
Meski tidak berhubungan dekat dengan Geffrey Group, namun perusahaan mereka tidak pernah terlibat konflik. Ketika Sehan tiba-tiba menarik sahamnya, Trent bertanya-tanya, apa masalahnya, ada apa ini, apa yang terjadi?
Namun ia tidak menemukan jawaban pada saat itu. Bahkan Matthew, asisten khususnya pun sama. Tidak menemukan jawaban sebanyak apa pun dia mencari tahu.
Tetapi siapa sangka semua pertanyaan itu terjawab kontan pada saat ini, pada saat yang tidak terduga?
Setelah mengetahui keseluruhan cerita, Trent hampir tertawa terbahak-bahak. Jadi begitu? Jadi itu masalahnya? Jadi karena gadis itu Sehan bersikap sangat kekanak-kanakan?
Benar-benar anak muda yang tidak bisa di ajak bercanda.
Berbeda dengan dirinya, ia sudah tiga puluh tiga tahun. Dalam tiga puluh tiga tahun ia hidup, banyak hal terjadi. Ia sudah menemui begitu banyak orang, ia sudah mencoba begitu banyak hal. Namun satu hal yang belum pernah ia coba adalah bermain api dengan pacar orang lain.
Bahkan jika gadis itu sudah menghancurkan kepalanya dan membuat wajah tampannya tidak lagi tampan selama beberapa hari, ia masih tidak bisa membencinya. Sekarang setelah tahu gadis itu memiliki pijakan lain di masa depan, ia justru semakin berhasrat untuk mendapatkannya lagi.
Tidak peduli apa, bermain api adalah hal yang sangat menarik.
Namun tentu saja bermain api harus dilakukan dua orang baru bisa menarik. Jika hanya satu orang yang berminat, usaha yang dilakukan pasti sangat merepotkan. Jadi ia akan bertaruh malam ini. Jika memang keberuntungannya, ia bisa mendapatkannya lagi. Tapi jika tidak, bukan masalah besar kehilangannya. Toh ia bukan pria yang kekurangan stok wanita.
Ketika tatapannya tidak sengaja bertemu dengan tatapan Catalina, Trent menaikan sebelah alisnya, memberinya kode agar gadis itu menemuinya di toilet.
Melihat isyarat yang Trent berikan, Catalina menggertakan gigi. Pria mesum itu, ingin ia menemuinya? Dalam mimpinya.
"Kau ingin minum sesuatu?" tanya Sehan.
Suara Sehan yang lembut membuyarkan lamunannya. Catalina segera mengalihkan pandangannya dan tersenyum manis kepada pria yang berdiri di sampingnya. "Tidak, aku tidak bisa minum alkohol," jawabnya.
"Aku tidak menawarimu alkohol," ujar Sehan sambil mengaitkan jemarinya pada jemari Catalina lalu mencium punggung tangannya dengan gaya yang biasa. Namun meski biasa, wanita mana yang tidak senang di perlakukan seperti ini?
Bahkan orang seperti Catalina yang berkata tidak akan terjerumus semakin dalam ke dalam lubang yang Sehan ciptakan pun mau tidak mau mulai terjerembab tanpa ia sadari.
__ADS_1
"Lalu kau menawariku apa?" tanya Catalina.
"Apa kau sedang berpikir mesum?" goda Sehan. "Kau ingin meminum sesuatu yang tidak tersedia di sini?" Ia menariknya menjauh dari kerumunan menuju ke tempat yang lebih sepi.
Catalina cemberut dan bibirnya mengerucut. "Sebenarnya kau yang berpikir mesum, tahu!" raungnya. "Kita sedang membahas minuman. Bagaimana mungkin kau mengganti topik seenaknya sendiri?" Ia menggelengkan kepala. "Ish ish ish."
"Memang kenapa jika aku berpikir mesum? Kau milikku dan aku milikmu. Secara harfiah, kita sudah menjadi satu." Hanya perlu satu langkah lagi yaitu pernikahan sebelum mereka benar-benar memiliki ikatan yang kuat. Namun Sehan tahu semua tidak semudah itu.
Hubungan mereka, hubungannya dengan Catalina jauh lebih rumit daripada yang tampak di permukaan. Orang tuanya, Tatiana, keluarga Atkinson, Catalina bahkan dirinya, semua adalah wujud asli dari sebuah kekacauan. Kekacauan yang terbungkus indah dan tersembunyi di balik fakta.
"Sejak kapan aku menjadi milikmu? Hanya karena kita berhubungan intim bukan berarti aku milikmu." Meski mengeluh, kenyataannya Catalina cukup terhibur saat mendengar ini. Setidaknya ia bisa merasakan indahnya jatuh cinta dan indahnya dicintai oleh seseorang. Sesuatu yang tidak pernah terbayangkan ia akan merasakannya.
Di sisi lain, Trent mengepalkan tangan. Diabaikan, adalah sesuatu yang sangat ia benci. Namun berulang kali gadis itu menolaknya dan terang-terangan mengabaikannya.
Hanya satu hal yang terbersit di benaknya, gadis itu tidak membutuhkannya lagi. Jika memang demikian, tidak ada masalah dengan itu. Kehilangan Tatiana bukan berarti ia kehilangan hidupnya. Tanpa gadis itu, ia baik-baik saja, sangat baik. Namun ia masih harus membuktikannya sendiri agar semakin yakin dengan pilihan yang akan ia ambil.
Trent memijit ruang di antara alisnya sebelum melangkah menuju mereka. Dengan segelas cocktail di tangan kirinya, ia menghadang langkah mereka dengan percaya diri. "Selamat malam, Tuan Geffrey," sapanya sembari mengulurkan tangan sebagai wujud dari kesopanan.
"Saya tidak menduga akan bertemu Anda di sini," ucap Trent lagi. Ia memulai basa-basinya dengan sempurna. Dan ia berharap mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dari pertunjukkan ini.
"Ya, benar-benar pertemuan yang tak terduga." Sehan juga menanggapi basa-basinya dengan baik.
Catalina yang melihat ini tercengang. Ia kehabisan semua kata-katanya. Lebih tepatnya ia tidak tahu harus berkata apa. Kedua pria mesum ini, apa yang mereka lakukan? Mungkinkah hubungan mereka jauh lebih baik dari yang ia pikirkan?
Jika benar demikian, bagaimana ini?
Apa yang harus ia lakukan?
"Namun, siapa yang berdiri di sebelah Anda? Saya baru pertama kali melihat Anda datang dengan seorang gadis. Mungkinkah..." Trent berpura-pura tidak tahu dan menebak-nebak. Bukan karena ia tidak tahu cara bermain yang benar, namun ia yakin Sehan jauh lebih pandai memainkan permainan ini daripada dirinya.
__ADS_1
"Dia kekasih saya, namun dia cukup pemalu," jawab Sehan. Ia tidak berniat mengenalkan gadisnya kepada pria mesum seperti Trent. Lagipula, bukan kah mereka sudah saling mengenal melalui perkenalan penuh kekerasan hingga kepala Trent mendapat beberapa jahitan?
"Oh benarkah?" Trent terkekeh.
Sehan mengangguk. "Mm."
"Kalau begitu, selamat untuk Anda."
"Tidak perlu sungkan."
Keadaan hening untuk sementara waktu sampai Trent kembali buka suara, "Tuan Geffrey, omong-omong apakah Anda tahu mengapa kucing yang biasanya patuh tidak lagi mematuhi pemiliknya?" tanyanya, mencoba memasang umpan untuk memancing ikan. Ia menyukai orang-orang yang bisa mempertahankan sikap tenangnya walau ada badai di depan mata. Dan ia ingin tahu seberapa banyak toleransi yang bisa Sehan berikan jika itu menyangkut wanitanya.
Sehan mengangkat bahu. "Entahlah, saya tidak yakin tentang itu. Saya tidak memelihara kucing," jawabnya. Ia tahu kemana arah pembicaraan Trent. Dan ia tidak keberatan untuk bermain bersamanya.
"Sayang sekali Anda tidak memeliharanya," sahut Trent. "Tetapi walau pun Anda tidak memeliharanya, saya akan tetap mengatakannya," ia menjeda sebentar kalimatnya. "Alasan kenapa kucing yang jinak berubah menjadi liar, saya pikir karena kucing itu sudah menerima makanan dari orang lain," Trent berkata dengan serius. Tidak ada satupun keraguan yang tampak dari apa yang ia katakan. Lebih tepatnya, apa ia maksud adalah kucing jinaknya sudah berubah menjadi kucing liar. Dan alasannya karena kucingnya sudah memiliki majikan baru yang tidak kalah kaya.
"Begitu kah?" Sehan menanggapinya dengan tenang. Lagipula perkataan yang Trent maksud ditujukan untuk Tatiana, sedangkan gadis yang berdiri di sampingnya adalah Catalina.
Catalina yang dari awal hanya diam, sampai detik ini pun ia masih diam. Bukan karena ia tidak tahu apa yang Trent maksud. Ia tahu. Sangat tahu.
Kucing liar yang Trent maksud, bukan lah kucing yang sebenarnya.
Tatiana, adalah yang sedang Trent bahas. Kucing itu.
Pria itu mengisyaratkan bahwa Tatiana sudah mempunyai pria lain hingga tidak lagi membutuhkan perawatannya. Namun sayangnya ia bukan Tatiana yang tidur dengannya. Ia melepaskan kegadisannya dengan Sehan dan sejauh ini ia juga hanya berhubungan dengan pria itu saja. Jadi apa yang Trent katakan benar-benar tidak tepat sasaran.
Namun Sehan tentu tidak mengetahuinya. Tidak mengetahui bahwa ia bukan Tatiana. Ia menatap Sehan dan melihat pria itu masih tenang seperti biasanya. Ia tidak tahu apa yang dia pikirkan. Namun muncul sedikit kekhawatiran dalam dirinya. Ia takut pria itu mencurigai kenapa ia masih perawan padahal pekerjaan Tatiana adalah kupu-kupu malam.
Jika Sehan merasakan keanehan ini, jika dia bertanya padanya, apa yang harus ia jawab?
__ADS_1
Jika ia berkata melakukan operasi selaput dara, apakah Sehan akan percaya?