Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 33 • RGSA - Pergi Mengunjungi Keluarga Sampah ^^


__ADS_3

Meski kesal, Nick tetap memilihkan pakaian yang sesuai dengan yang Catalina butuhkan.


Ia membuka paket dan melihat dua style pakaian ada di sana.


Satu style terdiri dari atasan dan bawahan yang tampak sedikit formal, dan style kedua merupakan gaun berwarna hitam.


Keduanya memiliki desain yang sangat sederhana dan cocok untuk acara-acara ringan seperti acara keluarga. Itu tidak berlebihan dan yang terpenting cocok untuk karakter Catalina yang tidak ada manis-manisnya namun cantik. Selain menonjolkan bentuk tubuh, juga tampak dewasa namun tetap anggun.


Jika itu Tatiana, Nick yakin dia tidak akan memilih pakaian seperti itu. Gadis itu akan memilih pakaian yang mempunyai banyak detail atau yang memiliki warna mencolok. Namun dia bukan Tatiana. Dia adalah Catalina yang jauh lebih dewasa dan pintar. Tidak peduli apakah dia suka atau tidak, gadis itu melakukan segalanya dengan sangat profesional demi mendapatkan hasil yang maksimal.


Nick menatap pintu kamar mandi dan tatapannya tidak berpindah untuk waktu yang lama. Ia tahu gadis itu sudah bekerja sangat keras, dan ia merasa terlalu berlebihan memarahinya.


Hingga ketika pintunya terbuka, tatapan Nick masih di sana.


Melihat Nick menatapnya, Catalina bertanya, "Kau masih marah?" Ia berjalan dengan hati-hati menuju meja rias dan mulai mengumpulkan berbagai macam barang-barang rias yang ia butuhkan. Dari ekspresinya, seharusnya pria itu sudah tidak marah. Namun ia tidak mau mempertaruhkan hidupnya untuk sesuatu yang tidak ia yakini sepenuh hati.


"Kau tahu itu salah?" tanya Nick. Suaranya jauh lebih santai daripada terakhir kali ia berbicara dengannya.


"Aku tahu itu salah," jawab Catalina. "Namun itu bukan sepenuhnya kesalahanku, oke? Kau harus percaya padaku. Maksudku, tunangan Tatiana sedikit tidak punya otak, atau kau bisa menyebutnya gila." Daripada tidak punya otak, pria itu lebih pantas disebut gila. Dan.. cabul.


Nick menghela nafas panjang. "Karena kau sudah mengakui kesalahanmu, jangan buang waktu lagi, cepat rias wajahmu! Kau akan memakai pakaian yang ini." Nick menunjukkan style pertama yang terdiri dari atasan berwarna hitam dan rok pendek sebagai bawahan. Ia akan membiarkan gadis itu merias wajahnya sesuai tema pakaian.


Catalina mengangguk kecil. Ia juga berpikir untuk memakai pakaian itu. Kebetulan Nick memilihnya, yang berarti pakaian itu cocok dipakai untuk mengunjungi keluarga angkat Tatiana. Dan tentu saja pilihannya tidak buruk.


Beberapa saat kemudian Catalina selesai dengan riasannya. Pakaian juga sudah menempel dengan sempurna di badannya. Ia memilih sepatu bertumit tinggi dan mengambil sebuah dompet sebelum keluar dari kamar tidur dan menghampiri Nick yang sedang duduk dan sibuk dengan ponselnya di ruang tamu.


"Nick, aku sudah selesai," ucap Catalina.



Pandangan Nick terangkat dan mulai mengawasi gadis yang berdiri dengan bangga di depannya selama beberapa saat. "Lumayan," ujarnya.


"Apa? Lumayan?" Catalina terpukul. Ia menyentuh dadanya dan merasa sangat tersakiti. Ia menghabiskan banyak waktu untuk merias wajahnya dan Nick bilang ia lumayan, begitu? Apa Nick buta?


"Uh huh." Nick mengangguk dengan santai. "Kenapa? Kau ingin jawaban yang lain?" Nick menyimpan ponselnya dan memiringkan sedikit kepalanya menunggu jawaban dari Catalina.

__ADS_1


Catalina mengangkat bahu. "Jika ada jawaban yang lain, kenapa tidak?" Jawaban itu terlalu sederhana dan tidak bisa membantu mengembangkan keahliannya dalam merias wajah dan mengkombinasikan pakaian serta aksesorisnya. Ia perlu sesuatu yang lebih serius dan jika berkenan sedikit pujian.


"Baiklah, kau cantik. Pakaian dan riasannya sesuai. Ku akui, kau cukup pandai melakukannya." Nick melontarkan pendapatnya dengan jujur. Kurang dari tiga minggu Catalina mempelajari segala hal. Termasuk cara merias diri dan mengkombinasikan pakaian. Dan gadis itu mampu menyerap semua yang guru ajarkan dengan baik.


"Aku mempelajari segala hal dengan sungguh-sungguh, Nick," timpalnya. Memang Nick pikir apa yang ia lakukan ketika membuka internet? Apa dia pikir ia melihat sesuatu yang tidak penting? Apa dia pikir ia hanya main-main? Selain melihat tutorial merias wajah, ia juga melihat trend fashion dan cara mengkombinasikan pakaian yang cocok di kenakan untuk sebuah acara.


Guru hanya mengajarinya kurang dari tiga minggu. Itu adalah waktu yang singkat dan ia harus belajar sendiri setelahnya. Jadi ia memutuskan untuk membuka internet dan mempelajari segalanya.


Nick mengangguk puas. "Bagus, aku terkesan," ujarnya. "Sekarang ayo kita pergi."


Catalina mengangguk. "Uh huh."


Mereka berjalan bersisian keluar dari Kondominium. Dan sepanjang perjalanan, Nick memberikan beberapa penjelasan tentang serial yang akan mulai syuting dalam waktu tiga hari.


Langit sudah berubah gelap. Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Nick mengantar Catalina dan menghentikan mobilnya di halaman rumah keluarga Atkinson.


Melihat Nick masih santai dan tidak berniat turun, Catalina mengerutkan kening. "Kau tidak masuk?"


"Akan mencurigakan jika aku masuk," sahutnya. Karena biasanya Tatiana datang sendiri. Jika tiba-tiba dia datang bersamanya, itu terlihat aneh.


"Baiklah." Catalina mengerti dan tidak bertanya lagi.


Catalina mengangguk. Ia melepas sabuk pengaman dan turun dari mobil. Kemudian ia memperhatikan mobil Nick yang melaju pergi meninggalkan halaman dan perlahan menghilang di telan kegelapan.


Catalina berbalik dan melihat sebuah rumah besar memenuhi garis pandangnya. Ini adalah pertama kalinya ia datang ke rumah orang kaya. Dan ia sedikit gugup karena sebelumnya tidak pernah merasakannya. Namun ia harus menyembunyikan kegugupannya demi mencegah jiwa miskinnya meronta.


Meski sudah cukup lama membiasakan diri dengan kehidupan orang kaya, namun sulit menghilangkan jiwa-jiwa miskin yang sudah terperangkap dalam dirinya. Ia memerlukan kesibukan serta kebiasaan yang sekiranya ampuh untuk menutupi itu. Dan ya, itu cukup membantu. Ia mulai terbiasa dengan kehidupan yang biasa Tatiana jalani.


Namun tetap saja, jika harus masuk ke rumah orang kaya dan berinteraksi dengan mereka secara langsung, ada sedikit ketakutan dalam dirinya. Tetapi untungnya ia dapat membungkus ketakutannya dengan sempurna. Hingga yang terlihat hanyalah dirinya yang anggun, menawan dan tak kenal takut.


Rumah keluarga angkat Tatiana cukup besar dan memiliki halaman yang luas. Seperti rumah orang kaya pada umumnya yang sering digambarkan di novel, rumah ini tidak jauh berbeda dengan yang biasa novel-novel sebutkan. Hanya saja Catalina merasa sedikit tidak nyaman seolah ada seseorang yang mengawasinya.


Saat ia memperhatikan sekeliling, ia tidak melihat siapapun atau apapun yang mencurigakan.


"Aneh," gumamnya.

__ADS_1


Ia mengabaikan ketidaknyamanannya dan menekan bel.


Butuh sekitar tiga menit sebelum pintu terbuka. Dan yang menyambutnya adalah seorang pelayan.


Catalina menatapnya dengan penuh kebencian. Menunggu selama tiga menit, dan yang datang menyambut hanya seorang pelayan? Ia tertawa dan tidak bisa menahan diri untuk tidak mengagumi keluarga sampah ini. Ia bahkan cukup yakin kekayaan yang mereka miliki saat ini hasil dari menjual Tatiana. Namun mereka masih bertingkah sombong?


Hebat. Sangat hebat.


Catalina mendengus dan mengikuti pelayan dengan amarah yang memenuhi dadanya. Ia ingin melihat apa yang sebenarnya mereka lakukan tiap Tatiana datang, jadi ia harus menahan diri. Namun perlu diingat, jumlah kesabarannya tidak banyak. Jika sedikit saja mereka memprovokasinya, ia bisa melakukan hal nekat melebihi apa yang bisa dilakukan orang gila.


Setelah melewati ruang tamu, Catalina dapat mencium aroma harum makanan dan aroma itu semakin pekat ketika langkah kaki semakin dekat. Ia menduga keluarga angkat Tatiana sedang menunggunya di meja makan. Namun apakah mereka akan mengajaknya makan?


Entahlah.


Ia juga tidak tahu.


Benar saja, begitu mencapai ruang makan, ketiga anggota keluarga sudah duduk di kursinya masing-masing. Yoana, Viona dan Edgar, ketiga orang itu mengenakan pakaian mahal dan membuat diri mereka sangat rapi.


Catalina menaikan sebelah alisnya, mengawasi mereka satu persatu sebelum buka suara. "Selamat malam, Mommy, Daddy," ujarnya. Sekali lagi, ia tidak tahu bagaimana Tatiana menyapa, jadi ia hanya menggunakan panggilan yang wajar digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua. Apalagi status mereka adalah orang tua angkat Tatiana.


Semua orang menoleh ke arah kedatangan Catalina, dan benar-benar terpaku. Mereka menatap dengan tatapan heran seolah yang mereka lihat adalah makhluk asing.


Ditatap seperti itu, Catalina sedikit tersinggung.


Pakaiannya cukup rapi. Ia bahkan mengenakan pakaian yang baru dibelinya di toko. Riasannya cantik dan penampilannya menarik. Bahkan Nick secara pribadi memujinya. Jika penampilannya seburuk itu, pria itu pasti akan mencibirnya sampai mati. Namun dia tidak melakukannya. Jelas tidak ada yang salah dengan dirinya. Semuanya baik-baik saja.


Lalu, apa yang salah?


Apa yang mereka herankan dari dirinya?


Wajahnya?


Bentuk tubuhnya?


Pembawaannya

__ADS_1


Atau karakternya?


Untuk dua pertama, kecil kemungkinan. Namun untuk dua terakhir, cukup masuk akal. Pembawaan dan karakternya memang berbeda. Dan ya, jika mereka menganggapnya aneh karena alasan itu, ia akan memakluminya. Namun jika alasan keanehannya karena penampilannya, tidak perlu di tanya, sederhana saja, mereka buta.


__ADS_2