
Melihat Nick, Catalina seperti menemukan dewa penyelamatnya. Ia ingin menciumnya sekarang juga dan berterima kasih sebanyak-banyaknya.
"Baik." Catalina menjawab sebelum mengambil buku dan tasnya di sofa di samping Sehan. Ia melirik Sehan sekilas sebelum menarik pandangannya lagi dan bergegas pergi.
Nick bahkan belum sempat memperhatikan pria yang duduk di sofa saat Catalina menariknya pergi keluar dari hotel. Ia hampir saja memukul gadis itu karena tidak membiarkan ia untuk mengetahuinya. Padahal ia sangat penasaran siapa tunangan Tatiana yang sebenarnya.
Melarikan diri seperti kucing penakut? Seringai tipis muncul di bibir Sehan. Kemana perginya harimau betina yang hampir menggigit?
"Sungguh mengesankan." Sehan tidak marah meski sudah ditinggalkan, dan ia tidak tersinggung meski diperlakukan dengan tidak hormat. Ia justru penasaran. Sejak kapan gadis itu berani melawannya?
Juga, situasi ini, bukankah berubah ke arah yang cukup berlawanan?
Ia tidak pernah mengharapkan perubahan itu. Maksudnya, perubahan itu terlalu drastis dan ia yakin ini bukan karena otak gadis itu bermasalah. Pasti ada sesuatu yang memang salah.
Saat merasakan ponselnya bergetar di saku kemejanya, Sehan mengambil ponselnya kemudian membalas pesan yang masuk di kotak masuknya.
Ia sedang dalam suasana hati yang cukup baik, jadi ia membalas pesannya dan tidak mengabaikannya seperti biasa.
Saat Kenny, asistennya datang, Sehan sedang melihat sesuatu di layar ponselnya dengan serius. "Tuan." Kenny memanggil dengan hati-hati. Takut bosnya tersinggung dengan panggilannya.
Sehan menyimpan ponselnya sebelum bangkit dari duduknya. "Ayo pergi," ujarnya. Teringat sesuatu, ia berkata, "Aku ingin informasi tentang gadis itu lebih detail lagi selama dia koma. Juga, jangan hentikan pengawasan."
"Baik." Kenny mengiyakan dengan cepat. Ia sudah menyampaikan hasil pengawasan tentang gadis itu secara teratur. Tapi entah karena alasan apa Sehan meminta informasi itu lagi. Itu membuatnya bingung. Bosnya ini, apa sebenarnya yang dia inginkan?
***
"Ada apa denganmu?" tanya Nick, berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Catalina. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Tapi apa harus Catalina bersikap seolah sedang menghindari sesuatu? Apa gadis itu lupa bagaimana dia sudah membuatnya jengkel karena tidak membiarkannya melihat tunangan Tatiana?
Catalina menghentikan langkah dan melepaskan tangan Nick. "Apa kau yakin Tatiana dan tunangannya tidak dekat?" Entah kenapa Catalina merasakan banyak sekali keanehan pada pria itu. Entah dari caranya memandangnya, caranya memperlakukannya, hingga caranya berbicara padanya. Semua tentang pria itu menyiratkan keanehan yang tak terdeskripsikan.
"Sudah kubilang mereka tidak dekat. Dia sangat membenci Tatiana. Aku bahkan curiga pria itu yang menyebabkan kecelakaan Tatiana," jawab Nick tanpa memberikan jeda pada kalimatnya. Lagipula, zaman apa ini masih ada perjodohan? Dan siapa yang akan menerima jika dijodohkan dengan seseorang yang tidak dikenal? Jika itu dirinya, dia juga akan menolaknya tanpa ragu.
Alis Catalina berkerut. "Benarkah?"
__ADS_1
"Mm. Kau tidak percaya?"
"Bukannya aku tidak percaya, Nick. Masalahnya, kami tidak sengaja bertemu dan kami berbicara. Maksudku, kami benar-benar berbicara. Dan ya, aku tidak tahu hubungan macam apa yang dimiliki Tatiana dan pria itu, namun kupikir itu jauh lebih rumit dari yang kau dan aku pikirkan."
"Jangan membuatku pusing, Catalina. Aku hanya akan memberimu saran, kesampingkan masalah ini namun kau tidak boleh menurunkan kewaspadaanmu. Pria itu adalah seseorang yang paling mungkin menjadi pelaku kecelakaan Tatiana." Kenapa Nick berkata seperti itu, karena hanya kebencian yang mampu mengalahkan segalanya. Meniadakan moral dan hati nurani. Seseorang yang sudah benci, akan didorong kekuatan kebencian untuk mengalahkannya.
"Dia memang sudah masuk ke daftar orang yang ku curigai," jawabnya, enteng. Sejak awal, sejak pertama kali melihat Sehan, ia sudah curiga. Dan kecurigaan itu diperkuat dengan apa yang Nick katakan. Hanya saja, pria itu terlalu kuat. Ia takut tidak bisa melakukan apapun meski tahu bahwa dia adalah pelakunya.
"Kau bisa menyelidiki itu nanti, sekarang fokus saja ke karirmu." Nick menyodorkan naskah kepada Catalina. "Aku mendapatkan ini dari teman lamaku. Dia adalah penulis naskah terkenal. Dia akan mengerjakan serial drama remaja dan sedang mencari pemeran yang cocok. Aku merekomendasikanmu dan dia ingin melihat kemampuanmu. Jika kau mampu, kau akan menjadi pemeran utama wanita kedua. Meski itu hanya pemeran kedua, ratingnya akan sangat bagus jika dia penulis naskahnya. Percayalah, ini bisa menjadi kunci kesuksesanmu di masa depan."
Seketika Catalina melupakan Sehan dan terpaku dengan naskah di tangan Nick yang kemudian berpindah ke tangannya.
"Baca dan pelajari baik-baik. Aku sudah membacanya dan itu sangat cocok dengan karaktermu yang jahat dan kejam. Aku akan memberimu waktu beberapa hari untuk berlatih dan mempersiapkan diri. Kau mengerti?"
Catalina mengangguk. "Aku mengerti."
***
Dua hari terlewati dengan tidak mudah.
Jangan bicara tentang lelah.
Ia lelah.
Namun rasa lelah ini tidak sebanding dengan rasa lelah ketika ia berada di Valdes dan tidak bisa melihat Tatiana. Karena hanya dengan melihat wajah terlelap gadis itu, sudah cukup menghilangkan rasa lelahnya.
Catalina baru saja kembali dari mengunjungi Tatiana ketika ponselnya bergetar. Ia memutuskan untuk menyelesaikan ganti bajunya lalu meraih ponselnya dan duduk di ranjang. Saat melihatnya, jantungnya berdegup kencang.
Berbicara tentang iblis.
Mengapa Sehan mengiriminya email?
Untuk seseorang seperti Sehan, menemukan alamat emailnya bukan sesuatu yang sulit. Jadi ia tidak akan menanyakan pertanyaan yang jawabannya sejelas siang hari.
__ADS_1
Tapi email macam apa itu, ia tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun.
Belakangan ini ia sibuk dengan naskahnya dan tidak sempat memikirkan hal lain atau mencari tahu tentang sesuatu. Bahkan sekedar untuk membuka berita ekonomi pun ia tidak punya waktu. Jadi ia hampir saja melupakan keberadaan pria itu.
Andai dia tidak mengiriminya email, ia mungkin berpikir pria itu sudah mati.
Catalina tergoda untuk menghapus emailnya tanpa membaca tetapi rasa ingin tahunya berhasil mengalahkannya.
[Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi jauhi adikku]
Beberapa kata yang Sehan kirim membuat kening Catalina berkerut. "Apa ini? Apa ini email ancaman? Apa aku sedang diancam?" Sial. Apa-apaan ini? "Juga.. jauhi adiknya? Memang kapan aku pernah dekat dengan adiknya? Tunggu! Memang dia punya adik?" Catalina bahkan tidak pernah tahu tentang Sehan apalagi tentang adiknya. Tapi kenapa pria itu tiba-tiba menyebutkan tentang adiknya yang harus dijauhi? Apakah adik Sehan memiliki hubungan dengan Tatiana?
Rasa penasaran tiba-tiba menggerogotinya. Jika Sehan adalah tunangannya, otomatis adik Sehan adalah adik iparnya, lalu kenapa Sehan meminta ia untuk menjauhi adik iparnya? Bukankah itu sedikit tidak masuk akal?
Catalina mengklik tempat sampah dan menghapus email darinya. Kemudian ia mengambil laptopnya dan memutuskan untuk mencari tahu sesuatu.
Saat mengetik Sehan dari Geffrey Group, beberapa informasi segera muncul di layar laptopnya. Namun bukan gambar atau jumlah kekayaannya yang ingin ia tahu, tetapi sesuatu yang jauh lebih penting daripada itu.
Catalina melewati beberapa artikel dan jarinya berhenti mengklik setelah menemukan sesuatu yang menarik minatnya.
Keluarga Geffrey.
Tidak ingin melewatkan satu detail pun, Catalina membuka matanya lebar-lebar dan memfokuskan diri dengan deretan abjad yang tertera di layar.
Sehan Geffrey merupakan putra sulung dari Melaney Barnessa dan Paul Geffrey sekaligus CEO dari Geffrey Group. Dia memiliki seorang adik laki-laki bernama..
"Lexus? Lexus Geffrey?" Catalina terkejut saat membaca nama itu dan seketika fokusnya teralihkan. Ia pernah membaca nama itu. Bukan di internet, tapi di dokumen yang Nick berikan untuk ia pelajari. Mustahil ia tidak mengingat nama itu karena hampir semua tokoh yang harus ia hafalkan, sudah ia ingat secara keseluruhan.
Secara teknis, Tatiana pernah beradu akting dengan Lexus di sebuah drama historical beberapa bulan yang lalu. Setelah itu mereka kembali bertemu dan terlibat dalam beberapa pekerjaan yang mengharuskan mereka menjadi pasangan. Di antaranya adalah menjadi model video klip, reality show, dan beberapa iklan. Kebersamaan serta chemistry di antara mereka membuat publik menjodoh-jodohkan mereka.
Namun kenyataan bahwa Tatiana bertunangan dengan kakak Lexus tidak diketahui oleh siapapun. Jadi publik bersikeras menjodoh-jodohkan mereka tanpa tahu bahwa Lexus adalah calon adik ipar Tatiana. Juga kebersamaan mereka dalam berbagai acara hanyalah formalitas kerja. Ia yakin tidak ada apapun yang terjadi antara Lexus dan Tatiana. Ia bahkan cukup yakin Tatiana menyukai Sehan. Terlepas dari seberapa Sehan membenci Tatiana, Tatiana tidak pernah menaruh benci pada pria itu.
Catalina menjatuhkan punggungnya di ranjang dan memijit di antara alisnya. Kenyataan bahwa Sehan dan Lexus bersaudara, bukan lagi rahasia umum. Tapi kenapa Nick tidak menulisnya di dokumen? Apa karena Nick tidak tahu jika Sehan adalah tunangan Tatiana?
__ADS_1
Ya. Itu masuk akal. Nick memang tidak tahu Tatiana bertunangan dengan Sehan. Sehan jelas bersikeras menutupi fakta itu. Tapi kenapa Sehan berpikir Tatiana mendekati adiknya padahal sudah jelas Tatiana menyukainya? Tidakkah ini terlalu rumit?