Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 45 • RGSA - Benih Bayi


__ADS_3

Harrison menunggu di bawah dengan gelisah.


Hidangan di atas meja hampir dingin namun dua orang di lantai atas belum turun juga. Ia menjadi khawatir. Sudah sangat lama mereka berada di lantai atas dan waktu selama itu seharusnya cukup untuk menyelesaikan satu ronde.


Apa mungkin satu ronde tidak cukup?


"Jangan terlalu cemas, Harri," ucap Ainsley saat melihat Harrison mondar-mandir di ruang makan. Ia adalah pelayan berusia empat puluhan. Mengenakan seragam khas pelayan, ia berjalan menghampiri pria itu dengan Stella yang berjalan di sampingnya.


"Ainsley benar," Stella membenarkan. Ia juga pelayan di sini. Usianya dua tahun lebih muda dari Ainsley. "Anak muda memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Berhentilah mengkhawatirkan sesuatu yang tidak seharusnya kau khawatirkan." Orang tua seperti Harrison mana mengerti? Anak muda zaman sekarang jauh lebih ekspresif dan atraktif.


Harrison menggelengkan kepala, mengabaikan dua wanita itu, ia berjalan menuju lantai dua. Namun ia tidak melakukan apapun. Ia hanya memeriksa barangkali ada yang salah. Namun sepertinya dua wanita itu benar. Dua anak muda itu pasti masih akan menyelesaikan beberapa ronde lagi.


***


Menatap gadis yang tertidur nyenyak di sampingnya, Sehan sedang dalam suasana hati yang baik. Ia bahkan bisa mencium aroma musim semi di udara.


Mungkin inilah alasan kenapa orang-orang berkata musim semi adalah musim cinta. Ia merasa dipeluk oleh perasaan paling tenang sehingga ia tidak bisa berhenti tersenyum.


Belum pernah ia merasa lega dan setenang ini dalam hidupnya.


Ini adalah pertama kalinya.


Dunianya yang membosankan, tidak lagi membosankan.


Sekarang ada sesuatu yang ia harapkan, seseorang yang ia nantikan. Dan itu terasa sangat menyenangkan. Lebih dari menyenangkan.


Ia menyelimuti tubuh Catalina dan mencium dahinya sebelum bangkit dan memakai pakaiannya. Melihat gadis itu sekali lagi, di sampingnya ada cairan sisa percintaan mereka yang tertinggal di sprei.


Itu benar-benar menggelikan.


Kenapa ia tidak membersihkannya dengan tisu?


Kenapa ia justru membiarkan cairan itu mengotori sprei?


Alasannya, ia juga tidak tahu. Dan.. ia tidak peduli. Mau seberapa menjijikkannya, mereka adalah benih bayinya yang gagal masuk ke rahim Catalina. Jadi meski mereka kotor secara harfiah, baginya mereka adalah bahan baku utama untuk membuat keturunannya dan sama sekali tidak kotor.


Selesai berpakaian, ia mengambil handuk dan juga kain tipis milik gadis itu yang berserakan di lantai.


Ia baru ingat jika ia melemparkan barang-barang itu secara asal setelah melucutinya dari tubuh Catalina. Dan baru sekarang ia menyadari bahwa ia benar-benar tidak sabaran.

__ADS_1


Namun bukan hal yang memalukan saat mengingatnya.


Ia justru ingin mengingat kejadian ini sepanjang hidupnya.


Sambil berjalan menuju pintu, ia meletakan barang-barang itu di sandaran sofa. Dan begitu membuka pintu, ia melihat Kenny sudah berdiri di sana, menunggunya.


Kenny membungkukkan badan. "Saya mengantar barang-barang yang Anda minta," lapornya sambil menunjukkan beberapa paper bag berukuran besar dan kecil yang tergantung di lengan dan di tangannya. Sebagai asisten profesional, ia masih mengenakan pakaian resmi dan ia juga berhasil mendapatkan barang-barang yang Sehan minta dalam waktu dekat.


Di ketiaknya juga terselip dokumen sesuai permintaan pria itu.


Melihat bagaimana penampilannya sekarang yang penuh dengan barang bawaan, daripada asisten khusus, ia lebih seperti pelayan. Namun mana ada pelayan setampan dirinya? Ia terkekeh. Mereka pasti bercanda.


Sehan mengerutkan kening. "Kau yakin itu barang yang benar?" tanyanya sambil mengambil dokumen yang terselip di salah satu lengan Kenny. Ia tidak yakin dengan barang yang Kenny bawa. Terakhir kali ia memintanya membeli baju tidur, dia justru membeli lingerie. Meski itu berguna, namun Catalina pasti berpikir ia pria cabul karena membeli barang-barang seperti itu.


Kenny tercengang. "Kapan saya pernah memberikan barang yang salah?" tanyanya, bingung. Ia selalu membeli atau menyiapkan segala sesuatu sesuai referensi pria itu. Jadi, ia tidak pernah melakukan kesalahan karena segalanya sudah di sesuaikan.


Tapi kenapa Sehan meragukannya?


Apakah pernah ada pekerjannya yang tidak memuaskan?


Kenny berpikir dan mencoba menganalisa segala hal yang mungkin. Namun ia tetap tidak menemukan jawaban karena pekerjaannya terlalu sempurna, tanpa kesalahan.


Kenny tersentak. "Anda ingin melipat ganda gaji saya?" Ia berjalan mengikuti Sehan dan bertanya tidak percaya. Mimpi apa ia semalam sampai pria pelit ini menawarkan gaji dua kali lipat? Apa pria ini kemasukan setan? Tidak. Setan mana yang berani memasuki iblis?


"Kau tidak mau?"


"Siapa bilang tidak mau? Saya mau." Gaji dua kali lipat, meski hanya untuk satu bulan, bagaimana mungkin ia tidak mau? Hanya orang bodoh yang akan menolaknya. Dan ia bukan golongan orang bodoh itu.


"Kalau begitu, kau atur sendiri," jawab Sehan.


Kenny membeku. Ia kehilangan semua kata-katanya. Sejak kapan Sehan menjadi sangat murah hati? Apa mungkin dia sedang dalam suasana hati yang baik? Tapi kenapa? Apa alasannya?


Kenny mencoba memutar jarum jam ke arah kiri dan memikirkan kilas balik atau waktu-waktu yang telah berlalu, beberapa saat yang lalu atau beberapa jam yang lalu.


Ketika melihat paper bag ditangannya, tiba-tiba sesuatu terlintas di benaknya.


Bicara tentang pakaian, bukankah Sehan memintanya menyiapkan lingerie? Mungkin kah kebahagiaannya benar-benar datang karena gadis itu? Karena dia berhasil menipunya agar menggunakan kain-kain tipis yang memperlihatkan.. uhuk uhuk..


Ia terbatuk.

__ADS_1


Jika iya.. apakah hati nuraninya tidak sakit karena memaksa gadis yang baru dua puluh tahun bertingkah seperti rubah?


Sedetik kemudian ia menggelengkan kepala.


Mustahil.


Pria seperti Sehan, jelas tidak memaksanya.


Jangankan gadis dua puluh tahun, gadis tujuh belas tahun pun akan menyerahkan dirinya dengan senang hati jika Sehan yang meminta. Jadi, mereka jelas melakukannya karena keduanya memang menyukai permainan kecil sebelum manuver yang lebih besar.


Kenny menjadi jauh lebih tenang dan tidak lagi merasa bersalah pada Catalina setelah memikirkan kemungkinan itu. Ia bahkan berada dalam suasana hati yang baik karena melihat bosnya tampak bahagia.


Sehan masuk ke kamar tidurnya dan Kenny mengikuti di belakangnya dengan patuh. Di beri gaji dua kali lipat, bahkan jika ia harus bekerja lembur semalam suntuk, ia akan melakukannya dengan senang hati tanpa mengeluh.


Begitulah cara dunia bekerja, dimana orang kaya adalah pemenang, dimana uang adalah segalanya.


"Rapikan barang-barangnya!" Sehan memberi perintah. Ia mendudukkan diri di sofa dan mulai membaca dokumennya.


Kenny mengangguk kemudian mengeluarkan barang-barang dari paper bag dan menata hasil buruannya ke dalam lemari. Itu adalah beberapa pakaian wanita, beberapa tas, dan beberapa sepatu. Ada baju tidur, pakaian dalam, beberapa gaun, kaos kaki, dan celana. Sedangkan yang lainnya adalah peralatan rias, serangkaian produk perawatan kulit, lipstik bahkan sampai lulur mandi.


Jika ia tidak cukup makan, ia yakin tidak mungkin bisa mengangkut semua keperluan wanita itu sendiri. Untungnya, ia makan dengan lahap karena tahu harus bekerja sangat keras begitu Sehan menelepon di malam hari.


Bersamaan dengan selesainya Kenny, Sehan juga sudah selesai membaca dan sudah menutup dokumennya. Ia mengalihkan pandangannya dan melihat Kenny berjalan menghampirinya mengulurkan paper bag terakhir berukuran sedang.


Tahu apa isinya, Sehan menerimanya dan segera membukanya.


"Itu adalah produk yang disediakan untuk pasangan," jelas Kenny. Bukan ponselnya, tetapi softcasenya. Menginginkan ponsel pasangan pada jam selarut ini, siapa yang mau membuatnya? Setidaknya mereka harus memesan dan menunggu sampai produknya selesai dikerjakan. Itu bisa memakan waktu hingga berhari-hari.


Yang paling mungkin di realisasikan untuk saat ini hanya softcasenya saja. Dan seharusnya Sehan bisa mengerti tentang keresahannya. Karena tidak semua hal berada di bawah kendalinya.


Sehan membolak-balik kedua ponsel untuk melihat persamaannya. "Tidak buruk," ucapnya. Sekilas lihat orang tidak akan tahu jika itu ponsel untuk pasangan. Namun orang yang betul-betul menelitinya akan tahu persamaan di antara keduanya. Bahkan ia cukup yakin Catalina tidak akan menyadari persamaannya.


Kenny menghela nafas lega.


"Kau boleh pergi sekarang!" usirnya.


Kenny membungkukkan badan dan pamit undur diri.


Setelah kepergian Kenny, Sehan kembali masuk ke kamar tidur Catalina. Ia membungkus tubuh gadis itu menggunakan selimut lalu mengangkatnya dan memindahkannya dengan hati-hati ke kamar tidurnya.

__ADS_1


Setelah membaringkannya di ranjangnya, dan melihatnya masih tertidur pulas, ia meninggalkannya dengan tenang dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2