiana. Ia tidak tahu apa itu pesta amal, ia tidak tahu apa yang mereka lakukan di sana. Ia hanya tahu akan ada lelang yang mana hasil lelang akan di sumbangkan kepada panti asuhan atau yayasan sosial. Selebihnya ia tidak tahu apapun.

__ADS_1


Empat puluh menit kemudian mobil berhenti di depan sebuah hotel bintang lima. Karena pesta amal ini merupakan bentuk promosi dari pembukaan hotel cabang di wilayah ini, keluarga Martinez merayakannya secara besar-besaran.


Semua keluarga kaya mendapat undangan. Namun karena tanggung jawab keluarga Geffrey di ambil sepenuhnya oleh Sehan, orang tuanya tidak lagi berhubungan dengan orang-orang dari lingkungan bisnis. Mereka sepenuhnya melepaskan hal-hal seperti itu dan menikmati hari tua mereka dengan damai.


Kenny membukakan pintu kemudian Sehan dan Catalina turun secara bergantian. Mengenakan gaun yang cukup merepotkan, Catalina sangat berhati-hati dengan setiap langkah yang ia lakukan. Untungnya Sehan sangat pengertian dengan memberikan sikunya juga melangkah dengan santai. Jika tidak, demi apapun ia tidak akan pernah pergi ke tempat sial ini dengan gaun sialan yang sangat-sangat merepotkan.



Kepala keluarga Martinez segera menyambut begitu Sehan dan Catalina memasuki ballroom. Pasangan yang di ciptakan surga, agaknya desas-desus itu mulai beredar sejak kemunculan mereka berdua.


Sehan Geffrey, pemimpin Geffrey Group terkenal tidak pernah membawa wanita karena tidak menyukainya. Namun segelintir gadis masih mencoba mendekatinya meski pada akhirnya mereka gagal. Tetapi sebenarnya hari ini pria itu datang dengan seorang gadis yang wajahnya cukup familiar.


Mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut.


Beberapa orang yang melihat pemandangan langka ini mulai bergosip. Wajah Catalina yang tidak memakai masker dan kacamata hitam segera dikenali orang mereka.


"Tatiana. Ya benar, dia adalah Tatiana," celetuk salah seorang gadis setelah berhasil mengenali Catalina. "Kau tahu, dia adalah seorang aktris yang cukup terkenal namun namanya hilang setelah dia mengalami kecelakaan. Aku tidak menyangka bisa melihatnya di sini dengan tuan muda dari keluarga Geffrey," imbuhnya.


Dia mengangguk. "Aku yakin. Aku melihat beritanya di internet."


"Sebenarnya dia cukup cantik." Melihat bagaimana Catalina berdiri dengan Sehan dan tampak serasi, ia tidak bisa menyembunyikan rasa dengkinya.


"Ya, kau benar. Tetapi lupakan saja apa yang kita lihat. Keluarga Geffrey bukan keluarga yang bisa kita singgung."


"Mm."


Kedua gadis akhirnya memutuskan untuk mengabaikannya meski dalam hati mereka sangat iri. Mereka adalah para gadis dari keluarga menengah yang berharap bisa menemukan tuan muda kaya untuk dinikahi. Namun belakangan ini beberapa tuan muda tampak tidak menyukai wanita. Membuat mereka menangis darah.


Catalina mengikuti kemana pun Sehan pergi. Walau hanya untuk menyapa beberapa CEO dari perusahaan lain, ia dengan senang hati mengikutinya dan bersikap baik sebagai teman wanita tanpa mengeluh. Mengingat betapa tidak berpengalaman nya ia dalam hal seperti ini, ia tidak akan gegabah.


Saat mengedarkan pandangannya ke sekeliling untuk melihat-lihat, satu orang yang berdiri di antara tamu yang lain membuat jantung Catalina berdetak kencang.

__ADS_1


Sosok yang tidak begitu menonjol ketika berdiri dengan orang lain itu nyatanya mampu menarik perhatian Catalina. Bukan perhatian karena ia mengaguminya, namun perhatian karena dalam hati kecilnya ia merasa sedikit takut.


Seperti yang pernah ia katakan sebelumnya, ia dan orang itu adalah jenis yang berbeda. Mereka bukan berasal dari dunia yang sama. Ia hanya orang miskin yang tersesat di antara orang kaya. Meski terlihat elegan dan berkelas, kenyataannya ia tidak berdaya. Satu jentikan jari orang kaya bisa membuatnya mati kapan saja.


Dan orang itu mungkin adalah salah satu yang menginginkan kematiannya setelah apa yang ia lakukan malam itu.


Benar. Dia adalah Trent. Trent Chatsfield.


Catalina melihat internet semalaman suntuk hanya untuk mencari wajah yang sudah ia pukul. Dan ia menemukannya di situs bisnis. Melihat bagaimana wajahnya bisa terpampang di sana, dia jelas bukan pria sembarangan.


Namun masalahnya, pria itu berada di sana sekarang.


Bajingan itu tidak tahu ia bukan Tatiana, dan pada akhirnya ia yang harus menyelesaikan apa yang sudah ia perbuat akibat kekasarannya pada saat itu.


Tetapi bukan berarti ia akan menyerah.


Ia memiliki Sehan, selain itu ia juga memiliki Nick.


Ada dua pria hebat di sampingnya, ia tidak perlu merasa takut pada bedebah kecil yang sudah menindas saudara kembarnya. Meski Sehan tidak tahu duduk permasalahannya, namun ia yakin Sehan tidak akan membiarkan ia di tindas.


Dengan hanya memikirkan itu, keberanian Catalina yang sempat menyusut kembali mekar. Ia tidak akan membiarkan ketakutan menguasainya. Bukankah begitu caranya bertahan hidup selama ini? Melawan ketakutannya sendiri?


Di sisi lain, Trent tidak mengalihkan pandangannya dari pasangan yang memasuki ballroom dan menyapa beberapa orang dengan menunjukkan keserasian mereka.


Si pria sangat tampan, sedangkan si wanita juga sangat cantik.


Diam-diam ia mengamati mereka sejauh ini.


Namun semakin ia mengawasi, semakin ia merasa tidak nyaman dengan kenyataan yang ada.


Kucing liarnya datang bersama pria lain, mau tidak mau ia terkekeh. Sekarang ia mengerti alasan kenapa Sehan mengambil saham di perusahaannya dan membuat kekacauan. Ternyata karena ini?

__ADS_1


__ADS_2