Rahasia Kecil Tuan Mu

Rahasia Kecil Tuan Mu
Bab 365 Ada Perasaan Ditipu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Saya besok ada kelas.” Saat membantunya mengenakan baju, Gu An Ran sudah memikirkan dari lama, akhirnya mengeluarkan katanya.


Mohon padanya.


Hello! Im an artic!


Tidak ada cara lain, dia sekarang benar-benar pengikutnya.


Mu Zhan Bei tidak berkata apapun, tidak tahu apakah ditolak atau menerimanya.


“Tuan Muda Mu, apakah saya bisa pulang untuk kelas saya?” Gu An Ran mengancingkan kemejanya satu per satu.


Pihak lain masih tidak memberikan jawaban.


Hello! Im an artic!


Gu An Ran pasrah, di tiga bulan ini, apakah dia berencana untuk menjebaknya di Pavilliun Wang Yue?


Apakah dia harus berterimakasih padanya, memberikan ijin untuk menyentuh buku catatan dan buku pelajarannya?


Jika tidak, dia tidak memiliki kesempatan belajar dan bekerja.


Dengan tidak enggan, setelah dia mengikatkan tali pinggangnya, dengan tenang melangkah mundur.


Dia hanya menjadi pelayan yang jinak.


Mu Zhan Bei berjalan ke arah pintu.


Tuan Besar Gu masih berada dibawah, dia harus turun menemani orang.


Gu An Ran merasa lemas, berencana menunggu setelah dia pergi, sendirinya kembali kamar melanjutkan urusanya.


Tetapi badan dia yang begitu tinggi besar, berhenti diluar pintu.


“Kenapa berdiam diri?”


“Hah?” apa maksud dari perkataan ini?


Gu An Ran mengangkatkan kepala melihat kearah dia, tidak mengerti maksud dari dia.


“Tidak perlu melayani saya makan?” pria itu menghelakan nafas dingin, “Ingin menyesal?”


Tentunya dia tidak mau!


Jika melawannya, tidak tahu apa yang akan terjadi kepada He Ling Zhi.


Tetapi, sepertinya dia hanya berjanji menjadi wanitanya?


Pelayan wanita?


Mendadak menjadi banyak pekerjaan, kesempatan untuk menolaknya pun tidak ada.


Melayani! Benar-benar beranggapan dirinya sebagai raja!


Tetapi dia harus mengakuinya, disini, orang itu bagaikan langit!


Raja, sama sekali tidak mensalahgunakan kata.


Gu An Ran berjalan dibelakang Mu Zhan Bei, mengikutinya turun kebawah.


Tuan besar Gu dan Gu Wei Zi masih berada di ruangan aula.


Awalnya Gu Wei Zi ingin pergi ke atas istirahat, tetapi tuan besar tidak ada rencana pergi, untuk menunggu Mu Zhan Bei.


Dia takut jika Gu An Ran turun, banyak berbicara sama tuan besar.

__ADS_1


Pikir sana pikir sini, membulatkan hati untuk tetap tinggal, mencegah Gu An Ran dan tuan besar untuk memiliki waktu berduaan.


Melihat Mu Zhan Bei berjalan di aula, Gu Jingyuan segera menyapanya, “Maaf, Tuan Muda Mu, hari ini kami beranggapan seperti rumah sendiri disini, jangan ambil hati.”


“Tidak apa-apa, aku khawatir tuan besar Gu dan tuan Gu terlalu sopan.”


Mu Zhan Bei berjalan kesana, pelayan langsung menarikan kursi buatnya.


Setelah Mu Zhan Bei duduk di atas kursi, Gu An Ran berdiri dibelakangnya, persis seperti seorang pelayan.


Ternyata benar datang untuk melayani!


Melihat Gu An Ran begitu, tuan besar Gu menghelakan nafasnya.


Anak muda, ada bagusnya mencoba kehidupan ini.


Cuman jangan… setiap saat mengikuti Tuan Muda Mu, dia sudah bisa tenang.


Pelayan menyajikan sarapan Tuan Muda Mu, selalu monoton.


Kopi, sandwich, omelete.


Dia tidak pernah milih-milih makanan, sarapan selalu gampang.


Tetapi dihadapan Gu Wei Zi, setiap hari ada banyak makanan ringan, setidaknya ada puluhan.


Wanita yang penuh keanggunan, terlahir kaya, jika sarapan saja tidak makan dengan baik, bisa mempengaruhi perasaan dia sepanjang hari.


“Kakek, kamu cari Zhan Bei ada urusan apa?”


Menurut rencana, sudah saatnya mereka kembali ke Ling Zhou, tetapi Gu Wei Zi tidak enggan untuk meninggalkan Tuan Muda Mu secepat itu.


Tetapi setelah dilihat sekarang, ada baiknya kakek pulang secepatnya, daripada banyak urusan.


Hantu pun tahu dia dan Gu An Ran ada sengketa, takut ini takut itu.


Tuan besar Mu melihat ke arah Tuan Muda Mu, wajah yang penuh kehangatan.


“Anggota keluarga kami Gu Wei Zi disini begitu lama, untungnya ada Tuan Muda Mu menjaganya, saya sangat berterima kasih kepada Tuan Muda Mu.”


Ketika dia serius, tidak sama seperti dia yang biasanya.


Ini adalah karakteristik yang harus dimiliki seorang atasan di dunia bisnis.


“Lain hari tunggu Tuan Muda Mu ada waktu pergi ke Ling Zhi, saya pribadi akan menjamu anda, baik-baik menghibur Tuan Muda Mu.”


“Ini masalah lain.” membiarkan Gu Wei Zi disisinya, adalah maksud dari nenek.


Masalah ini, tidak perlu orang lain untuk berterima kasih padanya.


Melainkan dari perkataan tersebut, tuan besar mendengarkan arti lain.


“Tuan Muda Mu, kamu dan Gu Wei Zi…”


Dia melihat Gu Wei Zi, Gu Wei Zi segera menundukkan kepalanya, wajahnya memerah.


Tuan besar tersenyum perlahan, tetapi dia tidak sangka Tuan Muda Mu akan mengakuinya sendiri.


“Tetapi, walaupun Tuan Muda Mu dan Gu Wei Zi kami ada hubungan, itu masalah kalian, tetap harus tunggu Gu Wei Zi pulang denganku, mengenali leluhur mereka.”


Bagaimanapun mereka juga merupakan cucu perempuan dari keluarganya, untuk menikah, harus mengikuti posisi sendiri sebagai cucu perempuan keluarganya.


Cucu perempuan dia di dunia luar begitu lama, juga tidak mengetahui berapa banyak penderitaan yang dialami mereka.


Kedepannya, dia harus lebih banyak menyayangi mereka.


“Mengenali leluhur mereka?” Mu Zhan Bei mengedipkan matanya.

__ADS_1


Urusan Gu Wei Zi, dia tidak pernah menaruhnya didalam hati.


Itulah mengapa Gu Wei Zi dan tuan besar Gu bisa begitu dekat, dia sendiri tidak begitu perhatikan.


Karena mereka sama bermarga Gu, sedikit dekat bukan masalah baginya.


Ditambah lagi Gu Wei Zi memanggil tuan besar Gu “kakek”, berdasarkan umur tuan besar Gu sekarang, dengan sopan memanggil dia kakek, tidak ada masalah.


Tetapi, mengenali leluhurnya, itu tentunya adalah masalah lain!


Gu Wei Zi adalah cucu luar dari neneknya, mengapa ada hubungan darah dengan keluarga Gu di Ling Zhi?


“Gu Wei Zi ada memberitahu kepada Tuan Muda Mu?”


Tuan besar memandang Gu Wei Zi, mengerutkan keningnya ,”Saya kira kamu sudah mengatakannya.”


“Saya…” karena keberadaan Gu An Ran disini, mengatakan masalah ini, Gu Wei Zi akan merasa bersalah.


“Kakek, masalah ini, kita bicarakan setelah kita pulang bagaimana? Saya sedikit lapar!”


Tetapi, Mu Zhan Bei terlihat jelas tidak akan membiarkan masalah ini pergi begitu saja.


“Tuan besar Gu, mohon menjelaskan masalah ini, tidak tahu Gu Wei Zi dan keluarga Gu di Ling Zhi, ada hubungan apa?”


“Wei Zhi adalah cucu perempuan dari keluarga Gu kami, dua puluh tahun lalu, putra saya..”


“Kakek! Saya beneran tidak enak badan, saya… saya sakit.”


Wajah Gu Wei Zi pucat, jelas karena terkejut.


Dia tidak ingin di depan Gu An Ran, membahas masalah ini.


Tetapi Gu An Ran tidak tahu apa yang terjadi, melihat kondisi Gu Wei Zi, seketika, hatinya bergetar dengan hebat.


Dia ada firasat!


Ada sedikit, perasaan ditipu!


Karena penipuan tersebut, bukan pertama kalinya!


“Kakek Gu, apakah benar Gu Wei Zi bukan putri dari Gu Minghao?” dia bertanya.


“Kakek, saya…”


“Hehe, orangtua kamu belum memberitahu kamu? Saat itu mereka membantu saya merawat Sang….”


“Kakek! Saya tidak enak badan! Saya.. saya sakit perut! Aa! Perut saya sangat sakit!”


Gu Wei Zi satu tangan menggenggam tangan tuan besar Gu, sambil berteriak , “Saya sakit, saya beneran sakit, saya tidak nyaman!”


Tuan besar Gu terkejut melihatnya, segera membantunya berdiri.


“Weizhi, apa yang terjadi? Dimana rasa sakitnya?”


“Sakit perut, sakit sekali, tidak tahu apakah teracuni!”


Gu Wei Zi sudah tidak ada cara lain lagi, selagi dia masih bisa menyela topik, alasan apapun dia tidak keberatan.


“Pasti karena ada racun didalam sarapanku, pasti karena Gu An Ran ingin melukai saya! Kakek, cepat antar saya ke rumah sakit! Cepat!”


“Weizhi…”


“Panggil Ye Han kemari.” Mu Zhan Bei memerintah tanpa ada ekspresi di wajahnya.


“Saya…” Gu Wei Zi tersadarkan, mengetahui dirinya beranjak bom tanah.


Sarapan disiapkan oleh orang di Pavilion Wang Jiang, dia mengatakan sarapan beracun, bukankah mencurigai bawahan Tuan Muda Mu?

__ADS_1


Tetapi jika dia tidak menghentikannya, kakek jika sampai mengatakan Sang Qing, Gu An Ran akan mengetahui semuanya!


__ADS_2