Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 16 • RGSA - Membuang Kemeja Pemberian Sehan


__ADS_3

Kenny mengintip melalui spion ketika mendengar percakapan di belakang. Sehan adalah pria yang sangat bersih. Jadi ia belum pernah melihatnya duduk dengan siapapun sebelumnya. Juga ia belum pernah melihat seorang wanita yang begitu terang-terangan membantah perkataannya dan tidak segan berdebat dengannya.


Bibirnya melengkung ke atas. Gadis itu telah meninggalkan kesan yang begitu kuat baginya. Dan orang yang melihat tahu yang terbaik.


Detik berganti menit, menit berganti jam, tanpa terasa, satu jam telah berlalu dan sudah setengah jam mobil berhenti di pinggir jalan. Selain Kenny dan supir, tidak ada yang menyadari berapa lama waktu telah berlalu. Dua manusia yang duduk berdampingan di kursi belakang sedang sibuk6 mendiskusikan sesuatu hingga tidak menyadari betapa jarum jam berputar dengan cepat.


Catalina mengambil ilmu sosial sebagai studinya di Alaska dan memilih ekonomi karena beasiswa hanya diperuntukkan untuk ekonomi dan psikologi. Daripada psikologi, ia merasa ekonomi jauh lebih cocok untuknya.


Sedangkan bahasa Rusia, sebenarnya ia tidak benar-benar ingin mengambil kelas itu. Namun karena kelasnya hanya satu kali dalam seminggu, ia yakin itu tidak akan mengganggu studi dan kerja paruh waktunya. Jadi ia memutuskan untuk serius mempelajari bahasa itu.


Karena itu pula ia selalu membaca berita ekonomi dunia dari waktu ke waktu. Dan fokus utamanya adalah Rusia karena kebetulan ia mengetahui bahasa mereka. Sedangkan apa yang Sehan katakan adalah tentang beberapa perusahaan Rusia serta perekonomiannya.


Hubungan antara ekonomi dan bisnis sendiri adalah simbiosis. Yang mana dua hal itu menggunakan teori ekonomi dan metode kuantitatif untuk menganalisa usaha bisnis dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keanekaragaman, struktur organisasional dan hubungan dari perusahaan dengan pasar tenaga kerja, modal dan produk. Jadi apa yang Sehan katakan berhasil membuat Catalina menerapkan apa yang selama ini ia pelajari.


Kebetulan, itu adalah bidangnya dan Catalina tidak akan melewatkan kesempatan bagus untuk belajar dari ahlinya. Tidak peduli apakah dia musuhnya atau bukan, tidak ada salahnya dalam mencari pengetahuan.


Setelah cukup lama, Catalina menguap. "Cukup untuk hari ini." Ia menutup dokumennya dan mendorongnya ke dada Sehan. "Aku lapar. Aku mau pulang." Bersamaan dengan itu, ia membuka pintu lalu turun dari mobil, namun saat melihat gedung tinggi di depan mata, ia tercengang. Ia mendongak untuk melihat setinggi mana bangunan di depannya. Saat menyadari itu sangat tinggi, ia menunduk. "Dimana ini?" gumamnya. Ini bukan kondominiumnya.


Catalina mengawasi sekeliling.


Benar. Ini adalah daerah asing yang belum pernah ia lihat. Pantas, mereka diam saja saat melihat ia pergi. Ternyata, mereka tahu jika ia tidak mungkin bisa melarikan diri dari tempat asing ini.


Sial.


Kenapa dunia begitu kejam untuk seseorang dengan ekonomi lemah seperti dirinya?

__ADS_1


Catalina berbalik dan masuk kembali ke dalam mobil. "Lihat betapa menyebalkan nya kalian? Kalian tidak mencegahku karena tahu aku tidak bisa pergi, kan? Huh," gerutunya sambil mengambil ponsel di tas pinggangnya. Tidak tahu alasan kenapa mereka membawanya ke sini, ia pikir mereka mengantarnya kembali ke kondominium. Tapi ternyata, iblis tetaplah iblis. Tidak peduli apakah ia gadis lemah yang tidak berdosa atau tidak, seorang iblis tidak akan peduli. Yang mereka tahu hanya keuntungan dan keuntungan.


Kenny hampir tertawa mendengar ini. Baru pertama kali seorang gadis terang-terangan mengatakan mereka menyebalkan. 'Mereka' yang gadis itu maksud jelas merujuk pada Sehan. Namun melihat bagaimana reaksi Sehan, sepertinya pria itu tidak terganggu.


Catalina membuka internet dan beberapa saat kemudian ia menggoncang ponselnya, tidak percaya dengan hasil penelusuran. Masalahnya, mereka mengatakan ini adalah daerah kekuasaan keluarga Geffrey. Dan di depannya adalah perusahaan tempat Sehan bekerja.


Catalina menoleh ke samping dan semakin kesal melihat wajah datar Sehan. Pria itu tidak sedikit pun merasa bersalah meski sudah menipunya. Benar-benar iblis.


"Matamu bisa jatuh jika melihatku seperti itu?" Sehan buka suara tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari dokumen di tangannya. Garis besar tentang dua perusahaan yang ia diskusikan dengan Catalina, hasilnya tidak terlalu buruk. Bahkan, jauh lebih baik dari hasil kerja orang-orangnya yang ia bayar dengan harga tinggi. Selain ringkas, hasilnya juga ringan namun terperinci. Jauh dari ekspektasinya.


Dengan hal yang sudah sejelas itu, Catalina masih berharap ia percaya dengan semua kebohongannya?


Gadis yang naif.


Seorang iblis tidak mungkin bisa dibodohi. Bukan ia yang membodohi saja sudah untung. Sekarang ia ingin membiarkan gadis itu merasakan obatnya sendiri. Agar dia tahu, membohonginya, beginilah resikonya.


"Supir akan mengantarmu," ujar Sehan.


Catalina menutup pintu mobil dengan keras, sepenuhnya mengabaikannya. Tidak hanya itu, ia bahkan terang-terangan menunjukkan jika ia marah. Siapa yang peduli tentang apa yang akan iblis itu lakukan? Kebenciannya bahkan sudah beranak pinak, mustahil ia masih merasakan rasa takut.


"Dasar keras kepala," geram Sehan. Ia turun dari mobil dan Kenny mengikuti di belakangnya. Mereka berdua masuk ke perusahaan tanpa menghiraukan Catalina lagi. Teringat sesuatu, Sehan menghentikan langkah. "Berikan sesuatu yang bisa dia pakai." Mengingat tubuhnya yang indah dengan lekuk sempurna, mustahil ia membiarkan gadis itu pergi dengan penampilan seperti itu.


Kenny terperanjat. Perlu beberapa saat sebelum otaknya terkoneksi. Kemudian ia mengangguk. "Baik." Ia segera pergi dan mengambil pakaian di mobil lalu berlari kecil mengejar Catalina.


Ya, ini adalah pertama kalinya bosnya mengkhawatirkan seorang gadis sampai mengirimkan pakaiannya sendiri. Jadi ini adalah misi penting yang tidak boleh dikacaukan.

__ADS_1


Seharusnya gadis itu belum pergi terlalu jauh, atau celakalah ia.


***


Catalina tidak menghentikan taksi karena ia ingin mengisi perut terlebih dulu. Ia lapar dan tidak mungkin pulang ke kondominium dalam keadaan yang mana ia harus memasak untuk mengenyangkan perut. Menunggu selama itu, ia bisa pingsan.


Mencari toko makanan yang buka di sekitar sini, ia berjalan kaki menyusuri trotoar. Saat ia akan menyeberang jalan, suara seorang pria tertangkap pendengarannya.


"Nona, tunggu!" Kenny segera memanggil begitu melihat Catalina.


Catalina menoleh dan sebelah alisnya terangkat saat melihat Kenny berlari kecil menghampirinya. "Apa lagi?" tanyanya begitu pria itu berhenti di depannya. Ia tidak tahu ada masalah apa lagi. Satu yang pasti, hadirnya orang ini dan orang itu -Sehan- jelas bukan pertanda baik. Selalu ada masalah tiap kemunculan mereka. Dan ia benci terus tersandung masalah yang tidak ada habisnya.


"Nona, pakai ini!" Kenny menyodorkan kemeja putih polos kepada Catalina. Itu adalah kemeja milik Sehan yang belum pernah di pakai. Itu masih baru dan untuk harga, jangan ditanya lagi. Itu sangat mahal namun kebanyakan orang hanya bisa melihatnya, tidak bisa membelinya.


Kenny sengaja tidak mencantumkan nama Sehan karena ia pikir Sehan tidak akan senang namanya dijual. Namun meski tidak memberitahu, ia yakin Catalina sudah mengetahuinya.


Catalina menyipitkan mata. "Apa ini?" Ia tidak sebodoh itu sampai tidak tahu apa itu. Ia tahu itu pakaian. Namun untuk apa Kenny mengantar pakaian untuknya? Tunggu! Bukan Kenny, tapi Sehan. Kenny tanpa perintah Sehan, orang itu tidak akan bergerak. Orang itu yang bilang sendiri jika bukan kapasitasnya untuk menentukan. Yang itu berarti, semua yang Kenny lakukan, di bawah komando Sehan.


"Untuk Anda kenakan," jawab Kenny. "Anda tidak perlu khawatir, ini masih baru." Merupakan suatu kehormatan karena Sehan bersedia menyerahkan pakaiannya kepada seorang gadis. Dan ia yakin gadis manapun tidak akan menolaknya. Namun ia lupa jika Catalina, berbeda. Apa yang ia pikirkan, berbeda jauh dengan apa yang Catalina pikirkan.


"Hei, dengar, aku sudah berpakaian. Dan tidak ada yang salah dengan ini." Sport bra dan legging adalah pakaian paling umum yang biasa di pakai gadis-gadis. Bahkan tidak berolahraga pun, kebanyakan gadis juga memakainya. Ia tidak tahu bagaimana otak Sehan bekerja, namun harus ia akui pola pikirnya sedikit tidak masuk akal.


"Anda benar, tidak ada yang salah dengan pakaian Anda. Namun Anda harus menempuh jarak yang cukup jauh sementara matahari bersinar terik. Anda akan terbakar jika memakai pakaian seperti itu." Bukan Kenny namanya jika tidak pandai berbicara dan membuat alasan. Selain kepintaran, alasan lain gajinya tinggi karena ini.


Catalina terpaku untuk sesaat. "Ya sudah." Ia menerima pakaiannya dengan enggan. "Terima kasih, kau boleh pergi sekarang." Ia mempersilakan Kenny untuk pergi. Bahasa lainnya, mengusir.

__ADS_1


Menyelesaikan misi, Kenny membungkukkan badan lalu undur diri.


Setelah Kenny menghilang di ujung jalan, Catalina melempar pakaiannya ke tempat sampah, lalu mencibir, memang ia bodoh? Siapa yang membutuhkan pakaian ini? Nanti ia akan pulang naik taksi, jadi kulitnya tidak akan terbakar sejauh apapun perjalanannya. Ia hanya akan kegerahan. Dan ya, memakai pakaian Sehan jelas bukan pilihan terbaik.


__ADS_2