
Hello! Im an artic!
Gu Weizi tentunya tahu, dia tidak boleh menggaruk wajahnya lagi.
Jika tidak, sudah dagunya belum sembuh, di tambah lagi wajahnya hancur.
Hello! Im an artic!
Tapi, ini benar-benar gatal, sangat gatal hingga rasanya dia ingin menangis!
Gu Anran wanita sialan ini! Dia harus mati!
“Ah! Nona Gu, tolong jangan garuk lagi!” Renda bajunya tertarik turun, dan luka kemerahan di atas dagunya seketika terlihat.
Kameramen itu tanpa sadar telah memfokuskan lensa kameranya ke wajah Gu Weizi.
Hello! Im an artic!
Lalu, luka kemerahannya seketika terlihat di layar besar.
“Berhenti merekam! Berhenti!”
Gu Weizi berteriak dan buru-buru mengangkat tangannya untuk menutupi dagunya.
Kameramen bereaksi cepat dan segera memindahkan lensa kameranya ke arah lain.
Tapi yang baru saja terekam tadi, sudah menyebar di internet, ini kan siaran langsung! Jadi apa yang sudah di siarkan tidak dapat di ulang kembali.
“Ya Tuhan! Bagaimana bisa wanita itu sangat jelek?”
“Oh, ternyata wajahnya cacat, pantas saja dia memakai baju aneh seperti itu.”
“Aku kira dia adalah wanita cantik, tidak di sangka, meskipun dari luar terlihat bagus, tapi sebenarnya dia sangat buruk.”
“Benar-benar menjijikkan, apa kalian melihat wajah berdarah-darahnya tadi?”
“Tidak perlu di sebut lagi, rasanya aku ingin memuntahkan makan siangku. Padahal saat melihatnya pagi tadi, aku membayangkan hal-hal indah.”
“Kamu benar-benar membayangkan bersama wanita jelek itu… iyuh! Berhentilah membuat orang jijik!”
Di kursi penonton, komentar-komentar mulai bermunculan, dan sebagian besar komentar itu berisi ejekan untuk Gu Weizi.
Gu Weizi sangat marah hingga dia mengeluarkan air mata. Tong Tong lalu buru-buru menghalangi orang di hadapannya, “Nona Gu, kamu…”
“Aku mau pulang, penjurian ini, kamu saja yang lakukan!”
Gu Weizi tiba-tiba bangkit berdiri, dia menunduk untuk menutupi dagunya, lalu menggertakkan giginya sambil berkata, “Jangan biarkan tim Gu Anran lolos, jika dia sampai lolos, maka aku hanya bisa menyalahkanmu.”
“Tapi……” Tong Tong benar-benar merasa kesal.
Hal itu hanya bisa dilakukan jika penampilan tim itu benar-benar buruk. Jika tidak, dari mana dia mendapat kemampuan yang hebat untuk menjatuhkan seluruh tim?
Yang terpenting adalah, juri utama hari ini bukan mereka, tapi Keluarga Jiang.
Apa kita harus memulai hubungan dengan Keluarga Jiang dulu?
Tapi Gu Weizi tidak menghiraukannya lagi. Saat dia akan meninggalkan ruang konferensi, begitu mengangkat kepalanya, dia langsung melihat Gu Anran yang duduk di kursi penonton.
Gu Anran juga sedang menatapnya, dia menatapnya sambil tersenyum menyeringai, dia terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
Dia sedang mengejeknya.
Gu Weizi menggertakkan giginya sambil mengepalkan tangannya.
Gu Anran, kamu berani membuatku malu! Aku tidak akan melepaskanmu! Aku benar-benar tidak akan melepaskanmu!
Dia ingin Gu Anran Mati! Dia benar-benar harus mati!
Begitu Gu Weizi pergi, senyum di sudut bibir Gu Anran perlahan menghilang.
Su Xiaomi yang duduk di sampingnya masih melihat ke sekelilingnya.
Begitu Gu Weizi pergi, dia langsung menepuk-nepuk dadanya, ada perasaan takut dalam dirinya.
“Aku benar-benar tidak menyangka dia akan terlihat sangat jelek, benar-benar tidak terbayangkan.”
Gu Anran tidak mengatakan apapun, sebenarnya dia melakukan ini dengan sengaja.
Bagi seorang gadis, hal ini memang sangat kejam.
Tapi, jika gadis itu adalah Gu Weizi, kekejaman yang dia lakukan masih belum seberapa.
“Baiklah, kita sekarang hanya bisa melihat pertandingan Qin Zhizhou.” kata Gu Anran.
“Oke.” Kata Su Xiaomi sambil melihat ke bawah.
Pertandingan akan segera di mulai, dan semua orang mulai gugup.
Semoga Qin Zhizhou bisa melewatinya, dan mendapat hasil yang lebih dari yang di harapkan.
Tatapan Gu Anran mengarah ke bawah, tepat ke arah juri utama.
Itu normal untuk tidak datang.
Gu Anran lalu mengalihkan pandangannya, dia mengunci tatapannya pada sosok Qin Zhizhou, dia mencoba menenangkan dirinya dan mengotrol suasana hatinya.
Qin Zhizhou, dia harus berusaha keras.
Lalu setelah pembawa acara menjelaskan tentang peraturannya, pertandingan pun di mulai.
komputer seluruh orang terbuka, dan skenario cerita yang pagi tadi di berikan kepala editor juga muncul di layar komputer.
Artinya, skenario yang di lihat semua orang hampir sama.
Saat tadi pagi kepala editor menulis skenario itu, setiap orang mengambil foto yang ada di layar komputernya, kemudian memberikannya kepada kepala editor mereka, agar kepala editor dapat memikirkan lebih dulu apa yang akan mereka gambar.
Qin Zhizhou tentu juga sudah melihat sketsa yang di gambar Gu Anran.
Jadi, begitu komputer terbuka, tanpa perlu banyak pertimbangan, dia segera mengeluarkan papan gambarnya dan mulai menggambar.
Dia menggambar sketsa lebih dulu.
Gambar yang dia buat terlihat sangat hidup, bahkan sketsa yang dia buat tidak ada satu garis pun yang harus di perbaiki.
Cepat, akurat, kuat! Itu semua adalah ciri khas lukisan yang di buat Qin Zhizhou.
Dan satu jam kemudian semua orang mulai sadar jika sketsa gambar yang di buat Qin Zhizhou hanyalah setengah dari cerita Gu Anran tadi pagi.
Pantas saja tidak bisa, memang tidak ada yang bisa menandingi kecepatannya itu.
__ADS_1
Harus diketahui jika setelah menggambar sketsa, kita harus menggambar garis yang lebih detail.
Jika memaksa untuk mengabungkannya, mungkin bisa, tapi besok teman yang akan menhubungkan garis-garis itu akan menangis sampai mati.
Lagi pula, sketsa dan garis-garis kasar yang dia gambar tidak terlalu mendetail. Jadi dia belum pasti dapat lolos dalam pertandingan hari ini.
“Aku kan sudah bilang, murid bernama Gu Anran yang menggambar tadi pagi sangat egois, dia tidak peduli dengan kepentingan tim.”
Tong Tong menolehkan kepalanya ke arah Wen Si, lalu dia tersenyum sambil berkata, “Anak zaman sekarang, hanya akan melakukan sesuatu demi dirinya sendiri, dia bahkan tidak memiliki semangat tim sedikitpun.”
Wen Si hanya diam dan tidak menanggapi perkataannya, seolah-olah dia tidak tahu jika Tong Tong sedang berbicara dengannya.
Tong Tong lalu mengerutkan keningnya. Dia merasa sedikit tidak senang.
Bagaimanapun, dia harus menjalankan tugas yang di berikan Gu Weizi, dia tidak bisa membiarkan kelompok melukis Jiu Yur lolos.
Jadi, meskipun Wen Si tidak memiliki sopan santun, dia masih harus berusaha keras menjalin hubungan dengannya.
“Cerita ini terlalu rumit, sepertinya murid kelompok melukis Jie Yue tidak bisa menyelesaikan lukisannya.”
Kali ini Tong Tong langsung menyebutkan namanya, “Tuan Wen, bagaimana menurutmu?”
Karena namanya di sebut, Wen Si hanya bisa dengan sopan tersenyum kepadanya.
Tong Tong tentunya tidak akan menyerah begitu saja. Dia lalu segera berkata, “Sore ini, kelompok melukis Jiu Yue adalah tim pertama yang akan di eliminasi.”
Setelah mengatakan itu, dia mencoba untuk menyilang kelompok melukis Jiu Yue dari daftar.”
Wen Si mengerutkan keningnya lalu menatapnya sekilas. Wajahnya menyiratkan ketidak setujuan.
“Pertandingan belum berakhir, bagaimana kamu bisa langsung menilainya begitu? Dan juga, nona ini mewakili keluarga mana?”
“Aku….”
“Hari ini keluarga Jiang kami adalah juri utama, jadi kami harus memastikan perlombaan ini berjalan dengan adil. Nona, sikap anda yang seperti ini jelas-jelas tidak adil.”
“Aku….” Tong Tong seketika tertegun. Tidak di sangka, ketika Keluarga Jiang berbicara, mereka tidak akan memberikan muka padanya.
“Aku mewakili Keluarga Mu.” Katanya dengan sombong.
Keluarga Mu lebih berkuasa dari pada Keluarga Jiang. Apa dia masih berani tidak memberinya wajah?
“Keluarga Mu tidak di duga akan memilih orang yang tidak profesional seperti ini menjadi juri,”
Wen Si lalu mendengus, dia jelas merasa tidak puas, “Aku harap nona ini bisa memberikan penilaian yang profesional. Kalau tidak, aku akan meminta Keluarga Mu untuk mengganti anda.”
“Kamu……” Tong Tong memelototinya, dia hampir saja tidak bisa menahan diri untuk bertindak kasar padanya.
Dia benar-benar tidak memiliki tata krama! Berbicara tidak sopan pada seorang gadis, ini benar-benar sudah kelewatan!”
Wen Si tidak mengiraukannya lagi. Dia memfokuskan pandangannya ke para peserta.
Pelukis itu benar-benar sangat hebat, tangannya benar-benar tidak ternilai harganya.
Kelompok melukis Jiu Yue benar-benar beruntung karena memiliki pelukis seperti ini.
Tapi, plot cerita yang di buat Gu Anran benar-benar sangat rumit. Levelnya sudah melampaui yang bisa di buat oleh orang biasa.
Kali ini, bahkan pelukis handal sekalipun takutnya tidak dapat mengejarnya.
__ADS_1