Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 356 Waktumu Sisa Sepuluh Detik Lagi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tanggung jawab dengan sendirinya?” Mu Zhan Bei tidak sengaja mendengar lelucon yang lucu.


Dia dengan tertawa miris, mengatakan, “Kamu sudah melukai seseorang, tidak peduli kamu diajarin orang atau tidak, kasusnya akan jatuh.”


Hello! Im an artic!


“Tuan Muda Mu!”


“Kemari.” Mu Zhan Bei mengedipkan matanya, menatap ke bekas luka di lehernya.


Tidak tahu bekas luka tersebut dikarenakan dia, atau dikarenakan pria lainnya.


Kurang jelas, tidak begitu jelas, tetapi, tidak dapat disembunyikan.


Hello! Im an artic!


Wujud dia nangis di bawah badan dia, sekali lagi kembali terpikirkan.


Pria itu bernafas dengan berat, semakin tersadari, keinginan dia untuk mendapatkan tubuhnya dia, seperti semakin diracuni.


Tetapi dia dengan cepat menekan impulsnya, dengan nada datar, membuat semua orang tidak dapat mendengarkannya, apa yang dia pikirkan sebelumnya untuk menghibur hati orang.


Gu An Ran meremas tangannya dengan erat, demi He Ling Zhi, akhirnya bisa melewatkannya.


“Begini baru baik.” dia menjulurkan tangannya, kuku yang panjang mengelus di wajahnya.


Saat ketika Gu An Ran berusaha untuk kabur, dengan tergesa-gesa menghindar sejauh mungkin.


Nada datar Mu Zhan Bei, berdengung di dalam telinganya ,” Aku bisa mencabut gugatan terhadap Heng Li Zhi.”


Dia terkejut sejenak, melihat ke arahnya, tidak pasti apakah harus mempercayai perkataan pria tersebut.


Tatapan penuh arogan dingin Mu Zhan Bei melihatnya, wanita ini, ternyata meragukannya!


Tetapi, suasana hatinya segera membaik lagi.


Menatap daun telinganya, menggunakan suara yang hanya bisa didengar mereka berdua, berkata dengan tenang,”Jadilah wanitaku, tiga bulan.”


“Saya tidak pengen!” Gu An Ran terkejut dengan segera menghindar, duduk kembali ke kursi sendiri dengan keras.


Dia cemas, ketika berpikir ingin melarikan diri saat malam tiba, langsung cemas hingga jari-jari bergetar.


Dia mengapa begitu tidak tahu malu? Dia mengapa bisa berubah menjadi seperti ini!


” Kesabaranku ada batas, sepuluh detik, waktumu untuk memikirkannya.”


“Mu Zhan Bei…”


“Masih tersisa sembilan detik.”


Wanita seketika terdiam, memegang telapak tangan dengan erat, tidak dapat diam, tidak dapat tenang.


Mu Zhan Bei tidak lanjut berbicara, tetapi jarum detik pada jam dinding, terus lanjut bergerak.


Delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, ….

__ADS_1


Dia berdiri, dan mengangkatkan kaki bersiap pergi!


Gu An Ran dengan sekuat tenaga mengigit bibirnya, melihat punggungnya yang dingin.


Dia sudah lagi bukan Tuan muda Mu yang dulu, tidak akan ada belas kasihan terhadapnya lagi.


Jika, dia ingin dia melakukan sebuah hal yang membantu, maka pasti ingin dia mengorbankan sesuatu.


Dia bisa tidak memikirkan kedepannya sendiri, tetapi, bagaimana dengan He Ling Zhi?


Saat Mu Zhan Bei menjulurkan tangannya, ketika pintu ruangan segera dibuka, wanita dibelakangnya, berbicara dengan nada gemetaran, berbisik ,” Aku… setuju.”


….


Waktu jaminan 24 jam kemudian.


Di akhir 24 jam, Jian Nan segera mengirimkan orang untuk mengurusnya, dan membebaskan Gu An Ran.


Tetapi tanpa disangka, Wen Jie belum sempat menyelesaikan surat serah dengan staf, Gu An Ran sudah bersama staff lain berjalan keluar.


“Ran Ran!” Jiang Nan bergegas jalan menujunya, menopang bahunya yang terlihat lemas, “Apa yang terjadi? Kamu…”


“Pihak lain sudah mencabut pengaduannya, dia sekarang sudah bisa kembali.” petugas yang membawa Gu An Ran keluar mengatakannya tanpa ekspresi.


“Gu Weizhi mencabut pengaduan?” semua informasi di dalam biro, tidak diungkap untuk umum, siapa yang sebenarnya menggugat Gu An Ran, Jian Nan sementara waktu tidak mengetahuinya.


Tetapi, pihak lain mencabut gugatannya, sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya.


Dia sudah mencarikan pengacara terbagus, dan juga mengutus orang ke tokonya, semua CCTV yang bisa diperiksa, semua diperiksanya.


Di ruangan lain tidak jauh dari sana, seorang wanita dengan rambut berantakan berjalan keluar.


“Ling Zhi!” Gu An Ran dengan gegas berjalan menujunya, dengan cepat memegang tangannya, “Kamu…”


Banyak perkataan, banyak pertanyaan, tetapi, tidak nyaman bertanya disini.


Tuntutan He Ling Zhi juga sudah dicabut, menyerahkan surat, semua akhirnya bisa meninggalkan tempat ini.


Ketika keluar dari kantor polisi, seperti melihat sepercik cahaya surga.


Langit kian cerah.


“Ini dikarenakan diriku terlalu tergesa-gesa, sehingga membuatmu ikut denganku.”


Gu An Ran menjabat tangan He Ling Zhi, tangannya terasa dingin, dingin sampai tidak terasa kehangatannya lagi.


“Ling Zhi Ini disebabkan karena aku tidak melihatnya dengan baik, ini salah saya.” Yang Yi menyalahkan dirinya sendiri.


Ketika itu dia dan He Ling Zhi sedang bersama, Mu TianGu mengikuti Jian Nan, ingin melihat bagaimana caranya baru bisa membuat Gu An Ran keluar.


Tetapi tidak diketahui, Gu An Ran disini belum ada kabar, He Ling Zhi disana langsung bermasalah.


Siapapun tidak terpikirkan, He Ling Zhi ternyata mendengarkan perkataan Gu An Ran, megetahui bahwa Gu WeiZhi mengakui dia menyakiti Xiao Mi, seketika langsung berangkat bersama menuju ke rumah sakit.


Hal yang sangat beruntung, walaupun dia ingin sekali membunuh Gu WeiZhi, tetapi, dia jatuh ketangan Tuan muda Mu, juga tidak tersakiti sekali pun.


Hanya bisa tertekan, diantarkan ke kantor polisi.

__ADS_1


Sekarang, mereka berdua bisa keluar dengan selamat, sudah membuat rasa nyaman ke semua orang.


“Mohon maaf, aku tidak akan melakukanya lagi, ketika itu, pikiran terasa kosong, hanya tahu, Gu Weizhi dan ibunya mengakui melukai Xiao Mi.”


He Ling Zhi tumbang ke pangkuan Gu An Ran, mengangis dengan perlahan.


“Ran Ran, bagaimana ini? Xiao Mi sekarang demikian, saya sangat cemas, Xiao Mi masih bisa bangun? Saya sangat cemas!”


Gu An Ran merasa tidak enak dihatinya, menepuk punggungnya, mata terasa merah, namun masih beri keras menahan air mata.


“Jangan cemas, Xiao Mi pasti akan bangun kembali, sekarang, kita jangan lagi tergesa-gesa, kita harus tenang.”


Tergesa-gesa seketika itu, dia juga mengetahui kesalahanya.


Cuman saat itu, dikarenakan perkataan Gu Weizhi yang menusuk, ditambah dengan berpikir kisah sedih Xiao Mi sebelumnya, maka dia tidak dapat menahannya lagi.


“Kita lain hari jangan lagi tergesa-gesa, baik tidak?”


Gu An Ran menghelakan nafas dalam, memeluk Heng LingZhi, mata melihat ke arah matahari terbit di luar jendela.


Tidak boleh tergesa-gesa lagi, tergesa-gesa, hanya akan terkena kejahatan Gu WeiZhi.


Wanita itu, sangatlah jahat, jahatnya melebihi pikiran dia tentangnya.


Banyak masalah, walaupun dia tidak merebutnya, Gu WeiZhi tetap tidak akan memaafkannya.


Maka dari itu, lebih baik, merebutnya kembali!


Mobil berhenti di depan gedung apartemen, Gu An Ran memandang Yang Yi ,” Kalian mengantarkan Ling Zhi pulang, saya ada sedikit urusan, mau berdiskusi bersama Tuan muda Jiang kedua.”


“Baiklah.” Yang Yi dengan perlahan mendorong lengan Mu TianGu.


Mo TianGu walaupun ingin menemani Gu An Ran, tetapi dia juga mengetahui, saat ini, dia tidak memerlukan dirinya.


Setelah semua pergi, Jiang Nan melihat Gu An Ran, dengan nada pelan mengatakan, “Naik ke atas dulu.”


Gu An Ran berpikir sejenak, kemudian menganggukan kepalanya.


Tetapi hal yang dilakukannya pertama kali saat naik ke atas, adalah mengambil tas ranselnya, mengemasi barang-barang sendiri.


Jiang Nan menggenggam tangan dia yang sedang sibuk tersebut, dengan cemas, “Ran Ran, apakah kamu marah dengan aku?”


“Mengapa saya harus marah?” Gu An Ran melihat ke arah dia, kebingungan.


“Kamu marah karena saya dalam waktu singkat, tidak dapat mencabut tuntutanmu?”


Gu An Ran melihat ke arah dia, melihat beberapa lama, kemudian tersenyum dengan perlaham.


“Saya mengerti kamu sangat baik buat saya, dua puluh empat jam kemudian baru bisa menjaminnya, saya bukan tidak mengetahuinya.”


Terlebih lagi, dia di dalam tinggal berapa lama, dia di luar menunggu berapa lama, dia sedetikpun tidak pernah meninggalkannya.


Hubungan seperti ini, bagaimana dia tidak memahaminya.


Akan tetapi, saat seperti ini, mengerti juga tidak ada gunanya.


“Jiang Nan, saya tidak ingin bersamamu lagi, kita putus saja.”

__ADS_1


__ADS_2