
Hello! Im an artic!
“Zhan Bei!” Gu Anran melarikan diri dari pria di belakangnya dan segera berlari ke arah Mu Zhanbei.
Jarak di antara keduanya hanya beberapa puluh meter, dan dalam sekejap, tubuh jangkung pria itu sudah berdiri di hadapannya.
Hello! Im an artic!
Ketika jarak sudah dekat, Mu Zhanbei baru dapat melihat wanita di hadapannya dengan jelas.
Syukurlah! Dia tidak apa-apa! Dia baik-baik saja!
Mu Zhanbei langsung menariknya ke dalam pelukannya, lalu membawanya ke belakang punggungnya, dan meninju pria yang mengejarnya tadi.
“Aku akan membawamu pergi.” Dia lalu memeluk Gu Anran dan membawanya memasuki hutan lebat.
Hello! Im an artic!
Setengah jam! Dia tidak tahu berapa lama sejak dia memasuki hutan itu.
Walaupun orang-orang Pulau Tiantang sangat jahat, tetapi ketika berbisnis, kata-kata mereka dapat di percaya.
Jika dia mengatakan setengah jam, maka pasti setengah jam. Setengah jam kemudian Li Ye pasti akan membawa orang untuk menyelamatkan mereka.
Setelah setengah jam ini berlalu, setidaknya untuk beberapa hari ke depan, Gu Anran tidak akan diganggu oleh orang-orang Pulau Tiantang lagi.
Gu Anran bener-benar tidak tahu apa yang terjadi di luar, dia hanya bisa mengikuti Mu Zhanbei masuk ke hutan.
Pulau ini pada dasarnya belum pernah di jelajahi oleh orang-orang, jadi terdapat banyak pohon-pohon dan juga semak-semak liar.
Begitu memasuki hutan itu, mereka langsung menghilang tanpa jejak.
Orang-orang yang berada di luar hutan masih mencari mereka, “Cepat temukan pria itu, cepat!”
“Lalu bagaimana dengan wanita yang ada di dalam sana?” Seseorang bertanya.
Orang yang memberi perintah tadi langsung marah, lalu dengan tidak senang berkata, “Jika kamu tidak bisa menemukan Mu Zhanbei, kamu bisa tinggal dengannya di sana!”
“Kami pasti bisa menemukannya, pasti bisa ditemukan…….”
“Maka cepat temukan dia untukku!”
“Baik!’
Suara keributan itu perlahan menjauhi mereka.
Gu Anran tidak tahu kemana Mu Zhanbei akan membawanya, dia hanya tahu, suhu tubuh Mu Zhanbei semakin lama semakin meninggi, dan langkahnya semakin tidak beraturan.
Suara-suara di belakang mereka akhirnya menghilang sepenuhnya. Tapi Mu Zhanbei masih menggenggam tangannya dan terus berlari.
Tidak tahu berapa lama kemudian, hingga tiba-tiba langkah Mu Zhanbei terhuyung-huyung dan dia jatuh ke bawah.
“Zhan Bei……” Karena tangannya masih berada di genggaman Mu Zhanbei, dia kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh juga.
Mu Zhanbei langsung membalikkan tubuhnya, membuat punggungnya menghantam tanah lebih dulu, sehingga Gu Anran jatuh di atasnya.
Tubuh lembut Gu Anran jatuh ke dalam pelukan Mu Zhanbei, membuat seluruh otot-otot yang ada di tubuhnya seketika menegang.
Kemudian lengannya memeluk tubuh Gu Anran erat-erat, seakan tidak ingin melepaskannya lagi.
“Tuan Muda Mu…..”
__ADS_1
Mu Zhanbei tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan menekan tubuh Gu Anran di bawahnya.
Kesadarannya hampir sepenuhnya dikendalikan oleh efek obat itu, efek obat itu sangat mengerikan, bahkan dia tidak bisa menanggungnya.
Nafasnya terengah-engah, dan yang lebih mengerikan adalah kedua matanya menjadi semerah darah.
Efek obat itu terlalu mengerikan. Dia benar-benar tidak bisa menahannya!
Dia bahkan tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi.
Lalu tiba-tiba Mu Zhanbei bangkit dari atas tubuh Gu Anran dan mendorongnya menjauh, “Pergi!”
“Tuan Muda Mu……”
“Pergi! Cari tempat untuk bersembunyi, orang-orangku akan segera datang untuk menyelamatkan kamu.”
Mu Zhanbei duduk di atas tanah, tangannya menggenggam semak liar di sampingnya erat-erat, kedua matanya semerah darah, dan wajahnya mulai membiru.
Lalu dengan suara serak dia berkata, “Pergi, cepat pergi!”
“Mu…….”
“Cepat Pergi!” Teriak Mu Zhanbei.
Gu Anran benar-benar ketakutan dan jatuh ke bawah begitu mendengar teriakannya.
Setelah bangkit berdiri, Gu Anran melihat ke arah Mu Zhanbei dan menemukan jika warna matanya tidak seperti biasanya.
Mu Zhanbei terlihat sama seperti hewan liar yang berada di tepi kegilaan.
Gu Anran benar-benar tidak tahu berapa banyak obat yang di berikan oleh orang-orang itu kepada Mu Zhanbei, yang dia tahu adalah jika obat itu membuat Mu Zhanbei ingin melakukan sesuatu padanya.
Dia tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi jika dia tetap memilih tinggal di sini, karena sekarang Mu Zhanbei sudah hampir kehilangan kendali sepenuhnya.
Tapi saat akan beranjak pergi, langkah kakinya tiba-tiba terhenti.
Kedua kakinya seakan memiliki berat ribuan kilo, dia bahkan tidak bisa mengambil setengah langkah pun.
Jika dia pergi apa yang akan terjadi padanya? Tidakkah dia akan terluka? Tidakkah dia akan………
“Ah!” Saat dia baru akan mengangkat kepalanya, Mu Zhanbei tiba-tiba memeluk pinggangnya dengan erat.
Sebelum dia sempat bereaksi, Mu Zhanbei sudah melemparkannya ke tanah.
Sedetik kemudian, Mu Zhanbei sudah menekan tubuh Gu Anran di bawahnya. Lalu terdengar bunyi robekan. Baju yang dia kenakan dirobek olehnya.
Sepasang matanya memerah, rona wajahnya juga tidak terlihat seperti bisanya.
Hembusan nafasnya yang sepanas api yang membuat Gu Anran gemetar.
“Ah…..Zhan Bei! Jangan seperti ini! Tunggu dulu……ah!”
Mu Zhanbei benar-benar sudah kehilangan kendali!
Pemberontakannya hanya membuat Mu Zhanbei semakin menggunakan kekuatannya, dan hasilnya dia terlempar dan jatuh ke tanah.
Terdengar suara kepala yang terbentur. Dia tidak tahu di mana kepalanya terbentur, tapi kepalanya benar-benar pusing hingga dia hampir saja pingsan.
Dengan hanya beberapa tarikan pakaian yang membalut tubuhnya robek seketika.
Mu Zhanbei menekannya dari belakang, dan dalam sekejap rasa sakit datang tanpa peringatan…….
__ADS_1
….………..
Saat Li Ye dan saudara-saudaranya tiba, kedua orang itu masih salin terjerat satu sama lain di balik semak-semak.
Dia tidak berani menghampiri mereka.
Tidak ada yang tahu berapa banyak obat yang di berikan orang-orang itu kepada Tuan Muda mereka.
Ye Han masih belum datang, jadi tidak ada seorang pun yang berani menghentikannya dengan gegabah.
Suara teriakan menyedihkan nyonya muda mereka membuat Li Ye ingin bergegas menghampirinya beberapa kali, tapi dia memaksa dirinya untuk berhenti.
Dengan sekali lambaian tangan, semua orang bubar, dia memerintahkan mereka menjaga sisi ini dengan ketat.
Pukul satu malam Ye Han datang membawa dua orang perawat.
Saat dia tiba, Gu Anran sudah dalam keadaan tidak sadar, sedangkan Mu Zhanbei masih tetap menekan tubuhnya, posisinya sekarang sama seperti hewan buas yang sedang menyiksa mangsanya.
Ye Han tidak berani melihat lebih jauh, dia buru-buru memberi Mu Zhanbei suntikan, baru akhirnya penyiksaan itu berhenti.
Perawat mengambil selimut untuk menutupi tubuh Gu Anran, lalu mengangkatnya dengan tandu. Kedua orang itu berhasil di selamatkan.
Sekelompok orang itu buru-buru pergi meninggalkan pulau itu.
Malam masih panjang………..
….…………….
“Sialan! Mereka benar-benar memberikan dosis sepuluh kali lipat pada Tuan Muda! Ini sama saja mereka menginginkan nyawanya!”
Hasil tes darah Mu Zhanbei akhirnya keluar, Li Ye langsung meninju meja, dia benar-benar marah hingga rasanya dia tidak sabar untuk segera menghancurkan seluruh Pulau Tiantang.
Sekarang tidak heran mengapa saat itu Nyonya Muda mereka bisa di siksa sampai seperti itu!
Dia seharusnya menarik Tuan Muda pergi, tapi saat itu Tuan Muda benar-benar terlihat seperti hewan buas.
Jika saat itu dia dengan gegabah menarik Tuan Muda mereka menjauh dari Gu Anran, dia takut akan terjadi sesuatu yang buruk pada Tuan Muda mereka.
Meskipun dia merasa sangat kasihan pada Gu Anran, tapi bagaimana pun Tuan Muda Mu masihlah orang yang paling dia pedulikan.
Semua orang memiliki sisi egois masing-masing. Dia tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi pada Tuan Mudanya tepat di depan kedua matanya sendiri.
Begitu melihat Ye Han keluar dia segera bertanya, “Bagaimana kondisi Tuan Muda?”
“Dia baik-baik saja, sebagian efek obat itu sudah menghilang, hanya tinggal sisa-sisanya saja, satu kali suntikan maka efek obat itu akan menghilang sepenuhnya.”
“Lalu…..” Li Ye sedikit ragu saat melihat Ye Han, tapi akhirnya dia tidak tahan dan bertanya, “Bagaimana dengan Nyonya Muda……”
“Kondisinya tidak terlalu baik, lukanya….. lumayan parah.”
Karena bukan Ye Han sendiri yang memeriksanya, dan tidak nyaman juga jika dia yang memeriksa, jadi Gu Anran sekarang sepenuhnya berada di bawah perawatan dokter wanita rumah sakit ini.
Walaupun sebelumnya dia sudah menebak bagaimana kondisinya, tapi kondisinya sekarang lebih buruk dari yang dia bayangkan sebelumnya.
Pukul 5 dini hari, Mu Zhanbei akhirnya sadar, kalimat pertama yang dia ucapkan ketika sadar adalah menanyakan kondisi Gu Anran, “Bagaimana kondisinya?”
Ye Han dan Li Ye saling menatap, Li Ye tidak berani mengatakan apapun, jadi dengan suara pelan Ye Han berkata, “Dia masih belum sadar.”
Mu Zhanbei dengan satu gerakan langsung melepaskan selang infus di tangannya, Ye Han tahu nasihatnya saat ini tidak akan berpengaruh, jadi dia hanya bisa mengikuti Mu Zhanbei keluar.
Sembari berjalan, Ye Han menjelaskan kondisi Gu Anran, “Tuan Muda, luka Nyonya lumayan parah, walaupun tidak sampai mengancam nyawa, tapi takutnya kedapannya nanti…….”
__ADS_1
Mu Zhanbei tiba-tiba menghentikan langkahnya, “Takutnya apa?”
Ye Han sedikit ragu, lalu berkata, “Takutnya, hal itu akan meninggalkan trauma untuknya, kemungkinan…… dia akan takut berdekatan dengan pria.”