Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 53 • RGSA - Kau Yakin Tatiana Akan Bangun?


__ADS_3

Catalina menoleh dan melihat Nick menatap kosong ke arah pintu kamar tidurnya. Tahu apa yang pria itu pikirkan, ia bertanya, "Jadi.. kau tahu?" tanyanya dengan suara rendah, nyaris tak terdengar.


"Tentu saja aku tahu."


"Sudah kuduga," jawab Catalina. Tidak ada sedikitpun keterkejutan di wajahnya. Yang itu berarti ia sudah menduganya.


Kehidupan Tatiana dan seberapa gelap kehidupan yang gadis itu jalani, Catalina sudah mencurigai Nick sejak awal. Meski pria itu tidak mengatakan apapun, namun ia merasa aneh jika seorang manager tidak tahu apapun tentang kehidupan artisnya.


"Aku juga menduga kau tidak akan terkejut. Dan ternyata, benar, kau tidak terkejut sedikit pun." Nick tidak pernah meninggikan kemampuannya sendiri, itu sebabnya ia percaya Catalina adalah orang yang bisa membebaskan Tatiana dari jerat dosa itu. Lagipula Catalina adalah saudara kembarnya, mereka mungkin memiliki semacam telepati dan Catalina jelas tahu apa yang baik untuknya.


Catalina terkekeh. "Insting ku tidak pernah salah." Ia melipat kakinya dan menopang dagu menggunakan tangannya dengan siku sebagai tumpuan. "Dan.. aku tidak mungkin memberikan kegadisanku untuk pria hidung belang." Meski pada akhirnya ia menyerahkan kegadisannya kepada Sehan, namun pria itu berbeda. Ia mencintainya. Jadi tidak masalah untuk memberikan yang pertama miliknya pada orang yang ia cintai.


"Aku tahu kau akan memilih pilihan itu." Nick juga selalu mempercayai instingnya sendiri. Daripada menyerahkan keperawanannya kepada mereka, ia percaya Catalina lebih memilih kematian.


Untuk orang yang sombong dan selalu menjunjung tinggi harga diri, tidak ada yang lebih penting dari harga diri. Mereka bahkan rela kehilangan nyawanya asal harga dirinya tidak ternoda.


Awalnya Nick tidak mengerti tentang prinsip itu, namun belakangan ini ia menjadi paham.


"Dan kau diam saja?" tanya Catalina.


"Memang apa yang bisa ku lakukan? Ini yang Tatiana inginkan."


Catalina mengerutkan kening. "Ini yang dia inginkan?" Tidak mungkin. Sejak kapan Tatiana bersedia bertahan hidup dalam belenggu orang lain? Hidup dalam kegelapan, hidup dengan menyimpan luka, hidup dalam ketakutan, hidup sebagai kunang-kunang yang melayani pria hidung belang?


Semua itu, bukan kehidupan. Tapi kematian secara perlahan.


Nick mengangguk. "Ya, dia tidak ingin menghancurkan karir yang dia bangun sejak muda. Untuk mencapai level itu, banyak pengorbanan, kerja keras, serta air mata yang di tumpahkan. Katakanlah Tatiana bodoh karena melindungi keluarga sampahnya. Namun itu cukup masuk akal jika melihat kilas balik perjuangan karirnya." Nick tidak pernah menyalahkan, ia juga tidak akan menghakimi, apapun keputusan Tatiana, apapun yang dia pilih, tidak mungkin tanpa pemikiran.


Gadis itu mungkin sudah memikirkannya berulang kali, memikirkannya sampai tidak bisa tidur, dan pilihan itu, karena Tatiana sudah memilih jalan itu, sebagai managernya, ia tidak mungkin mendukung jalan yang jelas-jelas salah namun ia akan menutup mulut dan menjaga rahasianya sebaik mungkin.


Catalina menghela nafas panjang. Daripada melindungi keluarga sampah, ia lebih suka kalimat 'melindungi dirinya sendiri'. Karena yang Tatiana pikirkan adalah nama dan karirnya, bukan keluarganya.

__ADS_1


"Jadi, biarkan aku bertanya, sekarang apa yang akan kau lakukan?" Nick menatap Catalina dengan serius. Dulu, ia mengikuti semua yang Tatiana katakan, tapi karena gadis itu masih di rumah sakit dan belum sadarkan diri sementara Catalina ada di sini, ia akan menyerahkan segala keputusan kepada gadis ini.


Catalina menyembunyikan wajahnya. "Beri aku waktu, aku perlu memikirkannya." Pertama, ia ingin keluarga sampah itu hancur. Dan kedua, ia harus melakukannya namun tetap harus melindungi Tatiana. Jadi ia benar-benar perlu memikirkan cara terbaik agar dua hal itu bisa terealisasi dengan sempurna.


"Berapa lama? Berapa banyak waktu yang kau butuhkan?"


"Tiga puluh menit," jawab Catalina. Namun detik berikutnya ia menggeleng. "Tidak. Lima belas menit. Aku hanya perlu lima belas menit untuk berpikir." Sebenarnya ia sudah menyusun rencana di benaknya. Namun setelah mendengarkan penuturan Nick jika Tatiana tidak ingin namanya terseret seandainya keluarga sampahnya jatuh, ia perlu mengutak-atik sedikit rencana awalnya.


"Baiklah, aku akan memberimu lima belas menit untuk berpikir." Nick bangkit dari duduknya. "Kau bisa memikirkannya baik-baik dan aku akan mengemasi barang-barang yang akan kau bawa." Selesai mengatakan itu, Nick pergi ke kamar tidur meninggalkan Catalina sendiri di ruang tamu.


Setelah kepergian Nick, Catalina kembali membaringkan tubuhnya di sofa. Jika tadi ia tengkurap, maka sekarang ia telentang. Ia menutup matanya dan lengannya menutupi matanya yang terpejam.


Berpikir tentang bagaimana Tatiana membohongi semua orang dan membohongi dirinya sendiri, bagaimana dia membangun citra yang baik di mata publik dengan menunjukkan wajah manis dan tingkah laku polos, Catalina tidak tahu berapa banyak luka dan penderitaan yang gadis itu tanggung.


Dia bahkan tidak bisa menjadi dirinya sendiri hanya untuk menutupi kebusukan hidupnya. Jika sudah seperti itu, bukankah solusi yang harus di ambil adalah menghancurkan keluarga sampah itu?


Ya. Tentu saja ia akan melakukannya.


Namun ia tidak bisa melakukannya secara bertahap.


Jika ingin menghancurkan mereka, maka hancurkan sekaligus sampai ke akarnya hingga mereka tidak memiliki alasan dan tidak memiliki apapun untuk bangkit lagi.


Buat mereka menderita, buat mereka malu, buat mereka membayar kembali atas dosa-dosa yang mereka lakukan.


Lima belas menit berlalu dan satu koper berukuran kecil sudah terkemas dengan sempurna. Perlu satu koper sedang, dan Nick memutuskan untuk melanjutkan mengemasnya meski sudah lewat dari waktu yang Catalina minta.


Tak apa. Catalina meminta lima belas menit, maka ia akan memberi empat puluh lima menit.


Hingga ketika Nick menyelesaikan koper keduanya, Catalina masih berada di tempat yang sama, masih bertahan di posisi yang sama. Nick berjalan mendekat dan buka suara, "Bagaimana? Kau sudah memikirkannya?" Ia mendudukkan dirinya di sofa tunggal. Membiarkan Catalina terus berbaring karena sepertinya gadis itu merasa nyaman dengan posisi itu.


"Uh huh." Catalina menyingkirkan lengan yang menutupi matanya kemudian mengangguk. "Aku sudah memikirkannya."

__ADS_1


"Katakan, aku akan mendengarkan."


"Apa kau bisa mengumpulkan semua bukti tentang kejahatan mereka? Dari yang terkecil hingga yang terbesar, dari yang biasa hingga yang luar biasa?" Catalina bertanya dengan serius. "Maksudku, kau dekat dengan Tatiana, mungkin Tatiana memiliki sedikit bukti tentang kejahatan mereka. Entah itu tempat prostitusi, penganiayaan, pemaksaan, pemalsuan, atau apapun. Yang penting tindakan itu melanggar hukum." Jika ingin menggulingkan mereka, pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencari kelemahan mereka kemudian memukul di tempat yang tepat dengan waktu yang akurat.


Nick memutar bola matanya. "Aku akan mengusahakannya."


Catalina tersenyum puas. "Bagus," ucapnya.


"Jika aku sudah mengumpulkannya, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Nick. Rencana Catalina, apakah sama dengan apa yang ia pikirkan? Ia penasaran. Benar-benar penasaran apakah gadis ini akan mengambil rencana yang sama dengan yang ada di benaknya atau tidak.


"Menunggu."


Nick mengerutkan kening. "Menunggu?"


"Mm." Catalina mengangguk. "Karena Tatiana ingin namanya tetap bersih, aku akan menunggu sampai Tatiana bangun. Aku akan membawanya kembali ke Alaska dan setelah dia aman di sana, hari penghancuran mereka akan datang." Karena Tatiana sangat mementingkan popularitas dan selalu menjaga nama baik, maka ia akan menghormati keputusannya.


Membawa Tatiana pergi dalam kondisi koma, terlalu beresiko.


Catalina tidak mau menanggung resiko kehilangan Tatiana jika ia memaksa membawanya pergi. Jadi satu-satunya cara adalah menunggu Tatiana bangun sambil mengumpulkan bukti paling nyata untuk mengirim mereka ke neraka.


"Itu adalah rencana teraman yang bisa di pilih dan.. aku menyukainya." Nick mengangguk kecil, tampak puas dengan rencana Catalina. Apa yang Catalina rencanakan, benar-benar sama dengan gagasan yang muncul di kepalanya.


Jalan pintas untuk menghancurkan keluarga Atkinson, sebenarnya cukup banyak. Mereka bisa mengambil celah dari berbagai arah. Namun jika menghancurkan mereka secara bertahap, ketika mereka tersudut, mereka pasti akan menyeret Tatiana jatuh bersama mereka.


Demi Tatiana, dan untuk menghormati keputusannya, tidak masalah menunda beberapa saat lagi.


"Kalaupun kau tidak menyukainya, kau tetap harus setuju," Catalina menimpali.


"Jadi, kau yakin dia akan bangun?" Mengabaikan perkataan Catalina, Nick mengajukan pertanyaan lain.


Catalina mengalihkan pandangannya. Menatap kaktus kecil di atas meja dan berujar, "Pasti. Dia pasti akan bangun."

__ADS_1


__ADS_2