Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 125 Permintaan Kamu Telah Dikabulkan!


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tuan muda Mu …” Melihat sosok di dekat pintu, Gu Anran seketika menjadi tertegun.


Sejak kapan dia datang dan berapa banyak yang telah didengarkan olehnya?


Hello! Im an artic!


Bibi Hong bahkan lebih ketakutan.


Dia telah merawat tuan muda dari kecil dan selama lebih dari 20 tahun, dia sangat jelas sifat tuan muda seperti apa.


Mengosipkan hal semacam ini di belakang tuan muda merupakan hal yang sangat dilarang!


“Aku akan pergi untuk melakukan pekerjaanku, selamat malam tuan muda!”


Hello! Im an artic!


Bibi Hong berjalan lewat disampingnya dengan sangat berhati-hati, dan setelah dia keluar dari pintu, dia langsung menghilang dengan cepat.


Melihat sosok Bibi Hong yang telah melarikan diri, Gu Anran merasa sangat iri padanya.


Dia juga ingin seperti Bibi Hong yang dapat menghilang tanpa jejak, tetapi sepertinya itu tidak mungkin …


Mu Zhanbei masuk dengan langkah kaki yang lebar, dan Gu Anran tanpa sadar melangkah mundur.


Terdengar suara dan punggungnya terbentur ke meja buku, rasa sakit seketika membuat dia mengerutkan alisnya, dan tanpa disadari dia melihat kembali ke tempat dimana dia terbentur.


Tiba-tiba, sebuah telapak tangan besar melintang kemari tanpa alasan, menekan pinggang belakangnya dan menggosoknya dengan pelan.


Tenaga ini sungguh terasa sangat nyaman, rasa sakit di pinggang belakangnya hilang dengan cepat.


“Terima kasih.” Gu Anran baru saja selesai mengucapkan rasa terima kasih, dan tiba-tiba teringat siapa yang sedang menggosok pinggangnya sekarang.


Karena panik, dia mengangkat kepalanya dengan cepat, malah secara tidak sengaja, dahinya terbentur kearah bibirnya.


“Aku tidak sengaja!” tidak ada yang tahu sejak kapan mereka berdua berdiri begitu dekat!


Bukankah barusan dia masih di depan pintu? Mengapa dalam sekejap dia sudah berada di sampingnya?


“Apakah masih sakit?” Mu Zhanbei sepertinya tidak menyadari bahwa dia tanpa sengaja telah mencium keningnya, tatapan matanya tetap tertuju ke pinggang belakangnya.


“Tidak, tidak sakit lagi.” Gu Anran ingin mundur dan dia baru teringat bahwa dibelakangnya ada meja.


Dia ingin bersembunyi ke samping, tetapi karena ingin membantunya menggosok pinggangnya, satu tangan melingkari pinggangnya, dan tangan satunya lagi menopang di meja.


Intinya, di arah depannya itu adalah sebuah badan yang tinggi besar, dibelakang adalah meja, di bagian kiri dan kanan adalah tangannya, sehingga dia tidak bisa menghidar lagi!


“Tuan muda Mu, aku baik-baik saja.” Dia mendorong tubuhnya dengan perlahan, berharap dia bisa mengerti maksudnya dan bisa memberinya tempat untuk keluar.


Namun, Mu Zhanbei sepertinya sama sekali tidak memahaminya maksudnya.


Dia bahkan mendorong tubuhnya dengan perlahan, dan membiarkannya bertiarap di atas meja.


“Tuan muda Mu!” Gaya seperti ini membuat kaki Gu Anran lemas karena tegang.

__ADS_1


Kemarin malam saat dia berada dibelakangnya, itu sungguh mengerikan!


Tidak tidak tidak! Mengapa ia kepikiran kejadian semalam lagi, bukankah itu hanya sebuah kecelakaan, dan ia harus melupakan semua itu?


“Coba aku lihat apakah ada yang memar.” Mu Zhanbei ingin menaikan ujung kaosnya.


Bagaimana mungkin Gu Anran berani? Ia buru-buru menarik ujung kaosnya sendiri.


“Tidak apa-apa, tidak ada luka, sungguh tidak ada!”


Dia hanya ingin melarikan diri darinya secepat mungkin, rasa sakit barusan, sekarang sudah tidaklah penting.


Dia menegakkan tubuhnya dengan cepat, tetapi malah menabrak kearah pria yang berada di belakangnya.


Dadanya sekeras dinding besi, setelah menabrak dengan tenaga yang kuat, dalam sekejab ia pun kembali keposisi semula.


Kali ini, gerakannya lebih lembut dan dengan pose yang lebih memikat.


Dengan sangat alami, ketika dia bertelungkup, tubuh tinggi Mu Zhanbei pun membungkuk ke bawah dan langsung menutupi punggungnya.


“Aku belum mandi, apakah kamu yakin ingin menggoda aku sekarang?”


Suara pria itu agak serak, sedikit terbawa perasan namun juga sedikit tidak puas.


Dia tidak puas dengan dirinya sendiri, karena dia langsung tergoda begitu saja olehnya.


Gu Anran meletakkan tangannya di atas meja dan ingin bangun, tetapi dia menekan di belakangnya, tubuh yang terasa berat itu membuatnya tidak bisa berdiri tegak.


“Bukan, tuan muda Mu, aku tidak bermaksud begitu.”


Entah mengapa dia bisa begitu tertarik pada tubuhnya, mungkin karena gerakan gadis itu yang terlalu hebat.


Setiap kali dia memang terlihat tidak sengaja, namun justru karena itu sehingga membuat ia semakin tidak bisa menahan diri.


“Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu!” Kesalahpahaman ini cukuplah besar!


Nafas Gu Anran tak karuan dan ingin berusaha bangun, tetapi dia terus menekan di belakangnya dan tidak membiarkan ia bangun.


“Tuan muda Mu …”


“Kamu seharusnya tahu bahwa aku tidak pernah menyukai seorang wanita melawan di depanku.”


Dulu begitu banyak wanita yang mencoba berbagai cara untuk menggodanya, namun tidak ada satu wanita pun yang disukainya.


Gu Anran menggigit bibirnya, apakah perkataan tuan muda Mu ini sedang menyalahkannya?


Jika memang dia bisa menilai wanita dengan begitu teliti, berarti dia seharusnya memperlakukan dirinya sama seperti wanita lain, dan sepenuhnya menjauh darinya.


Ya, tuan muda Mu paling membenci wanita yang menggodanya …


Dia memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam.


Lagipula masalah ini sudah tidak bisa diatasi lagi, maka hadapi saja.


“Ya, tuan muda Mu, aku sangat menyukaimu.”

__ADS_1


Suara Gu Anran seketika langsung menjadi genit, tidak hanya genit, tetapi juga manja: “Tuan muda Mu, apakah kamu sungguh menginginkan aku?”


“Jika aku menginginkanmu, apakah kamu akan berbaring dengan patuh dibawahku?”


Dia berada di belakangnya, sehingga saat itu Gu Anran memang tidak bisa melihat ekspresi wajahnya.


Perkataan ini sungguh menakutkan, berbaring dengan patuh dibawahnya, apakah tragedi semalam akan terulang?


“Ehm?” Dia mendekat dan nafas panas terasa di telinganya.


Gu Anran terasa memanas dan bergemetaran, dia sebenarnya ingin melawan.


Tapi tiba-tiba teringat di benaknya, tidak tahu siapa yang mengatakannya, di depan seorang pria jika semakin melawan, maka itu akan semakin membangkitkan napsu mereka.


Ugh! Pria itu sungguh membingungkan, tidak suka dengan yang penurut, dan ingin menaklukkan yang melawannya.


Mungkinkah tuan muda Mu ini begitu menginginkan tubuhnya sebelumnya, itu dikarenakan dia selalu melawan?


Tarik napas dalam-dalam, tarik napas lebih dalam lagi!


Gu Anran memegang telapak tangannya, memutuskan untuk nekat keluar, maju terlebih dulu baru memikirkan resikonya nanti!


“Ya, tuan muda Mu, apakah kamu menginginkan aku sekarang?”


Apakah suara ini cukup genit? Apakah sudah cukup tidak tahu malu?


Tolonglah, tuan muda Mu, lampiaskanlah rasa kesalnya terhadap wanita-wanita agresif ini dan usirlah dia!


“Ah!”


Gu Anran berteriak kaget, dia tidak menendangnya, namun malah menggendongnya.


Dia justru menggendongya ke sisi tempat tidur dan melemparkannya ke tempat tidur.


“Tuan muda Mu!” Senyuman pura-pura di wajah Gu Anran sepenuhnya hilang, dan dia benar-benar ketakutan sekarang.


“Bukankah kamu yang memohon pada ku untuk menginginkanmu sekarang?” Mu Zhanbei membuka kerah lehernya dan membungkukan badannya.


Dengan lengan di kedua sisi tubuhnya, membuat Gu Anran tidak punya ruang untuk menghindar.


“Jika memang kamu yang memohon padaku, sebagai tunanganmu, bagaimana mungkin aku tidak memuaskanmu?”


“Aku, aku, aku, aku mohon padamu? Aku …” Gu Anran begitu panik sehingga suaranya bergetar.


Tidak, tidak, dia tidak bersungguh-sungguh memohon kepadanya, dia hanya ingin membangkitkan rasa kesalnya!


Bukankah tuan muda Mu paling membenci wanita yang menggodanya? Sekarang dia begitu “murahan”, mengapa dia masih terus menggerogotinya?


Bukankah dia benci dengan wanita, apalagi jika digoda?


“Memang benar, kamu barusan memohon agar aku menginginkanmu.”


Dia menarik kembali wanita yang ingin melarikan diri itu, tangan Mu Zhanbei melayang ke ujung kaosnya, dan langsung menaikan kaosnya keatas.


“Permintaan kamu telah dikabulkan!”

__ADS_1


__ADS_2