Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 361 Tidak Enggan? Omong Kosong!


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kali ini, Gu An Ran ketakutan sendiri.


Mu Zhan Bei tepat di depan dia, dia bahkan masih berani jatuh kembali ke kasurnya.


Hello! Im an artic!


Gu An Ran segera ingin berdiri, dia menekankan kedua telapak tangannya ke bawah.


Mu Zhan Bei membungkuk, menekan kedua tangannya.


Dia menyipitkan matanya, melotot muka dia yang ketakutan, “Lagi-lagi sengaja?”


Sudah terlemparkan selama dua jam, mengatakan bahwa dia sengaja, kecuali dia tidak menginginkan nyawanya lagi!


Hello! Im an artic!


“Saya bilang kamu sengaja, kamu pasti sengaja!”


Mu Zhan Bei mengatakannya dengan tegas, mata yang tajam, bagaikan mata elang melototnya.


“Karena kamu mengundangnya dengan antusias, tidak memuaskan kamu, tidaklah enak.”


“Saya tidak! Tuan Muda Mu…. wuu!”


Seluruh badannya dibalikkan olehnya…


…….


Gu An Ran tertidur.


Kali ini, jika Tuan Muda Mu menendangnya keluar dari kasur, dia juga tidak punya kekuatan untuk merangkak kembali, keluar dari kamarnya.


Bahkan jika beneran ditendang, harus juga menunggu dia tertidur.


Sangat lelah, lelah hingga terasa badan seperti bukan milik sendiri.


Mu Zhan Bei tidak khawatir.


Dia tidak tahu apakah membawa orang ini kembali, yang tersiksa apakah dirinya, atau dirisendiri.


Tetapi hanya dua kali saja, bisa secapek itu?


Seandainya bukan karena nafasnya kembali teratur, dia bakal mengira, dia mau membuatnya pingsan.


Melihat muka dia yang tertidur pulas, Mu Zhan Bei sedikit kesal.


Ingin bangun menghisap sebatang rokok, tetapi, Gu An Ran tertidur diatas lengannya.


Jika dia bergerak sedikit saja, mungkin akan membangunkannya.


Tetapi mengapa dia takut untuk membangunkannya?


Wanita ini, jika sudah bangun minta dia pulang ke kamar dia sendiri, bukannya lebih baik?


Dia ingin menarik lengannya lagi, tetapi begitu dia gerak, Gu An Ran akan ikut gerak.


Hati Mu Zhan Bei terasa tegang, segera mencoba untuk menenangkan dirinya.


Dalam mimpi Gu An Ran sepertinya menemukan posisi yang nyaman, menyenggolnya dipelukannya.


Setelahnya, kembali menjadi sunyi.

__ADS_1


Dia capek beneran, jika tidak, tidak akan membiarkan dirinya dengan tenang tidur di pelukannya.


Dia takut padanya, sangat takut, siapapun dapat melihatnya.


Badan kecil rapuh miliknya dengan erat menempel ke badannya, sentuhan halusnya, kembali membuat nafasnya kacau lagi.


Dari kekacauan kecil di awal, sampai sekarang, menjadi berantakan!


Tangan jatuh di pundaknya, ingin mendorongnya kebawah, lanjut melakukan hal yang disukainya sendiri.


Tetapi, dia tertidur dengan begitu puas…


Mu Zhan Bei mencurigai dirinya sudah tidak waras, masih memikirkan apakah wanita ini benar-benar sudah capek, bisa tidur dengan aman tidak.


Apakah dia sudah melupakannya, dulunya dia bersama pria lain, bagaimana melukai dirinya?


Tetapi dia beberapa kali mencoba membulatkan hatinya, membiarkan dirinya dengan jahat berbuat seenak dirinya pada dia.


Tetapi sampai diakhir, masih sedikit lembut hati.


Mungkin karena, malam ini sendirinya sudah lelah.


Tuan Muda Mu memberi diri sendiri alasan, kemudian dengan perlahan tidur kembali ke samping Gu An Ran.


Menyelimuti dirinya, tindakannya tidak terhitung begitu lembut, tetapi, tidak sekasar yang pernah dia tampilkan.


Lengan panjang melingkari pinggangnya, walaupun dia tidak menginginkannya, tetapi dia memaksakan dirinya, menutup matanya.


Dia hanya sedikit kelelahan, bukan karena dia tidak enggan mengikutinya.


Wanita yang pernah mengkhianati dirinya, apa ada hal yang tidak enggan?


Tidak enggan?


Hehe, omong kosong.


Malam itu, Gu Wei Zhi tidak tertidur dengan nyaman.


Semalaman, dia keluar kamar tidak terhitung kalinya, setiap kali pintu kamar Tuan Muda Mu selalu tertutup.


Yang membuat orang tidak bisa tahan, dia setiap kali diam-diam mendengarkan lewat pintu, yang terdengar selalu suara teriakkan orang tidak tahu malu tersebut!


Dia semulanya tidak percaya, juga tidak mau percaya.


Tuan Muda Mu begitu benci didekati wanita, mengapa bisa menginginkan pelacur tersebut?


Tetapi, kenyataan memukulnya berkali-kali!


Mu Zhan Bei tidak hanya mau pelacur tersebut, tetapi hampir sepanjang malam bersamanya!


Akhirnya, dia tidak dapat lanjut mendengarnya, barulah berjalan pergi dari pintu kamar Mu Zhan Bei.


Setelah mendapatkan kabar kamar tempat Gu An Ran tinggal, dia langsung pergi menunggu dikamar Gu An Ran.


Tidak terpikirkan olehnya, sekali tunggu, bisa tunggu sampai hari cerah dihari kedua!


Mereka benar semalaman bersama!


Setelah Gu An Ran bangun, kamar Tuan Muda Mu tertinggal dia sendiri.


Kamar sudah dibereskan, meja samping kasur, ditumpuk pakaian yang sudah dicuci bersih.


Tentunya bukan disiapkan oleh Tuan Muda Mu, dia hanya tidak terpikirkan, sendirinya tertidur begitu nyenyak.

__ADS_1


Bahkan sampai pelayan wanita masuk kedalam kamar untuk membereskannya, dia sendiri tidak sadar.


Bagaimanapun masih muda, sembuh dengan cepat, setelah tidur, energi kembali seperti semula.


Dia menukar pakaiannya, kemudian balik ke kamar dia sendiri.


Baru masuk kedalam kamar, dia melihat ada sosok lain didalam kamar.


Wanita itu duduk di atas kursi, menggunakan tatapan yang dingin dan dalam, tatapan mati melotot kearah dia.


“Ada apa datang ke kamar saya? Ingin melihat apakah diriku akan dihusir oleh Tuan Muda Mu?”


Gu An Ran tertawa tajam, tidak bangga, hanya menghina.


“Hehe, maaf, membuatmu kecewa.”


Tidak lagi menghiraukan tatapan Gu Wei Zhi terhadapnya, dia berbalik badan ke arah kamar mandi, mandi.


“Pelacur! Kamu masih mau muka tidak! Kamu sudah bersama pria lain, sekarang, kembali mencari Zhan Bei, apakah kamu begitu murah?”


Gu Wei Zhi mengejarnya sampai kedepan pintu kamar mandi, tidak lepas menatap punggungnya.


Semua luka bekas dileher orang tersebut, semua jejak peninggalan para lelaki.


Begitu jelas, dia jika ingin berpura-pura tidak melihatnya, juga tidak bisa!


“Kenapa? Sekarang Tuan Muda Mu menginginkan diriku, tidak ingin kamu, kamu marah?”


Gu An Ran hanya peduli dengan kesibukannya, tidak melihatnya sama sekali.


“Kamu….” Gu Wei Zhi mengeratkan kepalannya, beberapa kali hampir tidak tahan, dengan sekuat tenaga melemparkannya!


“Siapa bilang Tuan Muda Mu tidak menginginkan diriku? Dia baru saja ada masalah dengan diriku, menggunakan kamu sebagai pelampiasan saja!”


“Benarkah? ” Apakah Gu An Ran akan mempercayainya? Tidak, satu kata pun tidak percaya.


Tidak bilang bagaimana hubungan Mu Zhan Bei dan Gu Wei Zhi bagaimana sekarangnya, biarkan mereka sekarang bersama, menggunakan wanita lain untuk melampiaskan ke wanita lain, ini adalah hal yang sangat tidak berfaedah, Tuan Muda Mu tidak mungkin melakukannya.


Dia melanjutkan kegiatannya, membasuh mukanya, mensisir rambutnya, dengan spontan.


Gu Wei Zhi tidak sabaran ingin merobek wajah yang berpura-pura polos itu!


Dia tetap sabar, seketika memoncongkan bibirnya, “Hehe, kamu disini bermesrahan dengan Tuan Muda Mu, akan tetapi tidak mengetahui, teman kamu yang bernama Su Xiaomi itu, apakah sudah meninggal?”


Gu An Ran langsung mengeratkan kepalannya.


Gu An Ran dengan senyuman jahatnya, tanpa melewatkan sedikit buram dibawah matanya.


Gu An Ran marah itu benar, dia tidak bisa seterusnya membiarkan dirinya frustasi.


Gu An Ran bergegas kemari mencari Tuan Muda Mu, seharusnya berani menanggung dirinya yang dilukai.


“Jatuh dari tempat yang begitu tinggi, aduh, pastinya tidak dapat hidup lagi, walaupun dia tidak meninggal, kedepan juga hanya menjadi sampah masyarakat.”


“Dasar ******, aku benar-benar tidak pantas untuk temanmu! Dia tidak ada dendam apa-apa denganku, saya juga tidak ingin melukainya.”


“Tetapi, dia adalah teman kamu! Karena adalah teman kamu, aku ingin membuatnya mati, kamu bilang gimana?”


Gu Wei Zhi melotot mata dia yang sudah memerah tersebut, senyum dengan rasa sombong.


Gu An Ran sebaiknya sekali lagi lepas kendali, sebaiknya melukainya!


Kali ini, jika dia bergerak, dia akan melapor polisi sendiri.

__ADS_1


Dia ingin, pribadi menuduhnya melakukan pembunuhan yang disengaja!


Kedepannya, selagi itu Tuan Muda Mu, juga tidak bisa membantunya lagi!


__ADS_2