Rahasia Gelap Sang Aktris

Rahasia Gelap Sang Aktris
Bab 97 • RGSA - Hanya Cinta Sepihak


__ADS_3

Catalina terperanjat. "Kau tahu?" Ia menatap Nick dengan tidak percaya. Ia pikir, ia bisa menyembunyikan hubungannya dengan Sehan dari Nick. Namun ternyata ia keliru dan nampaknya itu hanya harapannya. Ia lupa jika Nick bukanlah orang biasa. Dia sama seperti Tatiana, misterius.


Kenyataannya tidak hanya Catalina yang terkejut, Tatiana yang sedang berjemur pun tidak kalah terkejut ketika mendengar nama itu. Ia menoleh bersamaan dengan Catalina yang juga menoleh kepadanya. Tatapan mereka bertemu dan Catalina buru-buru menenangkan Tatiana.


"Tatiana, dengar, tidak ada apapun yang terjadi di antara aku dan Sehan. Sungguh aku tidak bohong." Catalina membentuk huruf V dengan jemarinya. Ia takut Tatiana salah paham. Meski tentu saja apa yang ada di benak Tatiana, itu lah yang terjadi, namun ia tidak ingin Tatiana merasa tidak nyaman jika mengetahui ia berhubungan dengan tunangannya.


Ya, Sehan adalah tunangan Tatiana.


Ia tidak akan pernah melupakan fakta itu dan ia cukup tahu diri untuk tidak menyentuh sesuatu yang tidak ditakdirkan untuknya.


Nick menyenggol siku Catalina. "Tidak perlu menjelaskan apapun, Tatiana tidak memiliki hubungan apapun dengan Sehan selain pertunangan konyol itu."


Catalina mendekatkan wajahnya kepada Nick lalu berbisik, "Jangan bercanda. Tatiana mencintai Sehan."


"Sehan tidak mencintainya. Sungguh. Kalaupun Tatiana mencintainya, itu hanya cinta sepihak. Kau tidak perlu khawatir," Nick juga membalasnya dengan berbisik.


Catalina tercengang. "Be, benarkah?" Ia tergagap. Ia menatap Nick tanpa kedip. Meminta penjelasan yang lebih jelas.


Nick terkekeh. "Seperti yang kukatakan, Sehan terang-terangan menolaknya. Pria itu benar-benar tidak peduli pada Tatiana. Apa yang Tatiana lakukan dan sebanyak apapun Tatiana mencoba mencuri perhatiannya, dia tidak pernah berhasil. Sehan tidak pernah memandangnya, sekalipun."


Catalina terdiam. Tenggelam dalam pikirannya. Jika benar kalau itu hanya cinta sepihak, fakta bahwa Tatiana mencintai Sehan adalah nyata. Perasaannya untuk pria itu nyata. Mungkin Nick menganggapnya sepele karena pria itu tidak tahu apapun. Namun Tatiana adalah adiknya sedangkan Sehan adalah pria yang ia cintai, dan ia berada di antara dua orang di tengah hubungan yang rumit. Bukannya meredakan kehadirannya justru memperumit.


Tahu apa yang Catalina pikirkan, Nick kembali berbicara, "Jangan terlalu banyak berpikir, Catalina. Tanpa Sehan pun, dia baik-baik saja. Lebih dari baik-baik saja. Kau tahu kenapa?"


Catalina menggeleng.


"Dia tidur dengan Trent Chatsfield, sumber keuangannya," Nick berbicara dengan suara rendah di telinga Catalina. Karena sekarang Tatiana sudah sadar, cepat atau perlahan Catalina akan segera mengetahuinya. Jadi ia pikir mengatakan sekarang pun bukan masalah. Toh ujung-ujungnya Catalina juga akan tahu.


Lagi-lagi Catalina tercengang. "Kau juga tahu tentang hal ini?" tanyanya


"Aku tidak mungkin tidak tahu tentang artis ku," timpalnya. "Kau tahu, terkadang aku hanya pura-pura tidak tahu." Dan berpura-pura tidak tahu benar-benar ampuh untuk tidak terlibat lebih jauh.


Catalina bungkam. Nick tahu segalanya tentang Tatiana, ia tidak terkejut lagi. Sejujurnya, ia sudah menduganya.

__ADS_1


Catalina sudah memikirkan ini berulang kali dan hasilnya tetap sama. Ia mencurigai Nick mengetahui semuanya. Dan kenyataannya, pria itu memang tahu segalanya. Tidak hanya Tatiana, tetapi juga dirinya, Nick tahu segala tentangnya, yang terjadi di keluarga Atkinson, hubungannya dengan Sehan, semuanya. Tidak ada satu hal pun yang tidak Nick ketahui.


"Jika kau tahu, lalu kenapa kau tidak menghentikannya?" Setelah sekian lama bungkam, akhirnya Catalina buka suara.


Nick mengangkat bahu. "Kenapa aku harus? Hidup mewah, punya banyak uang, sugar daddy yang menyenangkan, siapa yang tidak mau? Kau pikir hanya dirimu? Tatiana juga menginginkannya," sahutnya. Sebenarnya bukan berarti Nick tidak menghentikannya. Ia sudah melarangnya sejak awal. Namun karena Tatiana bersikeras, ia menghargai pilihannya. "Lagipula, dia perlu banyak uang, dia perlu karir yang bagus, dan dia juga membutuhkan penopang untuk menopang karirnya. Tidak perlu dikatakan lagi, kau tentu paham tentang hal ini."


Catalina kehilangan semua kata-katanya.


Nick benar.


Semua orang ingin hidup mewah, semua orang ingin punya banyak uang dan pacar yang menyenangkan. Ia juga. Dan dari sudut pandangnya, ia tidak melihat itu sebagai sebuah kesalahan. Itu adalah fakta yang ia akui kevalidan nya.


Ia pun tidak munafik, ia juga menginginkannya.


Itu manusiawi.


Gadis yang kesepian, juga keinginan untuk hidup lebih baik menggunakan berbagai macam cara, setidaknya mereka hanya tidur dengan satu pria. Ia hanya tidur dengan Sehan dan Tatiana hanya tidur dengan Trent. Terlepas dari seperti apa pria itu memperlakukan dan menganggap mereka, itu bukan kapasitas mereka.


"Apakah itu sangat buruk?" tanya Catalina.


"Apa aku boleh menjawab jujur?"


Catalina mengangguk. "Uh huh."


"Sejujurnya cukup buruk."


"Sudah ku duga." Sudah jelas bahwa apa yang ia dan Tatiana lakukan adalah kesalahan. Entah bagaimana ia beralasan, pada akhirnya ia hanya sedang membela diri, melakukan pembenaran, atau apapun sebutannya.


"Percayalah, kalian tidak seburuk itu," ucap Nick. "Kalian tidak materialistis, kalian hanya realistis. Kalian gadis yang pintar. Pandai memanfaatkan waktu dan peluang. Pandai memanfaatkan aset yang kalian miliki." Sambil mengatakan itu, ia melirik dada dan bagian di antara paha Catalina. Maksudnya, itulah asetnya.


"Benarkah itu yang kau pikirkan?" Catalina tertawa. "Lucu sekali."


"Hei, jangan meremehkanku. Aku serius. Setidaknya, kalian bisa menghasilkan banyak uang. Bukankah itu yang terpenting? Tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya, orang tidak akan peduli. Mereka tidak akan pernah melihat prosesnya, mereka hanya ingin tahu hasilnya." Nick juga bukan orang tidak masuk akal. Ia tidak akan menjatuhkan mental seseorang hanya karena apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


Semua orang punya cerita.


Dan selalu ada kesulitan dibalik setiap kisah.


Ia juga bukan orang yang menjalani hidup dengan mudah.


Itu sebabnya kurang lebih ia mengerti.


Catalina terkekeh. Mau tidak mau ia harus mengakui pandangan Nick tentang dunia dan tentang orang-orang di sekitarnya cukup unik. Namun cukup bagus karena Nick tidak menghakimi.


Setiap orang punya pola pikir yang berbeda, setiap orang punya nasib yang berbeda, hal-hal seperti itu tidak bisa dipukul rata karena tidak semua orang mendapatkan keberuntungan dengan terlahir di keluarga yang baik.


Namun, orang yang mengetahui kesulitan orang lain adalah orang yang hidupnya lebih sulit. Orang yang pernah sakit pasti bisa melihat bekas luka pada orang lain. Hanya yang pernah merasakan yang tahu rasanya. Seberapa dalam dan luasnya rasa sakit itu.


Ia menduga, kehidupan Nick mungkin sama sulitnya. Itu sebabnya pria itu bisa mengerti.


Catalina menghela nafas panjang. "Kenapa kau tidak menghentikan ku, Nick?" celetuknya. "Kenapa kau membiarkan aku berhubungan dengan Sehan sampai sejauh itu? Kau bisa menghentikan ku, kau bisa menghentikan kami. Kenapa kau tidak melakukannya?" Setidaknya jika Nick bersikeras melarang, ia mungkin akan berhenti sebelum jauh.


Sekarang ia dan Sehan sudah terlalu jauh. Meski tidak ada garis finish di depan mata, tetapi sudah terlalu jauh untuk berbalik arah. Mereka tidak bisa kembali bahkan jika Tatiana berkata mencintai Sehan. Dan jika sudah seperti itu, apa yang harus ia lakukan?


Terlepas dari apakah Sehan mencintai Tatiana atau tidak, Tatiana jelas mencintai Sehan. Ditambah, mereka adalah tunangan yang sesungguhnya. Sekarang, setelah Tatiana sadar dan Nick memberitahukan beberapa rahasia, Catalina merasa semakin tidak nyaman mengenai hubungannya dengan Sehan.


Nick mengangkat bahu. "Untuk apa aku melakukannya? Tidak ada yang bisa menghentikan cinta."


Catalina terdiam.


Cinta?


Tidak ada yang dapat menghentikan cinta?


Catalina tetap menutup mulut dan tidak berniat untuk menyanggah perkataan Nick. Semua yang Nick katakan benar. Tidak ada yang bisa menghentikan cinta. Ia mempercayainya karena ia sudah mengkonfirmasi kebenarannya.


Jika bisa, ia tentu tidak akan membiarkan perasaannya semakin dalam kepada Sehan. Namun kenyataannya ia tidak bisa. Ia selalu gagal dan gagal. Ia tidak pernah berhasil sebanyak apapun ia mencobanya. Bukan kah itu alasan mengapa Nick enggan menghentikannya?

__ADS_1


__ADS_2