
Hello! Im an artic!
Gu Wei Zhi hampir saja marah sampai ingin muntah darah!
Wanita ini bilang apa? Dia lagi bilang hal apa?
Hello! Im an artic!
Dia ternyata bilang, tuan muda Mu punya dia!
Tidak tahu malu! Dia wanita yang ditinggalkan dan dihuris, demi apa mengatakan ini?
“Zhan Bei…” Dia ingin mengejarnya ke atas.
Tetapi, Mu Zhan Bei padahal sedang menggendong seseorang, tetapi masih bisa berjalan dengan begitu cepat.
Hello! Im an artic!
Saat Gu Wei Zhi dengan cepat mengejarnya hingga lantai dua, Mu Zhan Bei sudah menggendong Gu An Ran kedalam kamar.
Pintu kamar tertutup dengan keras, luar dalam kamar, seketika menjadi dua dunia yang berbeda.
Gu Wei Zhi tidak menyerah, ingin mengetok pintu kamar, tetapi dia tidak ada nyali.
Kebanyakkan waktu tuan muda Mu, terhadapnya sangat toleran, dia mengetahuinya, semua dikarenakan kepergian nyonya tua memengaruhi kepercayaannya.
Tetapi ada saatnya, beberapa hal, bahkan dia tidak dapat melakukannya.
Seperti contoh sekarang ini!
Gu Wei Zhi dengan jelas bisa merasakan sendiri, jika dia sendiri pergi mengkacaukannya, tuan muda Mu pasti akan sangat marah, bahkan, bisa membencinya!
Dia berdiri diluar pintu, sayangnya peredam suara ruangannya terlalu bagus.
Asalkan orang yang berada didalamnya tidak berbicara dengan keras, dia tidak dapat mengetahui apa yang mereka ucapkan, bahkan apa yang dilakukan mereka.
“Nyonya Gu, ada masalah?” Li Ye mendadak muncul entah dari mana.
Gu Wei Zhi benar-benar membenci pria ini!
Setiap dia berdiri didepan pintu kamar Mu Zhan Bei, dia akan seperti roh, muncul mendadak.
Satu-satunya tujuan dia keluar, adalah untuk menghusirnya!
Bajingan sialan ini! Jelas dia adalah antek Gu An Ran!
Gu Wei Zhi menggigit bibirnya, mengepalkan tangannya, amarahnya hingga seluruh badan terasa.
Terakhir, ketika melewati sisi Li Ye, tetap tidak dapat menahanya, menyambutnya dengan sebuah tinju.
Dia benar sangat marah! Demi apa? Sebenarnya ini karena apa?
Kamar tuan muda Mu, dia disini tinggal selama dua bulan, sudah pernah masuk berapa kali.
Bahkan setiap saat masuk kedalam tidak lama, akan diundang keluar oleh Mu Zhan Bei.
Dia tidak pernah menetap dengan jangka waktu panjang, apalagi menginap semalaman!
Sekalipun tidak pernah!
Li Ye sama sekali tidak menaruh hati pukulan kecilnya tersebut.
Namun Gu Wei Zhi sendiri, tanpa disengajai, terkena luka ditangannya.
__ADS_1
Ada rasa sakit yang menusuk hatinya dari lengannya, sakit hingga gigi menggigit bibir, hampir tidak bisa tahan nangis.
Li Ye mengangkatkan bahunya, melebarkan kedua tangannya, dengan tatapan tidak bersalah.
“Nyonya muda Gu, saya bahkan tidak menyentuhmu, jangan coba menjebakku.”
Dia bermaksud sesuatu, bagaimana mungkin Gu Wei Zhi tidak mengetahuinya?
Orang ini, sama sekali tidak percaya bahwa Gu An Ran akan melukainya, dia lagi memberi petunjuk, dia lah yang menjebak Gu An Ran!
Ternyata adalah orang yang diutus Gu An Ran, seekor anjing yang tidak berguna!
Dia sudah pergi, terdengar suara keras, menutup sebuah pintu kamar yang tidak jauh dari sana.
Li Ye juga tidak berani menetap terlalu lama di depan pintu kamar tuan besar, Gu Wei Zhi tidak lama pergi, dia dengan segera kembali kedalam kamarnya.
Berhenti mendengarkannya.
Didalam kamar Mu Zhan Bei.
Gu An Ran dilempar olehnya ke atas kasur.
Setelah badan yang ramping rapuh tersebut terpantul perlahan oleh kasurnya, dia terjatuh diam-diam diantara tempat tidur.
Dia memandang pria yang berdiri disamping tempat tidur, tatapan dalam hingga panik bukan lagi berpura-pura.
Jika, tadi di aula, sengaja ingin dihadapan Gu Wei Zhi, merebut pria dengannya.
Namun sekarang, berhadapan langsung dengan tuan muda Mu, ketenangan dan penyamaran dia hilang seketika.
Orang kecil namun terperangkap didalam perangkap yang dalam, kulitnya tampak halus putih.
Dia mengambil selimut itu, tidur di atas kasur, melihat kearahnya.
“Dimana nyali menggodaiku? Sekarang, sudah tidak ada lagi?”
Dia menarik dasinya, dasi yang ditaburi emas ditarik kesamping.
Beberapa kancingnya, juga di tarik buka olehnnya.
Jahat, liar, bersamaan membuat orang tidak nyaman, tetapi juga sangat menarik perhatian orang.
Gu An Ran mengetahuinya, dihadapan tuan muda Mu ingin menggunakan cara apapun, tidak akan mampu lari dari mata dia.
Dia menggigitkan bibirnya, dengan sedikit keras kepala, “Jika kamu sudah mengetahui bahwa aku sengaja, mengapa kamu masih mau jadi umpan?”
Tatapan dia yang penuh pertanyaan, tidaklah palsu.
Tatapan Mu Zhan Bei jatuh ke dada dia, menggerakan sedikit bagian seksinya.
“Membawa kamu pulang, sebenarnya untuk dijadikan mainan, apakah menjadi umpan, apa ada perbedaan?”
Gu An Ran mengeratkan tangannya, perkataan ini, benar-benar menyakiti orang!
Tetapi, dia sudah terbiasa dengan tusukan dari Mu Zhan Bei.
Karena sudah datang, martabat apa lagi yang dibutuhkan?
Dihadapan tuan muda Mu, harga diri, termasuk barang apa?
Di terbaring didalam selimut, melihat kearah dia, bibir tipis buka tutup, dengan nada kecil, seluruh badan terasa tidak berdaya.
“Bisa… pelan sedikit?
__ADS_1
Mu Zhan Bei sedikit murung.
Dia tidak pernah menjadi orang yang gampang lepas kendali, tetapi, perkataan orang ini, benar-benar langsung mengacaukan pernafasannya.
Sejam berlalu, dia sama sekali tidak dapat mengendalikan dirinya.
Satu jam lebih berlalu, tuan muda Mu yang penuh amarah masuk kedalam ruang mandi, langsung mandi air dingin.
Ada suara samar air jatuh didalam kamar mandi.
Gu An Ran diatas kasur, masih sedikit terengah-engah.
Energi dalam tubuhnya sudah disedot habis olehnya, tidak tahu dari mana pria ini memiliki ketahanan tubuh yang besar, ketahanan tubuh yang tidak pernah lelah, seperti tidak pernah habis.
Sangat lelah, lelah hingga tangan tidak dapat diangkat.
Padahal dia tidak melakukan apa-apa, mengapa yang kelelahan dirinya?
Tidak tahu berlalu berapa lama, pintu kamar mandi terbuka, tuan muda Mu keluar dengan kondisi badan yang masih basah.
Nafas yang sangat berat, disertai dia berjalan keluar, memenuhi seluruh ruangan.
Dia berjalan ke lemari anggur, menuangkan segelas anggur merah untuk dirinya.
Nada yang begitu dingin tanpa kehangatan, keluar dari sela-sela giginya, tidak berperasaan, dingin.
“Ini bukan kamar kamu.”
Gu An Ran mengetahuinya, Tuan muda Mu ingin menghusirnya keluar.
Tetapi, dia tampak tidak peduli.
Dari perkataan dia yang tanpa kehangatan, berawal dari memberi dirinya dimainkannya selama tiga bulan, dia sudah mengetahuinya, dalam waktu tiga bulan ini, tidak akan lari dari penghinaan.
Lagian, malam ini dia sudah marah sama Gu Wei Zhi, sudah cukup.
Gu An Ran menjulurkan tangannya yang masih gemetaran, mengambil kembali gaun tidur dia yang hampir koyak.
Dengan tidak mudah dia mengenakan kembali pakaiannya, dia mengangkat selimut, ingin turun dari kasur.
Kaki terasa sangat lemas, tidak nyaman!
Bahkan turun dari kasur gerakan yang begitu mudah, bagi kondisi dia yang sekarang, menjadi sangat sulit.
Mu Zhan Bei mendengar suara melengking di belakangnya, saat berpaling, sambil melihat dia bersandar di tepi kasur, perlahan meluncur kebawah.
Dua kakinya yang begitu ramping rapuh, hingga sekarang masih gemetaran.
Saat pertama kali menyentuh tanah, kakinya terasa lunak, hampir jatuh ke lantai.
Mu Zhan Bei mengencangkan tangannya yang sedang memegang gelas berbentuk piala tersebut, kaki sudah melangkah keluar.
Tetapi saat dia melihat dia sujud di tanah, perlahan menariknya kembali.
Dia bersandar di meja, melihat dia yang sedang kesulitan, tenggorokannya yang seksi, sekali lagi tidak tahan berguling kembali.
Kali ini, dia benar tidak sengaja!
Gu An Ran bersandar ke kasur perlahan berdiri, ketika ingin membalikan badan berjalan keluar, tetapi tidak diinginkan, sekali membalikkan badan, terlihat sosok besar tinggi badan Mu Zhan Bei menghalang dihadapanya.
“Tuan muda Mu…” dia mundur sendiri.
Orangnya menabrak kasur, tidak sengaja, jatuh kembali.
__ADS_1