Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 62 • RGSA - Cincin ^^


__ADS_3

Catalina ragu untuk sejenak sebelum akhirnya memaksa diri untuk membuka laci pertama.


Karena tidak terbiasa meletakkan sesuatu di laci, satu barang yang berada di sana mencuri perhatiannya. Sebuah kotak berwarna putih berukuran tidak terlalu besar tergeletak sendirian dan ia langsung tahu bahwa hadiah yang Sehan maksud adalah kotak itu.


Catalina mengambil lalu membuka kotaknya dan terkejut melihat isi di dalamnya. Merupakan dua buah cincin dengan desain yang berbeda namun berada di kotak yang sama. Dari yang terlihat, seharusnya cincin itu dibuat untuk saling melengkapi. Dan seharusnya cincin itu sangat mahal.



"Sehan, hadiah yang kau maksud, apakah cincin ini?" Catalina bahkan tidak berani menyentuhnya dan justru meletakan kotak itu di atas ranjang sedangkan ia duduk di lantai sambil memperhatikan cincin itu lekat.


Ia tidak tahu seberapa mahal harganya.


Dan karena tidak tahu, ia tidak mau sembarangan menyentuhnya.


"Ya, apa kau menyukainya?" Sehan sengaja pergi dan meninggalkan cincin itu di sana karena ia tahu jika ia masih di sana, Catalina akan menolak pemberiannya dengan berbagai alasan.


Gadis seperti Catalina, tidak mungkin Sehan tidak memahaminya. Itu sebabnya ia harus menggunakan beberapa trik sederhana untuk membuat gadis itu tersudut dan tidak memiliki waktu lagi untuk mengembalikannya.


Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan cara ini. Karena dengan begitu, ia yakin Catalina akan menyimpannya walau terpaksa.


"Ya, itu sangat cantik," sahut Catalina. Cincin paling cantik yang pernah ia lihat dan ia sangat menyukainya. Namun tetap saja ia tidak bisa menerimanya. Tidak. Bukan tidak bisa menerimanya, ia tidak boleh menerimanya. "Kenapa? Kenapa kau memberiku cincin?" tanyanya kemudian.


"Memang aku tidak boleh memberikan cincin kepada kekasihku?"


"Tidak. Bukan. Maksudku, bukankah ini sangat mahal?" Mengingat betapa baik Sehan memperlakukannya, ia takut tidak bisa mengendalikan perasaannya lagi. Ia takut tidak memiliki alasan untuk membencinya jika dia harus meninggalkannya. Ia harus memiliki alasan walau sedikit. Jika tidak ada alasan, masih bisakah ia meninggalkannya?


"Itu tidak mahal sama sekali."


"Bohong."


"Kapan aku berbohong padamu? Itu benar-benar tidak mahal," jawab Sehan. Itu hanya cincin berlian tiara mawar empat belas karat dengan rubi berpotongan buah pir delapan kali lima mm. Serta cincin biasa dengan tujuh batu berlian pave melengkung yang dibuat secara khusus untuk dipasangkan dengan cincin berlian rubi.


Harganya tidak terlalu mahal. Benar-benar sangat murah.


Itu sebabnya ia berniat untuk membeli satu set yang berisi kalung dan antingnya juga. Namun mengingat betapa Catalina pasti akan menolaknya, ia berhasil menghentikan niat itu. Dan pada akhirnya ia hanya membeli dua cincin itu saja. Dan itu juga merupakan jenis toleransi tertinggi yang ia miliki.


Namun entah mahal atau tidak, bahkan jika harganya sangat murah, Catalina masih tidak bisa menerimanya. Sesuatu yang berharga, tidak cocok untuknya.


"Sehan, maaf, aku tidak bisa menerimanya. Benar-benar tidak bisa," ujar Catalina. Ia sudah memikirkannya. Dan sebanyak ia memikirkannya, ia tetap menemukan jawaban yang sama. Ia tidak bisa menerimanya.

__ADS_1


"Kenapa? Kau tidak menyukainya?" tanya Sehan. Tidak ada raut keterkejutan di wajahnya. Yang berarti ia sudah menduga jawaban ini yang akan ia dengar.


"Aku menyukainya. Sungguh. Itu sangat indah."


"Lalu kenapa kau tidak menerimanya?"


Catalina terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan Sehan.


Kenapa ia tidak bisa menerimanya, sebenarnya jawabannya sudah sangat jelas. Ia bukan Tatiana dan ia tidak ingin mengembangkan perasaan dengan pria itu. Terlibat lebih jauh dengan Sehan adalah bencana. Namun tentu saja ia tidak akan mengatakan alasan itu.


"Jika kau tidak bisa menerimanya, maka kau bisa membuangnya," Sehan kembali buka suara. "Itu sudah menjadi milikmu sejak aku meninggalkannya di sana. Jadi kau yang berhak memutuskan untuk menyimpan atau membuangnya."


***


Catalina keluar dari kamar hotel setelah enam puluh menit berada di sana. Stacey sudah menunggu di depan pintu dan begitu melihat Catalina keluar, ia segera menyerahkan ponselnya kepadanya. "Panggilan dari Nick," ucapnya.


Catalina menerima ponselnya dan menempelkan di telinganya. "Halo."


"Kenapa kau tidak menjawab panggilanku?"


"Maaf," ucap Catalina sambil berjalan menyusuri koridor.


"Stt." Catalina memberikan instruksi agar Stacey diam. Ia memang memakai cincin. Cincin pemberian Sehan. Namun bukan cincin dengan rubi merah. Tetapi cincin yang satunya lagi, yang jauh lebih sederhana dan tidak mencolok untuk dipakai dirinya yang memerankan peran sebagai pelajar.


Stacey diam dan tidak bicara lagi.


"Kenapa kau meminta maaf? Kau tidak membuat masalah di belakangku, kan?" Nick bertanya dari balik panggilan, sedikit curiga. Tidak. Sangat curiga.


"Tidak. Apa aku terlihat seperti orang yang akan membuat masalah?" Catalina memang melakukan sedikit kesalahan. Tidak. Sebenarnya kesalahan itu cukup fatal. Namun untuk saat ini ia hanya bisa meminta maaf karena belum bisa menceritakannya.


"Tidak. Kau terlihat seperti orang yang akan menghancurkan sebuah kota."


"Berhenti menghinaku, Nick," ujar Catalina. "Sekarang katakan, berapa banyak aset yang dia miliki termasuk kondominium?" Sebagai wanita yang menjual dagingnya sendiri, seharusnya Tatiana memiliki banyak uang dari hasil berjualannya. Dan ia cukup yakin dia tidak semiskin yang Nick katakan.


"Kenapa kau menanyakan ini?"


"Jawab saja."


"Tidak terlalu banyak namun ada."

__ADS_1


"Baiklah, jika begitu kau bisa mulai menjualnya."


"Kau serius ingin menjualnya?"


Catalina mengangguk. "Tentu saja. Kita memang harus menjualnya, namun secara diam-diam." Catalina harus mulai merealisasikan rencananya secara bertahap. Dan karena menjual aset memakan lebih banyak waktu, mereka bisa mulai menjadwalkan nya sejak sekarang agar ketika waktunya tiba, semua aset itu sudah mencair dan berbentuk uang.


"Baiklah," jawab Nick, mengiyakan tanpa bertanya lebih jauh.


"Kalau begitu aku akan menutup panggilannya."


"Mm."


Catalina mengembalikan kembali ponselnya kepada Stacey setelah panggilan berakhir kemudian berkata, "Kau bertanya, aku memakai cincin?"


Stacey menerima ponselnya dan mengangguk. "Ya."


"Apakah terlalu berlebihan jika aku memakainya?" Catalina menaikan tangan kirinya dan saat melihat sebuah cincin melingkar di jari manisnya, ia berpikir apakah terlalu berlebihan mengenakannya?


Karena cincin itu adalah pemberian Sehan, Catalina tahu itu bukan barang yang murah. Tetapi entah kenapa ia masih mengenakannya. Mungkin karena ia tahu tidak bisa mengembalikannya lagi, jadi ia berpikir lebih baik memakainya daripada membuangnya.


Namun benarkah itu alasannya?


Entahlah. Sejujurnya ia pun tidak mengerti.


Ia hanya merasa terlalu sulit membuang sesuatu yang Sehan berikan. Bahkan jika itu hanya kaos kaki, mungkin naluri pertamanya sebagai seorang wanita adalah menyimpannya.


Stacey ikut mengamati cincin di jari Catalina dan detik berikutnya ia menggeleng. "Tidak," jawabnya. "Meski harganya cukup mahal, namun desainnya sederhana dan tidak berlebihan untuk di kenakan sehari-hari."


"Benarkah? Apakah ini sangat mahal?" Catalina tidak tahu berapa harga perhiasan atau seberapa mahal cincin yang ia pakai. Ia hanya tahu itu mahal, tidak tahu berapa harga spesifiknya.


"Saya pikir sekitar empat puluh ribu pounds."


Catalina terkejut. "Kau yakin?" Empat puluh ribu pounds adalah jumlah yang cukup banyak. Meski tentu saja nominal itu tidak berarti untuk Sehan, namun jika berada di tangannya, ia bisa membeli banyak barang dengan uang itu.


"Ya, saya yakin."


Melihat keyakinan Stacey, Catalina tahu gadis itu tidak menipunya. Namun untungnya ada dua cincin di dalam kotak. Jika satu set berisi dua cincin dan berharga empat puluh ribu pounds, maka tidak akan terlalu mahal.


Setidaknya itu yang Catalina pikirkan tanpa tahu jika meski cincin itu satu set namun tetap di jual terpisah dan cincin dengan batu rubi, dua kali lipat lebih mahal dari cincin yang Catalina pakai. Jika tahu, mungkin Catalina akan menyimpannya dan tidak tega untuk memakainya seumur hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2