
Sementara itu di Perusahaan Geffrey, semua manajer yang menghadiri rapat menatap luka Sehan di bibirnya, benar-benar terpaku.
Siapa yang melihat pasti tahu luka apa itu.
Namun mereka hanya bertanya-tanya di dalam hati dan tidak berani menanyakan apapun kepada pria itu. Mereka hanya berpikir, gadis kasar mana yang berani memberikan luka seperti itu di bibir bos mereka? Dia benar-benar memiliki keberuntungan namun juga tidak tahu diri.
Dicium oleh pria seperti Sehan, adalah dambaan semua gadis. Namun gadis itu justru berani menggigitnya. Mereka tidak tahan saat membayangkan wajah Sehan ketika seorang gadis menggigitnya. Dia pasti marah besar.
Namun benarkah demikian?
Pemikiran mereka segera di patahkan setelah Kenny datang.
Kenny datang ke perusahaan setelah pertemuan selesai. Dan para manager segera mengerubunginya. "Kenny, kau adalah orang yang tepat waktu, apa yang membuatmu datang sangat terlambat hari ini?" tanya salah satu dari mereka. Cukup banyak keanehan yang terjadi hari ini. Mereka tidak sanggup menerima semuanya tanpa penjelasan. Dan mereka merasa Kenny tahu sesuatu.
"Aku mengantarkan bunga atas perintah Bos," jawab Kenny tanpa menyembunyikan apapun.
Setelah mendengar apa yang Kenny katakan, semua manajer dari berbagai departemen, terkejut. Mereka mencondongkan tubuh ke depan dan bertanya, "Kenny, apa CEO sedang menjalin hubungan dengan seseorang?" Semua orang tidak bisa menahan rasa penasaran. "Luka di bibirnya pasti dari seorang gadis, kan?" tambahnya. Daripada luka pukul, itu terlihat seperti luka gigit. Yang berarti pelakunya adalah seorang gadis.
Kenny terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya berkata baru saja mengantarkan bunga atas perintah bos, tidak mengatakan bahwa bos memiliki seorang pacar. Tapi sepertinya orang-orang ini tahu lebih cepat dari yang ia duga.
“Kenny, gadis seperti apa dia?"
"Apakah dia cantik?"
"Dari keluarga mana dia berasal?”
Diberondong dengan pertanyaan seperti itu, Kenny menaikan tangan. "Cukup! Jangan mengganggu urusan pribadi bos." Dengan beberapa kata itu, ia melangkah pergi meninggalkan kerumunan tanpa tahu bahwa apa yang ia lakukan menyebabkan kegemparan di perusahaan.
***
Begitu masuk ke kantor CEO, Kenny di sambut pemandangan Sehan sedang membaca dokumen. Ia mendekat dan setelah mencapai pria itu, ia buka suara, "Saya sudah menyelesaikan misi."
"Kau yakin?" Sehan berkata tanpa repot menatap Kenny.
"Ya," jawab Kenny.
Sehan terkekeh. Gadis itu menerima bunganya? Benarkah? Entah kenapa firasatnya berkata gadis itu membuangnya ke tempat sampah atau.. memberikannya kepada orang lain.
Tentu saja itu hanya pemikirannya.
Namun juga bukan asal pemikiran. Ia yakin delapan puluh persen kemungkinan itu bisa terjadi.
"Lalu, bagaimana dengan dia?" tanya Sehan kemudian.
"Gadis itu masih berada di rumah sakit yang sama, namun kami tidak memiliki akses untuk masuk." Orang-orangnya yang mengawasi pergerakan Nick dan Catalina mendapati mereka berdua selalu pergi ke rumah sakit setiap malam. Dan berdasarkan informasi, Catalina terdaftar sebagai pasien yang menjalani perawatan pasca koma.
__ADS_1
"Kau sudah memastikannya?" Sehan tidak terkejut dengan apa yang Kenny katakan namun jantungnya berdetak semakin kencang.
"Ya," jawab Kenny.
"Bagaimana keadaannya?"
"Kami masih harus memeriksanya." Nick tidak membiarkan siapapun masuk kecuali tenaga medis yang Nick pekerjakan secara khusus. Sulit bagi orang luar untuk masuk meski hanya untuk melihat keadaannya.
Sehan diam sebentar. "Jika ada kesempatan, ambil darahnya lalu kirim dokter terbaik untuk merawatnya. Berapapun biayanya, tidak masalah."
Kenny terkejut selama beberapa saat sebelum mengangguk. "Baik." Meski tidak mengerti jalan pemikiran bosnya, namun ia selalu mengiyakan dan menjalankan perintahnya tanpa ragu.
"Kau bisa pergi sekarang."
Kenny membungkukkan badan dan pamit undur diri.
Seketika ruangan menjadi sunyi.
Hanya helaan nafas panjang Sehan yang terdengar dan perasaannya saat ini tak terlukiskan.
Ketakutan yang sebelumnya tidak pernah ada, tiba-tiba hadir. Dan tidak peduli apa, gadis itu harus bangun. Atau kalau tidak, resikonya tak terbayangkan.
***
Ia menguap dan merasa menjadi jauh lebih baik.
Catalina membuka mata dan terkejut setengah mati saat melihat Nick duduk di kursi rias dan menatapnya. Ia menyentuh dadanya dan merasa seolah jiwanya pergi dari tubuhnya.
"Kapan kau datang? Kau mengejutkanku! Ah, sial," Suara serak khas bangun tidurnya sangat rendah. "Kau tahu, jantungku tidak cukup baik untuk menerima kejutan," tambahnya. Ia baru saja melewati sakit kepalanya. Sekarang kondisinya sudah cukup baik. Ia yakin cepat atau lambat kepalanya akan kembali sakit jika Nick tiba-tiba datang dan mengejutkannya seperti ini.
Nick mengabaikannya. Sebaliknya, ia menatapnya dengan tatapan tajam. "Katakan, siapa yang datang ke sini?" Suaranya rendah namun penuh penekanan. Ia memakai pakaian kasual yang membuatnya terlihat muda dan santai. Namun itu hanya penampilannya. Kenyataannya, ia sangat marah dan ingin mencekik gadis yang baru bangun tidur itu sampai mati.
Catalina yang mulai santai dan sedang menggeliat, merasa tulangnya lepas dari tubuhnya. Ia bahkan kesulitan membetulkan posisi tubuhnya lagi karena terlalu terkejut dengan apa yang Nick katakan.
Ia tidak menyangka Nick akan mengatakan ini. Tidak. Ia tidak menyangka Nick tahu pria itu datang. Darimana dia tahu?
Sebelum Catalina bertanya, Nick lebih dulu buka suara, "Kau ingin tahu aku tahu darimana?"
Catalina mengangguk tanpa tahu malu. Dan aura kemarahan terselubung yang Nick pancarkan diam-diam membuatnya merinding. Sial. Dia salah bicara.
Apa pria itu marah?
Tentu.
Hal sejelas itu tidak perlu ditanyakan.
__ADS_1
Hanya saja dia tidak sekasar Sehan.
Bajingan itu tidak ada duanya. Dan jika harus memilih siapa yang lebih pantas untuk Tatiana, daripada Sehan, entah kenapa ia merasa Nick lebih bisa diandalkan dan mungkin ia akan mendukung Nick tanpa syarat.
Pria seperti Sehan, tidak pantas menikah dengan siapapun.
Nick bertepuk tangan. "Lihat, kau mengakuinya dengan sangat cepat."
"Apa?" Catalina melotot. "Aku tidak mengakui apapun."
"Kau pikir aku bodoh, hah?" Nick bangkit dari duduknya dan menghampiri Catalina, siap memukul pantatnya. "Sekarang katakan, siapa dia? Bajingan mana yang sudah berani datang ke sini?" Nick kehabisan kesabarannya. Sejak ia datang dan melihat dua mangkuk dan dua cangkir kotor berada di meja, darahnya mendidih. Ia tahu dia adalah seorang pria bahkan tanpa Catalina menyebutkannya.
Nyawa Catalina terkumpul semua dan seketika ia melompat dari tempat tidur. "Tenangkan dirimu, Nick," ucapnya. Melihat Nick semakin marah, ia kembali buka suara, "Oke, oke, aku akan mengatakannya."
Nick menjadi sedikit lebih santai. "Sekarang katakan!"
"Dia hanya tunangan Tatiana," ujar Catalina. Ia tahu tidak bisa menutupi hal semacam ini dari Nick. Dan seharusnya bukan masalah besar jika tunangan Tatiana datang berkunjung. Meski sedikit aneh karena yang dikunjungi hanya tunangan palsu, namun ia berharap Nick tidak marah lagi.
Nick menyipitkan mata. "Hanya? Tunangan Tatiana? Tunggu! Sejak kapan kau dekat dengannya?" Otaknya berhasil terkoneksi dengan sempurna dan ia menjadi semakin marah.
"Kami tidak dekat, Nick." Catalina membantah. Mereka tidak dekat, oke? Benar-benar tidak dekat.
"Kau pikir aku percaya?" Ada mangkuk dan gelas kotor di atas meja, dan gadis sial itu masih berkilah? Benar-benar pembohong ulung.
"Kau memang harus percaya. Itu kenyataannya." Mereka hanya makan mie dan, sial, ia lupa tidak menyingkirkan mangkuknya. Sekarang ia tahu kenapa Nick sangat marah.
Nick melarangnya berhubungan dengan pria atau terlibat skandal apapun. Tetapi Sehan justru datang dan membuat keributan. Namun itu Sehan. Benar-benar Sehan. Ia tidak melakukan apapun. Ia tidak menimbulkan masalah. Ia tidak ada hubungannya dengan pria itu. Jadi ia benar-benar tidak bersalah dalam hal ini. Ia juga korban, oke?
"Anggaplah aku percaya. Tapi, katakan, kenapa dia datang? Dia tidak datang hanya untuk mengatakan 'hai' atau 'halo', kan?" Orang bodoh mana yang sedang Catalina bodohi, hah? Seorang pria yang biasanya acuh dan tidak peduli tiba-tiba datang, mustahil dia tidak memiliki motif. Dia pasti memiliki rencana kotor di otaknya.
"Seperti yang kau lihat, dia kelaparan dan masuk ke sini dengan kulit tebalnya," Catalina menjelaskan dengan santai. Ia tidak mungkin mengatakan bajingan itu datang dan mencuri ciuman pertamanya. Juga, ia tidak akan membiarkan Nick tahu dia meraba-raba tubuhnya seperti hewan yang sedang birahi.
Tubuhnya adalah kebanggaannya. Apa jadinya jika seseorang menyentuhnya seenaknya? Juga ciuman pertamanya, jika ada orang lain yang tahu Sehan sudah mengambilnya, itu akan sangat melukai harga dirinya.
Nick berhenti menyerang. Ia duduk dengan tenang di ranjang namun masih tidak ada jejak kegembiraan di sana.
Tahu ini bukan situasi yang baik, Catalina berkata, "Pilihkan pakaian yang cocok untuk ku pakai. Aku harus membersihkan diriku." Selesai berkata, tanpa menunggu jawaban Nick, ia melarikan diri dengan rasa bersalah yang memenuhi hatinya.
"Aku berbohong."
"Oke, aku berbohong."
"Ah, sial, kenapa aku berbohong?"
Catalina berbicara sendiri dan masuk ke kamar mandi dengan frustasi.
__ADS_1